Jalan-jalan

Terpikat Manisnya Wingko Babat, Oleh-oleh Khas Semarang Tak Lekang Zaman

wingkobabat

Saat saya mendapat kesempatan berkunjung ke Semarang pada Agustus lalu, hal pertama yang menjadi pertanyaan saya sepanjang perjalanan di udara dari Jakarta adalah “Apa sih makanan khas kota Semarang ?”. Di tempat kelahiran saya, Pekalongan terkenal dengan Nasi Megono dan Tauto-nya. Di kampung halaman Papah, Garut melekat dengan dodolnya yang legit. Saya pernah sih mendapat oleh-oleh khas Semarang, dari tetangga dan saudara. Ada ikan bandeng presto, wingko babat, lumpia semarang dan juga jenang. Semuanya enak dan menggoyang lidah, namun rasa manis dan legitnya wingko babat bikin saya kepingin bisa nyicipin langsung di tempat asalnya.

Ealah jeung … jeung, masih di pesawat kok yang dipikirin malah kuliner sih ? mbatin saya.

Maklum, perjalanan saya ke Semarang semacam dream comes true. Doa saya ingin mengunjungi satu kota di Indonesia tahun 2017 ini akhirnya terkabul. Jadi, saya ingin kebahagiaan itu juga dibagi pada orang-orang terdekat bukan hanya dalam bentuk cerita lisan, tetapi oleh-oleh yang bisa dinikmati bersama.

Dua hari di Semarang, jadwal kegiatan luar biasa padat dari pagi hingga malam. Untungnya sebelum check-out di hari ketiga, ada jam bebas. Dari hotel tempat menginap, kami berjalan kaki menyusuri jalan beraspal menuju toko oleh-oleh. Suasana malam di sepanjang jalan Pandanaran Semarang sungguh cantik. Sesekali kami berhenti untuk wefie di tempat yang instagramable. Langkah kaki kami terhenti di depan sebuah toko oleh-oleh legend, Bandeng Juwana Elrina.

juwana

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

“Di sini komplit oleh-olehnya dan harga terjangkau,” kata salah satu blogger. Sebelum masuk ke dalam toko, Oom Jun Joe sempat mengajak wefie beberapa kali. Pose pertama failed, karena logo toko yang super gede itu enggak nongol di foto. Pose kedua failed juga, karena lagi asyik pose tiba-tiba ada motor mau keluar dari depan toko dan kami menghalangi jalan. Juru parkirnya mesem-mesem sih melihat kami. Pose ketiga sukses, lalu setelah berterimakasih sama Mas Juru Pakir, kami pun langsung ngacir ke dalam toko.

Saya takjub melihat suasana toko yang masih penuh menjelang malam. Hampir di setiap rak ada Mbak atau Mas pelayan toko yang siap membantu pengunjung. Tak jauh dari pintu masuk, terdapat rak oleh-oleh komplit dengan testernya. Para pengunjung yang ingin berbelanja bisa langsung mengambil keranjang lalu memilih oleh-oleh dan membayarnya di kasir. Selain menerima pembayaran dalam bentuk cash, pengunjung juga bisa membayar menggunakan debit card.

Saya berjalan menuju rak panjang khusus ikan bandeng. Rupanya ikan bandeng yang dijual tersedia dalam berbagai variasi.  Ada ikan bandeng dalam sangkar (ikannya diberi bumbu istimewa dan dibalut tepung dan telur), bandeng duri lunak, bandeng otak-otak hingga bandeng teriyaki. Di rak-rak berikutnya, ada rak khusus jenang, lumpia, bolu berbentuk pisang, tahu bakso, enting-enting, berbagai macam keripik dan kerupuk. Dan, jreng … jreng rak khusus wingko babat.  Ada dua ukuran yang tersedia, yaitu mini dan standar. Untuk rasa pun bervariasi, ada rasa durian, pisang, coklat, aren dan original kelapa. “Yang recommended rasa apa, Mbak ?” tanya saya pada Mbak Pelayan Toko.

“Yang original rasa kelapa, Mbak.” kata Si Mbak Pelayan Toko sambil menyodorkan beberapa merek wingko babat yang ada di rak. Setelah membandingkan harga satu sama lain, saya membeli satu besek wingko babat rasa original isi 20 pcs dan beberapa wingko babat yang dikemas dalam bentuk tas kecil. Saya pun sempat mencicipi tester wingko babat rasa coklat. Duh, borong lagi sis …

wingko

Wingko babat, makanan berbentuk bulat berbahan dasar kelapa dan tepung ketan ini termasuk makanan tradisional Indonesia. Rasa manis bercampur legit membuat makanan ini selalu menjadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menjadikannya sebagai buah tangan. Tak terkecuali saya. Proses pembuatannya yang alami membuat wingko babat hanya bertahan maksimal 4 hari.

Menikmati makanan tradisional tak lengkap rasanya tanpa mengetahui asal usul dan sejarahnya. Cikal bakal wingko babat berasal dari seorang perempuan bernama Loe Lan Hwa. Pada tahun 1944, Loe Lan Hwa bersama suami dan dua anaknya mengungsi dari kota Babat yang sedang dilanda perang huru-hara ke Kota Semarang. Di tahun 1946, Loe Lan Hwa dibantu suaminya mulai membuat wingko dan menjualnya dari rumah ke rumah. Ia juga menitipkan wingko buatannya di sebuah kios di stasiun Tawang Mangu Semarang. Tiap kali ada kereta berhenti, petugas kios akan menjajakan wingko babat pada penumpang kereta. Di luar dugaan, rupanya kue wingko buatan Loe Lan Hwa digemari warga Semarang dan para penumpang kereta api. Untuk mengenang kota tempat Loe Lan Hwa dibesarkan yakni kota Babat di Lamongan Jawa Timur, ia pun memberi nama kue wingko buatannya dengan Wingko Babat.

