Reportase

Onggy Hianata, Menyelamatkan Hidup Orang Lain Melalui Bootcamp

onggyhianata

“Jangan pernah mau jadi orang miskin. Atau kalau orang tua kamu miskin, kamu jangan ikutan jadi miskin juga. Saya pernah mengalami hidup miskin, enggak enak. Pandangan hidup kita ke orang lain bawaannya negatif terus,” kata Bapak Onggy Hianata.

Saya terdiam, lalu teringat pada percakapan dengan seorang pedagang kopi keliling di Grand Indonesia beberapa waktu lalu. Saat itu, saya sedang menunggu ojek online (ojol). Lumrah ya, pesan ojol saat peak time itu agak sulit. Sudah dapat eh tiba-tiba abang ojolnya meng-cancel. Sembari menunggu, daripada gerundel teu pararuguh, mendingan saya memesan segelas kopi susu sachetan.

Read more

Iklan

Belajar Membuat Vlog Menggunakan Smartphone Bersama Kang Dudi dan Komunitas ISB

vlog

Perut saya mendadak sakit menahan tawa saat menyaksikan adegan Dadang Suradang yang asyik nge-vlog di film lokal Meet Me After Sunset. Anak SMA dari desa Ciwidey itu doyan merekam kegiatan dirinya di sekolah. Handphone dipegang dengan satu tangan. Lalu, Dadang akan ngomong dengan logat sunda yang khas tentang apa saja yang sedang dilakukan di sekolah. Kadang, posisi handphone lebar ke samping, kadang ia ubah menjadi full close up.

Lain waktu, saya nyengir lebar membaca buku Aku Ingin Menjadi Youtuber karya penulis produktif Stella Ernest. Picture book yang ditujukan untuk anak-anak itu mengajak pembacanya mengenali profesi idaman generasi millenials yaitu Youtuber.  Dalam buku terbitan BIP Gramedia itu diulas secara lengkap tentang Youtuber dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Read more

Meet Me After Sunset : Drama Cinta Tanpa Adegan Mesra

meetmeaftersunset

Lazimnya, dalam sebuah film bergenre cinta dengan pangsa remaja biasanya dibumbui adegan yang mengandung kontak fisik. Entah berupa sun jidat, pelukan atau bahkan cium bibir. Urusan pakaian pun terkadang terlalu seronok. Hal-hal tersebut sudah pasti ditiru oleh remaja yang notabene-nya sedang dalam masa pencarian jati diri. Enggak heran anak remaja jaman sekarang sering disebut generasi cepat tua. Ke sekolah pakai make up layaknya mau kondangan atau masih berseragam komplit bukannya ada di sekolah malah mojok di taman.

Berkaitan dengan film drama remaja, Jumat (09/02/18) saya bersama teman-teman dari Blogger Crony berkesempatan menghadiri press screening Meet Me After Sunset di CGV Grand Indonesia. Film yang diproduksi oleh MNC Pictures ini dibintangi oleh sejumlah artis muda dan senior. Diantaranya Maxime Bouttier, Agatha Chelsea, Billy Davidson, Yudha Keling, Iszur Muchtar, Febby Febiola, Oka Sugawa, Marini Soerjosoemarno dan yang lainnya.

Read more

Sun Life Edu Fair 2017 : Dari Hunting Sekolah Berkualitas Hingga Menyiapkan Asuransi Untuk Anak

sun

Pekan lalu tepatnya pada Sabtu (21/10), saya bersama teman-teman blogger menghadiri Sun Life Edu Fair 2017 di Kota Kasablanka. Acara ini merupakan pameran edukatif tahunan yang digelar selama 3 hari untuk keluarga muda Indonesia. 20 sekolah formal dan 5 sekolah non-formal berkualitas di Jakarta turut menyemarakkan acara yang berlangsung mulai 20-22 Oktober 2017.

“Sun Life Edu Fair 2017 merupakan wujud nyata komitmen serta kontribusi kami dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki perencanaan keuangan terutama untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya,” jelas Elin Waty, Presiden Direktur PT. Sun Life Financial Indonesia.

