Properti

Tamansari Cyberhome, Hunian Pintar Dukung Era Ekonomi Digital

tamansaricyberhome

Sepuluh tahun yang lalu, ketika masih berstatus sebagai mahasiswi Sistem Informatika di sebuah kampus swasta di kota Depok, saya memutuskan mendirikan usaha jasa pengetikan virtual. Sebuah usaha berlatar belakang saya Si Kakak Sulung yang gemas melihat 4 komputer pentium di rumah yang hanya dipergunakan untuk main games oleh adik-adik saya. Saya kepingin 4 komputer tersebut menghasilkan sesuatu. Berbekal izin dari orang tua, saya pun mendirikan Jasa Pengetikan Virtual dengan nama Alpha Charlie 07, sesuai nomor blok rumah orang tua yaitu AC7.

Tahun 2007, jasa pengetikan virtual masih terbilang asing dan bikin orang-orang bertanya “Apa itu jasa pengetikan virtual”. Pada saat itu orang memang lebih akrab dengan jasa pengetikan yang ada di rental sekitar kampus atau warung internet. Yang mengetik bisa mengetik sendiri dengan hitungan sekian rupiah per jam atau meminta diketikkan oleh penjaga rental/warnet.

Jasa pengetikan virtual yang saya tawarkan yaitu orang mencari jasa saya melalui iklan di dunia maya (google/iklan baris gratisan) dan komunikasi hanya dilakukan melalui virtual (telepon dan e-mail). Saya menyasar pada orang-orang kantoran yang butuh jasa pengetikan tetapi tidak memiliki waktu untuk datang ke rental. Saya membuat iklan di berbagai forum internet, komunitas dan juga iklan baris gratisan semacam olx. Rupanya jasa yang saya tawarkan disambut baik oleh orang-orang yang terbiasa mencari bantuan via Mbah Google. Tiga bulan menjalani jasa pengetikan virtual, saya kelabakan dengan order yang ada. Saya pun merekrut anak-anak kampus yang membutuhkan pemasukan tambahan sebagai Tukang Ketik.

Tahun demi tahun dilalui. Usaha jasa pengetikan virtual yang saya jalani berkembang, tidak hanya melayani jasa pengetikan tetapi jasa penerjemahan, penulisan buku hingga  jasa transkrip audio. Memang, tak sedikit orang yang meremehkan usaha yang saya kelola. Karena, bagi sebagian orang, usaha yang bergengsi ya usaha semacam mengelola restoran, percetakan dan sejenisnya. Yang terlihat di depan mata dan jelas pengunjungnya setiap hari. Sementara, saya bertahan dengan konsep Home Office. Kantornya ya di salah satu ruangan yang ada di rumah orang tua. Anak-anak kampus yang menjadi partner saya sebagai Tukang Ketik pun lebih sering ketemuan via Skype atau kalau diperlukan kami bakal meeting di coffee shop. Saya bersyukur dari usaha rumahan berbasis virtual ternyata bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya. Termasuk, bermanfaat bagi para Tukang Ketik yang bekerja membantu saya. Karena itu, satu bulan sebelum menikah, saya mantap resign dari pekerjaan saya sebagai Personal Assistant dan memilih bekerja dari rumah.

Bekerja Dari Rumah, Why Not ?

office-work-1149087_1920

Di tahun 2016, Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) mencanangkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang menandai pergerakan baru di dunia digital. Pemerintah memiliki target nilai e-commerce pada tahun 2020 hingga 130 milyar, yang akan berdampak pada GDP Indonesia menjadi 9 %. Era ekonomi digital merupakan era dimana masyarakat lebih banyak bekerja dan bertransaksi menggunakan smartphone. Pekerjaan bisa dilakukan secara mobile. Bahkan, tak sedikit yang melakukannya dari rumah.

Salah satu tantangan bekerja di rumah adalah urusan kecepatan mengakses internet. Apalagi job desk saya lumayan padat sebagai Ibu Bekerja Di Rumah, yakni mengelola Jasa Pengetikan Virtual & Transkrip Audio sembari menekuni hobi menulis sekaligus bekerja profesional saya sebagai Penulis Lepas maupun sebagai Blogger.

