Keuangan

Sun Life Edu Fair 2017 : Dari Hunting Sekolah Berkualitas Hingga Menyiapkan Asuransi Untuk Anak

sun

Pekan lalu tepatnya pada Sabtu (21/10), saya bersama teman-teman blogger menghadiri Sun Life Edu Fair 2017 di Kota Kasablanka. Acara ini merupakan pameran edukatif tahunan yang digelar selama 3 hari untuk keluarga muda Indonesia. 20 sekolah formal dan 5 sekolah non-formal berkualitas di Jakarta turut menyemarakkan acara yang berlangsung mulai 20-22 Oktober 2017.

“Sun Life Edu Fair 2017 merupakan wujud nyata komitmen serta kontribusi kami dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki perencanaan keuangan terutama untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya,” jelas Elin Waty, Presiden Direktur PT. Sun Life Financial Indonesia.

Saat saya datang di hari Sabtu, hampir di setiap booth yang digelar oleh peserta pameran semuanya penuh. Bahkan, area kursi di depan panggung utama pun penuh. Saya berkeliling di area utama, mampir ke sekolah-sekolah yang membuka booth tematik. Ada yang menggunakan tema kantor pos, pom bensin, rumah sakit dan sebagainya. Nampak terlihat para orang tua yang mencari informasi sekolah-sekolah untuk anaknya. Sebagian mencari informasi asuransi pendidikan untuk anak.

Asyiknya, Sun Life Edu Fair juga menyediakan area playground untuk anak. Jadi, orang tua bisa saling bergantian menjaga anak sekaligus mendapatkan berbagai informasi melalui talkshow yang diadakan di panggung utama.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pada acara ini, Sun Life juga meluncurkan Bright Education (www.brightedu.co), yaitu portal informasi yang menampilkan 25 profil sekolah di Jabodetabek sesuai minat anak.

sun1

sun2

4 fitur penting pada Bright Edu antara lain :

  1. Fitur Sekolah, berisi daftar sekolah terbaik di Jabodetabek dengan informasi lengkap
  2. Fitur Perbandingan, melalui fitur ini orang tua bisa memilih sekolah mana yang diminati
  3. Fitur Kalkulator, melalui fitur ini orang tua dapat menghitung biaya pendidikan selama anak sekolah serta membantu menyusun perencanaan keuangan sejak dini
  4. Fitur Artikel, melalui fitur ini orang tua dapat mendapatkan informasi seputar dunia pendidikan, anak dan perencanaan keuangan

Bagi Anda yang masih bingung, tahun depan mau menyekolahkan anak dimana atau bagaimana cara mencari asuransi pendidikan anak yang baik, bisa mampir ke www.brightedu.co.

ttd-marso

Iklan

5 Cara #MakinGampang Klaim Asuransi Kendaraan Di Era Digital

makingampang

“Mbak Ayya, aku agak telat nih. Mobilku ada masalah di jalan,” kata klien saya suatu siang. “Is it okay for you ?” Ia meminta persetujuan. Saya yang sudah tiba duluan di tempat meeting langsung meng-iyakan. Toh, lokasi kami bertemu untuk membahas project transkrip ini cukup nyaman. Saya bisa menunggu sembari meng-update blog.

Setengah jam kemudian, klien saya tiba. Ternyata mobilnya keserempet motor. Kabar baiknya, mobilnya sudah diasuransikan. Yang membuat dirinya cemas adalah ini pengalaman pertamanya mengurus klaim asuransi. Dari beberapa informasi temannya yang pernah berurusan dengan asuransi mobil, agak berbelit prosedur klaim, tak jarang malah ditolak.

Saya mendengarkan dengan penuh seksama. Tiba-tiba saya langsung teringat pengalaman seorang teman yang mudah meng-klaim asuransi mobilnya. Ia juga sempat menjelaskan penyebab seringnya klaim asuransi mobil ditolak, diantaranya :

  1. Dokumen tidak lengkap (fotokopi SIM dan STNK, fotokopi polis asuransi, formulir pengajuan klaim, surat keterangan polisi untuk kecelakaan berat dan bukti foto kejadian)
  2. Lewat batas waktu. Untuk meng-klaim asuransi mobil sebaiknya dilakukan segera, maksimal 3 x 24 jam.
  3. Kerusakan akibat disengaja. Misalnya, mobil dibuat penyok agar terkesan mengalami kecelakaan. Mobil sengaja menerjang banjir sehingga mobil akan mengalami water hammer alias mesin mobil kemasukan banyak air.

Dari teman saya itu, ia menjelaskan juga sekarang ini sudah ada asuransi kendaraan bermotor yang mudah klaim dan banyak manfaatnya bagi pemilik asuransi, yaitu Garda Oto  dari Asuransi Astra. Siapa sih yang enggak tahu Garda Oto ? Bagi yang sering melewati jalan Cilandak raya menuju Lebak Bulus pasti tahu dong gedung yang punya ciri khas logo smile di bagian atas jendela gedung. Truk dereknya pun mudah dikenali saat menderek mobil yang bermasalah di jalan.

