Lomba Blog

Ini Lho 7 Tempat Bermain Aman dan Nyaman Bagi Si Kecil

tempramada

“Akhir-akhir ini, kenapa sih kamu itu jarang ikut acara. Kamu itu enak banget, Ay. Tinggal satu kota dengan orangtua dan mertua. Tiap hari bisa nitip Mada,” kata seorang teman pada saya, beberapa waktu lalu. Ia bukan orang pertama yang punya pendapat seperti itu. Lain waktu, ada yang pernah terang-terangan menyuruh saya sebaiknya bekerja kantoran nine to five karena ‘kan enak ada mertua dan orangtua’.

Sebagai seorang perempuan yang pernah bekerja kantoran sebelum menikah, tentu dengan kehadiran mertua dan orangtua, saya memiliki kesempatan untuk lebih sering beredar di luar rumah. Tetapi, pada realitanya, saya dan mertua memiliki perbedaan dalam pola asuh anak. Dalam pola asuh versi mertua, ada banyak kata “jangan” dan “tidak boleh”. Contohnya : jangan lari-larian, jangan main kotor-kotoran, tidak boleh coret-coret tembok dan sebagainya. Sementara, versi saya ini lebih sering membiarkan Mada mengeksplorasi dirinya dengan berbagai kegiatan bermain. Iya, saya mengadopsi cara Mama mengasuh saya dan 5 adik saya. Like mother, like daughter.

Perbedaan pola asuh itu semakin menguatkan diri saya untuk memilih bekerja di rumah, sebagai seorang blogger profesional dan mengerjakan usaha jasa transkrip dan notulensi. Saya ingin menjadi pendamping Mada dalam menjalani hari-harinya sebagai anak golden age.  Alhamdulillah, bulan ini genap Mada 3 tahun. Tiap kali usianya bertambah, maka minatnya untuk mencoba hal baru ikut bertambah. Dan, selama 3 tahun ini kami punya 7 tempat favorit untuk bermain yang aman dan nyaman. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi Anda.

PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

 

Lho, PAUD kok jadi tempat favorit bermain Mada ? Iya dong, karena di PAUD ada perosotan, ayunan, jungkat jungkit dan teman-teman seumuran. Alat-alat permainan indoor pun komplit. Ada puzzle kayu, puzzle 3D, mobil-mobilan dan sebagainya.

Ketika saya mendaftarkan Mada untuk mengikuti kegiatan PAUD, usianya belum genap 3 tahun. Sebagai pendamping Mada di rumah, saya sadar semakin usia Mada bertambah maka ia semakin butuh teman seumuran. Karena, di lingkungan tempat tinggal saya tidak ada anak kecil. Mada juga enggak punya saudara seumuran. Padahal, anak kecil bergaul dengan yang seumuran itu penting banget. Karena, anak akan belajar berbagi, belajar antri, belajar berempati dan ada banyak manfaat positif dengan memasukkan anak ke kelompok bermain.

Salah satu guru di PAUD-nya Mada pernah berujar pada saya, “Anak di bawah usia 4 tahun itu belum saatnya calistung. Nanti merusak otak. Anak-anak di bawah 4 tahun seperti Mada ya waktunya bermain dan bersosialisasi dengan yang seumuran.”

Dan, memang selama 6 bulan mengikuti kegiatan PAUD yang jadwalnya seminggu 3x itu lebih banyak bermainnya. Mada juga enjoy. Karena, kegiatan PAUD-nya enggak jauh-jauh dari bernyanyi, menggambar/mewarnai objek, olahraga di taman kota dan fieldtrip.

TIPS Bermain Aman & Nyaman Di Kelas Bermain/PAUD :

Sebelum mendaftarkan anak Anda ke kelas bermain/PAUD, gali info sebanyak-banyaknya tentang PAUD tersebut, sebaiknya pilih PAUD yang menjadi rekomendasi banyak orang. PAUD yang bagus itu enggak selalu mahal, contohnya PAUD tempat Mada, uang bulanannya enggak nyampe 100 ribu tetapi kegiatan banyak !

Taman Kota

 

Tempat favorit yang kedua adalah Taman Kota. Seminggu sekali, saya dan Mada menyambangi Lembah Gurame atau Lembah Mawar yang berlokasi di Depok. Lembah Gurame merupakan taman yang dikelola oleh Dinas Pertamanan Kota Depok. Fasilitasnya terdiri dari area fitness, lapangan futsal, kolam ikan, playground dan lintasan area lari. Nah, kalau Lembah Mawar sebelumnya merupakan Tempat Pembuangan Sampah akhir. Setelah dirubah menjadi taman, Lembah Mawar menjadi pilihan keluarga untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.

Selain 2 taman kota yang ada di Depok, ada lagi taman favorit Mada yaitu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak alias RPTRA. Dari sekian banyak RPTRA yang bertebaran di Jakarta, Mada sudah pernah berkunjung ke RPTRA Mawar Lebak Bulus dan RPTRA Anggrek Pondok Labu. Enggak cukup satu jam untuk bermain di RPTRA, karena fasilitas yang tersedia bikin kami berdua betah berlama-lama. Selain ada area playground, ada juga perpustakaan mini, toko jualan produk kerajinan buatan Ibu-ibu PKK dan aula.

TIPS Bermain Aman & Nyaman di Taman Kota :

Supaya puas bermain di Taman Kota, pastikan membawa perbekalan yang cukup. Seperti bekal snack, makanan berat (nasi + mie goreng + telur atau spaghetti + sosis + nugget dsb) dan  air mineral. Untuk variasi bermain anak, sebaiknya bawa bola/sepatu roda/raket dan kok. Jangan lupa membawa lotion anti nyamuk.

Indoor Playground

 

Sekarang ini, hampir setiap pusat perbelanjaan memiliki playground. Contohnya di Mall Depok Town Square. Di setiap lantai disediakan playground. Bahkan, di ground floor terdapat 2 playground. Perbedaan antara satu playground dengan yang lainnya yaitu luas arena bermain dan fasilitas. Tarif sepuasnya bermain saat weekdays itu rata-rata ‘cuma’ Rp 25000.

Selain playground dengan tarif bermain yang murah, ada juga pusat bermain anak dengan konsep edutainment. Contohnya, Kidzania, Miniapolis, Lollipop. Sebagai pusat bermain anak dengan fasilitas yang lebih komplit, harga tiket masuk lebih mahal daripada playground biasa.

TIPS Bermain Aman & Nyaman di Indoor Playground :

Karena berlokasi di dalam pusat perbelanjaan, hampir setiap indoor playground yang saya kunjungi mewajibkan pengunjung dan pendamping anak memakai kaos kaki. Peraturan lainnya yaitu dilarang makan dan minum di dalam area bermain. Jadi, sebaiknya bawa kaos kaki sendiri. Dan, mentang-mentang lokasinya tertutup di dalam Mall, jangan meninggalkan atau menitipkan anak pada Si Mbak/Mas penjaga arena bermain. Taruh dulu gadget Anda dan dampingi anak bermain.

Acara komunitas hobi orang tua

 

Selain mengurusi bengkel motornya, Pak Gondrong juga bergabung di komunitas motor tua. Tiap tahun selalu ada agenda acara motor yang diikuti komunitasnya. Dan, setahun belakangan ini Pak Gondrong rutin mengikutsertakan motor-motor karya bengkelnya untuk balapan di arena sirkuit Sentul.

Karena, Pak Gondrong berkecimpung di dunia motor, otomatis saya dan Mada ikut kecipratan juga. Beberapa kali Mada ikutan datang ke acara motor yang berlokasi di Jakarta ataupun acara balapan motor di Sentul. Awalnya, Mada memang kurang suka datang ke acara motor karena banyak orang-orang dewasa bertubuh besar berpakaian serba hitam dan brewok. Dan, suasana pasti bising karena raungan knalpot motor yang digeber-geber. Asa karena biasa. Mada pun suka datang ke acara motor karena dia bisa melihat jenis motor yang aneh-aneh dan bertemu dengan teman-teman komunitas Pak Gondrong.