Saat saya dan teman-teman blogger masih berkeliling hunting oleh-oleh, tiba-tiba Mbak Yayat BloggerCrony memanggil ‘anak buah’nya satu-satu. “Belanjanya udahan yuuuk,”.  Saya sempat nengok ke jam dinding, ternyata hampir jam 9 malam. Saya pun langsung antri di kasir. Khusus pengunjung yang belanja ikan bandeng, Mbak Kasir akan menyediakan kardus khusus supaya ikannya enggak terciduk petugas bandara atau pramugari gara-gara baunya menyengat kemana-mana. Jadi, ikan bandengnya tetap safe flight anteng di dalam kabin.

Dua hari berada di Semarang sangatlah berkesan. Tak hanya disuguhi pemandangan visual nan elok, saya juga bertemu dengan komunitas Gandjel Rel (blogger Semarang) yang ramah dan membuat saya lupa sedang berada jauh dari rumah. Ah, pesona Kabupaten Semarang sungguh membuat saya ingin kembali lagi datang bersama keluarga. Semoga terwujud.

Bagi yang lagi mampir ke Semarang dan kepingin hunting oleh-oleh, bisa mampir ke :
Toko Bandeng Juwana Elrina
Jalan Pandanaran No. 57, Semarang
Website : http://www.bandengjuwana.com

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Kabupaten Semarang

ttd-marso

Iklan

Berlibur Bersama Buah Hati Tercinta? Jangan Lupa Bawa 6 Barang Ini

travelokatrav

Berlibur selalu menjadi satu kegiatan yang seru dan mengasyikkan, terlebih jika dilakukan bersama keluarga dan buah hati tercinta. Meskipun demikian, berlibur bersama anak-anak ternyata menghadirkan tantangan tersendiri. Kondisi dan mood anak memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kelancaran liburan nantinya.

Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan yang matang dan persiapan khusus ketika hendak mengajak buah hati pergi berlibur. Salah satunya adalah saat berkemas atau packing. Tentunya, Anda sudah tahu apa saja yang akan dibawa ketika berlibur. Namun, bagaimana dengan si kecil yang belum bisa berkemas sendiri ? Saat membantu si kecil berkemas, jangan lupa bawa barang-barang berikut, ya.

1. Sesuaikan Pakaian yang Dibawa dengan Destinasi yang Dituju

https://images.familyvacationcritic.com/ToddlersTraveling.jpg

Dok. FamilyVacationCritic.com

Barang pertama yang pasti masuk ke dalam daftar bawaan adalah pakaian. Namun, perlu diingat, sesuaikan pakaian si kecil dengan destinasi wisata yang akan Anda datangi. Tidak hanya itu, alat transportasi yang Anda pilih juga berpengaruh terhadap pakaian yang dikenakan si kecil. Contohnya, jika bepergian dengan kereta api, Anda bisa memilih pakaian berbahan kaus untuk si kecil agar ia tak banyak berkeringat saat bergerak.

2. Jangan Lupa Bawa Mainan Favorit Buah Hati

https://celotehbojo.files.wordpress.com/2017/09/4ffca-inflightentertainment.jpg?w=608&h=456

Dok. Tinboxtraveller.co.uk

Tidak harus memiliki kendaraan pribadi jika ingin berlibur bersama buah hati, karena telah banyak transportasi umum yang bisa Anda manfaatkan, misalnya kereta api. Bahkan, kini tak perlu lagi datang ke stasiun untuk membeli tiket kereta api, karena Anda bisa membelinya secara online, di Traveloka misalnya. Di situs ini Anda bisa mendapatkan harga tiket yang paling murah dan pemesanannya juga praktis.

Namun, di perjalanan, anak-anak cenderung akan cepat merasa bosan. Oleh karena itu, jangan pernah lupa untuk membawa mainan favorit si kecil sebagai antisipasi ketika rasa bosan menghampirinya. Bawalah satu atau dua mainan saja agar beban tas si kecil tidak terlalu berat.

3. Kemasi Juga Obat-Obatan dan Pertolongan Pertama

https://media.mercola.com/ImageServer/Public/2014/March/boy-pills-fb.jpg

Dok. Mercola.com

Barang lain yang tak kalah pentingnya untuk dibawa adalah obat-obatan. Terlebih jika Anda atau si kecil memiliki penyakit tertentu. Hal ini disebabkan karena pada alat transportasi umum hanya disediakan obat-obatan untuk penyakit maupun kecelakaan ringan, seperti obat mabuk perjalanan atau obat antiseptik untuk luka ringan.

4. Berjaga-Jaga dengan Menyelipkan Beberapa Kantong Plastik Kecil

https://celotehbojo.files.wordpress.com/2017/09/2f865-img_0829.jpg?w=597&h=398

Dok. Simplyorganized.me

Banyak orang yang masih belum mengetahui akan pentingnya membawa kantong plastik ketika bepergian. Padahal, benda yang terkesan remeh ini ternyata memiliki banyak peranan. Selain untuk pertolongan pertama saat Anda atau si kecil terserang mabuk, kantong plastik juga bisa digunakan sebagai tempat sampah darurat.

Benda ini juga bisa menjadi tempat menyimpan pakaian bekas pakai yang belum dicuci. Anda tentu tidak ingin pakaian bersih menjadi bau karena bercampur dengan yang kotor, bukan?

5. Selalu Sedia Camilan dan Air Mineral

https://i0.wp.com/data.whicdn.com/images/7864144/original.jpg

Dok. Weheartit.com

Perjalanan jauh pasti akan membuat Anda dan si kecil merasa lapar. Oleh karena itu, sebelum berangkat, pastikan camilan kesukaan si kecil juga air mineral sebagai pengganjal perut sudah masuk ke dalam tas. Perut yang kosong dalam waktu lama akan membuat Anda dan si kecil rentan terserang masuk angin.

Jika ternyata lupa membawanya, beragam makanan ringan bisa Anda dapatkan di bagian restorasi kereta api atau saat petugas makanan sedang berkeliling. Sebaiknya, pilih camilan yang mengenyangkan, ya.