Asuransi Astra merupakan anak perusahaan Astra International Tbk. yang bergerak di bidang asuransi umum. Berdiri sejak 12 September 1956, Asuransi Astra terus berinovasi dalam memberikan layanan pada pelanggan. Salah satunya dengan meluncurkan layanan Garda Oto Digital pada 10 Oktober 2017 di Ciputra Artpreneur Jakarta.

gardaoto

Garda Oto Digital menjadi jawaban untuk asuransi kendaraan bermotor yang #MakinGampang Klaimnya dan banyak bonusnya di era digital. Ini lho beberapa alasan Garda Oto Digital bikin hidup Anda #MakinGampang :

  1. Beli polis asuransi bisa melalui online di http://www.gardaoto.com
    gardaoto3

     

  2. Mudah memilih lokasi klaim atau home surveygardaoto4
  3. Ada layanan antar jemput kendaraan
    gardaoto5
  4. Layanan 24/7 setiap harinya bikin urusan klaim #MakinGampang
    gardaoto6
  5. Dengan Garda Oto Mobilcare, #MakinGampang pantau status klaim asuransigardaoto8
  6. Beli asuransi Garda Oto Digital, banyak bonusnya

gardaoto2

Bagi yang tinggal di luar Jakarta dan berminat membeli polis Garda Oto, bisa dilakukan melalui Garda Oto Digital. Khusus pelanggan di Jakarta, bisa menggunakan Home Survey dan PDS (Pickup Delivery Service).

Sejarah Asuransi Astra sudah dijelaskan di atas plus manfaat dari layanan Garda Oto Digital juga sudah diketahui, pertanyaannya : “Gimana cara beli polis asuransinya Mbak ??”.  Tentunya mudah seperti infografis di bawah ini.

Cara Membeli Polis Asuransi di Garda Oto Digital(1)

Supaya polis kita segera ditindaklanjuti, sebaiknya lakukan pembayaran full supaya nantinya petugas dari Home Survey bisa langsung men-survei ke rumah atau melalui cabang Garda Oto terdekat. Nah, kalau sudah beli polis, selanjutnya apakah bakal ribet untuk mengurusi klaim seperti yang dialami klien saya ? Dengan slogan #MakinGampang, pelanggan bisa mengajukan klaim melalui online. Ada 2 cara untuk klaim, yaitu melalui website GardaOto.com atau aplikasi Garda Oto Mobile Care yang bisa diunduh free di playstore.

gardaoto9

Jadi, kenapa harus pilih asuransi yang prosedurnya ribet kalau ada Garda Oto Digital yang #MakinGampang klaimnya ? Untuk informasi lengkap tentang Garda Oto Digital bisa cek langsung di gardaoto.com.

ttd-marso

Dear Ibu Millenials, Lakukan 3 Tips Ini Agar Terhindar Dari Middle Income Trap

kebsinarmas

Saat Lebaran 2017, timeline saya mendadak penuh dengan para Ibu yang posting foto Outfit Of The Day (OOTD) dengan nuansa pastel bunga-bunga dari sebuah brand muslim yang sedang naik daun. Ada yang hanya menggunakan produk scarf dari brand tersebut. Ada juga yang from head to toes. They were so gorgeous in that modest wear. Apalagi mengingat harga satu produk scarf yang dipakai itu paling murah Rp 300 ribu. Dan, harga rata-rata untuk koleksi busana brand yaitu di atas Rp 700 ribuan. Sungguh, saya dibuat berdecak kagum.

Satu bulan berikutnya, lagi-lagi timeline saya ramai dengan produk brand tersebut. Bedanya, hashtag yang dipakai bukan #stylewithbrandxxx tetapi #prelovedxxx alias barang yang dipakai saat Lebaran itu dijual sebagai barang second. Tak sedikit yang menjual barang preloved branded tersebut dengan harga sangat murah. Entah alasannya apa, yang jelas fenomena tersebut menjadi perbincangan hangat para netizen.

Sekarang ini, teknologi bukan hanya memudahkan manusia tetapi menjadi wadah kaum muda untuk unjuk diri di sosial media. Lagi ngopi di kafe yang sedang nge-heits, langsung upload foto. Lagi antri hunting sepatu branded yang diskon 80 persen, langsung cekrek upload. Lagi staycation bersama anak dan suami, langsung cuss cekrek upload. Pokoknya people trying hard to impress their follower in social media. Memang enggak semuanya posting foto buat pamer di sosial media, but half of us, errrr right ?

aaa

Berkaitan dengan urusan keuangan, Kumpulan Emak Blogger (KEB) bersama Sinarmas MSIG Life mengadakan Talkshow “Smart Mom, Protect Your Family SMiLe” pada tanggal 9 September 2017. Sebanyak 50 peserta yang semuanya adalah perempuan hadir memenuhi ruang meeting di JSC Hive Coworking Space Kuningan Jakarta. Mengapa harus perempuan ? Karena, dari data survei Otoritas Jasa Keuangan banyak perempuan di Indonesia belum melek literasi keuangan. Padahal, perempuan memiliki peranan penting sebagai pengatur neraca keuangan di rumah.