TIPS Bermain Aman & Nyaman di Acara Komunitas Hobi :

Tujuan mengajak anak ke acara komunitas hobi orang tuanya agar ia mengenal dunia lain milik Ayah atau Ibunya. Dari 10 acara motor yang saya ikuti bersama Mada, hanya 1 yang menyediakan playground yang benar-benar didesain untuk anak. Selain itu, jarang banget disediakan arena anak. Tapi, disitulah letak keseruan mengajak anak ke sebuah acara komunitas hobi, karena anak akan belajar hal-hal baru yang enggak bisa setiap hari dia lihat. Yang terpenting ketika mengajak anak ke acara komunitas hobi, awasi selalu anak Anda.

Bermain air di Kolam renang atau Pantai

 

Siapa sih anak-anak yang enggak suka main air ? Hampir semua anak kecil senang main air. Menurut para pakar psikolog anak, bermain air dapat meningkatkan kecerdasan motorik dan meningkatkan rasa percaya diri anak.

Mada pun senang bermain air. Seperti Mada yang selalu bilang “Ibu sebelum Mada mandi, Mada main air dulu ya”. Yang dimaksud Mada dengan main air sebelum mandi adalah dia mengisi gelas (yang sudah disiapkan) lalu dipindah-pindahin isi gelasnya. Kadang Mada nepuk-nepuk air di bak mandi, begitu airnya nyiprat, dia girang deh. Itu kegiatan sederhana Mada yang berurusan dengan air.

Nah, kalau main airnya di luar alias di kolam renang atau pantai, kudu lebih well prepare. Karena, pertimbangan lokasi dan jarak serta seberapa lama anak bermain air. Kebayang dong kalau perut Si Kecil kosong sementara dia masih betah main di air. Bisa-bisa dalam perjalanan pulang, Si Kecil mendadak mual dan (maaf) muntah di jalan karena masuk angin.

TIPS Bermain Aman & Nyaman di Kolam renang/Pantai :

Selain menyiapkan perbekalan makanan yang cukup, jangan lupa membawa sunblock, minyak kayu putih/minyak telon dan perlengkapan bermain air.

Perpustakaan

 

Tumbuh di keluarga yang senang membaca, membuat saya menularkan kebiasaan itu pada Mada sedari ia masih di perut. Sebelum Mada lahir, saya rutin membacakan cerita untuk Mada. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga sekarang. Manfaat mengenalkan buku atau membiasakan anak membaca sangat banyak, salah satunya menambah kosakata baru. Memang, Mada belum bisa membaca tulisan, ia menerjemahkan rangkaian gambar yang ada di buku dengan bahasa dia.

Untuk variasi kegiatan membaca, sesekali saya mengajak Mada ke perpustakaan anak seperti Jaklib yang berada di kompleks Taman Ismail Marzuki. Pilihan lain ya perpustakaan mini yang ada di RPTRA yang ada di Jakarta.

TIPS Bermain Aman & Nyaman di Perpustakaan :

Berkunjung ke perpustakaan artinya tidak membawa makanan/minuman masuk ke dalam perpustakaan. Jadi, sebaiknya isi perut dulu.

Rumah

 

Tempat paling aman dan nyaman untuk bermain anak adalah rumah dan orang tua yang mendampingi bermain. Saat cuaca tidak mendukung, berkegiatan di dalam rumah bisa menjadi pilihan anak untuk mengeksplorasi dirinya. Anda dapat mengajak anak membuat prakarya DIY (Do It Yourself), ikut membantu Anda mengerjakan tugas domestik (practical life skills) atau sekedar bermain musik.

Bermain di rumah pilihannya lebih banyak, tinggal bagaimana Anda berkreativitas.

TIPS Bermain Aman & Nyaman di Rumah :

Singkirkan barang-barang  berbahaya seperti pisau, lilin, korek api dan sebagainya dari jangkauan anak. Bagi anak-anak di atas 2 tahun, libatkan mereka menyiapkan permainan.

Tempra Syrup, Atasi Demam Si Anak Aktif

IMG_20170617_213917

Ada kalanya ketika Mada terlalu kecapekan bermain dan cuaca tidak menentu, ia mengalami demam. Kalau suhu tubuhnya masih di bawah 38 derajat celsius, saya akan memberikan air mineral lebih banyak pada Mada. Nah, kalau selama 3 hari berturut-turut suhu tubuhnya tidak juga turun malah cenderung naik hingga 38 derajat celsius barulah saya langsung memberikan obat penurun panas untuk Mada. Sebaiknya ketika anak demam, pakaikan baju yang tidak tebal dan kompres hangat.

Demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala adanya suatu penyakit pada anak Anda. Demam juga muncul setelah anak menjalani imunisasi. Ketika Mada masih bayi dan ia mengalami demam, saya pilih Tempra Drops sesuai resep dari Dokter. Untuk pemberian obat sebaiknya per 8 jam sekali, anak harus diberikan Tempra Drops atau jika diperlukan per 4 jam sekali. Yang jelas, Tempra manjur untuk Mada.

tempraKetika Mada sudah berusia 1 tahun ke atas, saya pilih Tempra Syrup yang diperuntukkan untuk anak usia 1 hingga 3 tahun. Rasa manisnya membuat Mada suka. Dan, saya bisa dengan mudah menemukan Tempra Syrup di apotik dekat rumah atau minimarket. Nah, untuk anak-anak di atas 6 tahun ada juga Tempra Forte dengan dosis yang sudah disesuaikan.

Yang saya suka dari Tempra Syrup adalah tutup botolnya yang terdiri dari 3 bagian dan juga petunjuk membuka botol di dalam kemasan. Jadi enggak bakal ada ceritanya anak bisa dengan mudah membuka tutup botol Tempra. Dalam setiap 5 ml Tempra Syrup mengandung 160 ml paracetamol. Tempra Syrup bermanfaat untuk atasi demam Si Kecil dan juga mengurangi rasa sakit. Demam ? Atasi dengan Tempra Syrup, yuk

 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional

7 Resep Penuh Cinta Ayam Dingin Segar Untuk Hidangan Istimewa

ayamdinginsegar

“Perempuan itu mau setinggi apapun jabatannya di bidang yang dia geluti, harus tetap bisa bedain mana daging ayam mana daging kambing. Buka laci dapur, jangan sampai salah ambil, harusnya masak ayam dikasih jahe biar sedap, eh yang diambil malah kunyit. Berabe itu, Kak,” Kalimat penuh nasihat dari Mamah sebelum saya menikah itu memang benar adanya.

Perempuan jaman sekarang dituntut bukan hanya harus bisa multitasking dan efisien dalam mengerjakan sesuatu. Tetapi, harus tahu urusan dapur, setidaknya bisa membedakan mana jahe dan kunyit. Apalagi sekarang kan informasi begitu mudah didapatkan. Baru menikah dan kepingin masakin Ayam Lada Hitam buat Pak Suami, kayak yang ada di restoran, tinggal tanya Mbah Gugel. Bingung cara bikin kaldu ayam yang lezat ? Tinggal cari videonya di Youtube.

Nasihat lainnya dari Mamah urusan dapur adalah soal masak-memasak. Beliau bilang untuk penghematan belanja dapur, sebaiknya membeli ayam utuh, karena bisa diolah menjadi berbagai masakan dan pastinya bisa tahan disimpan di lemari pendingin. Untuk belanja ayam potong pun, saya mendapat tips jitu dari Mamah :

  1. Perhatikan kulit ayam, jika berwarna putih dan terasa lembab (tidak lengket) artinya ayam tersebut layak dibeli.
  2. Ayam yang masih segar tidak berwarna kebiru-biruan dan dagingnya pun kenyal saat ditekan.
  3. Bau tidak enak akan keluar dari ayam yang sudah tidak segar atau sudah diberi formalin.

