#TanyaPenulis

Tethy Ezokanzo : Mengajarkan Islam Kepada Anak Melalui Cerita Keseharian

tethyezo

Ibnu Al-Qayyim menyebutkan, mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Saya mengamini kalimat itu. Masih ingat dong ya, sama ulah AK yang bikin para orang tua se-jagat dunia maya pada elus-elus dada. Setelah AK reda gara-gara dipanggil KPAI, lalu nongol AK-AK yang lain. Duh, eneng …

Saya bersyukur, tumbuh dengan segala perhatian dan limpahan kasih sayang orang tua. Setelah 7 tahun menjadi anak tunggal, Mama memberikan 5 adik untuk saya. Alasannya, supaya rumah ramai dan saya enggak kesepian. Alhamdulillah, setelah adik-adik lahir, Mama tetap adil membagi perhatiannya. Jadi, enggak pernah ada ceritanya kami bertengkar hanya gara-gara iri urusan kurang kasih sayang. Kami 6 bersaudara terbiasa saling ber-empati dan saling berbagi. Saya pun sering mendapat pertanyaan dari orang lain : “Kok bisa akur ?” Jawabannya, banyak sih. Saya bahas di lain waktu ya. Yang jelas, salah satu alasan kenapa kami bisa akur, karena Mama selalu meluangkan waktu untuk mendongeng untuk anak-anaknya sebelum tidur. Jadi, kegiatan mendongeng sebelum tidur bukan hanya menguatkan bonding antara Ibu Anak, tetapi juga bisa mengenalkan agama pada anak. Insya allah, anak enggak bakal kekurangan perhatian deh ya.

Penulis buku anak yang banyak menelurkan buku-buku bertemakan Islam yaitu Tethy Ezokanzo. Beliau sering berduet nulis bersama Kak Dian Kristiani, lho. Hampir semua bukunya baik itu yang ditulis sendiri atau kolaborasi selalu best sellers. Beberapa bahkan dibuat komik. Dijamin mudah dipahami, anti ngantuk dan ilustrasinya kece-kece. Saya rekomendasikan buku-buku Kak Tethy buat jadi salah satu koleksi perpustakaan tseuss 🙂

Buku-buku Tethy Ezokanzo Tahun 2016

tethyez

Judul-judul buku di atas bisa ditemui di Toko Buku. Cocok buat mengenalkan agama Islam pada anak sejak dini. Biar makin dekat *ciehh, yuk simak wawancara ala ala saya sama Kak Tethy Ezokanzo.