Talkshow tersebut menghadirkan 2 narasumber ahli yaitu Mas Aakar Abyasa Fidzuno (CEO/Founder of Jouska Financial) dan Ibu Vera Itabiliana, S.Psi (Pakar Psikolog Anak & Remaja). Turut hadir pula Bapak Suwandi Sitorus selaku Section Head of Training Insurance Sinarmas MSIG Life yang sempat memberikan kata sambutan di awal acara.

Sesi selanjutnya dibuka dengan pertanyaan dari Mas Aakar Abyasa. “Ibu- ibu siapa yang di rumah punya prinsip uangku uangku, uangmu uangku ?” Satu dua tiga dan hampir setengah dari jumlah peserta mengacungkan tangan. Mas Aakar tersenyum simpul. Ia sempat bertanya pada Mak Irma Senja mengenai alasannya memiliki prinsip seperti itu.”Hati-hati lho Ibu-ibu. Kalau punya prinsip keuangan begitu, nanti siap-siap dicerai dan dapet limpahan hutang dari suaminya”. Seketika ruangan pun senyap.

kebsinarmasmsiglife

1

Menurut Mas Aakar,  dalam berumah tangga sebaiknya suami istri saling terbuka. Berapa jumlah uang yang masuk dan yang keluar.  Urusan membuat asuransi, seorang Ibu pun harus cerdas. Jangan sampai Ibu salah pilih asuransi bahkan enggak tahu nama tertanggung yang tercantum. Akibatnya fatal. Saat tiba waktunya klaim asuransi, malah enggak bisa dipakai kan. Apa yang disebut Mas Aakar memang benar nih. Pekerjaannya sebagai Financial Adviser di -Jouska Financial- perusahaan yang ia dirikan ini banyak bersinggungan dengan dunia keuangan masyarakat urban Jakarta.

Menurut pembagian penghasilan, kelas sosial di Indonesia dibagi menjadi tiga. Pada urutan paling bawah yaitu kelas berpenghasilan rendah, lalu ada kelas menengah yang dibagi lagi menjadi kelas menengah bawah dan kelas menengah atas dan kelas atas. Dari data Boston Consulting Group, yang disebut kelas menengah yakni orang-orang yang berpenghasilan di atas 6 juta. Fenomena Middle Income Trap ini ada di kelas menengah. “Duit naiknya cuma seberapa, gaya hidup ikutan naik. Yang penting bensin, nongkrong dan ngopi aman semua. Tetapi kelompok ini rendah edukasi keuangan” kata Mas Aakar.

Ciri-ciri lainnya dari Middle Income Trap ini, “Usia 20 tahun giat bekerja, di usia 30 tahun mulai nyicil rumah atau mobil, tapi saat usia 50 tahun malah nyari menantu kaya” seloroh Mas Aakar, disambut cengiran peserta Talkshow. Hal tersebut dilakukan lantaran ketika usia 50 dan sudah waktunya pensiun, justru dibuat cemas pada masa depan keuangan anaknya.

Nah, trus gimana solusinya biar enggak masuk ke kelompok Middle Income Trap ? Susah-susah gampang sih, apalagi kalau sudah jadi kebiasaan. Tetapi, Ibu cerdas pastinya wajib dong melindungi keluarganya dari fenomena ini. Mas Aakar Abyasa memberikan solusi :

IMG_20170909_110840

Dok. pribadi/ Mas Aakar Abyasa

1. Current Financial Statement

Pada tahap ini, cek neraca pemasukan dan pengeluaran termasuk cicilan hutang. Mas Aakar sempat menjelaskan untuk mengetahui jumlah pemasukan pasti suami, dapat dilihat dari rekening koran. Istri pun harus tahu status rumah yang dimiliki, apakah sudah memiliki surat atau justru hanya memiliki girik seperti kasus klien Mas Aakar. Rumahnya mewah seharga 6 milyar tetapi tidak memiliki surat Tanah.

2. Risk Profile

Cek juga investasi apa saja yang dimiliki suami. Para suami penganut paham konservatif hidupnya go with the flow alias mengandalkan kondisi ekonomi yang ada. Padahal, investasi itu penting untuk mempersiapkan masa depan keluarga.