Saat saya datang di hari Sabtu, hampir di setiap booth yang digelar oleh peserta pameran semuanya penuh. Bahkan, area kursi di depan panggung utama pun penuh. Saya berkeliling di area utama, mampir ke sekolah-sekolah yang membuka booth tematik. Ada yang menggunakan tema kantor pos, pom bensin, rumah sakit dan sebagainya. Nampak terlihat para orang tua yang mencari informasi sekolah-sekolah untuk anaknya. Sebagian mencari informasi asuransi pendidikan untuk anak.

Asyiknya, Sun Life Edu Fair juga menyediakan area playground untuk anak. Jadi, orang tua bisa saling bergantian menjaga anak sekaligus mendapatkan berbagai informasi melalui talkshow yang diadakan di panggung utama.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pada acara ini, Sun Life juga meluncurkan Bright Education (www.brightedu.co), yaitu portal informasi yang menampilkan 25 profil sekolah di Jabodetabek sesuai minat anak.

sun1

sun2

4 fitur penting pada Bright Edu antara lain :

  1. Fitur Sekolah, berisi daftar sekolah terbaik di Jabodetabek dengan informasi lengkap
  2. Fitur Perbandingan, melalui fitur ini orang tua bisa memilih sekolah mana yang diminati
  3. Fitur Kalkulator, melalui fitur ini orang tua dapat menghitung biaya pendidikan selama anak sekolah serta membantu menyusun perencanaan keuangan sejak dini
  4. Fitur Artikel, melalui fitur ini orang tua dapat mendapatkan informasi seputar dunia pendidikan, anak dan perencanaan keuangan

Bagi Anda yang masih bingung, tahun depan mau menyekolahkan anak dimana atau bagaimana cara mencari asuransi pendidikan anak yang baik, bisa mampir ke www.brightedu.co.

ttd-marso

5 Kiat Sehat Jiwa Di Tempat Kerja, Lakukan Jangan Abaikan

sehatjiiwa

Tahukah Anda setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ? Tahun ini tema yang diusung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah tentang kesehatan jiwa di tempat kerja. Berkaitan dengan hal tersebut, pada Rabu 4 Oktober lalu saya menghadiri Temu Blogger yang berlokasi di Gedung Dr. Adhyatama Blok C, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Ruang Kaca Lantai 2).

Dari sekian acara bertema kesehatan yang diadakan Kemenkes RI, inilah jenis ‘penyakit’ yang sulit terdeteksi kecuali jujur pada diri sendiri. Masih banyak orang yang gengsi ngaku ‘saya lagi stres nih’ atau ‘saya depresi’ atau ‘saya tertekan’. Orang lebih memilih membiarkan atau kalaupun curhat pada orang terdekat justru diabaikan. Coba cek deh tanda-tanda di bawah ini :

  1. Sering cemas tiap bangun tidur di pagi hari. Membayangkan bakal ketemu boss yang jutek, rekan kerja yang julid atau politik kantor yang melelahkan.
  2. Kinerja menurun. Semangat kerja perlahan menghilang bahkan sering memikirkan kepingin resign.
  3. Kesehatan menurun ditandai dengan seringnya terkena penyakit ringan seperti batuk pilek, demam, masuk angin hingga migren.
  4. Sering lupa mengingat sesuatu dan tidak fokus
  5. Malas bersosialisasi dan lebih senang menyendiri.

Jika Anda lebih banyak menjawab “YES” berarti Anda sedang berada di tahap stres. Selama ini orang sering menyamakan keadaan stres dengan “gila”. Padahal, stres merupakan bagian dari hidup.  Spielberg (dalam Imatama, 2006 : 17) menyatakan bahwa stress itu bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan, atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Kemampuan seseorang dalam mengatasi stres berbeda-beda, tergantung dari kepribadian, tingkat pendidikan dan latar belakang keluarga.

Dua narasumber ahli menguraikan seputar masalah stres dan penanganannya. Sesi pertama diisi oleh Dr. dr. Fidiansjah Sp. KJ, MPH – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan. Masalah kesehatan jiwa tengah menjadi isu krusial di dunia kesehatan. Bahkan, 1 dari 7 orang mengalami gangguan jiwa di tempat kerja. Wanita yang bekerja penuh waktu lebih rentan 2x menderita masalah kesehatan jiwa dibandingkan dengan pria.

