DIY Project

DIY Easy Matching Game

diy easy matching game

Sejak anak saya berumur 18 bulan, saya mulai getol nyicil segala permainan yang dibikin sendiri. Saya sadar Mada mulai bosan dengan mainan-mainan yang ada di dalam kotak harta karunnya. Dia butuh tantangan lebih. Saat saya tinggal Mada sendirian, saya suka iseng ngintip apa yang dia lakukan dengan mainannya. Sering banget saya mergokin dia men-challenge dirinya sendiri. Dan, saat Mada bisa melakukan sesuatu, dia bakalan nyamperin saya entah di dapur atau saya lagi mojok sama laptop.

Jadi, rasanya sayang banget kalau saya membiarkan Mada tumbuh hanya dengan permainan yang itu lagi itu lagi.  Oh ya, setiap kali saya membuat diy toys, selalu disesuaikan dengan kebutuhannya. Saat ini Mada sudah 21 bulan, saya naikin dikit level permainannya dengan menyamakan gambar.

Alat yang dibutuhkan :

  1. Print gambar animal face full color sebanyak 12 buah
  2. Print gambar animal face grayscale sebanyak 12 buah
  3. Kertas asturo
  4. Kertas kado bermotif
  5. Cutter, gunting dan lem

Cara membuat :

  1. Gambar animal face yang sudah di print, digunting sesuai bentuk. Sebaiknya pilih gambar yang enggak banyak lekukannya biar gampang pas motong.
  2. Potong kertas asturo menjadi 24 buah kartu. 12 kartu untuk yang full color. 12 kartu sisanya lagi untuk yang grayscale.
  3. Potong kertas kado menjadi 24 buah. Ukurannya sama seperti kartu asturo.
  4. Tempel animal face yang full color dan grayscale ke atas kartu asturo. Biarkan lemnya mengering.
  5. Kertas kado yang sudah dipotong, tempelkan ke bagian belakang kartu. Biar eye catching ūüėČ

Untuk memainkan easy matching game ada 2 cara  :

Cara pertama : kartu full color dan grayscale diletakkan dengan posisi gambar di luar. Kartu full color berada di sebelah kanan. Kartu grayscale di sebelah kiri. Posisi kartu diacak ya mom. Lalu, moms ambil satu kartu full color dan minta si kecil mencari gambar yang sama dengan yang ada di tangan moms.

Cara kedua : semua kartu diletakkan dengan posisi gambar menghadap ke dalam. Yang terlihat adalah bagian belakang kartu yang ada kertas kadonya. Minta si kecil untuk mengambil satu kartu dan mencari pasangannya. Maksimal hanya boleh membuka 5 kartu. Kalau gagal, gantian dengan pemain berikutnya.

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

Batita Mengenal Warna Kuning

mada kuning

Hari kedua challenge, pengenalan untuk warna kuning.

Waktu pengenalan warna kuning, prakteknya di rumah eyangti. Items yang dibawa juga enggak banyak. Saya sengaja bawa ice cube trays yang udah diisi sama air yang udah beku plus ada mini figurine animals. Ada gajah, trenggiling, unta, kanguru. Random aja sih animalsnya. Enggak khusus, misal pet atau wild animals.

Ide membuat mainan ini dari instagram. Ada yang pakai bubur jeli. Ada juga yang pakai air kayak saya. Karena saya merasa sayang bubuk jeli di rumah itu harganya cukuplah mihil. So, pakai air aja dicampur pewarna kuning. Diisi animalsnya. Trus dibekuin semalaman.

Di rumah eyangti, yang excited bukan hanya Mada, tapi adik-adik saya. Alias Oom dan Tantenya Mada.

Saya bikin DIY ini karena :

  • Mada lagi seneng minta dibukain kulkas ‘bukaaa …. bukaaa’, artinya dia tertarik sama sesuatu yang dingin selain eskrim coklat shaky shake yang biasa dimakan ;p.
  • Saya ingin melatih indera peraba Mada. Supaya dia jadi tahu sensasinya ‘oh gini ya rasanya megang es’.
  • Ice cube yang dipegang kan ada warnanya tuh, yak sekalian pengenalan warna kuning.
  • Pengin Mada kreatif. Jadi saya kasih itu animals¬†figurine di dalam ice cube. Tujuannya apasih ? Biar ada ceritanya dong. Saya –> Mas Mada, kasian ini gajahnya gak bisa keluar, tolongin yah ||| Mada —> dia berusaha jadi superhero buat si gajah dan kawan-kawan

Ayuk dicoba buibu kreatif !

xoxo,

Maria Soraya

Aneka Kegiatan Batita Mengenal Warna Merah

 

mada blog merah

Jauh sebelum Mada jadi toddler, saya sudah mengenalkan Mada aneka warna dari baju yang dia pakai atau mainan yang ada di rumah. Kegiatan ini merupakan challenge IMC March Challenge 2016 yang diadakan oleh indonesiamontessori.

Tema minggu pertama yaitu mengenal warna primer. Warna merah menjadi warna pertama yang diperkenalkan ke anak. Saya bersemangat nyiapin tools-nya. Mada bersemangat dan excited sama permainannya. Alhamdulillah.