3. Goals

Tentukan goals Anda di masa depan mau seperti bagaimana. Apakah bertahan dengan status Middle Income atau naik kelas menjadi kelompok Wealthy People alias horang kaya. Mas Aakar menyebutkan, kelompok Middle Income bisa banget menjadi Wealthy People. Kuncinya, menggunakan uang sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Wealthy people ini kelompok orang-orang yang sudah terbebas dari masalah keuangan. Besok mereka mau liburan ke Lombok ya tinggal packing, enggak perlu nyari tiket kereta api diskonan apalagi berburu tiket pesawat murah.” Siapa yang mau jadi wealthy people ? Saya mau ngacung tangan duluan ah.

“Kalau Ibu-ibu ini sanggup menjadi member gym, harusnya sanggup punya asuransi lebih dari satu. Yang terpenting itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi dana pensiun dan asuransi pendidikan buat anak. Pokoknya, pemasukan naik, bukan naikin gaya hidup tetapi perbanyak investasi keuangan,” tutup Mas Aakar.

kebsinarmas

Pentingnya Memiliki Asuransi

Nah, kalau urusan asuransi, Ibu Millenials dapat melirik Asuransi Sinarmas MSIG Life yang memiliki pilihan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga masa kini. Siapa sih yang enggak tahu Sinarmas MSIG Life ? Asuransi yang memiliki ciri khas warna merah ini sudah ada sejak 14 April 1985, dengan nama PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia (PII). Sempat beberapa kali berganti nama, hingga akhirnya menjadi PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (juga dikenal sebagai Sinarmas MSIG Life SMiLe).

Tahun 2013, untuk meningkatkan brand awareness, Sinarmas MSIG Life memperkenalkan brand SMiLe pada masyarakat. Di tahun berikutnya, SMiLe diganjar berbagai penghargaan dan dinobatkan sebagai Digital Brand of the Year 2015 Terbaik Ke-3 oleh Info Bank. SMiLe terus berinovasi melalui produk-produknya termasuk menjadi bagian dari kegiatan Pemerintah dalam mengedukasi kaum perempuan tentang literasi keuangan, salah satunya melalui acara “Smart Mom, Protect Your Family SMiLe”.

Saya pribadi sudah memiliki asuransi untuk Mada sejak saya hamil. Ketika Mada harus dirawat di rumah sakit selama seminggu, saya tinggal membubuhkan tanda tangan di meja kasir dan bebas memilih kamar. Kini, asuransi yang sudah ada menjadi investasi kami sekeluarga. Jika dinominalkan, lumayan bisa menambah suatu saat ada keperluan mendadak. Jadi, kerasa banget manfaatnya memiliki asuransi. Ke depan, saya kepingin nambah produk asuransi lagi nih. Bagaimana denganmu, Bu ? Yuk, Atur Uangmu. Jangan tunggu sampai Negeri Api menyerang pundi-pundi keuanganmu. Do it soon.

ttd-marso

 

FWD Fashion Rocks, Kolaborasi Fashion Show dan Musik Bebaskan Langkah Tetap Sharia

fwdsyariahlife

Pada tanggal 25 Agustus 2017, FWD Life mengadakan FWD Fashion Rocks yang berlokasi di pelataran Sarinah Thamrin. Acara ini merupakan kolaborasi fashion show dan musik dengan tema “Bebaskan Langkah, Tetap Sharia”. Kolaborasi yang apik antara Hard Rock FM dengan FWD Life dan Barli Asmara selaku perancang busana pada fashion show.

FWD Life adalah perusahaan asurasnsi jiwa patungan dan bagian dari FWD Group. Produk-produknya antara lain produk asuransi terkait investasi, asuransi berjangka  individu maupun corporate. Produk terbaru dari FWD Life yakni BEBAS IKHTIAR. Acara FWD Fashion Rocks terinspirasi dari produk terbaru FWD Life ini. Bebaskan Langkah dan Tetap Sharia seperti yang terlihat pada produk-produk rancangan Barli Asmara. Menarik tapi tetap sopan dan enak dipandang. Pada acara ini, 200 scarf eksklusif berwarna orange karya perancang muda yang lagi naik daun itu diberikan pada nasabah FWD Life.

Rudi Kamdani selaku Wakil Direktur Utama FWD Life sempat menjelaskan “Kami bangga dan bersyukur acara FWD Fashion Rocks dapat dilaksanakan dan menjadi bukti akan komitmen Perusahaan untuk selalu berinovasi mengenalkan asuransi dengan cara yang fun dan dekat dengan gaya hidup masyarakat saat ini,”

Narasumber lain yang dihadirkan pada konferensi pers yakni Elda Stars and Rabbit, Sigit Prabowo selaku Head of Marketing Communication MRA Broadcast Media Division dan Ajeng Dewi Swastiari. Tiga nama yang saya sebutkan itu outfit-nya kece-kece lho. Saya sempat salfok melihat Mas Sigit yang hadir dengan outer lurik jawa.