Setelah mendapat nasihat urusan dapur dan tips jitu memilih ayam potong, selanjutnya Mamah memberi wejangan soal cara memasak ayam. “Hari gini perempuan jangan uplek di dapur aja. Harusnya kamu kudu punya quality time sama Mada eh kamu sibuk ngulek cabe di dapur. Apalagi kalau kamu lagi ribet sama kerjaan, masak ayam yang pengolahannya cepat atau bisa juga dibumbuin kuning buat stok seminggu. Pokoknya yang serba simpel tapi tetap sehat” jelas beliau. Saya manggut-manggut.

Nasihat-nasihat Mamah selalu saya praktikkan selama hampir 5 tahun menikah. Alhamdulillah, enggak pernah keteteran urusan dapur. Apalagi setelah saya tahu ada Ayam Dingin Segar yang dijual di minimarket dekat rumah. Lebih praktis. Tinggal beli untuk stok di lemari pendingin dan enggak kudu antri di tukang potong ayam di pasar. Namanya belanja di pasar untuk dapat ayam potong yang bagus itu kudu belanja pagi. Siang dikit, biasanya udah kehabisan atau tinggal sisaan ayam yang kurang baik kualitasnya.

IMG_20170603_155646

Nah, kalau Ayam Dingin Segar ini kan enggak kudu belanja pagi buta di pasar. Mau belanja siang-siang terik benderang atau menjelang after office hour, bisa-bisa saja kok. Karena, Ayam Dingin Segar ini merupakan daging ayam yang diproduksi dengan cara pembekuan. Jadi, enggak usah khawatir daging Ayam Dingin Segar yang Anda beli itu mengandung bakteri apalagi kuman. Setiap ayam produksi Ayam Dingin Segar ini disembelih di Rumah Potong Unggas dan dagingnya pun ditangani dalam keadaan dingin (suhu 0 sampai 4 derajat celsius).

Dari sekian banyak ayam yang dijual di supermarket, mengapa harus pilih Ayam Dingin Segar ?

segar

Segar

Daging ayam dari awal proses pemotongan hingga tiba di tangan Anda terjaga kesegaran dan kualitasnya. Pun, ketika Anda simpan di lemari pendingin, kualitas dagingnya tidak berubah seperti saat Anda baru pertama kali beli. Dengan penyimpanan yang tepat,  Ayam Dingin Segar bakal tahan hingga 6 bulan di dalam freezer (minus 18 derajat celsius). Untuk penyimpanan 1 hingga 2 hari, Ayam Dingin Segar tetap terasa segar jika dikeluarkan dari dalam refrigerator (kulkas) asalkan suhunya tidak lebih dari 4 derajat celsius.

praktis

Praktis.

Bukan sekali dua kali, lho saya menitip Reza adik laki-laki saya buat belanja ayam ke pasar saat weekend. Adik saya yang paling besar dan sebentar lagi menikah itu tiap akhir pekan belanja ke pasar tradisional menemani Mama. Saat weekend, biasanya pasar tradisional itu selalu penuh tumpah ruah. Alhamdulillah, rumah Mamah itu dekat. Jadi, tiap Mamah dan Reza mau belanja ke pasar selalu nge-whatsapp saya dulu. “Kak mau nitip apa ?”

Yang repot itu kalau Reza lagi dinas luar kota, siap-siap aja libur makan masakan rumah alias kudu beli makanan jadi karena enggak ada yang ke pasar. Setelah saya tahu ada Ayam Dingin Segar, anytime anywhere tinggal berangkat ke minimarket atau supermarket karena Ayam Dingin Segar mudah ditemukan. Praktis pokoknya.

serbaguna

Serbaguna

Rupanya, Ayam Dingin Segar memiliki kumpulan resep mudah serbaguna yang bisa dipraktikkan di rumah. Ini 7 resep favorit saya dan keluarga dari website Ayam Dingin Segar:

  1. Ayam Bumbu Bali
  2. Ayam Bumbu Kemangi
  3. Buffalo Spicy Chicken
  4. Ayam Krispi Taiwan
  5. Tim Ayam Jahe
  6. Onigiri Chicken Mayo
  7. Bakmi Ayam Jamur

Di bawah ini merupakan resep Buffalo Chicken Spicy yang saya praktekkan dari Ayam Dingin Segar. Bahan-bahannya mudah. Prosesnya cepat dan hasilnya pun enak.

Buffalo Chicken Spicy

Yang istimewa dari kumpulan resep ayam dari Ayam Dingin Segar yaitu ada menu ayam dari negeri sendiri seperti Ayam Bumbu Bali dan Ayam Bumbu Kemangi. Dan, ada juga menu ayam dari negeri tetangga seperti Ayam Krispi Taiwan dan Onigiri Chicken Mayo. Jadi, dalam seminggu Anda bisa menyajikan resep tradisional maupun resep internasional.

Enggak bakal ada ceritanya Anda sudah masak ayam trus dikomentarin “Kok ayam lagi, ayam lagi”. Karena, meskipun rasanya tetap ayam tetapi tampilannya beda. Dijamin Pak Suami dan keluarga tercinta makin sayang pada Anda. Syukur-syukur uang belanja dapur bisa ditambahin berkat kreativitas Anda dalam memasak.

Asyiknya lagi, Ayam Dingin Segar punya channel khusus di youtube. Jadi, buat Anda yang baru banget belajar masak, bisa mengikuti Chef Edwin Lau ini saat memasak. Video ini tentang cara membuat Ayam Masak Kemangi, favorit keluarga saya :

Yang kepingin tahu informasi seputar Ayam Dingin Segar, bisa mampir ke sini :

ayam

ttd-marso

Morinaga Allergy Week : Pentingnya Orang Tua Mendukung Anak Alergi Untuk Tetap Berprestasi

morinagaallergyweek

Seminggu sekali Mada mengikuti kelas bermain di Cilandak. Suatu hari saat acara makan siang bersama, salah satu orang tua ada yang cemas.  “Aduh, aku lupa bawa susunya Michelle. Dia kan alergi susu sapi,” ujarnya.

Saya menghampirinya. “Susu yoghurt bisa, Mi ? Mada bawa 2 botol nih,” kata saya sambil menyodorkan susu yoghurtnya Mada. Ada rasa sayuran dan ada rasa buah.

Mami Michelle menggeleng, lemas. “Enggak bisa, Ma. Si Michelle cuma cocok susu khusus alergi. Selain itu badannya suka merah gatal-gatal, kadang sorry suka muntah, penanganannya kudu lebih ekstra,” jelasnya. Saya manggut-manggut. Mamah muda satu anak itu akhirnya menelpon asisten rumah tangganya di rumah, untuk segera mengantarkan susu khusus alergi-nya Michelle.

Alergi pada anak seringkali membuat orang tua terutama Ibu cemas, seperti yang dialami Mami Michelle. Sikap cemas pada Ibu akan membuat Ibu lebih protektif pada anak. Misalnya, anak alergi udara dingin maka Ibu akan selalu melapisi anaknya dengan pakaian tebal ketika bepergian ke daerah yang dingin. Bagi orang tua yang memiliki anak alergi pada kacang pun akan senantiasa memproteksi setiap makanan yang masuk ke tubuh anaknya.