Kebayang dong kalau dalam sehari saya harus mendownload file audio rekaman wawancara dari klien berkapasitas besar, kemudian harus mengirimkan naskah editing tulisan saya di majalah dan juga harus posting job review dari klien di blog tetapi internet di rumah sangat lambat. Saya sempat berganti-ganti provider internet demi pekerjaan di rumah saya lancar. Bahkan, suatu kali ketika internet saya bermasalah, saya terpaksa memboyong pekerjaan saya dan Mada -anak saya- ke sebuah coffee shop dan mengandalkan koneksi wifi. Duh, enggak efektif banget. Apalagi saya harus sesekali mengawasi Mada anak saya yang masih batita. Hasilnya ? Pekerjaan memang terselesaikan dengan baik, namun saya tumbang secara fisik.

Saya pun langsung berandai-andai memiliki rumah pintar yang didukung dengan teknologi super yang dapat mendukung pekerjaan saya di rumah. Sehingga, saya tetap lancar bekerja sembari mengawasi Mada yang bermain di sekitar saya. Eh, ada enggak ya ?

Cyberhome, Inilah Solusi Bagi Masyarakat Era Ekonomi Digital

Dari Mbah Google, saya langsung mendapat jawaban bahwa kriteria rumah pintar idaman saya sudah ada di Bogor. Namanya Tamansari Cyber Residence atau Tamansari Cyberhome. Cukup mengandalkan akses internet super cepat hingga 10 Gbps serta fasilitas alamat IP Publik yang didapatkan, para penghuni Cyberhome dapat melakukan 4 kegiatan sekaligus yakni Belajar, Bekerja, Bisnis dan Rekreasi tanpa harus keluar rumah. Siapa yang enggak kepingin coba ?

Dari video Tamansari Cyber di atas, nampak kegiatan para penghuni Cyberhome yang diabadikan dari drone. Ada Ibu-ibu yang sedang senam bersama, melakukan aktivitas yoga, para Ayah yang sedang bersosialisasi dengan tetangga dan anak-anak yang bebas bermain di jalan. Duh, siapa sih yang enggak kepingin tinggal di hunian pintar dan berada satu lingkungan dengan para tetangga generasi digital savvy ? Enggak bakalan lagi deh dinyinyirin tetangga “Betah amat sih dekam di dalam rumah” atau “Bekerja di rumah bisa punya mobil dan jalan-jalan keliling Indonesia, ah pasti miara tuyul ya ?”. Justru, bukan hal mustahil Anda penghuni Cyberhome dan para tetangga yang digital savvy saling support satu sama lain.

Keistimewaan Cyberhome sendiri dapat terlihat dari tabel di bawah ini :

cyberhome

Tamansari Cyber Residence dibangun oleh PT. Wika Realty yang bekerja sama dengan PT Cyber­indo Persada Nusantara sebagai penyedia jasa internet. Ada 300 unit hunian minimalis yang berlokasi di Jl Cyberpark Residence, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor Selatan Jawa Barat. Konsep Cyberhome bukan hanya terdapat pada kecepatan akses internet, tetapi meliputi fasilitas yang tersedia di dalam setiap unit rumah yaitu : sakelar wireless, stop contact wireless, smart gateway serta infrared controller.  Lupa mematikan lampu rumah ketika mudik ? Tinggal kendalikan dari jarak jauh via gadget Anda.

Cyberhome terdiri dari 2 unit yaitu Tipe Bandwidth dan Tipe Homepage dengan spesifikasi sebagai berikut ini :

Tipe Bandwidth 62/105

tipesatu

denahbandwidth

Merupakan bangunan 2 lantai seluas 62 meter persegi yang berdiri di atas lahan seluas 105 meter persegi. Memiliki 2 unit kamar tidur, 2 kamar mandi, 2 ruang tamu/keluarga dengan 1 dapur dan 1 garasi. Pondasi menggunakan batu kali/sloof beton bertulang, dinding berupa bata merah, lantai menggunakan homogenous tile 60 x 60 cm, kusen : alumunium, rangka atap : baja ringan, plafon : gipsum dan kapasitas listrik 2200 watt.

Tipe Homepage 75/120

tipedua

homepagecyberhome

Merupakan bangunan 2 lantai seluas 75 meter persegi di atas lahan seluas 120 meter persegi. Memiliki 3 unit kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, 2 ruang tamu keluarga  dan 1 garasi.  Pondasi menggunakan batu kali/sloof beton bertulang, dinding berupa bata merah, lantai menggunakan homogenous tile 60 x 60 cm, kusen : alumunium, rangka atap : baja ringan, plafon : gipsum dan kapasitas listrik 2200 watt.