“Hard Rock FM memiliki komitmen yang sama dengan FWD LIfe dalam menyajikan program-program berkualitas secara on air maupun off air yang selalu menjadi trend setter di Jakarta,” jelas Sigit pada press conference di Hotel The Akmani Menteng, Jakarta.

Pada FWD Fashion Rocks, Barli Asmara menghadirkan 3 sekuens busana yakni Gental, Turkish dan Monochrome. “Ketiga koleksi ini saya persembahkan untuk memeriahkan acara FWD Fashion Rocks 2017. Gentala menonjolkan keindahan motif batik Jambi, Turkish berfokus pada penerapan pola Arabesque Turki dengan cutting edge longgar yang modest wear membuat terlihat elegan, berkelas dan lebih hangat, sementara Monochrome yang menggunakan warna hitam dan putih memberikan kesan minimalis.”

 

Antuasisme pengunjung nampak dari banyaknya pengunjung yang hadir pada FWD Fashion Rocks di pelataran Sarinah. Jadi, sambil nonton fashion show dan menikmati suara merdu Andien, para pengunjung belajar ber-asuransi syariah.

Pada acara ini juga, Barli Asmara memamerkan scarf eksklusif yang didesain khusus untuk nasabah FWD Life Bebas Ikhtiar. Warna scarfnya orange dan berbahan satin. Kekinian banget nih. Hanya 200 nasabah pertama yang beruntung mendapatkan scarf Barli Asmara tersebut. Dan, otomatis nasabah berdonasi Rp 200ribu melalui Dompet Dhuafa dan Yayasan Badan Wakaf Indonesia.

Yang tertarik lebih lanjut mengenai FWD Life bisa mengunjungi http://www.fwd.co.id.

ttd-marso

Menyiapkan Pendidikan Anak Sejak Dini Bersama Asuransi Jiwasraya

coverasuransi

Suatu sore yang cerah. Saya sedang menemani Mada yang asyik messy play dengan koleksi Dinosaurusnya. Mama nongol dari balik pintu ruang tamu. Tangannya membawa sepiring bakwan goreng dan tempura pendamping teh sereh buatan Mama.
“Gimana Kak, Mada udah didaftarin asuransi pendidikan ?” tanya Mama.
Saya urung menggigit terong goreng. Lalu, saya menggeleng, nyengir. “Hehe … belum Mah,”

Mama melanjutkan, “Jangan ditunda-tunda. Sekarang Mada udah 2 tahun. Baru punya satu asuransi. Enggak apa-apa Kakak belum punya rumah sendiri, yang penting urusan pendidikan Mada terpenuhi” jelas Mama. “Jangan sampai kayak teman Mama. Anaknya lulus tes masuk MTS Al Azhar Asy Syarif Jagakarsa, yang saingannya aja banyak banget. Tapi karena orang tuanya enggak ada persiapan biaya, anaknya terpaksa sekolah di SMP biasa aja. Padahal biaya masuknya udah turun dari 20 juta ke 5 juta setelah status sekolahnya berubah menjadi Negeri” Mama memandangi cangkir tehnya. Mama saya Ketua Komite di sekolah, jadi sering menjadi tempat curhat para orang tua murid urusan dunia pendidikan. Kami sebagai Ibu dan Anak pun sering ngobrol urusan dunia parenting.

“Generasi Z kayak Mada ini generasi yang cerdas dan kritis, Kak. Generasi yang haus ilmu pengetahuan. Jadi, kalau bisa nantinya Mada jangan cuma sekolah formal aja. Cari minatnya Mada dimana, kembangin deh lewat … entah kursus musik, kursus menggambar atau ikutan klub sepakbola” ujar Mama, lagi. Saya manggut-manggut, lalu menerawang membayangkan masa depan Mada. 20 tahun kemudian …

Saya dan Pak Gondrong, sama-sama menggeluti bidang kreatif sesuai passion kami. Pak Gondrong dengan latar belakang pendidikan Desain Komunikasi Visual, setelah menikah berpindah haluan. Tadinya bekerja kantoran nine to five di sebuah advertising. Lantaran gaji mandek, dia memilih meneruskan usaha bengkel motor milik Bapaknya. Ilmu desainnya tidak pudar begitu saja. Saat ada customer yang ingin membuat motor, maka Pak Gondrong akan merumuskan konsep secara detail lengkap dengan komposisi warna. Sementara saya secara otodidak belajar menulis sedari masih berseragam putih biru. Setelah menikah, saya memilih bekerja di rumah dan menekuni dunia menulis.

Jadi, kami sebagai orang tua membebaskan Mada ingin bercita-cita menjadi apa di masa depan. Tetapi, kami pun perlu mengarahkan skill Mada sesuai minatnya. Karena kami percaya, orang-orang yang bisa survive di masa depan, bukan hanya orang-orang dengan titel gelar pendidikan. Tetapi, mereka yang memiliki skill sesuai minatnya. Nah, bagaimana mendeteksi bakat anak sejak dini ? Apakah harus dimasukkan ke sekolah dari bayik piyik ?? Apakah harus diikutsertakan dengan berbagai jenis les supaya saya tahu bakat dan minatnya Mada ke arah mana ???