Dokter Fidi menyebutkan bahwa kesehatan kerja penting untuk diperhatikan. Karena kunci keluarga yang bahagia adalah keluarga sehat dan pekerja sehat (pencari nafkah). Jika dalam sebuah anggota keluarga, ada yang sakit maka akan menjadi beban bagi keluarga. Beberapa penyakit di bawah ini ada yang disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa yang terganggu.

keswa

Dok. pribadi

keswa2

Dok. pribadi

Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja Terhadap Perilaku dan Produktifitas Pekerja

doktereka

Sesi kedua diisi oleh Dokter Eka Viora -Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. Menurut pemaparan beliau, bekerja itu baik untuk kesehatan, tapi lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan jiwa. Setuju ya ? Nah, depresi dan kecemasan memiliki dampak ekonomi yang signifikan, yakni perkiraan biaya ekonomi global sebesar US $ 1 triliun per tahun akibat hilangnya produktivitas.

“Siapa yang enggak pernah STRES ?” tanya Dokter Eka. Para blogger malu-malu mengangkat tangannya termasuk saya sih. Ada seorang teman blogger yang menjawab dirinya enggak pernah stres. Lalu, Dokter Eka melanjutkan, “Orang yang enggak pernah kena stres itu pasti hidupnya monoton, tidak punya motivasi untuk berkembang dan enggak punya gairah hidup.”

Kali ini, seisi ruangan tertawa. Dokter Eka menjelaskan, pada awalnya stres bukan sebuah gangguan kesehatan. Namun, apabila stres tidak dikelola dengan baik akan menjadi virus yang dampaknya melebihi penyakit yang paling berbahaya bahkan bisa menimbulkan kematian.

“Biar enggak gampang stres, biasakan curhat pada teman terdekat,” begitu saran Dokter Eka. Selain itu, ada 5 kiat nih untuk menjaga supaya #SehatJiwaDiTempatKerja dan sehat jiwa di mana saja :

  1. Sediakan waktu untuk diri sendiri
    Generasi millenials menyebutnya me-time. Banyak hal yang bisa dilakukan saat me-time. Kalau versi saya nih, me-time itu tergantung gimana kondisi arus lalu lintas ibukota dan sekitarnya. Di jam-jam sepi saya bakalan nyalon, jalan-jalan di mall, hunting buku ato justru mengikuti acara-acara blogger yang sesuai minat saya. Kalau jam-jam padat dan weekdays pula, saya lebih milih anteng di rumah. Job desk sebagai blogger itu kan banyak. Seringnya blogging itu nunggu Mada bobok malam. Nah, kalau me-time saya pakai buat kegiatan blogging lumayan bisa blogwalking ke beberapa blog.
  2. Gerak badan dan makan yang sehat
    Para ahli berpendapat bahwa gerak badan akan memicu zat kimia di otak yang membuat kita merasa nyaman. Gerak badan bukan hanya olahraga atau nge-gym. Berjalan di taman, berkebun atau mengerjakan pekerjaan domestik dapat membuat Anda aktif. Dianjurkan setiap hari gerak badan selama 30 menit.Jangan lupa perbanyak sayur dan buah. Terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat mempengaruhi emosi Anda, lho.
  3. Menerima siapa diri anda dan menetapkan tujuan yang realistis
    Banyak bersyukur dengan apa yang ada pada diri Anda. Terima kekurangan dengan hal positif. Harga diri yang baik membuat kita lebih mudah menerima kesulitan. Fokus pada kekuatan Anda.
  4. Miliki Hobi dan Bersosialisasi
    Cuma Tarzan yang betah tinggal di hutan dan berteman dengan aneka satwa. Di film terbaru, Tarzan pindah ke kota, dia pun butuh teman manusia meskipun pada akhirnya kembali ke hutan.Bersosialiasi di lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terdekat yaitu tetangga. Jika Anda tinggal di tempat yang terpencil dan enggak punya tetangga, carilah komunitas sesuai hobi. Sekarang ini, mau cari komunitas apa ada komplit di dunia maya. Nah, sesekali ikuti pertemuan langsung atau kopi darat dengan para anggotanya.
  5. Menjaga spiritualitas
    Ini yang terpenting ya, dalam kondisi apapun ingatlah selalu Tuhan Anda. Lagi happy sedih atau down karena stress, bicaralah dengan Tuhan Anda.Versi saya, ketika sedang sangat bete, biasanya perbanyak wudhu. Jika teramat lelah, saya akan berdzikir sebelum tidur dan memperbanyak waktu untuk mengaji. Sesekali, saya menambahkan shalat sunnah dua rakaat.