6. Bawa Juga Tisu Kering dan Basah

https://www.capesmedical.co.nz/media/2310915-tena-wet-wipes-50-pcs.jpg

Dok. capesmedical.co.nz

Anda akan kesulitan menemukan tisu di kereta api maupun alat transportasi umum lainnya, sehingga benda satu ini tidak boleh lupa dibawa. Pasalnya, Anda pasti menyentuh apa saja yang ada di sekitar tempat duduk, terlebih si kecil yang cenderung aktif dan ingin tahu. Jika tidak membawa tisu, Anda akan kesulitan membersihkan tangan atau pakaian yang tak sengaja terkena noda. Anda pun mau tak mau harus berulang kali pergi ke toilet.

travelokatravinfografis

Agar Anda tidak lupa membawa keenam barang penting di atas, sebaiknya buat daftar barang yang harus Anda bawa dan berkemas lah paling lama satu minggu sebelum hari keberangkatan.Sehari sebelum berangkat, cek kembali barang bawaan Anda dan si kecil. Pastikan semua yang dibutuhkan telah masuk ke dalam tas, ya.

ttd-marso

Serunya Kunjungan Lapangan Tematik Ke Puskesmas Sidorejo dan Wahana DUVER Salatiga

duver

Waktu mendengar tentang Kunjungan Lapangan Tematik (kunlaptik) bersama Kemenkes RI di Semarang, saya sama sekali enggak terbayang seperti apa kegiatannya. Bahkan, setelah saya menerima rundown acara teteup ya saya hanya membayangkan kegiatan sidak pejabat seperti yang biasa saya lihat di televisi.

Kunjungan hari pertama saya bersama Kemenkes RI bisa dilihat di 7 Aksi GERMAS Untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Semarang.

Ah, ternyata 100 persen dugaan saya salah. Kunlaptik hari kedua bersama Kemenkes RI ini seru banget. Berasa lagi fieldtrip sekolah. Setelah sarapan sehat di Hotel Santika Premier Semarang -tempat peserta kunlaptik menginap-, selanjutnya kami menuju Puskesmas Sidorejo Kidul. Dua bis besar berjalan beriringan. Sepanjang perjalanan, saya disuguhkan pemandangan kota Semarang dan Salatiga yang panas tetapi ngademin hati. Tangan saya tak henti-hentinya mengabadikan hamparan bukit, gunung bahkan sekedar barisan pepohonan yang berdiri tegak melalui kamera smartphone. Maklum, baru pertama kali ke Salatiga. Kota yang identik dengan kampung halamannya aktor senior Roy Marten.

Bis berhenti tak jauh dari Taman Kota Tingkir. Duh, saya enggak tahan kepingin banget masuk ke Taman Kota milik warga Salatiga itu. Apalagi di belakangnya nampak Gunung Merbabu yang terlihat cantik dari kejauhan. Untungnya, sesama Blogger dari Jakarta mengingatkan bahwa rombongan kudu masuk aula dulu. Heuheu *elapkeringat.

Seluruh rombongan berkumpul di Aula Kompleks Kecamatan Tingkir. Sesi pertama diisi dengan presentasi dari Ibu Camat Tingkir, Kepala Kelurahan dan Kepala Puskesmas Sidorejo Kidul. Dari pemaparan narasumber, saya jadi tahu nih kalau Puskesmas Sidorejo Kidul ini menjadi tempat layanan kesehatan terbaik di Salatiga. Puskesmas ini membawahi 71 posyandu balita dan 27 posyandu lansia yang tersebar di 7 kelurahan.

Mengenal Lebih Dekat Puskesmas Sidorejo Kidul

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebagai pengguna setia Puskesmas Jagakarsa yang dinobatkan sebagai Puskesmas terbaik di Jakarta Selatan, saya cukup terpukau dengan fasilitas Puskesmas Sidorejo Kidul. Halamannya cukup besar untuk menampung motor maupun mobil yang parkir. Dua bangunan Puskesmas Sidorejo Kidul setiap harinya didatangi oleh puluhan pasien. Gedung pertama untuk pelayanan untuk konsultasi, sementara gedung kedua untuk tempat berobat.

Pada gedung pertama, ada fasilitas untuk Konsultasi Gizi, Ruang Menyusui atau Pojok Laktasi dan ruang KIA (kesehatan ibu anak). Eitss, saya naksir sama ruang KIA-nya lho. Ada mainannya gitu semacam mini playground. Dindingnya pun ditutupi wallpaper bercorak motif anak-anak. Pokoknya, jauh dari kesan menyeramkan. Di Puskesmas Sidorejo ini ada program Bunda Cantik, yaitu program untuk mendukung pemberian ASI pada bayi dan batita.

Di gedung kedua, terdapat fasilitas poli Gigi, ruang periksa umum, ruang tindakan, Ruang VCT – IMS dan laboratorium. Di gedung ini ada cek virus HIV Aids juga. Beberapa blogger sempat mencoba cek virus HIV AIDS.

“Cek virus HIV AIDS ini bukan cuma karena gaya hidup bebas kok. Karena HIV AIDS tidak hanya menular melalui kebiasaan gonta-ganti pasangan. Yang penasaran kayak gimana cek virus HIV AIDS bisa mencoba di sini dan hasilnya bisa ditunggu,”

Saya manggut-manggut mendengar penjelasan dari petugas kesehatan yang bertugas. Eh, saya enggak ikut mencoba sih, soalnya saya agak-agak gimana gitu sama jarum suntik.

Wahana DUVER : Mengenal Lebih Dekat Dunia Vektor dan Reservoir

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebelum kami berangkat ke Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), Eyang Anjar -blogger heitsss dari Jakarta- sempat menyebutkan kami bakal bertemu ratusan spesies tikus dan kelelawar di Wahana DUVER. Kenapa harus Tikus dan Kelelawar ? Karena, hewan-hewan tersebut berpotensi menyebabkan penyakit menular dan berbahaya bagi manusia. Jadi, penting untuk diteliti.