Pucuk dicinta ulam tiba, pada akhir Agustus 2016, saya mendapat kesempatan mengikuti Talkshow “Persiapan Pendidikan Anak Menghadapi Persaingan Global” yang diadakan oleh Komunitas Emak Blogger (KEB). Temanya sesuai saya banget. Makin seru karena narasumbernya yaitu Makpon Mira Sahid, Psikolog yang lagi nge-heits, Ibu Elizabeth T. Santosa dan Bapak T. Guntur Priyonggodo perwakilan dari Asuransi Jiwasraya.

Sebelum acara dimulai, para peserta dipersilakan menikmati hidangan utama dan sholat. Kebetulan ini pertama kalinya saya datang ke acara KEB, sempat deg-degan sih. Untungnya, KEB terdiri dari emak-emak yang baik hati dan tidak sombong. Di meja registrasi, Mak Tanti dan Mak Icoel sangat welcome ketika saya datang. Berasa udah bertemu berkali-kali yah. Setelah cipika cipiki, saya langsung melipir antri di barisan emak-emak yang lagi nyendokkin nasi plus lauk pauknya. Di ruang makan, ternyata meja sudah penuh sodarah-sodarah. Ada yang di sofa. Ada yang sudah duduk berderet di kursi. Eh, ternyata ada juga yang lesehan dekat tempat sholat. Yesss, ada gerombolan Mak Astri dkk. Saya langsung bergabung deh di situ.

Setelah acara makan siang selesai, kami para peserta masuk ke ruang yang berbeda. Ada 2 kursi di ‘panggung’ depan lengkap dengan bantal-bantal cantiknya. Jelas, itu kursi bukan buat peserta yah. Saya memilih duduk di barisan dua, bersama Mak Ria Bilqis, Mak Dian, Mak Mariana. MC Dewi membuka acara dengan menyapa peserta Talkshow. Enggak lupa, dia sempat bikin kuis kecil. Namanya buibu, semua langsung heboh. Selanjutnya, Mak Icoel muncul memberi kata sambutan buat para peserta.

IMG_20160828_131237

Dokumentasi pribadi

Dan, narsum yang ditunggu akhirnya nongol juga,  Makpon Mira Sahid. Ia sempat curhat soal kegundahannya sebagai seorang Ibu 2 anak. Makpon menuturkan soal anak-anaknya yang memiliki banyak minat dan sering berubah-berubah. Kemarin minatnya A, hari ini B, besoknya C. Kegundahan Makpon, dijawab dengan cantik oleh Miss Lizzie, sapaan akrab Psikolog Ibu Elizabeth T. Santosa.

IMG_20160828_131752

Dokumentasi pribadi

“Setiap anak itu cerdas, tidak ada anak yang tidak cerdas. Kita sebagai orang tua perlu mengetahui kecerdasan anak ada dimana dan mengarahkannya,” kira-kira begitu penjelasan Miss Lizzie. Ia memberi contoh selebritis dunia seperti Taylor Swift dan Tiger Woods. Para orang tua mereka jeli melihat bakat sang anak. Sedari kecil, orang tua Swift dan Woods mengembangkan potensi anaknya hingga menjadi bintang besar. Langkah awal orang tua untuk mendukung cita-cita anak bisa dilakukan dengan 3 cara, yaitu :

  1. Mengidentifikasi potensi anak
  2. Mengarahkan dan membina
  3. Memotivasi
IMG_20160828_132120

Dokumentasi Pribadi

Nah, bagaimana sih caranya kita sebagai orang tua bisa mengetahui potensi si anak sejak kecil ? Howard Gardner (penemu teori 8 kecerdasan majemuk) memaparkan, bahwa setiap anak memiliki 8 kecerdasan majemuk atau multiple intelligences.

Seize the Day(3)

Setelah mempelajari 8 kecerdasan majemuk, Miss Lizzie meminta para emak untuk mengenali kecerdasan apa yang dimiliki. Kalau saya pribadi, memiliki kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal plus kecerdasan linguistik. Yang dominan sih, yang intrapersonal. Sementara, Mada hampir memiliki 8 kecerdasan majemuk. Hampir semua kegiatan yang ada di atas, dia suka. Yang dominan sih, kecerdasan musikal. Mada enggak bisa nahan diri kalau dengar musik. Goyang lah itu badan plus tangan.

Bakat dan minat anak sudah diketahui, ada lagi lho yang perlu dilakukan orang tua. Seperti ucapan Mama saya di awal paragraf. “Anak penting punya asuransi pendidikan.”. Dengan menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini, orang tua seperti memiliki investasi jangka panjang yang terbaik untuk anak. Pada sesi talkshow berikutnya, Bapak Guntur perwakilan dari Asuransi Jiwasraya membeberkan bagaimana caranya menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini.