Berkaitan dengan alergi pada anak, tanggal 14 Mei 2017 lalu saya berkesempatan hadir di acara Morinaga Allergy Week 2017 : Platinum Kids Olympics yang berlokasi di Wisma Aldiron Gatot Subroto Jakarta Selatan. Dari berbagai pamflet yang beredar di sosial media, terlihat foto Astrid Tiar bersama Annabel anaknya sedang berada di lintasan lari. Platinum Kids Olympics memang merupakan acara perlombaan yang ditujukan bagi anak-anak terutama anak yang memiliki alergi. Melalui rangkaian kegiatan acara tersebut, orang tua diingatkan bahwa anak alergi pun tetap bisa berprestasi.

Di acara yang sama, saya mengikuti press conference Morinaga Allergy Week. Morinaga sebagai salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals, memiliki program World Allergy Week yang diadakan setiap tahun. Tiga narasumber yang dihadirkan antara lain :

  1. DR. Dr. Zakiudin Munasir, Sp. A (K) selaku Konsultan Alergi Imunologi Anak
  2. Dr. Rose Mini A. Prianto, M. Psi selaku Psikolog dan Konsultan Multiple Intelligence
  3. dan Dewi Anggraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals.

https://celotehbojo.files.wordpress.com/2017/05/65714-images.png?w=620

Host Choky Sitohang membuka acara sembari menyapa para undangan yang sudah memenuhi ruangan Press Conference. Selanjutnya, sesi pertama dibuka dengan hadirnya Astrid Tiar dan Annabel selaku Brand Ambassador Morinaga. Astrid bercerita tentang Anabel yang memiliki alergi susu sapi.  “Pada 1000 hari pertamanya, anak sangat membutuhkan asupan nutrisi dalam susu. Sehingga alergi terhadap susu sapi seringkali menimbulkan kebingungan bagi orang tua seperti saya. Perkenalan saya dengan brand Morinaga, telah memberikan saya banyak sekali wawasan mengenai nutrisi dan penanganan alergi,” papar Astrid.

Saat Astrid berbagi pengetahuannya seputar alergi anak di hadapan media dan blogger, Anabel terlihat penuh percaya diri mendampingi Ibunya. Tidak nampak ia sedang mengalami alergi. Justru, Anabel terlihat sehat dan penuh semangat bersama Ibunya. Tentu, hal itu tidak terlepas dari stimulasi dan dukungan Astrid pada Anabel.

Narasumber berikutnya yaitu DR. Dr. Zakiudin Munasir, Sp. A (K) -Konsultan Alergi Imunologi Anak-. Menurut Dr. Zaki, alergi termasuk penyakit karena sistem imun memiliki sensitivitas yang berlebihan terhadap protein asing yang bagi individu lain tidak berbahaya. Ada begitu banyak macam tipe alergi seperti : asma, rinitis alergi, alergi makanan, dermatitis atopik serta alergi protein susu.

“Faktor resiko berkembangnya alergi dapat berasal dari faktor genetik dengan persentase kemungkinan alergi antara 20 persen sampai 60 persen. Jika dari orang tua tidak ada bakat alergi, maka kemungkinannya antara 5 persen sampai 15 persen.” jelasnya.

01

Gambar : cekalergi.com

“Untuk mengatasi alergi anak pada protein susu sapi dapat dilakukan dengan cara memberikan ASI ekslusif pada anak. Karena, biasanya penyebab anak alergi lantaran  Ibu tidak bisa memberikan ASI pada anaknya dikarenakan suatu hal. Solusinya Ibu dapat memberikan susu yang telah diformulasikan secara khusus seperti susu protein yang telah dihidrolisis atau susu soya atau susu asam amino.” lanjut Dr. Zaki.

Kurangnya pengetahuan orangtua mengenai penanganan alergi pada anak, menjadi salah satu motivasi Morinaga untuk mengadakan kampanye Semua Dari Ingin Tau, dengan programnya yakni Platinum Kids Olympics yang terdiri dari 3 langkah yaitu :

Langkah 1 : TAU – Melalui Morinaga Allergy Week Platinum Kids Olympics

morinagayutup

“Program Platinum Kids Olympics mendukung si kecil yang alergi untuk tetap berprestasi. Antara lain, melalui aktivitas stimulasi untuk mengasah kecerdasan majemuk, yaitu kecerdasan yang menyangkut banyak bidang dalam kehidupan sehari-hari seperti kecerdasan kinestetik, visual spasial, logika matematika, interpersonal, intrapersonal, musik, linguistik, naturalis serta kecerdasan moral,” papar Dr. Rose Mini A. Prianto, Msi selaku Psikolog dan Konsultan Multiple Intelligence saat menjadi narasumber pada Morinaga Allergy Week.

Untuk deteksi awal alergi anak dapat dilakukan melalui www.cekalergi.com, yaitu laman digital yang mendukung Bunda untuk mengenal jenis alergi apa yang terjadi pada anak. Tampilan website yang user friendly tentu memudahkan Bunda dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Bahkan, terdapat laman resep makanan bagi anak yang memiliki alergi.

Dalam rangka mendukung World Allergy Week, Morinaga mempersembahkan Platinum Kids Olympics untuk membangkitkan sportivitas anak usia 5 sampai dengan 10 tahun untuk berprestasi. Disediakan 3 area untuk mendukung anak yakni :

6

Foto : Morinaga

  1. Brain Care untuk mengasah kecerdasan multitalenta
  2. Body Defense untuk memberikan pertahanan tubuh ganda
  3. Body Growth untuk mendukung tumbuh kembang optimal

Langkah 2 – CEGAH DAN ATASI – Melalui Morinaga Allergy Total Solution

Logo Allergy Total Solution (1) morinaga

Morinaga memiliki program tetap yaitu Morinaga Allergy Total Solution, yang merupakan solusi total alergi untuk anak melalui sinergi nutrisi yang tepat. Morinaga Allergy Total Solution memiliki 3 keunggulan, yaitu :

  1. Solusi nutrisi total untuk pencegahan alergi
  2. Tersedianya produk nutrisi untuk anak dari lahir sampai usia 12 tahun
  3. Sinergi nutrisi yang tepat mencakup Brain Care, Body Defense dan Body Growth.

Inovasi kandungan MoriCare+Prodiges pada produk Morinaga Allergy Total Solution mengandung probiotik yang baik untuk menurunkan gejala alergi pada anak.

Langkah 3 – SEBAR – Melalui Brand Ambassador Morinaga Allergy Week

Ki-Ka Dewi Angraeni - Dr. Zakiudin Munasir - Bunda Romi

Dok. Morinaga

“Tahun ini Morinaga juga memperkenalkan Brand Ambassador untuk Morinaga Specialties, yaitu Astrid Tiar dan anaknya Anabel yang termasuk anak alergi. Sebagai figur publik yang telah dikenal masyarakat luas, kami berharap kesadaran mengenai pentingnya pemahaman akan alergi si kecil, bisa lebih terdengar,” jelas Dewi Angraeni, Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals

Media dan blogger memiliki tugas untuk menyebarluaskan informasi yang didapat sepanjang acara berlangsung. Diharapkan setiap masyarakat dapat teredukasi dengan baik mengenai penanganan alergi secara bijak pada anak.

Bagi yang kepingin tahu seputar kegiatan Morinaga, bisa mengunjungi :

Facebook : Morinaga Platinum
Twitter     : @morinagaid
Instagram : @morinagaplatinum

produkmorinaga

Beberapa Produk Kalbe

Mengapa Perempuan Wajib Berkomunitas ?

ultahwb

Kalimat Mama yang paling sering masuk ke telinga saya setelah saya menikah adalah “Sudah menikah bukan berarti hanya uplek di dapur dan kasur, kamu harus ikut komunitas. Bebas mau ikut komunitas apa, yang jelas harus tetap bersosialisasi dan mengembangkan diri.”