1. Assamualaikum, Kak Tethy. Lagi sibuk ngerjain buku apa untuk tahun ini ?

Waalaikumussalam. Tahun ini saya lagi banyak off dari kegiatan menulis. karena pergi-pergi terus dan hardisk rusak. Semua file hilang, jadilah start over semua, hehe.
tapi kegiatan kepenulisan masih sih dikit-dikit, diantaranya :
– mengawal proses pembuatan buku pengenalan budaya di kemendikbud. para penulisnya beken-beken loh, seperti Kang Ali Muakhir, Mbak Watiek Ideo, Mbak Dydie.
– nge-proof beberapa naskah yang lagi proses terbit juga mengasistensi ilustrator.
– revisi beberapa naskah, bahkan ada yang menulis ulang.
– promosi dan jualan buku (ini bagian dari kegiatan kepenulisan juga gak ya? hihi)
jadi untuk naskah baru, kayaknya tahun ini gak begitu banyak. Tapi kegiatan kepenulisan itu gak selalu menulis kan ? apalagi buku anak, prosesnya banyak dan panjang.
2. Ceritain dong Kak, kisah awal nyemplung di dunia menulis sampai akhirnya punya karya yang jumlahnya warbiyasak.
Sekitar 12-13 tahun lalu, waktu punya bayi Hasan (anakku no 2), anaknya kan endut tuh. Dia sukanya dipangku, waduh berat kalau sambil jalan sana sini. Ya, udah mangku sambil duduk aja. Daripada dipangku, saya bengong aja, ya udah saya sambil ngetik. Ternyata anaknya suka tuh dengan bunyi keyboard. Anteng. Akhirnya saya menulis cerita sambil ngomong cerita ke dia dan kakaknya (umur 2 tahun, yang suka nimbrung duduk dan dengerin, hehe). Ternyata kegiatan ini membuahkan beberapa tulisan. Akhirnya nyemplung deh jadi penulis. Saya tambah semangat ketika bertemu teman-teman FLP Jepang. Kemudian kami membuat antalogi-antalogi. Lalu bersamaan dengan itu terbit buku-buku solo saya.
Saya mulai serius ke buku anak sih sekitar tahun 2007, ketika punya bayi Sahira. Kejadian terulang kembali, mangku sambil ngetik. Ah, rupanya saya produktif tuh pas punya bayi. Karena mereka jadi paku yang membuat emaknya enggak bisa bergerak dari depan komputer, hihi.
3. Buku yang paling berkesan buat Kak Tethy ?
Semua berkesan. Karena karya-karya saya baik yang sudah diterbitkan atau yang belum adalah anak-anakku. Semua istimewa di mata saya. Sekalipun karya tersebut ditolak sana-sini, hehe.
4. Sepuluh tahun ke depan, di dunia menulis Kak Tethy ingin seperti apa ?
Wah 10 tahun lagi ? Saya udah tua banget dong itu. Entah masih kuat nulis gak, hihi.
Pengennya sih seperti sekarang aja. Menulis dengan santai dan senang. Saya sih gak muluk-muluk pengen begini begitu. Seperti sekarang ini sudah membahagiakan.
5. Kak Tethy banyak menulis buku anak bernuansa religi, apakah karena dulunya Kakak punya pendidikan berbasis agama atau gimana ?
Enggak juga. Saya dari ITB. Enggak ada hubungannya dengan agama ataupun kepenulisan. Tapi banyak nulis religi mungkin karena lingkungan saya yang dikelilingi orang-orang alim, lalu banyak baca buku agama. Saya sempat sih ikut pesantren 5 tahun lalu. Niatnya sih pengen tamat pesantren, eh ternyata cuma tahan 6 bulan. Susaaah pelajarannya, hihi.
6. Selama menulis buku, Kak Tethy pernah diplagiat ?
Pernah sih. Alhamdulillah penerbit saya sangat membantu. Mereka mengatasi semuanya.

Bagi teman-teman yang ingin tahu karya terbaru Kak Tethy Ezokanzo, bisa mengunjungi :
Blog : http://ezokanzo.blogdetik.com

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

Tertarik Menulis Bilingual Book ? Lakukan Tips Berikut Ala Arleen Alexandra

aaarrrrrl

Coba bertanyalah sama Mbah Gugel, siapa Arleen Alexandra ? Maka, Mbah Gugel bakal memberikan jawaban berupa ratusan judul buku anak dan review buku-buku karya Arleen Alexandra. Jumlah buku yang sudah diterbitkan sekitar 250an buku. Angka tersebut bukan hoax. Karena, baru-baru ini Kak Arleen baru saja terpilih menjadi ‘Most Productive Writer’ dari Penerbit BIP Gramedia.

Tahun ini genap 12 tahun Kak Arleen berkarya di dunia menulis. Buku-bukunya yang kebanyakan bilingual book selalu laris manis. Dan, yang lebih cetaar membahana … buku-bukunya sudah menjangkau hingga ke negara Malaysia, Vietnam, India dan Arab Saudi.

Yang paling saya suka, ketika saya wawancara via e-mail, Kak Arleen sangat down-to-earth. Beliau bahkan sempat memberikan saya semangat dalam menulis :
Even the longest journey starts with one step … begitu juga penulis, starts with one book

Yuk disimak wawancara saya dengan Kak Arleen Alexandra.