Melalui presentasi singkat, Pak Guntur menjelaskan bahwa Asuransi Jiwasraya merupakan satu-satunya asuransi  milik BUMN. Artinya, dana nasabah terjamin aman. Jiwasraya sendiri sudah ada sejak jaman Belanda. Berdiri di Batavia pada tanggal 31 Desember 1859 dengan nama NV Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij (NILLMIJ) van 1859.  Usianya diperkirakan lebih dari 150 tahun. Selama satu setengah abad, Jiwasraya memberikan perlindungan jiwa dan keuangan bagi para nasabahnya.

asuransi01

Ilustrasi milik Asuransi Jiwasraya

Pak Guntur juga sempat mengenalkan salah satu produk asuransi pendidikan Jiwasraya. Namanya, JS Prestasi, yaitu produk yang menjamin kepastian jenjang pendidikan masa depan bagi putra-putri nasabah Jiwasraya. Berikut manfaat dari JS Prestasi :

asuransi02

Ilustrasi milik Asuransi Jiwasraya

asuransi03 copy

Ilustrasi milik Asuransi Jiwasraya

Untuk menyiapkan dana pendidikan anak melalui JS Prestasi bisa dimulai sejak anak masih di dalam perut, yaitu saat usia kehamilan 3 bulan. Trus, kalau anaknya sudah segede Mada apakah masih bisa didaftarkan buat JS Prestasi ? Jelas bisa dong, mak. Usia maksimalnya menurut Pak Guntur itu sampai anak berumur 5 tahun. Premi sebesar Rp. 500.000/bulan bisa dibayarkan via ATM. Praktis. Jadi, enggak perlu antri panjang ya di depan kasir.

Oh ya, emak-emak peserta Talkshow sempat dibikin tepok jidat berjamaah, ketika Pak Guntur menjabarkan biaya kuliah anak pada tahun 2015. Berapa coba ? Menurut survei, biaya kuliah dengan segala printilannya (buku, kost dsb) itu rata-rata Rp. 250 juta rupiah di 3 PTN terbaik (ITB, UGM dan UI) di Indonesia.  Apa kabar biaya kuliah di Perguruan Tinggi swasta ? Lebih mihil pastinya, mak.

Sekali lagi, saya langsung membayangkan Mada 20 tahun kemudian. Tahun 2015 biaya kuliah aja segitu, gimana nanti pas Mada gede. Duh, emaknya kudu banyak-banyak nulis buku biar royalti banyak yah.

Usai talkshow bersama 3 narasumber, acara pun diakhiri dengan foto bersama, pengumuman pemenang kuis dan pemilihan best dresscode. Saya melangkah keluar dari gedung Hongkong Cafe dengan penuh optimis. Tangan saya menenteng goodie bag dari Asuransi Jiwasraya. Enggak sabar ingin menceritakan soal Asuransi Jiwasraya pada Mama. Dan, enggak sabar juga rasanya ingin segera mendaftarkan Mada untuk asuransi pendidikan, JS Prestasi.

Untuk informasi lengkap mengenai Asuransi Jiwasraya, silakan kunjungi :

  • Website: http://www.jiwasraya.co.id/
  • Twitter: @jiwasraya
  • Facebook: https://www.facebook.com/asuransi.jiwasraya
  • Instagram : https://www.instagram.com/jiwasraya/
  • Kantor Pusat Jiwasraya
    JL. Ir. H. Juanda No. 34, Jakarta Pusat
    DKI Jakarta 10120
    P : (021) 3845031
    E : asuransi@jiwasraya.co.id

Jangan ditunda lagi ya, Mak. Ayuuuk bikin asuransi pendidikan 🙂

Allianz : Ketika Wong Cilik Berasuransi

APTOPIX Indonesia Volcano Eruptiongambar diambil dari sini

Asap Sinabung kembali membumbung. Tayangan itu yang kita saksikan akhir-akhir ini di layar televisi. Berbulan-bulan lamanya para pengungsi menjalani hidup tanpa kepastian di pengungsian. Ratusan kilometer dari Sinabung, telah terjadi 4 kebakaran di pemukiman padat daerah Kota Tangerang Selatan, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur di waktu yang sama (Kompas,18 Oktober 2014). Dan, baru-baru ini BPBD melaporkan 125 kelurahan di Jakarta akan mengalami kebanjiran di bulan November.

Musibah dan bencana, semakin rutin menyambangi Indonesia. Letak geografis Indonesia yang berada diantara 2 lempengan tektonik membuat 129 gunung berapi aktif di Indonesia masuk dalam wilayah Ring-Of-Fire alias Cincin Api Pasifik. Akibatnya, Indonesia menjadi negeri yang rawan bencana gempa bumi, gunung meletus dan tsunami. Itu belum termasuk bencana non-alam seperti kebakaran yang selalu ada di musim kemarau.