Entahlah, sebagai anak tertua dan lahir dari sepasang orang tua yang dua-duanya organisator, saya justru tampil nyeleneh. Sedikitpun saya enggak tertarik berorganisasi apalagi mengikuti berbagai komunitas. Apa sih minat saya ? Saya suka menerjemahkan ide-ide kreatif yang ada di kepala menjadi sebuah tulisan, fiksi maupun non-fiksi. Kemampuan menulis yang saya punya adalah kemampuan otodidak.

Ketika Menikah dan Hidup Saya Pun Drastis Berubah

Ketika usia saya menginjak 27 tahun, saya memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang pernah menjadi teman sekelas selama 3 tahun waktu sekolah. Saya memutuskan menikah dengannya atas dasar cinta dan rasa percaya. Bahwa, meskipun latar belakang keluarga kami sangat berbeda, saya percaya perbedaan itu dapat disatukan. Saya percaya laki-laki pilihan saya dapat menjadi pemimpin yang baik bagi rumah tangga kami kelak.

Rupanya, perbedaan antara kami berdua bukan hanya perbedaan latar belakang keluarga, tetapi cara pandang tentang makna pernikahan. Konsep yang dianut Pak Gondrong adalah dalam pernikahan itu status suami adalah segalanya di atas istri dan istri wajib manut nunut pada suami, karena istri adalah milik suami. Berbeda pendapat sama artinya dengan tidak nurut. Istri yang tidak nurut adalah istri yang durhaka.

Hari-hari di awal pernikahan saya adalah hari-hari yang rasanya bukan impian setiap pengantin baru. Setiap hari saya menunggu Pak Gondrong pulang bekerja dengan rasa takut. Setelah menikah, saya baru tahu Pak Gondrong tipikal laki-laki yang mudah marah dan tersinggung. Acapkali emosinya meluap begitu saja tanpa kontrol. Kadang ia memaki dan membawa seluruh penghuni kebun binatang. Kadang, ia akan melempar barang-barang yang ada di depan matanya. Ia melakukan itu ketika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginannya atau ketika saya punya pendapat yang berbeda. Saya berpikir positif bahwa itu cara Pak Gondrong beradaptasi dengan status barunya sebagai suami.

Tiga bulan, setiap malam sebelum Pak Gondrong pulang saya selalu menyembunyikan benda-benda tajam ataupun barang pecah belah. Bodohnya, saya tidak terlatih untuk menjadi perempuan pemberontak ketika diperlakukan demikian oleh Pak Gondrong. Karena, rumah tangga orang tua saya adalah rumah tangga yang baik-baik saja. Saya tidak pernah melihat orang tua saya saling bertengkar di depan saya dan adik-adik.

Tiga bulan, saya tidak tahan menjalani rumah tangga seperti itu. Saya dengan hati-hati menceritakan kebiasaan baru Pak Gondrong pada Ibunya dan meminta solusi. Bagaimanapun setiap Ibu pasti tahu karakter anaknya. Tetapi, Ibu Mertua justru balik menyalahkan saya.

“Ah, kalau suami emosian begitu pasti sumbernya dari Istri. Kamunya aja enggak bisa ladenin suami,” atau  “Makanya kalau masak itu yang enak kayak masakan Ibu. Dasar enggak bisa merawat suami aja kamu,”

Sekali, dua kali, dan tiga kali curhat pada Ibu Mertua dan selalu disudutkan akhirnya saya berhenti curhat. Karena, tiap kali curhat, saya tidak mendapat solusi justru tambah tertekan. Saya belajar bertahan. Saya belajar introspeksi. Saya belajar memahami Pak Gondrong. Di sisi lain, saya menjadi pribadi tertutup dan rapuh.

Ketika Berkomunitas Adalah Pilihan Saya Untuk Bangkit Sebagai Perempuan

Saya mulai blogging tahun 2009 tetapi hanya sebatas curcol seputar pekerjaan dan kehidupan. Bahkan, setelah menikah saya berhenti blogging karena saya merasa tidak ada cerita menarik dalam kehidupan rumah tangga yang bisa ditulis di blog saya. Sesekali saya nge-blog ketika buku saya diterbitkan atau ketika tulisan saya dimuat di media atau saya baru saja mendapat orderan notulensi. Saya enggak mau blog saya isinya sampah curhat.

Maret 2016, saya tertarik dengan sebuah acara yang diadakan sebuah Tabloid Nova bertajuk “Menjadi Blogger Berbayar”.  Meskipun Pak Gondrong melarang saya ikut acara itu, saya keukeuh harus ikut. Setelah mengikuti acara itu, saya pun tercerahkan. Enggak hanya tercerahkan, saya pun memenangkan lomba blog yang pertama kali saya ikuti. Hadiah lombanya berupa uang tunai yang saya belikan smartphone untuk mendukung kegiatan blogging saya.

Meskipun sudah tercerahkan dan menang lomba blog, saya belum mengikuti event blogger. Saya baru sekedar join komunitas blogger ini dan itu yang rupanya begitu banyak di facebook, salah satunya Warung Blogger. Jika komunitas blogger lainnya anggotanya lebih banyak perempuan, maka Warung Blogger adalah komunitas yang terdiri dari sedulur-sedulur perempuan atau laki-laki yang hobi nge-blog.

Gambar dari Warung Blogger

Setelah bergabung dengan komunitas blogger, pelan-pelan saya mulai mengikuti event blogger. Keinginan saya itu bertentangan dengan kemauan Pak Gondrong yang menginginkan saya menjadi Istri rumahan. Saya keukeuh harus ikut, karena mulai merasakan manfaat dari mengikuti event blogger. Selain silaturahmi dengan teman-teman blogger, dapat menambah saldo atm juga.

Best Blogger Moment saya di dunia blogger adalah ketika saya bertemu dengan para perempuan tangguh, terutama mereka yang berstatus sebagai single mother. Saya belajar banyak hal dari tulisan-tulisan di blog mereka. Saya belajar menjadi perempuan yang lebih kuat.

Desember 2016 menjadi titik terendah dalam hidup saya. Domestic abuse yang saya alami rupanya bukan hanya membuat diri saya luar biasa tertekan tetapi membuat saya menjadi sosok Ibu yang keras bagi Mada. Bahkan, saya pun membutuhkan obat pereda emosi seperti Lorazepam dan sebagainya. Obat penenang yang harganya tidak murah dan saya beli pakai uang sendiri. Belum habis satu strip Lorazepam saya konsumsi, muncul pertanyaan dari diri saya sendiri : “Mau sampai kapan saya mengkonsumsi Lorazepam demi bertahan dalam pernikahan ini ? Saya harus menjadi Ibu yang sehat dan bahagia untuk anak saya satu-satunya”

Bulan ini genap 6 bulan saya berhenti mengkonsumsi Lorazepam. Alhamdulillah, pelan-pelan saya mulai menuai prestasi di dunia blogger, bahkan bisa mendaftarkan Mada di kelas Pendidikan Anak Usia Dini. Meskipun, tetap saja di mata Pak Gondrong apa yang saya kerjakan adalah “pekerjaan tidak jelas”. Biarlah.

“Ketika entah kapan, saya sudah tidak bisa mempertahankan Pak Gondrong sebagai Imam di kapal yang kami arungi ini, maka saya akan kembali pulang ke rumah orang tua saya. Pulang dengan wajah legowo, bukan pulang dengan wajah bermuram durja apalagi menambah beban pikiran orang tua”

Apapun kondisinya, seperti ucapan orang tua saya di awal pembuka tulisan ini, setiap perempuan terutama yang sudah menikah itu wajib berkomunitas sesuai minatnya. Buat apa ? Untuk mengembangkan diri, syukur-syukur bisa menjadi perempuan yang mandiri berdikari.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke-6 tahun Warung Blogger.