Karena, Allah SWT tidak akan membebani seseorang melebihi kapasitas kemampuan orang tersebut. Sehat jiwa selalu untukmu yang sedang membaca tulisan saya 🙂

ttd-marso

Maumere Jazz Fiesta Flores 2017, Menikmati Jazz Di Timur Indonesia

maumere

Sukses dengan penyelenggaraan Maumere Jazz Fiesta Flores (MJFF) yang pertama tahun lalu, Yayasan Bapa Bangsa bersama WartaJazz sebagai pengagas, kembali menggelar Maumere Jazz Fiesta Flores 2017 untuk kali kedua.

Pilihan lokasi kegiatan kali ini tak terlalu jauh dari pusat kota yaitu Gastrack Wairita – kesisi sebelah timur kota Maumere, ke arah Larantuka – yang merupakan lokasi yang biasanya digunakan untuk balapan motorcross. Pemandangan yang kali ini ditawarkan berupa sunset dengan view laut dan pulau sebagai daya tariknya.

Acara akan berlangsung pada hari Jumat & Sabtu tanggal 27-28 Oktober 2017 dengan penampil antara lain Krakatau Reunion yang personilnya terdiri dari Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra, Trie Utami, dan Gilang Ramadhan. Selain itu akan hadir pula biduanita Ruth Sahanaya, Monita Tahalea, kelompok accapela Jamaica Café, dan grup reggae asal Bali yang berkolaborasi dengan vocalist asal Ghana, Soul Rebel feat Afro Moses. Melengkapi lineup ini adalah Yopie atul, dan hadirnya grup Maumere yang menyuguhkan Musik Tradisi Sikka
Tawa Tana dengan penampilan bersama gitaris/vocalist Ivan Nestorman yang juga berasal dari Flores.

“Saya bersyukur dengan respon yang diberikan masyarakat tahun lalu” demikian ujar Melchias Markus Mekeng tokoh masyarakat Maumere yang juga pendiri Yayasan Bapa Bangsa. “Oleh karenanya, Maumere Jazz Fiesta Flores kita lanjutkan agar daerah ini semakin dikenal melalui potensi budaya dan wisatanya, sehingga daerah dan masyarakat Kabupaten Sikka mendapatkan manfaat langsung dan tak langsung” tambahnya.

Sementara itu Festival Director, Agus Setiawan Basuni dari WartaJazz mengungkapkan bahwa kali ini Festival menawarkan pada para pengunjung dan masyarakat, dapat melihat suasana sunset plus hiasan lampion di area Gastrack yang berlokasi diperbukitan. “Kami juga hadirkan grup reggae plus musisi dari luar negeri, karena ini menjadi ciri khas festival jazz ini” imbuhnya.

Menyebut nama Maumere, tentu konotasi yang masih muncul di kebanyakan benak orang adalah Papua, padahal ibukota dari Kabupaten Sikka ini terletak di Pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur.

Setelah terkena tsunami pada tahun 1992, praktis tak banyak lagi wisatawan yang berkunjung dan mengenal nama Maumere. Padahal, terumbu karang di sekeliling Teluk Maumere pernah disebut-sebut sebagai salah satu spot diving yang terbaik di dunia.

Memperkenalkan kembali “Maumere” merupakan salah satu tujuan dari kegiatan festival jazz luar ruangan ini. Beragam alasan lain dikemukakan agar para wisatawan bersedia untuk datang dan menikmati keindahan budaya.

https://i2.wp.com/www.wartajazz.com/wp-content/uploads/2017/10/mjff-2017.jpg

Maumere Jazz Fiesta Flores 2017 didukung oleh BCA, PT. Sarana Multi Infrastuktur (Persero), Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, juga berpatisipasi adalah Bank Bukopin, Indonesia Exim Bank, PT PP (Persero), Bursa Efek Indonesia serta difasilitasi oleh Capa Resort Maumere Managed by Sahid.