1. Halo Kak Arleen, tahun ini ada buku yang sudah atau mau terbit ?
Yang sudah terbit itu Kumpulan Dongeng Binatang 2 dan Grandma Grandpa and me
Yang akan terbit : 365 hari (novel+kutipan) dan Sun Moon Star (Kumpulan Dongeng Inspiratif).
14625423_10211015826058217_2065184397_n

Blogger Grace Melia berfoto bersama buku Kak Arleen

2. Kak Arleen kan banyak menulis buku anak yang bilingual. Ada tips bagi penulis yang ingin menulis buku anak bilingual ?

Menulis buku anak bilingual itu punya resiko bahasa yang ditulis belakangan jadi terdengar seperti terjemahan dan jadi kaku atau ada yang dipaksakan. Untuk menghindari itu, tulis dulu cerita itu dalam bahasa pertama, lalu tulis kembali cerita itu dalam bahasa ke duanya seolah sedang menulis cerita itu untuk pertama kalinya.

(Nah, yang tertarik ingin menulis bilingual book, coba lakukan tips sederhana ala Kak Arleen Amidjaja).
3. Salah satu buku Kak Arleen yang berjudul I Love You, Mom (kalau enggak salah), diterbitkan dalam bahasa Vietnam dan dipecah jadi beberapa buku. Ceritain behind the story-nya dong Kak.
Oh iya, buku itu cukup disukai karena kasih ibu memang topik universal yang dimengerti dan disukai oleh siapa saja. Saat ini buku itu sedang diterjemahkan ke dalam bahasa Arabic untuk terbit di Saudi Arabia juga.
148454_498187958337_8012518_n

Buku I Love You Mom dalam bahasa Indonesia-Inggris

14569868_10211015828018266_1308348438_n

Buku I Love You, Mom dalam bahasa Arab

562604_10150930714318338_1603784415_n

Buku I Love You, Mom dalam bahasa Vietnam

4. Baru-baru ini Kak Arleen terpilih menjadi ‘most productive writer’ dan dapat medali juga dari Penerbit BIP Gramedia. Double keren !
Aduuh itu sih mungkin cuma kebetulan aja. Nggak cuma aku kok yang produktif. Ada banyak sebenarnya yang lebih produktif. Cuma mungkin tahun ini lagi pada sibuk :). Aku malah sebenarnya bukan penulis profesional in the sense that aku tidak punya tombol on off yang bisa dipencet kapan saja. Aku biasanya harus menunggu ide datang dan jika ide belum datang yang belum bisa menulis 🙂
5. Selain menulis, Kak Arleen juga bekerja kantoran. Kapan Kak Arleen menulis ?
Menulis itu sebenarnya ada 2 bagian : pekerjaan mentalnya (memikirkan apa yang akan ditulis), dan pekerjaan fisiknya (menulis atau aku sih biasanya mengetik). Dan yang jauuuuh lebih lama itu sebenarnya adalah pekerjaan mentalnya. Bila sudah tahu apa yang akan ditulis, pekerjaan fisiknya tidak lama. Waktu menulisku tidak beraturan. Hanya setelah aku tahu apa yang akan kutulis, aku mulai mengetik 🙂
Bagi teman-teman yang ingin tahu karya terbaru Kak Arleen, bisa mengunjungi :
Twitter : @arleen315
Instagram : @arleen315

note : dokumentasi seluruh foto milik Arleen Alexandra

xoxo,

Maria Soraya

Stella Ernes : Serunya Menjadi Mama Kreatif dan Produktif

stellaernescover

Siapa bilang menjadi Mamah rumahan itu kerjanya cuma elapin kompor sepanjang hari dan ngegosipin tetangga kanan-kiri sambil dasteran klewer-klewer ? Yeah, memang sih masih ada beberapa perempuan melakukannya. Tetapi, dengan kemudahan teknologi yang ada, perempuan harusnya bisa berkarya dari rumah. Mengutip lirik lagu Innuendo-nya Queen. You can be anything you want to be. Just turn yourself into anything you think that you could ever be …

Bener yah … bener yah … bener yah ? Ralat saya kalau saya salah 🙂

Nah, bagi yang suka belanja-belanji buku pasti dengan mudahnya melihat buku karya Stella Ernes berada diantara barisan buku anak. Penulis sekaligus ilustrator ini bisa membuktikan bahwa perempuan pun bisa berkarya dari rumah. Sambil mengurus anak plus membuat kue, siapa takut ?