B2P2VRP ini lebih dikenal dengan Wahana DUVER alias Dunia Vektor. Disebut demikian, karena siapapun yang tertarik meneliti tentang vektor (serangga kecil yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya pada manusia) dapat berkunjung ke tempat ini. Selain mengenal vektor, saya juga belajar mengenal tentang reservoir yaitu mamalia kecil seperti tikus dan kelelawar yang dapat menimbulkan penyakit berbahaya pada manusia.

Didirikan pada tahun 1976 di Semarang. Cikal bakalnya yaitu Unit Penelitian Biologi dan Pemberantasan Vektor (UPBPV) ini merupakan kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dengan WHO. Lokasinya pun tidak sebesar seperti sekarang ini. Seiring perkembangan kemampuan dan sumber daya manusia, UPBPV pun berganti nama menjadi B2P2VRP. Hal ini sejalan dengan tujuan Millenium Development Goals (MDGs) ke enam, tentang penanggulangan berbagai penyakit menular berbahaya  yang ditularkan vektor dan reservoir.

Sarana dan Prasana yang terdapat di B2P2VRP :

  1. Laboratorium
    • Biologi Molekulor dan Imunologi
    • Mikrobiologi
    • Pengendalian Hayati dan Lingkungan
    • Reservoir Penyakit
    • Parasitologi
    • Pengujian Insektisida
    • Koleksi referens vektor dan reservoir penyakit
    • Manajemen data, epidemologi dan sistem informasi geografi
    • Promosi kesehatan dan perilaku
    • Pestisida Botani
    • Hewan coba
    • Biorepositori
    • Resistensi
  2. Insektarium
  3. Perpustakaan
  4. Green House
  5. Wahana Ilmiah Dunia Vektor dan Reservoir Penyakit (DUVER)
  6. Gedung pelatihan
  7. Gedung Asrama

Saya beruntung banget nih, gara-gara hobi blogging saya bisa mengunjungi setengah dari seluruh laboratorium yang terdapat di B2P2VRP. Tak hanya berkunjung, saya sempat mencoba melihat langsung koleksi spesimen tikus dan kelelawar milik B2P2VRP. Dan, mencoba mikroskop untuk mengecek virus yang terdapat pada tikus. Hiii.

Gara-gara ke B2P2VRP, saya jadi kudu lebih mawas sama yang namanya tikus dan nyamuk yang ada di rumah. Yuk, jaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitar agar terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan vektor maupun reservoir.

ttd-marso

 

Tips Liburan Asyik dan Murah Ke Lombok Bersama Balita

traveloka-lombok

Kalender 2017 sudah tiba di bulan Agustus. Artinya satu bulan lagi anniversary saya dengan Pak Gondrong. Di tahun kelima pernikahan kami, ada rencana untuk plesiran ke destinasi wisata yang menjadi impian kami berdua yakni, Lombok. Untuk sebuah liburan yang berkesan perlu direncanakan dengan baik. Terutama karena saya membawa ikut serta Mada, anak kami yang berusia 3 tahun.

Di Lombok, saya dan Pak Gondrong berencana mengunjungi beberapa tempat wisata yang sudah ada di vacation list kami berdua :

Desa Sade

https://i2.wp.com/lomboktourplus.com/wp-content/uploads/2017/04/Wisata-Ibu-Anin-dan-Keluarga-Mengunjungi-Desa-Sade-Lombok.png

Photo credit : Lombok Tour

Lokasi Desa Sade cukup dekat dengan Bandara Internasional Lombok. Desa yang ditetapkan sebagai desa wisata oleh Dinas Pariwisata setempat ini menjadi destinasi wajib para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hal unik dari Desa Sade ini meskipun berada di pinggir jalan raya beraspal tetapi penduduknya masih memegang teguh pada adat. Bentuk rumah penduduknya pun masih tradisional. Yang bikin saya penasaran banget soal rumah Suku Sasak yaitu kebiasaan mengepel lantai menggunakan kotoran kerbau. Kebayang enggak tuh ? Kebiasaan tersebut dilakukan supaya rumah terasa hangat dan bebas nyamuk juga.

Yang enggak kalah penting, di Desa Sade banyak dijual souvenir khas Lombok. Saya pengin banget beli kain tenun bergambar cicak yang menjadi ciri khas. Dan, siapa tahu saya bisa ikutan latihan menenun ?

Gili Trawangan

https://i1.wp.com/piknikasik.com/wp-content/uploads/2016/08/pemandangan-gilitrawangan-lombok3-e1472050000525.jpg

Photo credit : Piknik Asik

It’s a must another visit place pastinya. Enggak afdol plesiran ke Lombok tapi enggak mampir ke Gili Trawangan. Apalagi ada The Swing, ayunan nge-heits yang berada di atas laut tepat di depan Ombak Sunset Hotel. Inceran saya lainnya yaitu kepingin snorkeling di laut Gili yang bening. Karena, saya datang bersama Mada, penting juga berkunjung ke Turtle Hatchery alias tempat konservasi penyu.

Selain Gili Trawangan, tujuan lainnya yaitu Pantai Kuta Lombok yang pasirnya menyerupai merica. Tempo hari Mada bermain ke pantai di Lampung aja girangnya setengah mati. Kalau Mada bermain di Pantai Kuta pasti dia makin happy.

Desa Sukarara

https://travelfauziamir.files.wordpress.com/2016/11/dsc05357-696x462.jpg?w=621&h=404

Photo credit : Travel Fauzi Amir

Gara-gara saya mendapat kiriman Tenun Lombok dari seorang teman, saya langsung jatuh cinta pada berbagai motif kain tenun. Menurut teman saya, kepribadian saya yang ceria cocok sama corak Tenun Lombok yang kinclong.

Di Lombok terdapat pusat industri tenun yang berlokasi di Desa Sukarara (dibaca : Sukarare). Menenun merupakan kegiatan wajib yang dilakukan turun-menurun oleh wanita Suku Sasak, selain bertani. Bahkan, anak gadis yang belum pandai menenun dilarang menikah. Yang unik dari Tenun Lombok ini menggunakan benang emas. Cara pembuatannya masih tradisional.