Harga yang ditawarkan per unit mulai dari Rp 1 milliar dengan fasilitas sebagai berikut :

Meskipun terletak jauh dari pusat Ibukota, fasilitas yang terdapat di sekitar Tamansari Cyber cukup komplit. Enggak perlu khawatir bagi yang memiliki anak dan bingung mau menyekolahkan dimana, karena ada pilihan sekolah dari jenjang TK  hingga SMA. Demikian juga untuk urusan transportasi, ada Stasiun Bogor dan Tol Jagorawi.

fasilitascyberhome

 

Yang tak kalah penting, meskipun Tamansari Cyber merupakan kompleks hunian pintar dengan para penghuni yang digital savvy, tetapi nuansa asri tetap terasa. Berlatar belakang Gunung Salak dengan tata landscape yang nyaman di dalam area kompleks Cyberhome. Mewujudkan mimpi masa depan dari rumah, mengapa tidak ?

ttd-marso

Ini 5 Alasan Mengapa Apartemen Taman Melati Margonda Selalu Sold Out

tamelmargonda

Sepuluh tahun yang lalu, kawasan Margonda tidak seramai sekarang ini. Pada waktu itu, saya Si Mahasiswi Tomboy, baru saja diangkat menjadi Asisten Dosen Bidang Komputer di sebuah kampus swasta di Depok. Apartemen pertama dibangun di Jalan Margonda Raya. Saya masih ingat, pernah berujar pada seorang teman “Bikin Apartemen kok Di Depok ? Siapa yang mau tinggal”. Yeah, apartemen itu kan identik dengan kalangan eksmud, sesuatu yang wah dan harganya pun enggak murah.Ternyata, saya salah duga.

Para pengembang properti tahu betul bahwa setiap tahun ribuan mahasiswa masuk ke kawasan Kota Depok. Maka, membangun apartemen di Depok harus disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa. Dari mulai harga jual dan harga sewa sampai fasilitas yang tersedia. Tahun 2016, ada sekitar 5 Apartemen yang berada di sepanjang Jalan Margonda Raya. Salah satu apartemen mahasiswa yang paling dicari yaitu Grand Taman Melati Margonda yang lebih populer dengan sebutan TAMEL. Darimana saya tahu ? Kebetulan 2 adik saya kuliah di Universita Indonesia. Yang satu di Fakultas Hukum (FHUI), yang satu lagi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Saat saya baru menikah sempat kepingin tinggal di apartemen meskipun dengan cara menyewa bulanan. Maklum, cita-cita saya setelah menikah itu ingin bekerja dan berkarya dari rumah. Tinggal di apartemen dengan segala fasilitas tentunya dapat mendukung pekerjaan saya.

“Di TAMEL aja Kak, dekat stasiun. Nyari makanan juga gampang.” kata Reza, adik saya yang kuliah di FHUI.

Sarah, adik perempuan saya  yang kuliah di FIB ikut menimpali. “Jangan di apartemen X, Kak. Jorok banget dalemnya, kayak rumah susun. Sarang narkoba pulak,”

Kening saya mengernyit. Gimana ceritanya apartemen jadi mirip rumah susun ? Sayang dong ya sudah bayar sewa mahal tapi lingkungan tempat tinggal enggak kondusif. Pada akhirnya saya enggak kesampaian tinggal di apartemen, karena Pak Suami punya phobia pada ketinggian dan lebih terbiasa tinggal di landed house. Namun, apa yang diucapkan Sarah, benar. Saya pernah berkunjung ke sebuah apartemen mahasiswa di Jalan Margonda untuk meeting urusan pekerjaan. Speechless campur merinding lantaran saya seperti masuk ke sebuah tempat remang-remang nan kumuh.

#TamelHangout Bersama APP

Pada Sabtu sore (11/03), saya menghadiri gathering #TamelHangout bersama PT. Adhi Persada Properti (APP) di Grand Taman Melati II Margonda. APP merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Sebelumnya, APP sudah mengembangkan Taman Melati Margonda pada tahun 2010 dan hunian sebanyak 800 unit sold out dalam tempo satu setengah tahun. Berikutnya, di tahun 2013 dalam area yang sama, APP kembali membangun Grand Taman Melati Margonda sebanyak 507 unit. Jadi, ada 1.307 unit apartemen yang sudah laku terjual.