Perempuan #MemesonaItu Katakan Tidak Pada KDRT, Selingkuh dan Berita Hoax

avitalis

Saya tertegun menyaksikan tayangan infotainment di televisi menjelang sore hari. Kegiatan menonton televisi jarang banget saya lakukan saat langit masih terang, karena saya jarang ada di rumah sepanjang hari. Status saya di KTP memang Ibu Rumah Tangga, tetapi kegiatan saya di luar urusan domestik cukup padat. Sebagai seorang blogger profesional, saya harus rajin mengupdate ‘rumah maya’ saya. Sebagai seorang Transkriptor, saya harus siap sedia ketika klien saya membutuhkan diri saya untuk membantu tugas-tugas notulensi.

Balik ke tayangan infotainment di atas. Sebut saja namanya Mbak ES, seorang komedian sukses yang baru saja berpisah dengan suaminya. Iya, pisah. Dalam sebuah tanya jawab berbeda lokasi, host tayangan infotainment sempat bertanya bagaimana perilaku mantan suami si komedian. Sembari matanya menerawang, ia menjawab : “Suami saya itu orangnya gampang ngambek, pernah waktu itu saya belikan makanan, dan gara-gara suatu hal dia lempar itu makanan.”

Lalu, si host mengkonfirmasi pada suaminya di tempat terpisah. Si suami mengakui memang memiliki sifat mudah marah, sensitif dan maunya diperhatikan pasangan. Dan, yang lebih bikin dada saya enyessss ketika dia dengan enteng bilang “Saya memang melempar makanan yang dikasih sama ES. Harusnya dia tahu hal-hal yang bisa bikin saya marah dan tersinggung. Harusnya dia enggak ngomong begitu.”

Terlepas dari gosip rekayasa atau memang benar, tetapi kenyataanya memang kekerasan terhadap perempuan masih saja sering terjadi di Indonesia. Konsep pola asuh patriarki -dimana seorang laki-laki adalah penguasa- turut menyumbang pada tingginya tingkat kekerasan di Indonesia.

Dua tahun terakhir ini rasanya mudah sekali menemukan berita-berita seputar KDRT, perselingkuhan atau berita hoax yang terlihat nyata tapi ternyata ya bohong belaka. Perempuan yang #MemesonaItu Katakan Tidak Pada :

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

atau biasa disingkat KDRT adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (wikipedia).

KDRT telah menjadi momok menakutkan bagi setiap perempuan terutama perempuan dewasa yang belum menikah atau sudah menikah. KDRT enggak melulu menyangkut perbuatan yang melukai fisik, tetapi setiap bentakan atau ancaman yang keluar dari mulut pasangan pun berkategori abuse.

new-piktochart_22591605_0824594a156c49d58e1e88958f425aec4997243f

Tindakan KDRT tidak pernah dibenarkan dalam agama apa pun, termasuk Islam.

“Maka, disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya, kamu  bersikap keras lagi kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu …” (Ali Imran 3 : 159).

Negara dalam hal ini melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini, wanita memiliki kekuatan untuk melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan pasangannya. Jadi, jangan takut laporkan!

Selingkuh

Image result for selingkuh

Photo credit : Madjongke

Setiap perbuatan selalu ada resikonya, apalagi di era digital seperti sekarang ini. Orang bisa dengan mudah menggunggah apapun ke dalam media sosial. Kadang ada hal positif yang bisa diambil, kadang berita yang melintas cukup dijadikan bacaan ringan di saat senggang.

Beberapa waktu lalu, viral berita tentang curhat seorang istri yang sedang hamil dan  memposting tentang suaminya yang selingkuh dengan teman kantornya. Hubungan selingkuh itu dilakukan terang-terangan dengan memposting foto kebersamaan duo pasangan selingkuh di sosial media. Netizen langsung mengecap perempuan yang tega merebut suami orang itu dengan sebutan pelakor (perebut laki orang). Apes ya.

Jauh-jauh deh dari selingkuh.

Berita Hoax

Image result for berita hoax

Acung ayo siapa yang rajin nge-share berita dari timeline tanpa disaring dulu ? Era serba digital, informasi begitu mudah didapat. Banyak beredar video-video yang kadang kurang etis muncul di timeline. Contohnya, video atau gambar tentang kejadian kecelakaan di suatu tempat. Banyak juga berita-berita hoax yang terlihat fakta, tapi nyatanya hanya rekaan.

Jadi, think twice sebelum menekan tombol ‘bagikan ke public’. Menjadi netizen yang cerdas teramat sangat diperlukan di era digital ini.

Perempuan #MemesonaItu enggak selalu sempurna, tetapi dia tahu kapan waktunya berkata TIDAK dan kapan waktunya katakan IYA. Dan, pastinya perempuan #MemesonaItu tahu mana wewangian yang cocok untuk karakter dirinya.

Aku dan Si Hijau Vitalis Body Scent Belle

Sebagai perempuan yang bekerja di rumah, bukan berarti berpenampilan ala kadarnya dan kucel ya. Ritual saya setiap pagi setelah bangun tidur adalah langsung mandi, memakai baju yang rapi dan enggak lupa mengoleskan bedak dan lipstik tipis. Yang paling penting dari seluruh ritual pagi itu saya kudu menyemprotkan wewangian yang enak buat penunjang mood juga.

Untuk wewangian, saya pilih Vitalis Body Scent Belle yang botolnya berwarna hijau. Saat saya membeli di hypermarket, Mbak SPG-nya bilang : “Ini yang terbaru dari Vitalis,” dan ketika saya mencoba testernya saya langsung suka sama aroma citrusnya. Lembut tapi segar. Perpaduan wangi citrus dengan floral, fruity, green, woody dan musky sudah cukup untuk menambah rasa percaya diri saya dan nyium wanginya aja nambah level happy saya lho. Dan, yang terpenting adalah Vitalis Body Scent Belle aromanya nempel sepanjang hari. Jadi, enggak perlu semprot berkali-kali biar tubuh wangi.

Kalau saya sudah cling gitu, saya lanjut mengerjakan pekerjaan domestik sembari mengurus Mada. Kegiatan seperti menyuapi Mada atau menemaninya makan, memandikan Mada hingga menemaninya main saya lakukan setiap hari sebelum mengerjakan orderan transkrip atau meng-update laman blog pribadi saya.

Kalau kamu pilih mana, Mak ?

 

#MemesonaItu

Bagaimana Menjaga Hati Di Era Serba Digital ?

herbadrink

“Jagalah hati jangan kau kotori, Jagalah hati lentera hidup ini, Jagalah hati jangan kau nodai, Jagalah hati cahaya Illahi” lantunan lagu religi itu berkumandang dari sebuah gadget ketika saya sedang mengantri di antara pengunjung coffee shop yang baru saja buka. Saya menoleh pada si empunya ringtone religius itu. Seorang laki-laki brewokan dengan panjang rambut sebahu yang jemari kanannya tak lepas memegang tasbih digital.

Lagu tentang menjaga hati itu sempat populer pada tahun 2000an. Dan, liriknya tetap makjleb sampai sekarang. Apalagi di era serba digital ini katanya justru bikin orang gampang baper. Ada orang posting foto makanan di sosial media, langsung baper dan ngedumel di status. Ada pasangan keluarga muda yang hobi selfie tiap kali jalan-jalan, kadar baper Anda pun langsung meningkat berlipat ganda. Orang yang pertama Anda jadikan sasaran kebaperan yaitu Pak Suami. Karena, sekarang eranya serba digital, lebih mudah berkirim pesan ke Pak Suami via whatsapp komplit dengan emoticonnya. Enggak kudu kirim surat lewat burung merpati.