kuestella

Kue-kue Cantik Buatan Mbak Stella (IG)

Berikut wawancara ala-ala saya dengan Mbak Stella :

1. Halo Mbak Stella, apa kabar ? Lagi sibuk ngerjain buku apa ?

Puji Tuhan kabarnya baik. Sekarang lagi ngerjain buku cerita sekaligus mewarnai nih. Maksudnya buku cerita, tapi dengan gambar hitam putih untuk diwarnai anak-anak.

(Itu loh, yang lagi kekinian, coloring book)

2. Tahun ini buku apa aja yang sudah terbit dan akan terbit ?

Tahun ini kalo nggak salah baru dua buku yang terbit. Keduanya buku mewarnai, “Beautiful Garden” dan “Amazing Dinosaurs”. Kalau buku yang (mudah-mudahan) akan terbit di tahun ini, masih bertema buku mewarnai juga. Satu buku ‘adiknya’ Amazing Dinosaurs, satu lagi buku cerita mewarnai.

3. Ilustrasi Mbak Stella bisa ditemukan di buku anak-anak. Dulu sekolahnya di DKV atau menggambar otodidak ? Mulai kapan nulis dan buku pertama yang diterbitkan ??

Dulu kuliah ambil DKV jurusan FSRD, tapi kalau ilustrasi lebih banyak belajar otodidaknya.
Buku pertama saya terbit di tahun 2006 berupa lima buku anak-anak tentang huruf, angka, warna, bentuk, jam dan waktu. Kelima buku itu diterbitkan ulang di tahun 2013 dengan format baru.

(Wow, jadi sudah 16 tahun Mbak Stella berkarya)

4. Pengalaman paling berkesan sebagai ilustrator dan penulis buku ?

Kalau pengalaman berkesan sih banyak banget. Kenalan dengan banyak penulis dan ilustrator, mengenal dunia penulisan dan penerbitan buku anak, dll. Tapi yang paling berkesan adalah salah satu buku yang saya ilustrasikan pernah mendapat penghargaan Adikarya IKAPI sebagai salah satu buku dengan ilustrasi terbaik. Dan ada salah satu buku saya yang berjudul “Jangan Jorok, dong!” berhasil mendapat predikat Bestseller di tahun 2012.

5. Gimana cara bagi waktu antara gambar plus nulis pluss menjadi maminya duo krucils plusss kegiatan memasak kue ? 🙂

Wah, makasih banget udah dibilang jago gambar dan nulis *blushing*.. Tantangan terbesar sebagai ibu dan penulis memang soal bagi waktu. Harus nunggu dua bocil tidur kalau mau kerja. Tapi kalau kepepet DL terpaksa nitipin anak-anak ke omanya XD
Kalau soal bikin kue, kalau punya waktu luang aja baru masuk dapur hehehe

(ah, kalau aku punya oven, juga belum tentu mau turun dapur, udah males duluan mikir siapa yang bakal beresin perkakas bekas masak *enggak-ditanya-juga)

6. Persiapan untuk acara BIP tahun ini ? Bakal ngikut dresscode-kah ?

Enggak ada persiapan khusus kok.. hanya jadi tamu undangan biasa tahun ini. Dan soal dresscode, mudah-mudahan bisa ngikutin, untuk menghargai panitia yang sudah repot-repot mempersiapkan gathering tahun ini 🙂

stella

Proses pembuatan coloring book Amazing Dinosaurs (IG)

Enam pertanyaan cukup ya, Mbak ? Hehe. Yang mau kepoin buku terbarunya atau kegiatan memasak cantik Mbak Stella Ernes, monggo melipir ke sini :