Pesan Tiket Pesawat dan Hotel Dalam Satu Waktu

Setelah menentukan tujuan wisata, penting untuk mencari pesawat dan penginapan yang baik selama di Lombok. Saya pernah mengalami hal kurang menyenangkan ketika dinas luar kota. Setelah mendapatkan tiket pesawat dan hotel dari agen travel langganan kantor, rupanya hotel kurang sesuai. Saya menginap semalam di spooky hotel. Sepanjang malam saya diganggu makhluk halus. Ada saja yang bikin saya merinding. Seperti, suara berisik dari kamar sebelah padahal kosong, air yang terdengar mengucur deras dari kamar mandi hingga saya mencium bebauan kurang enak saat tengah malam. Saya hanya bertahan semalam. Hari kedua hingga hari kelima saya dinas luar kota, saya pindah ke hotel yang lebih nyaman.

Untuk liburan anniversary kami, pastinya enggak kepingin mengalami kejadian menginap di spooky hotel atau hal-hal kurang menyenangkan selama perjalanan liburan. Dari informasi teman-teman travel blogger, sekarang sudah ada solusi liburan asyik tanpa harus ribet.

“Pesan paket wisata Traveloka aja, beli tiket pesawat dan hotel sekaligus,” begitu kata teman saya. “Harga juga lebih murah, lho”

Saya pun mengikuti anjuran teman blogger. Karena, destinasi liburan akhir tahun saya itu ke Lombok, jadi saya memasukkan tujuan keberangkatan menuju Bali. Saya ketikkan juga tanggal keberangkatan serta pilihan hotel berdasarkan lowest price, review score, highest price dan highest popularity. Prosesnya mudah dan saving time banget.

Cara Pesan Tiket Pesawat

traveloka-kelombok

Cara Pesan Hotel

traveloka-pesanhotel

Setelah memilih penerbangan dan hotel, saya pun mengecek cara pembayaran. Jumlah total yang dikeluarkan rupanya lebih murah dari harga terpisah. Urusan pembayaran pun cukup mudah karena tersedia berbagai metode pembayaran. Bisa melalui bank atau minimarket dekat rumah.

traveloka-payment

Urusan tujuan wisata, pesan tiket dan pesan hotel sudah done. Nah, karena perjalanan ke Lombok ini merupakan perjalanan Mada pertama kalinya naik pesawat. Dari informasi teman-teman yang sering plesiran naik pesawat dengan anaknya, ini yang perlu dipersiapkan supaya liburan terasa lancar :

  1. Datang ke bandara lebih awal supaya tidak tergesa-gesa saat harus membawa koper serta menggendong anak
  2. Bawalah satu tas untuk semua keperluan anak (cemilan ringan, mainan ukuran kecil, buku mewarnai) selama di pesawat ke kabin
  3. Untuk menghindari anak sakit telinga saat lepas landas, beri permen atau sesuatu yang bisa dikunyah.

Tips terakhir dari Nila Tanzil –as a famous traveller Mama-, jangan lupa persiapkan kondisi tubuh Anda dan anak supaya selama liburan tetap sehat. Ah, enggak sabar nih kepingin liburan anniversary !

ttd-marso

Bermain Pasir Tanpa Kena Air Di Funpolis Cinere

funpoliscinereGimana libur Lebaran, Kak ? Enggak berasa tau-tau kalender udah ganti bulan. Yang bekerja kantoran, Senin besiyok sudah pada masuk ya. Yang bekerja dari rumah pun siap-siap menjemput rezeki awal bulan Juli. Sebelum lanjut di paragraf berikutnya, mumpung masih dalam suasana Lebaran, mohon maaf lahir dan bathin yaaa. Kali-kali, saya pernah khilaf blogwalking balik atau khilaf nebar jempol balik di igekmu, Kak. Dihampura, plis ya, saya maksa nih.

Mumpung masih ada sisa hari liburan, saya punya referensi playground kece di daerah Cinere Depok. Namanya Funpolis Cinere. Berlokasi di gedung bekas Informa tapi nge-heits dengan sebutan Bioskop Mega Cinere. Maklum itu gedung yang sebelahan sama komplek elit memang dulunya bioskop. Sempat berganti dengan Informa, sejak Oktober 2016 berganti wajah menjadi Funpolis Cinere. Biasanya kalau playground itu nyempil di dalam mall, yang ini begitu masuk lobby langsung kelihatan.

Ada 4 zona permainan di Funpolis Cinere yaitu : Happy Forest, Treasure Hunt, Puzzle Park dan aneka permainan arcade yang menggunakan koin. Tiap zona beda harga tiket masuknya ya.

Happy Forest

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di zona ini, cocok untuk anak usia di atas 1,5 tahun atau yang sudah lancar jalan. Kenapa ? karena yang main di zona ini lebih banyak kakak-kakak usia toddler dan TK yang lari-larian kesana sini.  Zona Happy Forest paling luas diantara zona lainnya. Ada perosotan 3 warna, permainan mandi bola lengkap dengan mesin buat niup bolanya yang bisa melayang-layang di atas mesin tsb, ada sudut ruangan buat lompat-lompat, ada mini carrousel dan permainan digital touch-screen semacam menghitung animals dalam bahasa Inggris.

Zona ini juga jadi favorit Mada. Maksimal 2 jam dia bisa betah main di Happy Forest tanpa merengek minta ke zona lainnya. Harga tiket masuk Rp 25.000 (weekdays) dan Rp 45.000 (weekend).

Treasure Hunt

Di zona Treasure Hunt anak Anda bisa main pasir tanpa (repot) basah-basahan kena air. Sesuai judul blog saya ya. Sebelum masuk ke zona ini, anak dan pendamping wajib pakai kaos kaki. Bagi anak-anak yang belum toilet training, juga wajib banget pakai diapers.

Karena, zona pasirnya ini pasir kering, agak-agak ngebul gimana gitu kalau kelamaan main di situ. Untuk permainan ada truk buat mengangkut pasir dan aneka cetakan pasir lengkap dengan sendoknya. Harga tiket masuk weekdays : Rp 25.000 dan weekend Rp 45.000.

Puzzle Park

IMG_20161229_133532

Sampai saya tulis review playground ini, jujur, Mada belum pernah masuk ke zona Puzzle Park. Sepertinya, permainan yang tersedia kurang menantang buat Mada yang mantan bayik ini. Permainan yang tersedia seperti yang ada di foto ini. Ada mini slide, permainan masak-masakan, mini jungkat-jungkit, rumah-rumahan dan aneka mainan yang cocok buat bayik hingga usia 1 tahun.

Tiap kali saya ke Funpolis, yang masuk ke zona Puzzle Park biasanya nanny sama bayik yang baru bisa jalan atau anak-anak cewek kicik yang mainnya anteng. Harga tiket masuk sama kayak Happy Forest dan Treasure Hunt.

Permainan arcade

IMG_20170320_164515IMG_20161229_133502

Zona ini isinya permainan menggunakan koin. Cocok untuk anak di atas 3 tahun. Pengunjung zona ini random. Kadang pas saya datang, yang main arcade itu gerombolan anak-anak SMP (kelihatan dari topi seragam atau logo kaos gengs yang dipakai gitu). Kadang, anak SD juga main di zona ini. Biarpun gerombolan tapi enggak ada yang main pakai seragam sekolah.

Pokoknya, mau itu yang main masih bayik kicik atau anak-anak yang usianya lebih gedean teteup kudu didampingi. Jangan dilepas sendirian apalagi dititipin ke Mbak/Mas penjaga Funpolis Cinere. Kan, mereka digaji bukan buat mengawasi anak Anda seorang. Lagian pliss lah bermain di playground bisa nambah jam bonding Anda dengan anak.

Kalau sudah kenyang main atau lagi asyik main tetiba perut lapar, ada restoran Bakmi GM yang berada di pintu masuk lobby. Menunya komplit punya dan jaminan mutu : enak. Yang pengin minum-minum cantik, ada Chat Time sebelahan sama Bakmi GM. Enggak cukup 2 tenants penyedia makanan minuman, bulan puasa kemarin ada tambahan pilihan tempat makan lagi yaitu Milan Pizzeria Cafe dan Starbucks.

Bermain di Funpolis Cinere, anak bahagia, Ibu/Bapak pun senang.

ttd-marso

Bawa Anak Ke Big Bad Wolf, YAY or NAY ?

bbw2017

Datang. Enggak. Datang. Enggak. Datang. Engg, saya berulangkali bertanya pada diri sendiri saat terpilih sebagai undangan VVIP untuk event buku terbesar se-Asia Tenggara, Big Bad Wolf 2017 (BBW). Yang bikin galau itu soal waktu, karena undangan VVIP hanya berlangsung sehari yaitu pada hari Kamis (20/04). Pas banget sama jadwal Mada ke PAUD. Sempat tergoda, saya kepingin yang menunggui Mada di PAUD itu neneknya (mertua), biar neneknya tahu dunia PAUD cucunya. Jadi, Rabu malam saya sudah boyongan bawa tas 3 biji buat perlengkapan menginap kami bertiga. Iya, saya + Mada dan Pak Suami menginap di rumah Nenek.

Eh, menjelang tengah malam saya kembali galau. Dasar saya ini mamak-mamak ‘korban’ ilmu parenting yang maunya tahu detail urusan pendidikan anak, saya keukeuh kepingin nungguin Mada di sekolah. Toh, cuma sejam. Setelah itu baru deh cuss ke BBW. Alhamdulillah, dibolehin. Sebelum pergi, saya sempat galau juga, kepingin banget bawa Mada tapi saya nyadar diri banget, karena Mada itu :

  1. Kalau udah ketemu buku, pasti keukeuh mau buku ini mau buku itu dan mau bukunya bukan cuma satu, tapi banyaaaak
  2. Udah enggak bisa diakalin misal “Buku yang ini lebih bagus lho, Mas Mada”. Karena, bocahnya tipe yang keukeuh semacam emaknya dan ingatan dia kuat banget. Kalau dia pilih barang dan nyampe rumah barangnya enggak ada atau beda, pasti ditagih terus. Berabe kan kalau di lokasi dia pegang buku yang harganya mihil bingit tapi dompet emaknya tipis.
  3. Tipe bocah yang maunya bergerak terus. Satu-satunya yang bisa bikin Mada anteng itu cuma video baby fingers + 5 little monkey dll di yutup. Duh, rasanya egois ya, demi berburu buku trus anaknya dikasih gadget aja selama berjam-jam. Kasian ah.

Jadi, dengan 3 alasan di atas plus saya juga belum tahu lokasi pasti ICE BSD, akhirnya saya FIX enggak bawa anak dan datang seorang diri ke BBW 2017. Tiket VVIP yang saya punya berlaku untuk 2 orang dewasa. Saya sempat menawarkan ke beberapa teman, sayangnya karena unsur lokasi jauh, banyak yang enggak bisa ikut menemani. Sekalinya ada teman yang biasa PP Cinere-BSD, eh dia sudah punya acara bareng anak plus sepupunya ke Disney On Ice, yang lokasinya di ICE juga tapi bentrok jamnya dengan BBW.

Dari Cinere ke ICE BSD, saya menggunakan ojek online dengan tarif enggak nyampe Rp 50k. Rutenya, dari Cinere melewati Pamulang langsung BSD. Untungnya, saya dapet driver orang Pamulang jadi enggak ada acara nyasar. Saya berangkat setengah 11 pagi dan setengah 12, saya sudah tiba di lokasi.

Lokasi BBW 2017 di hall 8, bersebelahan dengan event Disney On Ice. Agak nyesel ya, sebelum berangkat harusnya tarik tunai BCA soalnya di ICE BSD enggak ada ATM BCA. Seluruh tenant F & B yang ada di lobby pun bayarnya kudu pakai Debit Mandiri atau Credit Card semua bank. Meskipun hanya beli air mineral. Proses registrasi mudah dan alhamdulillah saya dapat voucher belanja BBW. Lumayan kan ya.