“Papih ini gimana sih, tiap hari pergi pagi pulang pagi, kapan dong kita ke travelling ? Orang-orang udah pada ke Perancis, kita masih aja liburan ke Ciamis lagi, ke Ciamis lagi”

Belum selesai Pak Suami membalas karena dia sedang rapat, Anda pun langsung menghujani dengan ke-baper-an versi lainnya.

“Please ya Pih, next time kita pepotoan muka papih tuh jangan kaku. Sekali-kali aku dirangkul kek atau digandeng kek kayak orang-orang. Papih gak romantis, payah !”

Kalau Pak Suami tipe penyabar, palingan hanya kasih respon berupa pesan singkat “Sabar ya Mih, doakan aku rezekinya lebih baik” atau mungkin hanya kasih emoticon jempol. Sesekali sih enggak apa, lain cerita kalau dalam seminggu Anda sering ngomel gara-gara hati Anda sering bergemuruh setelah online.

Menjaga hati itu penting pake banget, jangan sampai gara-gara sering baper di sosial media, hubungan Anda dan pasangan menjadi renggang. Atau, parahnya teman-teman menjauhi Anda gara-gara kadar baper Anda terlalu tinggi. Supaya hubungan dengan pasangan tetap awet dan Anda tetap dikelilingi teman-teman yang baik, ini lho 3 kiat mudah menjaga hati di era serba digital :

1. Gali potensi diri

https://i2.wp.com/www.fabulistas.com/wp-content/gallery/gender-reveal-party/women-crafting-evening-pinatas-bloggers.jpg

Photo Credit : Fabulistas

Cara mudah untuk mengurangi sirik yaitu berusaha mengetahui potensi diri. Apa hubungannya ? Ada dong. Seringkali orang yang sirik dan baper, karena dia enggak tahu potensi dirinya. Padahal, kenal sama potensi diri memiliki banyak manfaat.

Misalnya, ketika kita punya minat menulis, bisa menyalurkan kegiatan menulis dengan mengikuti komunitas. Syukur-syukur dari kegiatan menulis itu teman Anda bertambah, wawasan terbuka dan bisa mendulang prestasi dan uang. Kalau sudah begitu, boro-boro sempet baper ya, karena otak sudah fokus tugasnya : gali potensi diri.

2. Bersyukur

https://i1.wp.com/www.virtuesforlife.com/wp-content/uploads/2009/11/Grateful-Woman.jpg

Photo Credit : Ciertueslife

Kunci hati yang bahagia adalah banyak bersyukur. Menurut Quraish Shihab, ada 3 cara bersyukur yaitu bersyukur dengan hati, lidah dan perbuatan. Semakin sering kita bersyukur, Tuhan akan menambah nikmat kita.

Orang tua saya sering bilang, ketika hati sedang sedih, galau dan tak menentu coba deh samperin kotak amal yang ada di depan mata Anda. Ucapkan bismillah dan sisihkan beberapa lembaran uang yang ada di dalam dompet. Insya allah, ada perasaan lega. Dan, rasa syukur pun muncul.

Enggak nemu kotak amal ? Ah, bisa nyoba sedekah online via transfer, sis.

3. Membiasakan diri minum minuman herbal

Setelah menjaga hati dengan cara menggali potensi diri dan banyak bersyukur, selanjutnya menjaga hati dengan membiasakan diri minum minuman herbal. Hari gini ya mudah banget menemukan berbagai minuman soda atau minuman-minuman yang terlihat enak tetapi akan berdampak pada kesehatan hati kita.

Mamah saya paling rajin mengingatkan 6 anaknya termasuk saya untuk senantiasa banyak minum air putih minimal 8 gelas sehari dan mengasup minuman sehat. Tiap kali mampir ke rumah Mamah, beliau selalu membuatkan saya minuman sehat entah berupa jus buah atau teh yang dicampur bahan-bahan alami seperti sereh, jahe atau seledri. Kebiasaan Mama ini tentu menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu tiap kali kami berkumpul sekeluarga.

Suatu hari ketika saya sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah event, handphone saya berbunyi. “Kak, nanti titip beliin temulawak ya, Mama mau bikin ramuan temulawak” kata Mama. Di seberang handphone terdengar suara Mada memanggil-manggil nama saya.

“Temulawak ? Untuk apa ya Mah ?” tanya saya, balik.

“Semalam Onti pulang dari kantor katanya enggak enak badan. Mama kerokkin badannya merah-merah. Masuk angin. Dia kan seminggu ini begadang terus, pulang pun larut malam,” kata Mama.

Saya manggut-manggut ber-ohhh. “Yowes nanti mampir ke Carrefour sekalian belanja keperluan Mada,”

Di Carrefour, setelah saya memilih-milih barang keperluan Mada seperti baby powder, sabun dan pasta gigi, selanjutnya saya menuju ke Groceries. Ketika saya melewati rak minuman, seorang SPG menawarkan satu kotak kuning Herbadrink Sari Temulawak.

“Silakan dicoba Bu, Herbadrink-nya” kata SPG itu menghampiri saya. Ada beberapa gelas kecil minuman dengan warna yang berbeda. “Ini Herbadrink ada berbagai rasa, ada Sari Jahe, Kunyit, Kunyit Asam Sirih, Chrysanthemum, Beras Kencur, dan Sari Temulawak.”

Saya tertarik mengambil gelas berwarna kuning yang berisi Sari Temulawak dan langsung meneguk tandas. Segar. Wah, Sarah dijamin bakalan doyan kalau rasa minuman herbalnya enak gini, batin saya.

“Untuk yang Sari Temulawak ada 2 pilihan rasa, yang satu dengan gula dan satu lagi Sugar Free. Yang Ibu tadi cobain itu yang dengan gula,” jelas Mbak SPG.

“Saya pilih Sari Temulawak, yang pakai gula dan bebas gula,”

Mbak SPG menunjukkan rak minuman yang ada Herbadrink. Saya cukup terkejut melihat harganya yang cukup murah untuk sebuah minuman herbal. Satu kotak Herbadrink Sari Temulawak dibandrol dengan harga Rp 9750. Untuk varian rasa yang lain paling mahal ya tetap murah, di bawah Rp 12,000. Dalam satu kotak Herbadrink, ada 5 sachet yang disertai dengan informasi di setiap sachet-nya.

IMG_20170519_170159

Tiba di rumah, Mama sempat kaget mendapati titipannya bukan dalam bentuk temulawak yang buat digerus-gerus, tetapi minuman herbal serbuk.

“Ini lebih praktis daripada Mama kudu gerus-gerus dulu temulawak. Tinggal seduh air panas atau air dingin. Tangan Mama juga enggak kuning pekat. Manfaatnya sama seperti temulawak yang biasa Mama gerus itu,”

Saya membuatkan Sari Temulawak dingin untuk Mama dan Sari Temulawak hangat untuk Sarah dan saya sendiri. Saya yang rajin begadang mengerjakan orderan pun wajib menjaga kesehatan hati nih.

Jadi, sekarang udah tau dong ya cara menjaga kesehatan hati di era serba digital ?

 

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Cheria Travel Wujudkan Impian Jelajah Pulau Eksotis Bersama Pasangan Halal

cheria

Tiga bulan sebelum menikah, Juli 2012. “Bunn, kalau kita udah jadi pasangan halal, aku mau ajak kamu ke kilometer 0 di Sabang,” ujar Pak Gondrong dengan mimik muka serius. Mata saya berbinar. Saya menggangguk mendengar ucapan calon suami saya. Selama kami pacaran memang enggak pernah pergi-pergi jauh layaknya pasangan lain, palingan ya muter-muter Jakarta thok. Orang tua saya memang sangat strict urusan pacaran. Jadi, biarpun calon suami saya ini Ketua komunitas motor ya selama 3 tahun kami pacaran lebih banyak di rumah.