Facebook : https://www.facebook.com/stella.ernes
Instagram : @stellaernes

xoxo,

Maria Soraya

Aan Diha : Berdakwah Melalui Buku Komik, Hingga Ke Negeri Sakura

aan-diha

Tahun lalu, saya meresensi bukunya Mbak Anisa Widiyarti yang berjudul ‘My Money, Irit Bukan Pelit’. Pertama kali dimuat di Kompas Anak. Dan, sepertinya menjadi resensi buku anak yang terakhir, karena sisipan Harian Kompas itu akhirnya tutup usia. Salah satu blog yang menjadi referensi saya dalam menulis resensi buku itu https://oyakonohanashi.wordpress.com  milik Mbak Aan Wulandari atau lebih dikenal dengan Aan Diha. Saya juga follow blognya, karena banyak informasi menarik seputar dunia menulis. Seperti behind the story menulis sebuah picture book atau tips menulis. Jadi, meskipun Mbak Aan sudah lama banget enggak update blog-nya, ya tetap enak dibaca ya.

Buku-buku karya Mbak Aan Diha cukup banyak jumlahnya, baik berupa buku antologi, buku solo maupun yang ditulis bersama penulis lainnya. Bahkan, Mbak Dian pernah berkomentar soal Mbak Aan di blognya :

“Saya suka kerja bareng Aan. Dia pinter. Selain itu, rajin. Tau-tau udah selesai saja naskahnya. Padahal, Aan kan sibuk jadi freelance editor juga. Mommy rempong juga tuh.”

Dikaruniai sepasang anak ganteng dan cantik, Mbak Aan pastinya harus membagi waktu dengan baik untuk urusan keluarga dan kegiatan menulis. Apalagi sekarang Mbak Aan sedang hamil. Simak ‘wawancara’ ala ala saya dengan Mbak Aan Diha, yuk.

1.    Apa kabar Mbak Aan ? Masih sempat nulis selama jadi bumil ??

Alhamdulillah baik. Ketika mulai hamil, saya berpikir akan berusaha untuk terus menulis.
Kebayang, sepertinya lebih repot kalau ada anak kecil, dibandingkan saat hamil. Senangnya, Allah mengabulkan keinginan saya. Dalam tiga bulan ini, ada tiga proyek menulis yang harus saya kerjakan. Walaupun sempat ada sedikit masalah dengan kehamilan, di usia lima 4 bulan, sudah kencang terus. Gerak sedikit, kebanyakan berdiri atau duduk, langsung kenceng. Saat ini juga, saya kebetulan tukeran ‘alat perang’ dengan anak. Laptop saya dibawa dia ke luar kota, saya pakai komputer dia. Sempat tersendat juga menulisnya.

Alhamdulillah, ada sebuah netbook jadul yang biasa dipakai suami kalau ke lapangan yang bisa saya pakai. Jadi, saya bisa menulis di tempat tidur, sambil berbaring atau duduk. Selain itu, saya menyiasati juga dengan menulis di kertas. Ketika fit, saya tulis di netbook.

2. Tahun kemarin, buku komik Sunnah Itu Mudah diterbitkan dalam bahasa Jepang. Ceritain behind the story-nya dong Mbak ?

Waktu tinggal di Jepang, saya mempunyai kenalan seorang teman yang sangat concern dengan dakwah. Salah satunya adalah dengan berusaha membuat buku-buku anak Islami berbahasa Jepang. Tentunya, di sana belum ada. Sebenarnya, pembicaraan ini sudah bertahun-tahun lalu kami lakukan. Awalnya, teman saya tertarik dengan buku saya “99 Nama Indah Allah”. Qadarullah, rencana itu belum bisa terwujud.

Alhamdulillah, tahun lalu, dengan proses yang lumayan cepat, karena diberi kemudahan oleh Allah dalam segala hal, buku ini berhasil cetak dalam bahasa Jepang. Pihak penerbit membantu sekali dalam hal ini. Mereka sangat mendukung alih bahasa ini.