Yayasan Bapa Bangsa
Sebuah yayasan yang didirikan untuk bekerja di bidang agama, sosial / kemanusiaan, kesehatan, pendidikan , seni dan kebudayaan di Maumere. Seni dan budaya adalah salah satu fokus pada pembangunan di Maumere untuk memperkenalkan tentang keragaman seni, budaya dan pariwisata.

WartaJazz
Merupakan eko-sistem jazz di Indonesia. Lebih dari 17 tahun mendukung dan mengembangkan berbagai kegiatan Jazz termasuk Festival. Menyelenggarakan Mahakam Jazz Fiesta, Maratua Jazz & Dive Fiesta, Balikpapan Jazz Fiesta, Ramadhan Jazz Festival, NgayogJazz dan lain-lain. Memiliki kepedulian pada pengembangan generasi muda dengan kegiatan Youth Jazz Showcase Series secara teratur, pemberdayaan komunitas dan mempromosikan talenta Indonesia ke mancanegara.

Informasi lebih lanjut tentang acara ini dapat dilihat di http://www.maumerejazz.com atau email ke info@maumerejazz.com dan maumerejazz@gmail.com

ttd-marso

Vidafest 2017, Sisi Lain Dari Bantar Gebang Bekasi

vidafest2017bekasi

Siapa bilang Bantar Gebang Bekasi hanya punya gunungan sampah ? Akhir September lalu tepatnya tanggal 30 September, saya hadir di Vidafest 2017 yang berlokasi di Vida Bekasi Jl. Tirta Utama No. 1, Bumiwedari, Bantargebang, Bekasi. Vidafest 2017 merupakan festival tahunan yang menghadirkan kolaborasi antar komunitas. Jika pada tahun sebelumnya, Vidafest mengambil tema Angin serta menghadirkan kolaborasi seni dan hiburan dari komunitas lokal Bekasi, maka tahun ini Vidafest menambahkan kolaborasi untuk hunian perkotaan. Tema yang dipakai untuk tahun ini yaitu Air.

Untuk menuju ke lokasi, saya menggunakan commuterline dari Depok dan transit di Stasiun Manggarai. Lalu, pindah ke jalur 5 menuju Stasiun Bekasi. Agak deg-degan juga ya, saya baru pertama kali naik commuterline ke Bekasi sendirian. Begitu tiba di Stasiun Bekasi -yang merupakan pemberhentian terakhir- banyak petugas berjaga, saya sempat bingung karena ada 2 pintu keluar. Dari mas-mas petugas yang berjaga, saya mendapat info kalau tujuannya ke Bantar Gebang keluar dari pintu sebelah kanan. Di depan Stasiun Bekasi, saya langsung pesan Gojek. Thanks God, saya dapet babang Gojek yang hafal jalan. Jarak dari Stasiun Bekasi ke Vidafest 2017 yaitu 12 kilometer. Sebuah jarak yang memungkinkan saya untuk melihat-lihat seperti apa sih Kota Bekasi yang sering dijuluki “Kota Yang Punya 2 Matahari” saking panasnya.

Sepanjang perjalanan ke lokasi, saya berpapasan dengan truk-truk besar pengangkut sampah yang ditutupi terpal. Memang, tak jauh dari lokasi acara merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang yang menjadi pusat penampungan sampah dari Jakarta dan sekitarnya. Saya sempat membayangkan bagaimana rasanya tinggal di dekat TPA sampah. Begitu tiba di depan gerbang masuk perumahan Vida Bekasi, umbul-umbul Vidafest nampak mencolok seolah menyambut saya.

Vidafest 2017, Kolaborasi Unik Antar Komunitas

vidafest01

Photo credit : Instagram Vida Bekasi

Setelah registrasi, saya pun menuju Little Talk Coffee yang bangunannya bergaya ala industrial. Beberapa tamu undangan tengah makan siang sebelum acara Talkshow dimulai. Saya memilih memesan segelas ice tea lalu berkeliling ke lokasi acara. Anak-anak SD berseragam putih merah duduk berkumpul di depan cafe menunggu acara dimulai. Sebagian ada yang mengenakan busana daerah Jawa Barat. Saya tertarik dengan miniatur kota berukuran kecil buatan tangan. Rupanya, saat pagi hari mereka mengikuti workshop membuat Kota Mandiri bersama kakak-kakak dari Urban Guerilla.