Pada Maret 2017, APP kembali merealisasikan proyek apartemen mahasiswa dengan membangun Grand Taman Melati II untuk memenuhi kebutuhan pasar. Enggak sulit untuk mencapai ke lokasi, karena letaknya di pinggir jalan protokol Kota Depok. Yang berangkat dari Depok dan naik kendaraan umum, bisa langsung turun di depan Taman Melati. Yang naik commuter line, tinggal jalan kaki menuju lokasi.

Acara dimulai dengan tur keliling apartemen didampingi Ibu Elvira selaku Project Manager Taman Melati Margonda beserta tim. Saya dan teman-teman Blogger Crony diajak menikmati indahnya pemandangan di kolam renang.

“Demi keamanan dan privasi, kolam renang ini hanya diperuntukkan bagi penghuni apartemen. Tidak dibuka untuk umum. Bagi Mbak dan Mas yang mau langsung berenang setelah acara ini, bisa loh” jelas Ibu Elvira. Duh, jadi pengin nyemplung kayak putri duyung.

apartemen1

Studio Bedroom – Photo : Eni Martini

 

 

pantri

Pantry – Photo : Eni Martini

toilet

Toilet – Photo : Eni Martini

view

View – Photo : Eni Martini

tamelgarden

Garden – Photo : Eni Martini

Dari hasil tur keliling apartemen, saya jadi tahu ini 5 keunggulan Apartemen Taman Melati Margonda dan Apartemen Grand Taman Melati Margonda selalu SOLD OUT :

  1. Kebersihan
    Saat tur keliling Apartemen Taman Melati dan Grand Taman Melati I, kesan yang saya tangkap adalah BERSIH. Penerangan di lorong-lorong apartemen pun cukup karena adanya jendela besar pada setiap lantai.
    Hal ini diakui Chica, mahasiswi yang menghuni unit Apartemen Taman Melati. Menurutnya, faktor kebersihan sangat penting jika tinggal di Apartemen.
  2. Keamanan
    Menurut penuturan Ibu Elvira, setiap penghuni hanya diperbolehkan memiliki maksimal 2 access card. “Tidak bisa digandakan ya, Mbak” ujarnya di sela-sela tur. Selain itu, bagi penghuni yang kepingin jajan online delivery, kurir pengantar hanya dperbolehkan sampai lobby. “Jadi si penghuninya yang turun ke resepsionis”, lanjutnya, lagi.
  3. Strategis
    Berada di sisi pinggir jalan dekat gapura Selamat Datang di Kota Depok, area Apartemen Taman Melati Margonda dan Grand Taman Melati I sangat strategis. Bagi mahasiswa yang hendak kuliah enggak bakal repot karena cukup berjalan kaki ke kampus. Hemat biaya transport. Demikian juga, bagi pecinta kuliner. Di sekitar apartemen banyak terdapat tempat makan murah dan enak.
    Bagi yang senang bepergian, di belakang apartemen, juga terdapat Stasiun UI. Bisa dipastikan akses bepergian menggunakan commuter line lebih mudah.”Tiap weekeend atau liburan panjang, apartemen ini pasti sepi karena penghuninya pulang ke rumah ortu”.kata Ibu Elvira.
  4. Fasilitas komplit
    Ibu Elvira sempat menyebutkan bahwa konsep yang diusung APP untuk dua apartemennya yaitu ASYIK. Maksudnya, selain fasilitas standar seperti : resto/cafe, 2 buah kolam renang, convenience store 24 jam serta ATM, APP juga menyediakan student centre bagi mahasiswa. Jadi, mahasiswa yang lagi boring belajar di kamar bisa langsung turun ke student centre. Yang mau berdiskusi dengan teman-temannya membahas proyek kampus bisa-bisa saja.
  5. Cocok untuk investasi
    Dengan 4 keunggulan yang tadi disebutkan, wajar jika Apartemen Taman Melati dan Grand Taman Melati Margonda selalu sold out. Selain menyasar pada mahasiswa sebagai pembeli potensial, APP juga menargetkan para dosen dan karyawan yang bekerja di kampus yang dijuluki The Yellow Jacket.
    Untuk investasi, membeli unit di Grand Taman Melat II patut dipertimbangkan. Depok terus berkembang dan mahasiswa baru akan selalu datang. Setiap orangtua mahasiswa pastinya membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi putra-putrinya saat menempuh studi di kampus tersebut. Dengan nilai investasi sebesar 500 jutaan per unit, setiap tahun nilainya akan terus meningkat.

Apartemen Grand Taman Melati II Margonda, Investasi Sejak Dini Untuk Masa Depan Lebih Pasti

IMG_20170311_162856

Dok. pribadi

Menurut penuturan Ibu Elvira, pembangunan Grand Taman Melati II Margonda sudah dimulai sejak November 2016. Estimasi pengerjaan yaitu kurang lebih dua tahun. Diharapkan pada tahun 2019, seluruh unit apartemen ini sudah sold out dan APP serah terima kunci pada penghuni.

Apartemen Grand Taman Melati II Margonda terdiri dari beberapa tipe, yaitu :

Studio A

studioA

Studio B

studioB

Studio Corner

studioC

1 Bedroom

1bedroom

facilities.jpg

Setiap kamar sudah dilengkapi dengan water heater dan full furnished, pastinya. Yang saya suka, setiap kamar studio meskipun kecil tapi hommy.

“Bagi pembeli yang bertujuan investasi properti, APP menyediakan titip sewa. Jadi, unit yang sudah dibeli, bisa disewakan dengan min. 6 bulan. Enggak perlu repot, nanti pihak manajemen yang akan carikan penyewanya. Anda pembeli tinggal terima beres.” kata Ibu Elvira.

Dalam gathering #TamelHangout, Pak Ferry Thahir General Manager II PT. Adhi Persada Properti (APP) sempat menyebutkan bahwa APP dalam mengembangkan setiap bangunan, selalu mengedepankan konsep saving environment. Dalam konsep bangunan yang ramah lingkungan, setiap bangunan yang dikembangkan APPP akan memiliki unit prngolahan air, dimana sisa air akan diproses dan bisa digunakan kembali untuk kegiatan penyiraman tanaman, mencuci kendaraan dan lain-lain.

Nah, sekarang Anda sudah tahu 5 keunggulan Apartemen Taman Melati Margonda dan Grand Taman Melati I. Yang kepingin investasi properti, Grand Taman Melati dapat menjadi pertimbangan. Untuk semakin mempermudah proses jual-beli atau yang ingin belajar berbisnis properti, cukup download apps APP Smart Tools yang ada di Appstore.

ttd-marso

Prajawangsa City, Hunian Berkonsep Hijau Untuk Kaum Urban Peduli Lingkungan

prajawangsa

Tahun ini tahun kelima, saya dan keluarga kecil saya menempati rumah kontrakan 1 kamar di Depok. Kami belum pindah layaknya keluarga ‘kontraktor’ pada umumnya. Betah amat sik jeung ? Lokasi tempat tinggal kami yang berada di pinggir jalan dan dilewati angkutan umum, menjadi pertimbangan untuk bertahan di tempat yang sama sedari awal kami menikah. Faktor lain, karena 8 tetangga kami sama-sama punya anak batita. Setidaknya, Mada punya teman bermain kalau lagi di rumah.

Mada si bayik piyik yang tadinya cuma bisa owek-owek gegoleran di kasur, sekarang sudah tumbuh menjadi Mada Si Batita yang hobi main di luar dan bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya. Ketika Mada harus bermain di dalam rumah, dia pun mulai butuh ruang privasi. Ruang dimana dia bisa berimajinasi dengan mainannya dan saya dilarang mendekat. Saat ini, zona main Mada masih menyatu dengan ruang tamu. Kebayang dong ya kalau tetiba Ibu Mertua datang kepingin ketemu cucu dan blio mendapati ruang tamu penuh dengan aneka mainan Mada yang berserakan di lantai. Whuahh bisa 7 hari 7 malam saya mendapat ceramah soal PENTINGNYA PUNYA RUMAH RAPIH JALIH BERSIH. Ah, jadi PR banget bagi kami orang tuanya untuk mencari hunian yang memenuhi kebutuhan kami bertiga sebagai penghuni rumah. Enggak mudah ya mencari hunian dengan harga terjangkau tapi lokasinya di Jakarta.

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu saya terpilih sebagai salah satu peserta “Ngobrol Cantik  Eco & Compact Living Prajawangsa City” bersama Blogger Perempuan. Bertempat di marketing office Prajawangsa City, acara yang digelar pada Sabtu 19 November 2016 ini membahas soal bagaimana merancang hunian terbatas dengan desain kekinian tetapi memenuhi kebutuhan penghuninya. Siapa coba yang enggak mau punya hunian alaala pinterest ? SAYA MAUUU  *tunjuktanganpalingtinggi.

Dari Depok, saya naik angkutan umum 112 jurusan Depok-Kampung Rambutan. Awalnya saya kepengin naik ojek online, biar enggak nyasar. Karena, saya berangkat dari rumah jam setengah 8 pagi dan jalanan pun masih sepi akhirnya milih naik angkot saja. Petunjuk jalan dari teman-teman sesama blogger sempat bikin saya pusing tujuh keliling. Patokan jalannya ada 3  yaitu setelah pabrik biskuit + dekat pool blue bird + sebelum Mall Cijantung. Saya buka GPS di smartphone, muncul deh gambar pool blue bird. Saya yang duduk di kursi depan, sempat bertanya ke Pak Supir “Dimana Jalan Pedati”. Si Pak Supir justru menyuruh saya bertanya pada Mbah Gugel *tepokjidat. Saya pun langsung pasang mata tengok kanan-kiri setelah angkot melewati Cimanggis Square. Pak Supir ikutan sibuk mikir, mencoba mengingat dimana tepatnya alamat itu.

“Pak, saya turun sebelum pool blue bird aja deh. Nanti biar lanjut ojek online,” ujar saya sambil menyerahkan ongkos sebesar Rp. 6000. Pak Supir mengiyakan dan mencarikan halte tempat menunggu ojek online. Saya tetap pasang mata tengok kanan kiri. Dan …

“Pak … Pak … saya berhenti di depan situ. Enggak usah di halte. Saya mau ke tempat itu,” kata saya sumringah.

Si Pak Supir ikut senang, “Oh, Si Mbaknya mau ke Prajawangsa. Bilang dong dari tadi. Ini sih rute angkot saya setiap hari”. Jadi, catet ya, lokasi Prajawangsa City sangat STRATEGIS. Semua angkutan ke arah Kampung Rambutan pasti lewat di depannya. Jangan melulu berpatokan pada GPS. Gedung marketing office Prajawangsa City sangat mencolok dari jalan. Dan, dijamin anti nyasar kalau kamu mengikuti mata dan hati kamu. Iya, kamu.

Acara dibuka oleh Host Kartika Putri Mentari yang nge-heits dengan panggilan Putri KPM. Penampilan band pembuka dengan lagu-lagunya yang mengalun bikin saya gatel kepingin bergoyang. Untung narasumber pertama yaitu Rabani Kusuma Putra (Iron), founder dari Nimara Architect segera nongol di hadapan para peserta blogger. Seluruh mata pun langsung fokus saat Mas Iron menjelaskan soal konsep  Eco & Compact Living.

Mengapa Eco & Compact Living ?

img_20161119_101230

Dok.pribadi

“Ruang gerak manusia akan terbatas, karena di masa mendatang manusia akan hidup di dalam ruang terbatas,” kata Mas Iron membuka presentasi. Duh, saya membayangkannya kok agak seram yah. Sekarang ini, Mada saja butuh ruang luas untuk tempat bereksperimen, apalagi saya sebagai orang dewasa yang bekerja full time di rumah. Gimana 20 tahun mendatang ?

Macet dan polusi udara yang kita temui sehari-hari di jalan, menjadi alasan penting bagi setiap kaum urban untuk menciptakan hunian yang eco & compact living. Menurut Mas Iron, konsep eco & compact Living  mengacu pada hunian yang terbatas tetapi memiliki fungsi maksimal dan ramah lingkungan. Ada 6 aspek Green Design yang diperlukan saat membangun rumah tinggal :

  1. Energi
    Mengatur penggunaan energi listrik di rumah. Semakin besar energi listrik yang dipakai, bumi semakin panas loh. Syukur-syukur sih bisa mendapatkan energi listrik dari menampung sumber matahari.
  2. Tanah
    Pada saat membangun rumah, sisakan ruang sebesar 30 % untuk area hijau misalnya untuk mini playground anak, ruang bercocok tanam semacam vertical garden atau kolam ikan.
  3. Air
    Sebaiknya menerapkan zero water run off alias membuat sumur/lubang resapan di rumah. Contohnya, lubang resapan biopori (LRB). Dengan adanya lubang resapan air, maka bisa mengurangi genangan air pada saat musim penghujan. Penting juga untuk memakai grass block alias material beton yang mirip konblok tetapi terdapat rongga di dalamnya supaya rumput tumbuh.
  4. Pencahayaan dan sirkulasi udara
    Jangan membangun rumah serba tertutup dan boros energi cahaya (lampu). Usahakan rumah memakai jendela-jendela besar agar pencahayaan didapat langsung dari sinar matahari. Di belakang rumah, sebaiknya ada bolongan untuk sirkulasi udara alami.
  5. Eco Material
    Sebaiknya menggunakan material yang masih bisa diolah dan tidak merusak lingkungan sekitar. Seperti pada beberapa Alila Uluwatu di Bali, memakai kayu ulin supaya bisa di recycle.
  6. Smart design
    Yaitu memaksimalkan fungsi ruang. Mas Iron sempat mencontohkan gambar sebuah ruangan yang berisi tempat tidur lalu digubah menjadi ruangan dengan sebuah sofa. Tempat tidur tersebut memakai sistem hidrolizer, bisa diangkat menyatu pada tembok pada saat tidak digunakan.

Mas Iron menutup presentasi dengan kalimat quote yang jleb banget. “Kualitas hidup seseorang bukan ditentukan oleh besar kecilnya ruangan, tetapi bagaimana interaksi antara penghuni rumah dapat terjalin baik”.

Hunian Terbatas dan Rapi, Why Not ?

img_20161119_105811

Dok. pribadi

Narasumber berikutnya, yaitu Mbak Bayu Fristanty dari RapiRapi Profesional Organizer. “Kami ini sering disangka sebagai event organizer atau jasa bebersih rumah kayak yang disediakan oleh perusahaan ojek online terbesar di Ibukota, loh” tutur Mbak Bayu.

RapiRapi didirikan karena banyaknya orang yang membutuhkan jasa meng-organize rumahnya menjadi lebih rapi. Pernah dong ya, kamu mengalami ubek-ubek seisian lemari pakaian 4 pintu demi mencari sepasang kaos kaki kerj Pak Suami ? Atau, lain waktu Si Mbak Asisten Rumah Tangga ndadak kudu pulang kampung dan kamu kudu tahu ya dimana letak all items yang biasanya menjadi tugas Si Mbak ART. Tanpa disadari waktu yang dihabiskan untuk mengubek-ubek itu sekitar 20 menit. Coba kalau hal itu terjadi tiap hari. Dikalikan 365 hari, hasilnya wow selamat anda sudah banyak membuang waktu.

Melalui acara Ngobrol Cantik, peserta mendapat tips dan trik dari Mbak Bayu dalam mengatur dan mengelola barang-barang milik kita sebagai penghuni rumah :

  • Review and Assess, yaitu memahami kebiasaan dan perilaku kita dalam mengelola barang.
  • Act Now! Group & Sort, yaitu mengklasifikasi barang sesuai kelompoknya dan sortir masing-masing barang.
  • Place it, yaitu semua barang harus memiliki wadahnya masing-masing.
  • I Maintain, yaitu menciptakan sistem untuk perawatan barang-barang yang sudah terorganizir.

4 tips diatas jika diperhatikan kata depannya, akan tersusun kata RAPI, sesuai dengan nama RapiRapi ya ? Selain, tips dan trik dalam mengatur barang, Mbak Bayu juga memberikan langkah-langkah untuk mensortir barang :

  • Keep
  • Sell
  • Donate
  • Toss

Beberapa orang memiliki kebiasaan menyimpan atau lebih tepatnya menimbun barang di suatu ruangan (keep). That’s not a good habit ya. Apalagi kalau barang yang sudah saatnya disingkirkan memiliki kenangan di masa lalu. Duh, makin susah itu ya buat melepas. Biar enggak galau, Mbak Bayu menyarankan supaya setiap barang memiliki wadah khusus. Nantinya kita kasih jangka waktu, misalnya 1 atau 3 bulan untuk memutuskan apakah barang yang sudah disortir masih diperlukan atau hanya memakan tempat. Kalau sudah yakin, tinggal sell, donate atau toss. Jadi, kalau kamu nemuin pigura foto dari mantan di masa lalu, sudah tahu kan kudu diapain ?

Tips terakhir dari Mbak Bayu untuk mengatur dan mengelola barang-barang di dalam rumah, yaitu :

  • Assign a home for every objects. Setiap barang yang ada di rumah sebaiknya memiliki ‘rumah’ sendiri.
  • Always keep your countertop clear. Jangan membiarkan meja kita penuh dengan aneka barang yang seharusnya punya ‘rumah’nya masing-masing.
  • Do not buy organizing product/storage first. Sering dong ya, lagi jalan ke mall tiba-tiba nemu storage dengan warna atau bentuk lucu. Tahan iman dulu deh, jeung. Better kamu mengecek dulu barang-barang apa saja yang bakal disimpan. Daripada kamu sudah beli storage kayu model animals yang lagi nge-heits, ternyata enggak cocok buat menyimpan aneka bentuk pigura foto hadiah dari mantan.
  • Group similar items together. Kelompokkan setiap barang di tempat yang sama, supaya memudahkan saat akan sell, donate atau toss.
  • The in/out rule. Biasakan ketika kamu membeli barang baru, maka barang-barang simpanan di lemari kudu ada yang keluar. Misalnya, kamu beli kemeja model terbaru, keluarin deh tuh kemeja atau kaos yang sepertinya sudah jarang dipakai.

Nah, saya dan peserta acara sudah tahu bagaimana mendesain hunian yang eco & compact living. Plus, ada berderet tips pulak dari Mbak Bayu soal how to organize your items di rumah. Tinggal dipraktekkin di rumah ya jeung dan mas.

Prajawangsa City, Hunian Modern Eco & Compact Living dengan Harga Terjangkau

Sesi terakhir, empunya lokasi acara yakni Pak Edi –Sales and Marketing Manager dari Synthesis Development ikut memberikan presentasi tentang Prajawangsa City. Oh ya, beberapa project garapan Synthesis Development pasti sudah sering kita dengar, diantaranya :

  • Plaza Semanggi
  • Casablanca Mansion
  • Kalibata Square
  • Kalibata City
  • dsb

Prajawangsa City, menjadi salah satu project terbaru di wilayah Jakarta Timur. Terletak strategis di Jl. Pedati Selatan No. 8 Cijantung. Hunian superblok seluas 7 hektar ini terdiri dari 8 tower yang diberi nama indonesia banget yaitu Aksa, Bargawa, Cemeti, Diwangkara, Ekanta, Fulmala, Ganitri dan Hima. Jumlah unit yang tersedia yaitu 4.000 unit dengan konsep mixed use development, yaitu menyatukan hunian dan area komersial.  Patut diacungi jempol, dari total luas yang ada, 50 %nya diperuntukkan untuk lahan hijau. Fasiilitasnya terbagi 2 yaitu Unique Thematic Park dan Unique Amenities.  Dari keterangann Pak Edi, Unique Thematic Park terdiri dari area spice garden, herbal garden, tropical garden, area barbeque, 1 km jogging track, kids pool, thematic pool, fountain plaza. Sementara, Unique Amenities terdiri dari restoran, coffee shop, fitness center, sauna, access control, ATM Center.  Oh ya, sistem keamanan 24 jam yang ada pasti bikin penghuni apartemen berasa aman ya. Apalagi, nantinya Prajawangsa City akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan terbesar dan modern.

Soal harga yang ditawarkan worth it dengan fasilitas yang ada. Start from 300-an juta dan angsuran sebesar Rp. 3,8 juta/bulan (2 bedroom). Synthesis Development mengandeng Bank BTN untuk memudahkan konsumen memiliki apartemen dengan uang muka yang tidak memberatkan.

Untuk tipe unit Prajawangsa terdiri dari :

  • Studio A
  • Studio B
  • Studio C
  • Studio D
  • 2 Bedroom A
  • 2 Bedroom B
  • 3 Bedroom A

Banyak pilihan dong yah sesuai kebutuhan konsumen. Yang kepingin tahu lebih lanjut, cusss ateuh datang ke marketing office-nya di : Jl. Pedati Selatan No. 8, Cijantung, Jakarta Timur atau telfon dulu ke 021 2287 8800.