236207_erupsi-gunung-sinabung_663_382gambar diambil dari sini

Setiap musibah atau bencana selalu berakhir pada dampak finansial sebuah keluarga. Jika keluarga yang terkena bencana termasuk golongan menengah, mereka akan tetap stabil kehidupan finansialnya atau setidaknya mereka masih punya tabungan, deposito, bahkan asuransi untuk bertahan hidup. Bagaimana jika yang terkena bencana adalah keluarga berpenghasilan rendah alias wong cilik ? Boro-boro mereka terpikirkan untuk hidup dengan deposito, mungkin tabungan pun segera ludes untuk sekedar membayar cicilan. Jadi, bisa dipastikan kehidupan keluarga berpenghasilan rendah yang sehari-hari sudah irit, tentu harus semakin irit. Bahkan, bukan tidak mungkin kualitas hidup akan semakin menurun. Ironisnya, di Indonesia jumlah keluarga berpenghasilan rendah lebih banyak daripada keluarga menengah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pemilik wewenang tertinggi dalam pengaturan dan pengawasan sektor keuangan, memahami betul kelompok masyarakat berpenghasilan rendah ini amat penting untuk memiliki asuransi. Pasalnya, asuransi bukan saja menyelamatkan hidup manusia, tetapi dapat juga meningkatkan kualitas hidup mereka. Sayangnya, menawarkan produk keuangan pada kelompok ini bukan perkara mudah. Pendidikan yang tidak memadai, informasi yang kurang serta pengalaman buruk menjadi korban penipuan membuat kelompok ini enggan untuk mengenal lebih dekat produk asuransi.

20130908_pedagang-sayuran-di-pasar-teluk-gong_6214gambar diambil dari sini

“Emoh aku, mbak. Kapok. Dulu pernah ikutan simpen-simpen uang kayak gitu. Eh, duitku dibawa kabur. Sempet masuk tipi lho,” jelas Mbak Ti, tukang sayur langganan saya di pasar. Ibu berumur di ujung 40 ini memiliki pelanggan paling banyak dibanding kios-kios sayur di sekitarnya. Harga murah dan layanan yang ramah membuat Ibu-ibu betah berbelanja di kiosnya bahkan bersedia antri. Tak hanya itu, Mbak Ti juga senang mengobrol dengan pelanggannya terutama di jam-jam menjelang tutup kios. Kadang, ada yang mampir ke kiosnya sekedar membeli satu macam sayur dan setelah barang sudah dibayar berlanjut dengan sesi ngobrol menjurus ke curcol. Nah, calon nasabah asuransi seperti Mbak Ti ini jumlahnya cukup banyak apalagi di dalam pasar.

compare-life-insurance-quotes1gambar diambil dari sini

Selama ini, asuransi identik dengan kelompok berduit. Padahal, ada juga asuransi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, namanya asuransi mikro. Menurut OJK, yang dimaksud masyarakat berpenghasilan rendah yaitu mereka yang berpenghasilan tidak lebih dari Rp. 2,5 juta per bulan. Asuransi mikro mencakup asuransi jiwa yang berupa asuransi kecelakaan dan asuransi kerugian yang berupa asuransi kebakaran, asuransi stop usaha dan asuransi kecelakaan diri. Syarat asuransi mikro pun harus mudah diperoleh misalnya di kantor pos, pegadaian atau minimarket. Preminya harus terjangkau dan proses klaimnya tidak sulit.

Salah satu perusahaan asuransi yang berani menggarap asuransi mikro yaitu Allianz Indonesia. Awalnya, Allianz hanya berkeinginan untuk mengenalkan komponen credit life pada nasabah keuangan mikro. Namun, respon yang baik dari nasabah dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memiliki asuransi membuat perusahaan asal Jerman ini berinovasi untuk menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah mikro.

Bringin Lifegambar diambil dari sini

Untuk memperluas jaringan nasabah, Allianz bekerjasama dengan 80 institusi mikro yang tersebar di seluruh Indonesia. Produk mikro yang ditawarkan bervariasi antara lain asuransi jiwa kredit, asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, dan asuransi properti. Berdasarkan data terbaru, bisnis asuransi mikro Allianz Indonesia telah melindungi 3,4 juta nasabah di Indonesia, dengan lebih dari 7.000 ahli waris yang telah menerima manfaatnya hingga Agustus tahun ini.

So, kini wong cilik tidak perlu berlama-lama meratapi musibah. Kehidupan harus terus berjalan maju karena Allianz siap mendampingi Anda.

Referensi :

– Harian Kompas, 18 Oktober 2014

– www.kontan.co.id

Tulisan ini diikutsertakan dalam

Allianz Writing Competition 2014

Hadiah Allianz Writing Competition 2014