Hati saya berdesir-desir membayangkan calon suami akan mengajak jalan-jalan yang tujuannya enggak tanggung-tanggung, Kilometer 0 di Sabang Aceh. Antara senang dan entah bisa apa enggak. Wong, kondangan naik motor ke Bekasi aja saya mabok di jalan. Keliyengan gara-gara kepanasan lah. Atau, yang pegel duduk di atas jok motor tua jepang. Gimana kalau touring motor ke Aceh ?

 

1924031_1103229749406_212723_n

5115_1076779248160_7889760_n5115_1076779208159_3459220_n

Waktu pun berlalu. Setelah kami menikah, impian itu terpendam karena bengkel motor Pak Gondrong selalu ramai pengunjung. Hari liburnya hanya hari Jumat. Itupun kadang dipergunakan untuk istirahat di rumah demi mengumpulkan tenaga untuk bekerja saat weekend. Ketika uang sudah terkumpul untuk mewujudkan impian kami, ah saya rupanya positif hamil muda dan mengalami flek. Selama 3 bulan kehamilan pertama saya harus bedrest.  Hal yang sama terulang ketika saya hamil anak kedua, yaitu satu bulan pasca kehilangan anak pertama.

Alhamdulillah, Mada anak saya yang kedua Juni besok genap 3 tahun. Saya ingin mewujudkan liburan lebaran pergi ke Kilometer 0 dan jelajah destinasi Pulau Weh bersama Pak Gondrong dan Mada.

Mengapa Harus Ke Pulau Weh ?

pulauweh

Foto milik sudutpandangprod.blogspot.com

  1. Buat seorang bikers atau anak motor, pergi ke tempat-tempat bersejarah dan unik di Indonesia wajib hukumnya untuk menumbuhkan cinta tanah air. Setelah Pak Gondrong berkeluarga, rasanya enggak afdol kalau saya dan Mada hanya mengenal Pulau Jawa.
  2. Pulau Weh merupakan titik paling barat di Indonesia. Bagi wisatawan yang datang ke Monumen Kilometer 0 yang terletak di Sabang Pulau Weh, akan mendapatkan sertifikat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang. Tentu hal ini akan menjadi pengalaman menarik.
  3. Sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang merupakan pelabuhan sangat penting bagi saudagar dan bangsa Belanda. Bahkan, mengalahkan Pelabuhan Singapura.
  4. Terdapat banyak tempat bersejarah pada zaman dahulu dan menjadi cikal bakalnya Asrama Haji pada masa kolonial, yaitu di Pulau Rubiah yang terletak Desa Iboih. Saya sempat menonton tayangan Pulau Rubiah di televisi. Di lokasi, nampak sisa bangunan asrama haji pada zaman Belanda. Jamaah haji Indonesia yang mau berangkat dan pulang wajib dikarantina di Pulau Rubiah.
  5. Di Pulau Weh, banyak pantai eksotis dengan airnya yang biru jernih lengkap dengan biota laut. Ada Pantai Iboih yang memiliki gunung berapi di bawah permukaan laut, lalu Pantai Anoi Item yang memiliki pasir berwarna hitam, ada juga Pantai Sumur Tiga yang memiliki tiga sumur air tawar. Kemudian, ada Pantai Gapang yang disebut-sebut sebagai tempat wisata paling sempurna di Pulau Weh. Selain pantai, Pulau Weh juga memiliki  Danau Aneuk Laot yang menjadi sumber PLTA di Pulau Weh dan Air Terjun Pria Laot dimana kita bisa berenang sambil merasakan “fish spa”.
  6. Ingin merasakan sensasi kulineran Aceh langsung di tempat asalnya. Selama ini kan, tiap kali saya makan Mie Aceh atau nyemilin Kue Timpan kudu ke Warung Mie Aceh Pidie 2000 yang ada di Margonda Depok. Atau, kepingin Rujak Aceh yang enak ada di Ground Terminal Blok M Jakarta Selatan. Di Pulau Weh pasti lebih mudah menemukan 3 makanan tersebut dengan cita rasa yang lebih otentik. Bonusnya, ketemu kuliner yang hanya ada di Pulau Weh seperti Sate Gurita atau Ungkot Keumamah (semacam suwiran ikan tuna pedas).
Nah, untuk bisa mewujudkan impian kami, tentu tidak bisa sembarang memilih biro travel. Apalagi tujuan destinasi liburan lebaran kami adalah Serambi Mekah. Tentu harus pilih biro travel yang mengedepankan unsur halal dari segi apapun. Dari teman-teman yang rajin travelling, saya baru tahu ada istilah wisata halal dan saya direkomendasikan menggunakan Cheria Halal Holiday dari Cheria Travel.
Cheria Halal Holiday tidak hanya menyediakan perjalanan wisata halal di Pulau Weh dan tempat-tempat eksotis di Indonesia. Untuk persiapan liburan akhir tahun, bisa dong ya melirik paket tour wisata lainnya ke Negara-negara di berbagai belahan dunia. Contohnya,  Paket Tour Wisata Halal Bangkok atau Paket Tour Wisata Halal Beijing. Di dua negara yang saya sebutkan barusan, agak sulit ya menemukan makanan halal kecuali bersedia repot hunting sendiri. Dengan Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia, wisata halal kemanapun destinasi Anda dapat terwujud sempurna.

Saya sempat penasaran dengan konsep wisata halal yang diusung Cheria Halal Holiday dari Cheria Travel.  Apakah wisata halal adalah wisata yang benar-benar syar’i atau konsep halal itu hanya ada di makanan dan minuman yang disediakan ? Di website Cheria Travel, disebutkan Cheria Halal Holiday Dukung Fatwa MUI Terkait Wisata Syariah. Saya tuliskan beberapa poin penting dari Fatwa MUI NOMOR 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah berikut ini :

jjj

1. (Poin pertama) Destinasi Wisata Syariah adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas ibadah dan umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan yang sesuai dengan  prinsip syariah.

jj

2. (Poin lima) Hotel syariah tidak boleh menyediakan fasilitas hiburan yang mengarah pada kemusyrikan, maksiat, pornografi dan/atau tindak asusila;

jjj
3.(Poin enam) Ketentuan terkait wisatawan menjaga kewajiban ibadah selama berwisata

jjj

4. (Poin tujuh) Destinasi wisata wajib memiliki :

  • Fasilitas ibadah yang layak pakai, mudah dijangkau dan memenuhi persyaratan syariah;
  • Makanan dan minuman halal yang terjamin kehalalannya dengan Sertifikat Halal MUI
  • Menyediakan fasilitas, peralatan dan sarana yang memadai untuk pelaksanaan ibadah, termasuk fasilitas bersuci
5. (Poin delapan) Ketentuan Spa, Sauna dan Massage :
Terapis laki-laki hanya boleh melakukan spa, sauna, dan massage kepada wisatawan laki-laki; dan terapis wanita hanya boleh melakukan spa, sauna, dan massage kepada wisatawan wanita;

jjj

Dengan membaca poin-poin dari Fatwa MUI, perjalanan wisata kemanapun bersama Cheria Halal Holiday dijamin aman dan nyaman. Jadi, enggak perlu waswas ya jadwal sholat wajib bakal libur gara-gara menyusuri Tembok China yang sangat panjang. Begitu juga saat mengikuti wisata 5 hari 4 malam di Pattaya Bangkok. Enggak bakal deh ketika lapar melanda trus nyasar ke kafe atau bar yang banyak terlihat di Pattaya. Untuk membedakan makanan halal atau tidak di Bangkok, cukup lihat tanda di papan restoran atau gerobak. Kalau ada lambang bulan sabit dan bintang dijamin halal. Tour guide Cheria Halal Holiday pastinya sudah tahu betul tempat makan enak dan halal.

Siapa mau coba ?


Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata