Reportase

5 Kiat Sehat Jiwa Di Tempat Kerja, Lakukan Jangan Abaikan

sehatjiiwa

Tahukah Anda setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ? Tahun ini tema yang diusung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah tentang kesehatan jiwa di tempat kerja. Berkaitan dengan hal tersebut, pada Rabu 4 Oktober lalu saya menghadiri Temu Blogger yang berlokasi di Gedung Dr. Adhyatama Blok C, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Ruang Kaca Lantai 2).

Dari sekian acara bertema kesehatan yang diadakan Kemenkes RI, inilah jenis ‘penyakit’ yang sulit terdeteksi kecuali jujur pada diri sendiri. Masih banyak orang yang gengsi ngaku ‘saya lagi stres nih’ atau ‘saya depresi’ atau ‘saya tertekan’. Orang lebih memilih membiarkan atau kalaupun curhat pada orang terdekat justru diabaikan. Coba cek deh tanda-tanda di bawah ini :

  1. Sering cemas tiap bangun tidur di pagi hari. Membayangkan bakal ketemu boss yang jutek, rekan kerja yang julid atau politik kantor yang melelahkan.
  2. Kinerja menurun. Semangat kerja perlahan menghilang bahkan sering memikirkan kepingin resign.
  3. Kesehatan menurun ditandai dengan seringnya terkena penyakit ringan seperti batuk pilek, demam, masuk angin hingga migren.
  4. Sering lupa mengingat sesuatu dan tidak fokus
  5. Malas bersosialisasi dan lebih senang menyendiri.

Jika Anda lebih banyak menjawab “YES” berarti Anda sedang berada di tahap stres. Selama ini orang sering menyamakan keadaan stres dengan “gila”. Padahal, stres merupakan bagian dari hidup.  Spielberg (dalam Imatama, 2006 : 17) menyatakan bahwa stress itu bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan, atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Kemampuan seseorang dalam mengatasi stres berbeda-beda, tergantung dari kepribadian, tingkat pendidikan dan latar belakang keluarga.

Dua narasumber ahli menguraikan seputar masalah stres dan penanganannya. Sesi pertama diisi oleh Dr. dr. Fidiansjah Sp. KJ, MPH – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan. Masalah kesehatan jiwa tengah menjadi isu krusial di dunia kesehatan. Bahkan, 1 dari 7 orang mengalami gangguan jiwa di tempat kerja. Wanita yang bekerja penuh waktu lebih rentan 2x menderita masalah kesehatan jiwa dibandingkan dengan pria.

Dokter Fidi menyebutkan bahwa kesehatan kerja penting untuk diperhatikan. Karena kunci keluarga yang bahagia adalah keluarga sehat dan pekerja sehat (pencari nafkah). Jika dalam sebuah anggota keluarga, ada yang sakit maka akan menjadi beban bagi keluarga. Beberapa penyakit di bawah ini ada yang disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa yang terganggu.

keswa

Dok. pribadi

keswa2

Dok. pribadi

Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja Terhadap Perilaku dan Produktifitas Pekerja

doktereka

Sesi kedua diisi oleh Dokter Eka Viora -Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. Menurut pemaparan beliau, bekerja itu baik untuk kesehatan, tapi lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan jiwa. Setuju ya ? Nah, depresi dan kecemasan memiliki dampak ekonomi yang signifikan, yakni perkiraan biaya ekonomi global sebesar US $ 1 triliun per tahun akibat hilangnya produktivitas.

“Siapa yang enggak pernah STRES ?” tanya Dokter Eka. Para blogger malu-malu mengangkat tangannya termasuk saya sih. Ada seorang teman blogger yang menjawab dirinya enggak pernah stres. Lalu, Dokter Eka melanjutkan, “Orang yang enggak pernah kena stres itu pasti hidupnya monoton, tidak punya motivasi untuk berkembang dan enggak punya gairah hidup.”

Kali ini, seisi ruangan tertawa. Dokter Eka menjelaskan, pada awalnya stres bukan sebuah gangguan kesehatan. Namun, apabila stres tidak dikelola dengan baik akan menjadi virus yang dampaknya melebihi penyakit yang paling berbahaya bahkan bisa menimbulkan kematian.

“Biar enggak gampang stres, biasakan curhat pada teman terdekat,” begitu saran Dokter Eka. Selain itu, ada 5 kiat nih untuk menjaga supaya #SehatJiwaDiTempatKerja dan sehat jiwa di mana saja :

  1. Sediakan waktu untuk diri sendiri
    Generasi millenials menyebutnya me-time. Banyak hal yang bisa dilakukan saat me-time. Kalau versi saya nih, me-time itu tergantung gimana kondisi arus lalu lintas ibukota dan sekitarnya. Di jam-jam sepi saya bakalan nyalon, jalan-jalan di mall, hunting buku ato justru mengikuti acara-acara blogger yang sesuai minat saya. Kalau jam-jam padat dan weekdays pula, saya lebih milih anteng di rumah. Job desk sebagai blogger itu kan banyak. Seringnya blogging itu nunggu Mada bobok malam. Nah, kalau me-time saya pakai buat kegiatan blogging lumayan bisa blogwalking ke beberapa blog.
  2. Gerak badan dan makan yang sehat
    Para ahli berpendapat bahwa gerak badan akan memicu zat kimia di otak yang membuat kita merasa nyaman. Gerak badan bukan hanya olahraga atau nge-gym. Berjalan di taman, berkebun atau mengerjakan pekerjaan domestik dapat membuat Anda aktif. Dianjurkan setiap hari gerak badan selama 30 menit.Jangan lupa perbanyak sayur dan buah. Terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat mempengaruhi emosi Anda, lho.
  3. Menerima siapa diri anda dan menetapkan tujuan yang realistis
    Banyak bersyukur dengan apa yang ada pada diri Anda. Terima kekurangan dengan hal positif. Harga diri yang baik membuat kita lebih mudah menerima kesulitan. Fokus pada kekuatan Anda.
  4. Miliki Hobi dan Bersosialisasi
    Cuma Tarzan yang betah tinggal di hutan dan berteman dengan aneka satwa. Di film terbaru, Tarzan pindah ke kota, dia pun butuh teman manusia meskipun pada akhirnya kembali ke hutan.Bersosialiasi di lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terdekat yaitu tetangga. Jika Anda tinggal di tempat yang terpencil dan enggak punya tetangga, carilah komunitas sesuai hobi. Sekarang ini, mau cari komunitas apa ada komplit di dunia maya. Nah, sesekali ikuti pertemuan langsung atau kopi darat dengan para anggotanya.
  5. Menjaga spiritualitas
    Ini yang terpenting ya, dalam kondisi apapun ingatlah selalu Tuhan Anda. Lagi happy sedih atau down karena stress, bicaralah dengan Tuhan Anda.Versi saya, ketika sedang sangat bete, biasanya perbanyak wudhu. Jika teramat lelah, saya akan berdzikir sebelum tidur dan memperbanyak waktu untuk mengaji. Sesekali, saya menambahkan shalat sunnah dua rakaat.

Karena, Allah SWT tidak akan membebani seseorang melebihi kapasitas kemampuan orang tersebut. Sehat jiwa selalu untukmu yang sedang membaca tulisan saya 🙂

ttd-marso

Iklan

Maumere Jazz Fiesta Flores 2017, Menikmati Jazz Di Timur Indonesia

maumere

Sukses dengan penyelenggaraan Maumere Jazz Fiesta Flores (MJFF) yang pertama tahun lalu, Yayasan Bapa Bangsa bersama WartaJazz sebagai pengagas, kembali menggelar Maumere Jazz Fiesta Flores 2017 untuk kali kedua.

Pilihan lokasi kegiatan kali ini tak terlalu jauh dari pusat kota yaitu Gastrack Wairita – kesisi sebelah timur kota Maumere, ke arah Larantuka – yang merupakan lokasi yang biasanya digunakan untuk balapan motorcross. Pemandangan yang kali ini ditawarkan berupa sunset dengan view laut dan pulau sebagai daya tariknya.

Acara akan berlangsung pada hari Jumat & Sabtu tanggal 27-28 Oktober 2017 dengan penampil antara lain Krakatau Reunion yang personilnya terdiri dari Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra, Trie Utami, dan Gilang Ramadhan. Selain itu akan hadir pula biduanita Ruth Sahanaya, Monita Tahalea, kelompok accapela Jamaica Café, dan grup reggae asal Bali yang berkolaborasi dengan vocalist asal Ghana, Soul Rebel feat Afro Moses. Melengkapi lineup ini adalah Yopie atul, dan hadirnya grup Maumere yang menyuguhkan Musik Tradisi Sikka
Tawa Tana dengan penampilan bersama gitaris/vocalist Ivan Nestorman yang juga berasal dari Flores.

“Saya bersyukur dengan respon yang diberikan masyarakat tahun lalu” demikian ujar Melchias Markus Mekeng tokoh masyarakat Maumere yang juga pendiri Yayasan Bapa Bangsa. “Oleh karenanya, Maumere Jazz Fiesta Flores kita lanjutkan agar daerah ini semakin dikenal melalui potensi budaya dan wisatanya, sehingga daerah dan masyarakat Kabupaten Sikka mendapatkan manfaat langsung dan tak langsung” tambahnya.

Sementara itu Festival Director, Agus Setiawan Basuni dari WartaJazz mengungkapkan bahwa kali ini Festival menawarkan pada para pengunjung dan masyarakat, dapat melihat suasana sunset plus hiasan lampion di area Gastrack yang berlokasi diperbukitan. “Kami juga hadirkan grup reggae plus musisi dari luar negeri, karena ini menjadi ciri khas festival jazz ini” imbuhnya.

Menyebut nama Maumere, tentu konotasi yang masih muncul di kebanyakan benak orang adalah Papua, padahal ibukota dari Kabupaten Sikka ini terletak di Pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur.

Setelah terkena tsunami pada tahun 1992, praktis tak banyak lagi wisatawan yang berkunjung dan mengenal nama Maumere. Padahal, terumbu karang di sekeliling Teluk Maumere pernah disebut-sebut sebagai salah satu spot diving yang terbaik di dunia.

Memperkenalkan kembali “Maumere” merupakan salah satu tujuan dari kegiatan festival jazz luar ruangan ini. Beragam alasan lain dikemukakan agar para wisatawan bersedia untuk datang dan menikmati keindahan budaya.

https://i1.wp.com/www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2017/10/mjff-2017.jpg

Maumere Jazz Fiesta Flores 2017 didukung oleh BCA, PT. Sarana Multi Infrastuktur (Persero), Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, juga berpatisipasi adalah Bank Bukopin, Indonesia Exim Bank, PT PP (Persero), Bursa Efek Indonesia serta difasilitasi oleh Capa Resort Maumere Managed by Sahid.

Yayasan Bapa Bangsa
Sebuah yayasan yang didirikan untuk bekerja di bidang agama, sosial / kemanusiaan, kesehatan, pendidikan , seni dan kebudayaan di Maumere. Seni dan budaya adalah salah satu fokus pada pembangunan di Maumere untuk memperkenalkan tentang keragaman seni, budaya dan pariwisata.

WartaJazz
Merupakan eko-sistem jazz di Indonesia. Lebih dari 17 tahun mendukung dan mengembangkan berbagai kegiatan Jazz termasuk Festival. Menyelenggarakan Mahakam Jazz Fiesta, Maratua Jazz & Dive Fiesta, Balikpapan Jazz Fiesta, Ramadhan Jazz Festival, NgayogJazz dan lain-lain. Memiliki kepedulian pada pengembangan generasi muda dengan kegiatan Youth Jazz Showcase Series secara teratur, pemberdayaan komunitas dan mempromosikan talenta Indonesia ke mancanegara.

Informasi lebih lanjut tentang acara ini dapat dilihat di http://www.maumerejazz.com atau email ke info@maumerejazz.com dan maumerejazz@gmail.com

ttd-marso

Vidafest 2017, Sisi Lain Dari Bantar Gebang Bekasi

vidafest2017bekasi

Siapa bilang Bantar Gebang Bekasi hanya punya gunungan sampah ? Akhir September lalu tepatnya tanggal 30 September, saya hadir di Vidafest 2017 yang berlokasi di Vida Bekasi Jl. Tirta Utama No. 1, Bumiwedari, Bantargebang, Bekasi. Vidafest 2017 merupakan festival tahunan yang menghadirkan kolaborasi antar komunitas. Jika pada tahun sebelumnya, Vidafest mengambil tema Angin serta menghadirkan kolaborasi seni dan hiburan dari komunitas lokal Bekasi, maka tahun ini Vidafest menambahkan kolaborasi untuk hunian perkotaan. Tema yang dipakai untuk tahun ini yaitu Air.

Untuk menuju ke lokasi, saya menggunakan commuterline dari Depok dan transit di Stasiun Manggarai. Lalu, pindah ke jalur 5 menuju Stasiun Bekasi. Agak deg-degan juga ya, saya baru pertama kali naik commuterline ke Bekasi sendirian. Begitu tiba di Stasiun Bekasi -yang merupakan pemberhentian terakhir- banyak petugas berjaga, saya sempat bingung karena ada 2 pintu keluar. Dari mas-mas petugas yang berjaga, saya mendapat info kalau tujuannya ke Bantar Gebang keluar dari pintu sebelah kanan. Di depan Stasiun Bekasi, saya langsung pesan Gojek. Thanks God, saya dapet babang Gojek yang hafal jalan. Jarak dari Stasiun Bekasi ke Vidafest 2017 yaitu 12 kilometer. Sebuah jarak yang memungkinkan saya untuk melihat-lihat seperti apa sih Kota Bekasi yang sering dijuluki “Kota Yang Punya 2 Matahari” saking panasnya.

Sepanjang perjalanan ke lokasi, saya berpapasan dengan truk-truk besar pengangkut sampah yang ditutupi terpal. Memang, tak jauh dari lokasi acara merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang yang menjadi pusat penampungan sampah dari Jakarta dan sekitarnya. Saya sempat membayangkan bagaimana rasanya tinggal di dekat TPA sampah. Begitu tiba di depan gerbang masuk perumahan Vida Bekasi, umbul-umbul Vidafest nampak mencolok seolah menyambut saya.

Vidafest 2017, Kolaborasi Unik Antar Komunitas

vidafest01

Photo credit : Instagram Vida Bekasi

Setelah registrasi, saya pun menuju Little Talk Coffee yang bangunannya bergaya ala industrial. Beberapa tamu undangan tengah makan siang sebelum acara Talkshow dimulai. Saya memilih memesan segelas ice tea lalu berkeliling ke lokasi acara. Anak-anak SD berseragam putih merah duduk berkumpul di depan cafe menunggu acara dimulai. Sebagian ada yang mengenakan busana daerah Jawa Barat. Saya tertarik dengan miniatur kota berukuran kecil buatan tangan. Rupanya, saat pagi hari mereka mengikuti workshop membuat Kota Mandiri bersama kakak-kakak dari Urban Guerilla.

Panggung besar menjadi main area untuk acara outdoor. Tak jauh dari panggung, ada beberapa kegiatan dari berbagai komunitas. Diantaranya, live grafitti dari Artheraphy Movement, komunitas drone, komunitas yoga, komunitas anak-anak skaters dan lain sebagainya. Saya sempat berpapasan dengan para pembalap mini GP yang seliweran. Yang pingin icip-icip kuliner bisa mampir ke booth tenant di sekitar panggung.

Setelah puas berkeliling, saya masuk ke sebuah gedung bergaya (lagi-lagi) ala industrial. Rupanya gedung tersebut menjadi tempat untuk talkshow Vidatalk sekaligus tempat pameran tentang permasalahan pemukiman di kota dan solusinya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Vida Bekasi yang menjadi lokasi Vidafest 2017 ini merupakan kawasan hunian baru di Kota Bekasi. Diluncurkan pertama kali pada Oktober 2013, master plan Vida Bekasi dibangun dalam konsep tropical urbanism yang dirancang oleh arsitek Andra Matin. Dengan kehadiran Vida Bekasi dengan total luas 130 hektar diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat pada kehidupan yang lebih berkualitas. Apalagi Gunas Land selaku pengembang Vida Bekasi memiliki komitmen membangun properti dengan konsep eco living. Saat ini sudah ada lebih dari 9.000 jiwa menghuni Vida Bekasi.

Tepat pukul setengah 2 siang, Bapak Teten Masduki -Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia- hadir membuka acara Vidatalk. Selanjutnya, Prof. Imam B. Prasodjo menjadi moderator acara tersebut. Narasumber yang hadir antara lain :

  1. Florian Heinzelmann dan Daliana Suryawinata (SHAU Architect)
  2. Arvi Argyantoro (Kementerian PUPR)
  3. Angga Sinaga (Urban Plus)

“Kami dari Vida Bekasi ingin mengubah stigma Bantar Gebang yang terlanjur melekat di masyarakat sebagai pusatnya sampah menjadi #bantargerbangkeren. Jangan lupa yang posting di sosial media, tambahin hashtag itu ya,” pesan Bapak Edward Kusuma selaku Direktur Vida Bekasi.

“Anak-anak perlu diperkenalkan tata ruang yang baik sejak dini. Supaya saat mereka dewasa, mereka tahu cara mengelola kota dengan baik. Contoh kecilnya, dimulai dari memilah sampah organik dan anorganik. Hal sepele tapi sangat bermanfaat,” kata salah satu narasumber. Tiba-tiba saya teringat pada anak-anak SD yang membawa miniatur kota. Oh, tujuannya itu, mbatin saya.

Diskusi seputar tata ruang kota yang baik berlangsung sangat hidup dan semua peserta Vidatalk antuasias mengikuti talkshow hingga akhir acara. Dalam acara yang sama, diadakan juga peluncuran Apartemen bersubsidi, Teras Alun-alun yang didesain oleh SHAU Architect. Dalam merancang Teras Alun-alun, SHAU Architect menuangkan prinsip arsitektur urban untuk hunian kolektif yang memanusiakan manusia.

infoshau

“Orang Indonesia itu kan komunal, senang ngobrol antar tetangga. Di apartemen ini, para penghuninya tetap bisa berinteraksi dengan tetangga,” kata Daliana Suryawinata, dari SHAU Architect.

Berbeda dengan apartemen kebanyakan yang membutuhkan Down Payment (DP) dengan nilai yang lumayan besar, Anda bisa membeli unit di Teras Alun-Alun dengan DP  dimulai dari Rp 3 juta-an dan cicilan mulai dari Rp 2 juta-an. “Apartemen ini ditujukan untuk yang berpenghasilan rendah, sekitar Rp 4 juta-an per bulan. Jadi, yang belum punya rumah bisa langsung kasih DP” cetus Prof. Imam B. Prasodjo.

Anda tertarik ?

ttd-marso

 

Serunya Kunjungan Lapangan Tematik Ke Puskesmas Sidorejo dan Wahana DUVER Salatiga

duver

Waktu mendengar tentang Kunjungan Lapangan Tematik (kunlaptik) bersama Kemenkes RI di Semarang, saya sama sekali enggak terbayang seperti apa kegiatannya. Bahkan, setelah saya menerima rundown acara teteup ya saya hanya membayangkan kegiatan sidak pejabat seperti yang biasa saya lihat di televisi.

Kunjungan hari pertama saya bersama Kemenkes RI bisa dilihat di 7 Aksi GERMAS Untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Semarang.

Ah, ternyata 100 persen dugaan saya salah. Kunlaptik hari kedua bersama Kemenkes RI ini seru banget. Berasa lagi fieldtrip sekolah. Setelah sarapan sehat di Hotel Santika Premier Semarang -tempat peserta kunlaptik menginap-, selanjutnya kami menuju Puskesmas Sidorejo Kidul. Dua bis besar berjalan beriringan. Sepanjang perjalanan, saya disuguhkan pemandangan kota Semarang dan Salatiga yang panas tetapi ngademin hati. Tangan saya tak henti-hentinya mengabadikan hamparan bukit, gunung bahkan sekedar barisan pepohonan yang berdiri tegak melalui kamera smartphone. Maklum, baru pertama kali ke Salatiga. Kota yang identik dengan kampung halamannya aktor senior Roy Marten.

Bis berhenti tak jauh dari Taman Kota Tingkir. Duh, saya enggak tahan kepingin banget masuk ke Taman Kota milik warga Salatiga itu. Apalagi di belakangnya nampak Gunung Merbabu yang terlihat cantik dari kejauhan. Untungnya, sesama Blogger dari Jakarta mengingatkan bahwa rombongan kudu masuk aula dulu. Heuheu *elapkeringat.

Seluruh rombongan berkumpul di Aula Kompleks Kecamatan Tingkir. Sesi pertama diisi dengan presentasi dari Ibu Camat Tingkir, Kepala Kelurahan dan Kepala Puskesmas Sidorejo Kidul. Dari pemaparan narasumber, saya jadi tahu nih kalau Puskesmas Sidorejo Kidul ini menjadi tempat layanan kesehatan terbaik di Salatiga. Puskesmas ini membawahi 71 posyandu balita dan 27 posyandu lansia yang tersebar di 7 kelurahan.

Mengenal Lebih Dekat Puskesmas Sidorejo Kidul

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebagai pengguna setia Puskesmas Jagakarsa yang dinobatkan sebagai Puskesmas terbaik di Jakarta Selatan, saya cukup terpukau dengan fasilitas Puskesmas Sidorejo Kidul. Halamannya cukup besar untuk menampung motor maupun mobil yang parkir. Dua bangunan Puskesmas Sidorejo Kidul setiap harinya didatangi oleh puluhan pasien. Gedung pertama untuk pelayanan untuk konsultasi, sementara gedung kedua untuk tempat berobat.

Pada gedung pertama, ada fasilitas untuk Konsultasi Gizi, Ruang Menyusui atau Pojok Laktasi dan ruang KIA (kesehatan ibu anak). Eitss, saya naksir sama ruang KIA-nya lho. Ada mainannya gitu semacam mini playground. Dindingnya pun ditutupi wallpaper bercorak motif anak-anak. Pokoknya, jauh dari kesan menyeramkan. Di Puskesmas Sidorejo ini ada program Bunda Cantik, yaitu program untuk mendukung pemberian ASI pada bayi dan batita.

Di gedung kedua, terdapat fasilitas poli Gigi, ruang periksa umum, ruang tindakan, Ruang VCT – IMS dan laboratorium. Di gedung ini ada cek virus HIV Aids juga. Beberapa blogger sempat mencoba cek virus HIV AIDS.

“Cek virus HIV AIDS ini bukan cuma karena gaya hidup bebas kok. Karena HIV AIDS tidak hanya menular melalui kebiasaan gonta-ganti pasangan. Yang penasaran kayak gimana cek virus HIV AIDS bisa mencoba di sini dan hasilnya bisa ditunggu,”

Saya manggut-manggut mendengar penjelasan dari petugas kesehatan yang bertugas. Eh, saya enggak ikut mencoba sih, soalnya saya agak-agak gimana gitu sama jarum suntik.

Wahana DUVER : Mengenal Lebih Dekat Dunia Vektor dan Reservoir

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebelum kami berangkat ke Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), Eyang Anjar -blogger heitsss dari Jakarta- sempat menyebutkan kami bakal bertemu ratusan spesies tikus dan kelelawar di Wahana DUVER. Kenapa harus Tikus dan Kelelawar ? Karena, hewan-hewan tersebut berpotensi menyebabkan penyakit menular dan berbahaya bagi manusia. Jadi, penting untuk diteliti.

B2P2VRP ini lebih dikenal dengan Wahana DUVER alias Dunia Vektor. Disebut demikian, karena siapapun yang tertarik meneliti tentang vektor (serangga kecil yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya pada manusia) dapat berkunjung ke tempat ini. Selain mengenal vektor, saya juga belajar mengenal tentang reservoir yaitu mamalia kecil seperti tikus dan kelelawar yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya pada manusia.

Didirikan pada tahun 1976 di Semarang. Cikal bakalnya yaitu Unit Penelitian Biologi dan Pemberantasan Vektor (UPBPV) ini merupakan kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dengan WHO. Lokasinya pun tidak sebesar seperti sekarang ini. Seiring perkembangan kemampuan dan sumber daya manusia, UPBPV pun berganti nama menjadi B2P2VRP. Hal ini sejalan dengan tujuan Millenium Development Goals (MDGs) ke enam, tentang penanggulangan berbagai penyakit menular berbahaya  yang ditularkan vektor dan reservoir.

Sarana dan Prasana yang terdapat di B2P2VRP :

  1. Laboratorium
    • Biologi Molekulor dan Imunologi
    • Mikrobiologi
    • Pengendalian Hayati dan Lingkungan
    • Reservoir Penyakit
    • Parasitologi
    • Pengujian Insektisida
    • Koleksi referens vektor dan reservoir penyakit
    • Manajemen data, epidemologi dan sistem informasi geografi
    • Promosi kesehatan dan perilaku
    • Pestisida Botani
    • Hewan coba
    • Biorepositori
    • Resistensi
  2. Insektarium
  3. Perpustakaan
  4. Green House
  5. Wahana Ilmiah Dunia Vektor dan Reservoir Penyakit (DUVER)
  6. Gedung pelatihan
  7. Gedung Asrama

Saya beruntung banget nih, gara-gara hobi blogging saya bisa mengunjungi setengah dari seluruh laboratorium yang terdapat di B2P2VRP. Tak hanya berkunjung, saya sempat mencoba melihat langsung koleksi spesimen tikus dan kelelawar milik B2P2VRP. Dan, mencoba mikroskop untuk mengecek virus yang terdapat pada tikus. Hiii.

Gara-gara ke B2P2VRP, saya jadi kudu lebih mawas sama yang namanya tikus dan nyamuk yang ada di rumah. Yuk, jaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar agar terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan vektor maupun reservoir.

ttd-marso

 

7 Aksi GERMAS Untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Semarang

kemenkes

Langit Jakarta masih gelap saat saya tiba di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta jelang pukul 4 pagi di hari Senin (28/8). Namun, suasana bandara sudah ramai. Orang-orang berjalan cepat sembari mendorong koper atau mencangklong tas ranselnya di pundak. Beberapa ada yang sedang duduk di kursi tunggu. Ada juga yang tertidur. Ada juga yang sedang menghirup minuman hangatnya. Pemandangan yang sungguh menambah semangat saya di pagi itu.

Senin itu saya bersama 14 blogger dari komunitas Blogger Crony bakal menyambangi kota Semarang, dalam rangka kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang disosialisasikan oleh Kemenkes RI. Pengalaman perdana saya setelah menjadi Ibu meninggalkan rumah untuk sebuah tugas luar kota. Setelah hampir setahun blogging secara lebih serius, tulisan saya di blog memang banyak membahas soal kesehatan terutama kesehatan Ibu Anak. Jadi, ketika ada seleksi untuk kampanye GERMAS di Semarang, tentu kesempatan ini patut dicoba. Alhamdulillah, saya terpilih.

Menurut data yang diperoleh dari Kemenkes, di Indonesia terjadi peningkatan jumlah penderita Penyakit Tidak Menular (PTM). Jika pada tahun 90an, layanan kesehatan lebih banyak mengurusi penyakit menular seperti Tuberkolosis, Diare dan ISPA. Maka, sejak setahun terakhir jenis-jenis PTM seperti jantung, diabetes, stroke dan lain-lain banyak terjadi di masyarakat. Penyebab utamanya adalah pola gaya hidup tidak sehat. Apalagi sekarang ini segala kebutuhan bisa tuntas hanya dengan ujung jari. Mau pesan makanan, tinggal pesan delivery. Mau bepergian, tinggal pesan ojek online. Mau kirim barang pun Si Mas Ojek Online-nya yang bakal menjemput hingga ke depan pintu rumah.

Peningkatan PTM tentu berdampak buruk untuk masa depan sebuah bangsa. Karena, dapat (1) meningkatkan pembiayaan pelayanan kesehatan yang ditanggung sendiri/negara, (2) menurunkan produktivitas masyarakat serta (3) menurunnya daya saing negara.