12376109_948633138558726_2230079089216694223_n

Penampakan Buku Komik ‘Sunnah Itu Mudah’ versi Bahasa Jepang

 

3. Buku paling berkesan yang pernah ditulis buku yang mana nih Mbak ?

Buku pertama selalu mempunya kesan tersendiri, ya. “99 Nama Indah Allah” adalah buku bergambar saya pertama sekali. Yang membuat amazing, buku ini langsung laku di pasaran. Hanya dalam waktu beberapa bulan, langsung cetak ulang. Beberapa tahun kemudian, cetak ulang ke tiga, dengan cover buku yang berbeda.

Oh ya, buku ini juga mengajarkan saya ‘jualan’ hihi. Saya awalnya enggak yakin bisa jualan buku. Ternyata, bisa juga. Dan kebablasan sampai sekarang.

4. Tahun ini berapa banyak buku yang sudah terbit dan akan terbit ?

Berapa, ya? Ngitung dulu, hehehe.

Tidak begitu banyak, sih, Mbak. Saya sempat berhenti menulis karena menikmati menjadi editor lepas. Atas kompor dari dua sahabat saya, Mbak Dian Kristiani dan Teh Tethy, saya pun mulai lagi menulis. Dan tahun ini, baru mulai bermunculan bukunya.

Kalau tidak salah 4 buku dan satu serial (ada 6 judul). Insya Allah akan terbit buku duet saya dengan Mba Dian K, satu buku. Satu serial karya sendiri ada 7 judul.

5. Dan, gimana persiapannya untuk ultah BIP tahun ini ? Ada dresscodenya ya Mbak

Subhanallah, saya belum pernah ikut gathering. Dulu alasannya anak-anak tidak bisa ditinggal. Tahun ini, saya sudah niaaat banget mau ikut, dengan ngajak anak-anak juga. Ketika tahu saya hamil pun, tetap niat ikut. Karena dihitung-hitung, usia sudah 6 bulan, pas ‘enak-enak’-nya buat jalan. Ternyata, belum kesampaian. Hamil di usia 40 emang beda, ya, hihi. Saya malah nyaris tidak bisa ke mana-mana selama ini. Bahkan antar jemput anak pun sebisa mungkin saya delegasikan. Belum rezeki kumpul bareng teman-teman.

Dari penuturan Mbak Aan di atas, untuk berbagi kebaikan itu enggak harus menjadi ulama atau ustadzah. Melalui sebuah buku (komik) religi, Mbak Aan bisa berdakwah hingga ke Negeri Sakura. Siapa mau coba ?

Yang ingin kepoin dan beli buku-buku Mbak Aan Diha, bisa mampir Facebooknya di : Aan Diha  atau ke Toko Buku Online seperti Gramedia.com, selamat membaca !

xoxo,

Maria Soraya

Dian Kristiani : Berkah Menulis, Berangkat Ke Jerman

diujungdesa_kami-bicarakan-kemerdekaan_

Hari ini kalender udah ganti lembaran. Tanggal muda ya mak. Bentar lagi wiken juga. Emak-bapak kece yang ingin semakin bertambah kekeceannya, jangan lupa mampir ke toko buku. Sisihkan beli buku minimal satu deh setiap gajian. Syukur-syukur bisa borong selusin. Kan, Nenek bilang buku itu gudang ilmu. Coba deh anda ngobrol sama orang yang enggak pernah baca buku, dijamin anda lebih sering nunduk ngejar pokemon daripada nyimak yang diajak ngobrol.

Buat yang rajin ke Toko Buku Gramedia dan punya anak kecil, pastinya enggak asing sama Dian Kristiani. Yesss, buku-buku karya Dian Kristiani hampir mendominasi rak buku anak. Di bagian buku cerita anak, ada. Di bagian buku anak agama Islam, juga ada. Di bagian buku dewasa, juga ada. Kok bisa ya buku-bukunya segitu banyak nangkring ? Jangan-jangan Mbak Dian ini yang punya Gramedia ?? Jangan-jangan Mbak Dian … hussshhh, dilarang suudzhon.

Dalam rangka hut penerbit Bhuana Ilmu Populer Gramedia yang ke 22, saya mau me-review beberapa penulis buku anak BIP. Sekalian kenalan juga kita yah, Mbak … Mas sebelum ketemuan besiyok di acara BIP Writers Gathering. Penulis yang saya review pertama kali, Mbak Dian Kristiani. Penulis produktif idaman sesama penulis.

1. Sekarang udah ganti jam kerja Mbak ? Udah gak begadang-begadang lagikah ?

Sekarang bobok jam 9 or 10 malam, karena harus nyiapin bekal anak pagi-pagi. Dulu habis subuh, bobok lagi. Sekarang ga bisa 🙂 jadi ya begadang dihapuskan.

(beberapa kali ngobrol sama Mbak Dian Kristiani via pesbuk, seingatku itu tengah malam)

2. Tahun ini buku apa aja yang udah terbit dan akan terbit ?

Buku-bukuku yang terbit di 2016 kalau enggak salah ada 8. Bisa dilihat di album foto FB ku. Kalau yang mau terbit, banyak 😀 ada komik nabi, ada picbook nabi, ada komik remaja dll.

3. Sejak awal menulis, ada buku yang paling berkesan buat Mbak Dian ?

Yang paling berkesan adalah 100 Cerita Rakyat Nusantara, karena buku itu baguuus banget ilustrasinya, dan laku keras di pasaran 🙂

4. Tahun kemarin Mbak Dian berangkat ke Frankfurt Book Fair, bersama beberapa penulis. Boleh dong ceritain behind the story-nya

Tahun kemarin, saya mendapat kabar dari BIP, kalau ada beberapa penulis yang bakal berangkat ke Frankfurt Book Fair (FBF). Syarat untuk bisa ikutan ke FBF, penjualan buku selama kurleb 7 bulan harus mencapai minimal 1 milyar rupiah. Didukung suami, saya pun mulai usaha untuk mencapai angka tersebut. Saya melakukan berbagai promo demi mendongkrak penjualan buku saya. Alhamdulillah, Juni 2015 penjualan buku-buku saya sudah mencapai angka 1.5 M untuk 42 judul buku. Saya pun fix berangkat ke Frankfurt Book Fair.

Oh ya, dari angka penjualan 1.5 M itu, penjualan terbesar berasal dari 100 Cerita Rakyat Nusantara. Angka penjualannya lebih dari 500 juta rupiah. Alhamdulillah, ini membuktikan masih banyak masyarakat Indonesia yang mencintai budaya negeri sendiri.

(tuuuhhh kan, sodarah-sodarah … Mbak Dian Kristiani bisa berangkat ke FBF bukan gegara dia yang punya tobuk Gramedia … mau sukses ya kudu usaha, keras seperti Mbak Dian itu)

5. Tahun ini apa aja persiapannya untuk BIP Writers Gathering ?

Ndak ada persiapan apa-apa, karena kan hanya sebagai tamu.

6. Last but not least (kalimat standar ya Mbak hehe), penulis itu identik dengan bekerja di depan komputer/laptop. Kadang suka lupa waktu kalau udah nulis. Nah, bagaimana Mbak Dian menjaga kesehatan sebagai seorang penulis ? Masih sempat olahraga atau minum suplemen-suplemen tertentu ?

Saya memang aslinya enggak suka olahraga. Untuk menjaga kesehatan saya standar aja. Enggak berlama-lama di depan komputer, senam-senam kecil sesekali, bergaul dan ngobrol dengan tetangga (menyehatkan jiwa), ngobrol sama Gusti Allah, main dengan anak. Saya lebih menjaga kesehatan jiwa sih, karena katanya sumber penyakit adalah jiwa yang sakit. Suplemen? Hmm, hanya vitamin C dan B aja.

dian

Sebagian buku-buku karyanya di instagram

Ah, enggak pernah mbosenin ngobrol sama Mbak Dian Kristiani. Sifat humble-nya dan lucunya awet. Yang kepingin tahu buku-buku karyanya, bisa kepoin deh medsos plus blog-nya di sini :

Facebook : Dian Kristiani

Instagram : Dian Kristiani

Blog : http://diankrist.blogspot.co.id/

xoxo,

Maria Soraya