Niat sebelum masuk ke acara, saya cuma mau belanja buku 100 ribu rupiah plus voucher 50 ribu rupiah. Total belanja 150 ribu lah ya. Dari pintu masuk, saya langsung cusss ke bagian buku sebelah kanan. Buku-buku berbahasa Indonesia. Satu setengah jam saya hunting buku di bagian Buku Anak Indonesia, eng ing eng … ada 30 buku anak seharga 2000 rupiah sampai 8000 rupiah ada di dalam keranjang saya. Buat apa buku sebanyak itu ? Ndadak, saya kepingin hunting buku buat goodies bag ultah Mada di bulan Juni. Kalau koleksi buku Mada mah sudah cukup banyak di lemari. Beli buku buat bacaan baru Mada enggak kudu banyak-banyak.

Oke, done. Kaki saya melangkah ke buku bagian lainnya. Saya tertarik sama buku Impor, bagian buku anak pastinya. Ada soft book, hard book, paket buku di dalam tas kaleng, sleep book (buku dari kain buat teman bobok) dan sebagainya. Saya berulangkali ngomong dalam hati “Ah, untung Mada udah gede, jadi enggak kudu beli buku bath time book dll”. Tapi, habis ngomong gitu saya ambil satu dua tiga empat … buku bayi impor. Yeah, buku impor yang diambil hanya empat buku tapi semuanya serba triple alias satu judul ada 3 buku. HADEH, MAU NGAPAIN SIK JEUNG ? Ndadak, saya kepingin belajar jualan buku. Toh, harga bukunya murah-murah.

IMG_20170420_151415

Absen buku sebelum … hunting lagi XD

IMG_20170420_125712

Pamer sampul buku ke Pak Gondrong

Jam setengah 4 sore, saya masih hunting buku impor tema transportasi dan musik (trus covernya difoto trus dipamerin ke Pak Gondrong biar blio kepingin). Lalu, pergi ke ATM center di Hall 5/6 buat tarik tunai. Begitu kembali masuk dan melewati buku-buku Indonesia, ternyata antrian sudah panjang, hampir mencapai pintu masuk !

“Antrian apa ini Mas ?” tanya saya sama Mas Bodas plus modis dengan piercing dimana-mana.

“Ini Mbak, antri menuju kasir, saya juga baru mau ngantri,” kata Mas Bodas sambil geleng-geleng kepala melihat antrian panjang.

Jam 4 sore teng, saya pun langsung berhenti hunting buku, ikut antri bersama pengunjung BBW 2017. Enggak puas sih, tapi daripada pulang kemaleman dan Mada juga rewel nyariin emaknya ini. Yaweslah, antri. Saya berdiri antri dari jam 4 sore dan baru nyampe di depan kasir jam setengah 8 malam. Lumayan ya menahan haus plus lapar pulak. Hahaha. Untungnya, di tas ada snack bekal Mada yang ketinggalan. Urusan pegal ? Yeah, dinikmatin aja lah ya. Meskipun, saya datang seorang diri enggak berasa sendirian. Karena pengunjung di depan saya maupun di belakang saya saling melempar senyum, celutukan, ngobrol juga, bertukar info bahkan saling membantu saat ada pengunjung yang keranjangnya macet.

IMG_20170420_175510

Saat antri menuju kasir semakin dekat, rupanya ada pengunjung yang belanja sebanyak 12 trolley. Beberapa pengunjung ada yang protes, harusnya yang belanja 12 trolley enggak antri di barisan pengunjung yang belanjaannya dikit. Eh, rupanya menurut info dari Mas-Mas petugas, bagi yang memborong buku kayak jasa titipan ada barisan khusus yang kasirnya hanya satu. Saat saya melongok ke barisan khusus itu, memang sih belanjaan mereka berjubel tumpeh-tumpeh, istilahnya ya. Di barisan khusus itu, bisa menitipkan buku juga.

Dari 950an kata cerita saya tentang my first time tanpa persiapan apa-apa ke BBW 2017 di atas, membawa anak ke BBW itu mau YAY or NAY, sebaiknya :

  1. Sponsor utama BBW adalah Bank Mandiri. Enggak punya Debit Mandiri atau Kartu Kredit kayak saya ? Siapin uang tunai yang banyak sebelum datang ke BBW. Di ICE BSD ada ATM Center sih, tapi enggak ada ATM BCA.
  2. Tentukan, buku apa yang Anda mau beli. Jangan hunting dulu ke semua tempat baru ngambil bukunya satu-satu. Karena, buku cepat banget habis dalam hitungan menit. Jadi, begitu Anda nemu buku A, langsung masukkin keranjang. Toh, kalaupun enggak jadi beli, bisa dikembalikan di kasir. Banyak yang cancel juga, kok.
  3. Kalau Anda memilih jadi #TeamYay mau bawa anak, cari support system yang mau diajak ke BBW. Syukur-syukur ada Simbok. Enggak punya Simbok, bisa sama orang tua, teman, tetangga atau saudara. Fungsi mereka berasa banget kalau (1) Anda lagi sibuk pilah-pilih judul buku tetiba anak lelarian ke sana kemari. (2) Anda lagi antri tetiba kebelet pipis. (3) Anda pegel berdiri antri tetiba keliyengan gara-gara haus dan kepingin melipir ke tenant makanan.
  4. Pemandangan anak pegang gadget memang bukan hal aneh, tetapi membiarkan mereka mantengin gadget selama 2 sampai 3 jam saat mereka harus ikut mengantri bersama Anda ? Please, a big no. Memang sih, mereka bakalan anteng diam. Tapi, efeknya enggak bagus. Saya sempat memerhatikan seorang balita yang 2,5jam anteng mantengin gadget sambil tiduran di atas stroller. Begitu dia bangun berdiri, matanya merah kelihatan banget lelah 😦
  5. Sehari setelah preview hari Kamis, dari cerita yang beredar, sudah enggak ada antrian panjang lagi di BBW. Ada antrian panjang atau enggak, sebaiknya bawa cemilan ringan. Jaga-jaga tetiba Anda keliyengan lagi asyik hunting buku.

Setelah antri 3 jam menuju kasir, saya masih kepingin lagi ke BBW tahun depan, enggak kapok. Asyik dan seru soalnya. Terima kasih, KEB. Terima kasih, Bank Mandiri 🙂

ttd-marso

Jakarta Food Garden, Kulineran Asyik Di Ujung Timur Jakarta

jakfoodgarden

Apa sih yang kebayang mendengar nama Cakung ? Panas. Banyak pabrik. Tempat kedua di Jakarta dimana Anda bisa menemukan banyak truk gandeng setelah Tanjung Priok.

Yeah, Cakung dalam sejarah Jakarta, memiliki arti yang penting lho. Letaknya yang di ujung timur Jakarta ini pernah menjadi titik pertemuan Barat (Jakarta) dan Timur (Bekasi-Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) pada jaman Belanda. Nah, di masa sekarang ini area Cakung menjadi pusat industri bertaraf lokal maupun internasional. Enggak usah heran, kalau lagi main ke Cakung banyak papasan sama kendaraan berat dengan rodanya yang banyak.

Para pengembang properti melihat potensi Cakung bukan hanya sebagai pusat Industri, tetapi tempat yang baik untuk kawasan tempat tinggal. Seperti inovasi yang dilakukan oleh PT. Modernland Realty Tbk dengan membangun Jakarta Garden City seluas 370 hektar. Berlokasi di Jl. Raya Cakung Cilincing KM.05, Cakung Timur, Jakarta Timur, enggak sulit kok menemukan Jakarta Garden City. Dari Stasiun Cakung, bisa naik ojek online dengan tarif Rp. 5000 dan bakal dianterin sampai depan lobby. Bagi yang tinggal di Bekasi pun pasti dengan mudah menemukan lokasinya.

Total luas Jakarta Garden City yaitu 370 hektar, dibagi dalam 3 kawasan diantaranya ; Garden City, River Garden dan Lake Garden. Konsep one stop living yang diusung Jakarta Garden City ini memungkinkan penghuni melakukan banyak kegiatan dalam satu wilayah. Ada sekolah Global Mandiri dan Global Baby School dengan standar internasional, lalu ada Club House untuk Anda yang doyan berolahraga. Kemudian untuk belanja kebutuhan dapur sehari-hari ada Modern Market. Urusan kesehatan, PT. Modernland Realty Tbk pun enggak tanggung-tanggung dengan membangun Rumah Sakit Mayapada. Yang paling asyik dari keseluruhan fasilitas yang ada yaitu akan dibangun Mall AEON dan IKEA. Siapa coba yang sanggup menolak belanja di IKEA ?

Hari Minggu siang (19/03), saya berkesempatan hadir di acara March Fiesta Jakarta Food Garden-nya Jakarta Garden City.Sesuai konsep March Fiesta, acara yang berlangsung selama 2 hari itu berlangsung sangat seru. Pada opening hari pertama, ada pelepasan balon terbang ke udara, kids story telling, penampilan tari balet dari adik-adik toddler. Saya yang datang di hari kedua pun masih merasakan serunya March Fiesta. Ada live band yang memainkan lagu-lagu semi rock, stand up comedy,  nobar bola di malam hari dan pengundian kupon doorprize bagi yang sudah kulineran di acara March Fiesta JGF.

Food Garden mengusung tema restoran al fresco, dimana para pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman outdoor di bawah tenda nan cantik. Saya cukup surprise ya dengan jumlah tenant yang ada di lokasi. Sudah ada 19 tenant untuk kuliner seru di Food Garden Jakarta Garden City :

IMG_20170319_141240

Ramen 38 Sanpachi

IMG_20170319_140809

Ayam Goreng Karawaci

IMG_20170319_141256

Brandt’s Atelier

IMG_20170319_140639

Soto Susu JG

IMG_20170319_140651

Nasi Timbel Parahyangan

IMG_20170319_140627

Cafe Tok Tong

  1. Depot Konro Karebosi
  2. Soto Kudus Pak Minto
  3. Dapur Bunda
  4. Nasi Campur Putra Kenanga
  5. Dapur Nyah Rita
  6. Cafe Selera Nusantara
  7. Sallero Raso
  8. Kedai Baksoku
  9. Rumah Rawon
  10. Publika
  11. Djabrew Cafe
  12. K&A Restaurant
  13. Daeng Bersaudara Khas Bugis Makassar
  14. Ramen 38 Sanpachi
  15. Ayam Goreng Karawaci
  16. Brandt’s Atelier
  17. Soto Susu JG
  18. Nasi Timbel Parahyangan
  19. Cafe Tok Tong

Dari sekian banyak tenant, saya mencoba makanan ala Dapur Bunda.  Yang recommended dari restoran ini adalah homemade noddle. Range harga makanan rata-rata enggak nyampe 30k. Seperti Bakmi Ayam yang saya pilih, harganya hanya 18k. Rasa ayamnya juicy dan enggak alot. “Ayam yang kami pakai untuk bakmi ini ayam negeri petelor. Makanan kami ini tanpa pengawet ya Mbak” jelas Bapak Rudi, owner Dapur Bunda. “Mie yang kami pakai ini homemade lho, per 2 hari sekali kami bikin.”

IMG_20170319_145319

Pesanan saya : Bakmi Ayam dan Jus Alpukat Dapur Bunda yang yummy

Setelah mencicipi makanan, ngobrol dengan owner Dapur Bunda dan sholat ashar, saya melanjutkan kegiatan yang lain di lokasi. Oh ya, di Food Garden ada fasilitas mushola yang cukup bersih loh. Ada mukenanya juga. Saya baru pulang jam 5 sore dari Food Garden. Sekali lagi, naik ojek online menuju Stasiun Cakung.

Buat yang kepingin tahu info kegiatan atau informasi seputar Jakarta Garden City, silakan mampir ke :

FB : Jakarta Garden City
Twitter : @JKT_Gardencity
Instagram : @jakartagardencity

ttd-marso