Pada kampanye GERMAS yang diadakan full day di Hotel Santika Premier Semarang, menghadirkan para narasumber ahli di bidang kesehatan, diantaranya :

  1. Indra Rizon, SKM, M. Kes (Kepala Bagian Hubungan Media dan Lembaga)
  2. dr. Yulianto Prabowo M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah)
  3. Arvian Nevi, SKM, DEA, (Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah)
  4. dr. Widoyono, MPH (Kepala Dinas Kota Semarang)
  5. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH (Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDi) DKI Jakarta)

Dari pemaparan para narasumber, blogger diajak mengetahui lebih lanjut mengenai 7 Aksi GERMAS :

germas

Photo credit : Instagram Kemenkes

IMG_20170828_141722

Dok. pribadi

Bapak Yulianto selaku Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, sempat menjelaskan mengenai program Jateng Gayeng Ngintep Wong Meteng, yaitu program kesehatan yang berfokus pada kesehatan Ibu Hamil. Program ini ditujukan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) pada saat hamil dan melahirkan.

Dokter Ari yang juga seorang blogger kesehatan dan rajin meng-update sosial medianya menyebutkan sebaiknya setiap orang dewasa membiasakan diri cek rutin kesehatan minimal 6 bulan sekali. Jangan tunggu terkena gejala penyakitnya dulu baru deh heboh cek kesehatan.

Yang seru pada sosialisasi GERMAS di hari pertama, blogger sempat diajak senam cuci tangan ala ala penguin dance yang nge-heits ituh. Gerakannya kelihatan mudah tapi setelah dicoba lumayan menguras kalori. Di Kemenkes RI sendiri, setiap jam 10 pagi dan 2 siang diadakan senam peregangan di kantor.

Untuk menjadi sehat, jadilah bagian dari Gerakan Masyarakat hidup Sehat dengan mempraktikkan 7 Aksi GERMAS di atas. Jangan tunggu sakit dulu ya.

ttd-marso

FWD Fashion Rocks, Kolaborasi Fashion Show dan Musik Bebaskan Langkah Tetap Sharia

fwdsyariahlife

Pada tanggal 25 Agustus 2017, FWD Life mengadakan FWD Fashion Rocks yang berlokasi di pelataran Sarinah Thamrin. Acara ini merupakan kolaborasi fashion show dan musik dengan tema “Bebaskan Langkah, Tetap Sharia”. Kolaborasi yang apik antara Hard Rock FM dengan FWD Life dan Barli Asmara selaku perancang busana pada fashion show.

FWD Life adalah perusahaan asurasnsi jiwa patungan dan bagian dari FWD Group. Produk-produknya antara lain produk asuransi terkait investasi, asuransi berjangka  individu maupun corporate. Produk terbaru dari FWD Life yakni BEBAS IKHTIAR. Acara FWD Fashion Rocks terinspirasi dari produk terbaru FWD Life ini. Bebaskan Langkah dan Tetap Sharia seperti yang terlihat pada produk-produk rancangan Barli Asmara. Menarik tapi tetap sopan dan enak dipandang. Pada acara ini, 200 scarf eksklusif berwarna orange karya perancang muda yang lagi naik daun itu diberikan pada nasabah FWD Life.

Rudi Kamdani selaku Wakil Direktur Utama FWD Life sempat menjelaskan “Kami bangga dan bersyukur acara FWD Fashion Rocks dapat dilaksanakan dan menjadi bukti akan komitmen Perusahaan untuk selalu berinovasi mengenalkan asuransi dengan cara yang fun dan dekat dengan gaya hidup masyarakat saat ini,”

Narasumber lain yang dihadirkan pada konferensi pers yakni Elda Stars and Rabbit, Sigit Prabowo selaku Head of Marketing Communication MRA Broadcast Media Division dan Ajeng Dewi Swastiari. Tiga nama yang saya sebutkan itu outfit-nya kece-kece lho. Saya sempat salfok melihat Mas Sigit yang hadir dengan outer lurik jawa.

“Hard Rock FM memiliki komitmen yang sama dengan FWD LIfe dalam menyajikan program-program berkualitas secara on air maupun off air yang selalu menjadi trend setter di Jakarta,” jelas Sigit pada press conference di Hotel The Akmani Menteng, Jakarta.

Pada FWD Fashion Rocks, Barli Asmara menghadirkan 3 sekuens busana yakni Gental, Turkish dan Monochrome. “Ketiga koleksi ini saya persembahkan untuk memeriahkan acara FWD Fashion Rocks 2017. Gentala menonjolkan keindahan motif batik Jambi, Turkish berfokus pada penerapan pola Arabesque Turki dengan cutting edge longgar yang modest wear membuat terlihat elegan, berkelas dan lebih hangat, sementara Monochrome yang menggunakan warna hitam dan putih memberikan kesan minimalis.”

 

Antuasisme pengunjung nampak dari banyaknya pengunjung yang hadir pada FWD Fashion Rocks di pelataran Sarinah. Jadi, sambil nonton fashion show dan menikmati suara merdu Andien, para pengunjung belajar ber-asuransi syariah.

Pada acara ini juga, Barli Asmara memamerkan scarf eksklusif yang didesain khusus untuk nasabah FWD Life Bebas Ikhtiar. Warna scarfnya orange dan berbahan satin. Kekinian banget nih. Hanya 200 nasabah pertama yang beruntung mendapatkan scarf Barli Asmara tersebut. Dan, otomatis nasabah berdonasi Rp 200ribu melalui Dompet Dhuafa dan Yayasan Badan Wakaf Indonesia.

Yang tertarik lebih lanjut mengenai FWD Life bisa mengunjungi http://www.fwd.co.id.

ttd-marso

Jangan Abai, Ini 7 Fakta Imunisasi Measles Rubella Yang Wajib Anda Ketahui

imunisasimeaslesrubella

Imunisasi menjadi topik kesehatan yang selalu saya minati. Karena, Mada sudah mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang rutin dilakukan di Puskesmas Jagakarsa Jakarta Selatan. Awalnya, memang sih Mada imunisasi ya demi punya sertifikat imunisasi yang menjadi syarat  masuk sekolah negeri di Jakarta. Saya baru sadar manfaat imunisasi ketika 5 batita/balita tetangga Mada dipingit orang tuanya gara-gara campak dan Mada tiba-tiba kudu main sendirian di luar rumah. Iya, Mada sehat enggak kena campak. Alhamdulillah, ikhtiar saya untuk menjaga Mada selalu sehat melalui imunisasi rutin berbuah manis.

Kini di usia Mada yang sudah 3 tahun rupanya ada imunisasi tambahan lagi, yaitu Imunisasi Measles Rubella yang akan berlangsung pada bulan Agustus-September. Informasi ini saya dapat dari Kampanye Vaksinasi Measles Rubella (MR) bersama Kementerian Republik Indonesia yang saya ikuti pada Jumat, 21 Juli 2017 di The Park Lane Jakarta.

Measles Rubella, Berbahayakah ?

imunisasimr

Foto seputar Kampanye Imunisasi MR yang saya unggah di sosial media rupanya menarik perhatian teman-teman blogger maupun non blogger. Sebagian ada yang japri via whatsapp atau messenger. Sebagian lagi ada yang bertanya langsung ketika kami bertemu. Dan, hari ini saya diberondong pertanyaan oleh wali murid di PAUD.

“Mamah Mada, memangnya benar ada Imunisasi lagi besok ?”

“Nanti ada efeknya dari Imunisasi MR gak ya ? Saya males deh kalau abis imunisasi trus anaknya jadi demam sama rewel,”

“Apa aja yang perlu dipersiapin buat imunisasi ? Biayanya gede gak ?” Dan, sebagainya.

Measles (Campak) dan Rubella (Campak Jerman) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Meskipun penyakit ini identik dengan anak-anak tapi orang dewasa dapat tertular juga. Seperti yang terjadi pada Mami Ubii Grace Melia yang terkena rubella ketika ia hamil anak pertama. Gara-gara rubella, Ubii mengalami retardasi motorik, jantung bocor, kerusakan jaringan otak dan keterlambatan tumbuh kembang. Dampaknya, jangka panjang. Butuh biaya besar untuk menangani apa yang dialami Ubii.

Jadi, janganlah menjadi orang tua egois yang memiliki pemikiran “ngapain imunisasi sih, ribet lah, dulu gue gak imunisasi baik-baik aja,”. Yuhuuu dulu itu kapan. Tahun 1970 ? 1980 ? atau tahun 1990 ? Dulu polusi belum sepekat sekarang. Kendaraan juga belum sebanyak sekarang. Yaudah, jangan debat ah soal dulu dan sekarang karena Anda hidup di masa sekarang.

Biar enggak kemakan hoax macam-macam soal vaksin atau ikut-ikutan pro jadi #TeamNayVaksin, saya ingin memaparkan 7 fakta imunisasi MR :

Vaksin MR, aman atau ada efek samping (autis dll) ?

Aman, Sis. Hingga saat ini, ada lebih dari 141 negara yang sudah menggunakan vaksin MR. Tahun ini Indonesia menjadi target vaksinasi MR.

Kapan Imunisasi MR diadakan ?

Di pulau Jawa, diadakan bulan Agustus untuk anak usia sekolah antara 7 tahun sampai 15 tahun. Bulan September, targetnya adalah anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Ada efeknya ?

Ada, demam, nyeri / bengkak / ruam di area suntikan

Berapa biaya Imunisasi MR ?

G-R-A-T-I-S pakek banget, asalkan di puskesmas atau posyandu.

Apakah ibu hamil yang memiliki anak usia sasaran (9 bulan – 15 tahun) boleh mengantar anaknya untuk imunisasi ?

Boleh.

Saya enggak sempat meng-vaksin anak saya, efeknya apa ya ?

Kalau Anda lagi hamil, efeknya bahaya untuk janin. Kalau enggak hamil, bisa meningkatkan imunitas tubuh.

Bagaimana dengan halal-haram ?

Dibolehkan.

Jadi, bagi yang punya anak usia sekolah, siap-siap imunisasi bulan depan yaaaa

ttd-marso