Panggung besar menjadi main area untuk acara outdoor. Tak jauh dari panggung, ada beberapa kegiatan dari berbagai komunitas. Diantaranya, live grafitti dari Artheraphy Movement, komunitas drone, komunitas yoga, komunitas anak-anak skaters dan lain sebagainya. Saya sempat berpapasan dengan para pembalap mini GP yang seliweran. Yang pingin icip-icip kuliner bisa mampir ke booth tenant di sekitar panggung.

Setelah puas berkeliling, saya masuk ke sebuah gedung bergaya (lagi-lagi) ala industrial. Rupanya gedung tersebut menjadi tempat untuk talkshow Vidatalk sekaligus tempat pameran tentang permasalahan pemukiman di kota dan solusinya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Vida Bekasi yang menjadi lokasi Vidafest 2017 ini merupakan kawasan hunian baru di Kota Bekasi. Diluncurkan pertama kali pada Oktober 2013, master plan Vida Bekasi dibangun dalam konsep tropical urbanism yang dirancang oleh arsitek Andra Matin. Dengan kehadiran Vida Bekasi dengan total luas 130 hektar diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat pada kehidupan yang lebih berkualitas. Apalagi Gunas Land selaku pengembang Vida Bekasi memiliki komitmen membangun properti dengan konsep eco living. Saat ini sudah ada lebih dari 9.000 jiwa menghuni Vida Bekasi.

Tepat pukul setengah 2 siang, Bapak Teten Masduki -Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia- hadir membuka acara Vidatalk. Selanjutnya, Prof. Imam B. Prasodjo menjadi moderator acara tersebut. Narasumber yang hadir antara lain :

  1. Florian Heinzelmann dan Daliana Suryawinata (SHAU Architect)
  2. Arvi Argyantoro (Kementerian PUPR)
  3. Angga Sinaga (Urban Plus)

“Kami dari Vida Bekasi ingin mengubah stigma Bantar Gebang yang terlanjur melekat di masyarakat sebagai pusatnya sampah menjadi #bantargerbangkeren. Jangan lupa yang posting di sosial media, tambahin hashtag itu ya,” pesan Bapak Edward Kusuma selaku Direktur Vida Bekasi.

“Anak-anak perlu diperkenalkan tata ruang yang baik sejak dini. Supaya saat mereka dewasa, mereka tahu cara mengelola kota dengan baik. Contoh kecilnya, dimulai dari memilah sampah organik dan anorganik. Hal sepele tapi sangat bermanfaat,” kata salah satu narasumber. Tiba-tiba saya teringat pada anak-anak SD yang membawa miniatur kota. Oh, tujuannya itu, mbatin saya.

Diskusi seputar tata ruang kota yang baik berlangsung sangat hidup dan semua peserta Vidatalk antuasias mengikuti talkshow hingga akhir acara. Dalam acara yang sama, diadakan juga peluncuran Apartemen bersubsidi, Teras Alun-alun yang didesain oleh SHAU Architect. Dalam merancang Teras Alun-alun, SHAU Architect menuangkan prinsip arsitektur urban untuk hunian kolektif yang memanusiakan manusia.

infoshau

“Orang Indonesia itu kan komunal, senang ngobrol antar tetangga. Di apartemen ini, para penghuninya tetap bisa berinteraksi dengan tetangga,” kata Daliana Suryawinata, dari SHAU Architect.

Berbeda dengan apartemen kebanyakan yang membutuhkan Down Payment (DP) dengan nilai yang lumayan besar, Anda bisa membeli unit di Teras Alun-Alun dengan DP  dimulai dari Rp 3 juta-an dan cicilan mulai dari Rp 2 juta-an. “Apartemen ini ditujukan untuk yang berpenghasilan rendah, sekitar Rp 4 juta-an per bulan. Jadi, yang belum punya rumah bisa langsung kasih DP” cetus Prof. Imam B. Prasodjo.

Anda tertarik ?

ttd-marso