Lokasi kegiatan : rumah

Permainan :

  • Memasukkan potongan sedotan warna merah ke dalam botol
  • Messy play dengan cat merah
  • Memancing bola, tutup botol, ikan yang semuanya berwarna merah
  • Membaca buku Brain Book for Baby tentang Sayuran. Ini ada unsur merahnya, dari tomat dan cabe.

Kegiatan di atas berlangsung setengah hari. Diantara kegiatan di atas. Mada paling suka messy play mancing bola. Basah-basahan sambil main busa. Beuh, sampai enggak bisa distop. Untung emaknya Mada banyak akal. Kegiatan messy play berakhir dengan mandi jebar jebuuuur.

xoxo,

Maria Soraya

DIY Project : Memasukkan Bola Sesuai Warna

PhotoGrid_1453015111419

Cara buatnya gampang, kardus bekas sepatu bagian atasnya dilapisin dulu pake kertas warna-warni. Trus dilubangin pake cutter. Supaya si kotak sepatu enggak dibuka-buka kayak gambar di atas, lapisin bagian pinggirnya dengan lakban.

Karena saya pingin ngenalin tiga warna dulu ke Mada ya bikinnya hanya tiga warna.

Selamat mencoba !

xoxo,

Maria Soraya

DIY : Small Office Home Office

Saya baru buka facebook dan nemuin cara DIY membuat meja kerja di rumah. Di labelnya, tulisannya sih buat meja craft. Menurut saya, ini keren juga kok kalau buat meja nulis. Saya membayangkan rak-rak kecil pada gambar di atas itu buat menyimpan buku-buku referensi menulis, papan tempel untuk nulis schedule menulis dan media plus penerbit mana yang sudah dikirimin tulisan. Perfecto !

Saya sengaja simpan gambarnya di sini. Sekarang sih ngayal dulu, siapa tahu suatu saat meja kerja seperti itu menghiasi sudut rumah saya ? Hihihi. Amiiiiin.

Note : gambar di atas dicopy dari sini www.diycozyhome.com

xoxo,

Bojone Gondrong

DIY My Wedding 2 : Wish Tree

Behind the story :

1 benda yang saya pengen ADA banget di pernikahan saya adalah WISH TREE. Saya ngiler liat aneka macam wish tree koleksi mbah google. Dari yang mewah banget sampai yang biasa-biasa aja tapi vintage. Wish tree cocok untuk resepsi pernikahan saya yang casual + di taman pula + gak pake adat tradisional.

Di negeri bule sonoh, klo mau bikin wish tree ada pohon khususnya, namanya Manzanita. Di sini ? Hehe, saya sempat sutresss hunting pohon yang cocok. Tiap keluar rumah, saya lirak-lirik pohon yang dahannya lebar atau ranting-ranting bagus. Karena udah jelang hari H, akhirnya saya pake pohon yang udah mati yang ada di samping rumah. Gak tau nama pohonnya apa, yang jelas dahannya cukup bagus buat nyantelin kertas-kertas/foto-foto.

Bahan-bahan :

1. Dahan/ranting pohon (sebaiknya yang udah mati)

2. Pita satin kecil, Rp. 2000/gulungan

3. Pot bunga kecil, Rp. 5800/pcs (gak nyangka nemu barang murah + bagus di Ace Hardware PIM)

4. Semen putih, Rp. 5000/kantong

5. Batu-batuan karang, Rp. 5000/kantong (ini juga beli di Ace Hardware PIM)

6. Cat pilox glitter item, lupa berapa harganya tapi under Rp. 20.000/botol

7. Kertas karton, yang dipotong persegi untuk wish tree card

How To :

1. Bersihkan dedaunan yang menempel di ranting. Potong/potek-potekin (bahasa mana sih potekin ?!!) juga ranting-ranting kecil yang udah rapuh. Beri jarak antara ranting yang satu dengan ranting yang lain, supaya mudah untuk penataan foto/wish tree card.

2. Usahakan ranting dalam keadaan kering. Ranting yang lembab ato basah kurang bagus untuk pengecatan.

3. Semprot wish tree dari jarak agak jauh, supaya warna pilox-nya rata menyebar. Jemur di bawah sinar matahari.

4. Untuk pot (pilih pot yang di bawahnya gak ada bolongan) : campur air + semen di dalam baskom yang gak kepake, aduk rata, tuangkan ke dalam pot, tunggu agak mengeras, lalu masukkan ranting yang udah jadi ke dalam pot. Tunggu sampai semen mengeras dan ranting berdiri tegak.

5. Untuk wish tree cards : potong kertas buffalo menjadi persegi kecil ato bentuknya bebas (mau hati, daun, ato segitiga ya monggo …). Lubangi ujung wish tree cards yang udah jadi dengan pembolong kertas. Beri pita satin yang udah dipotong dan kaitkan di ujung wish tree cards yang udah dibolongi.

Taddddaaa … wish tree pun siap dipakai untuk wadah menaruh kertas ucapan atau memajang foto-foto.

xoxo,

Bojone Gondrong

DIY My Wedding 1 : Pinata Monogram

Lihat baik-baik foto di atas. Dua benda hasil DIY saya tersebut dipajang waktu resepsi pernikahan saya Oktober lalu. Ada Pinata dan Wish Tree.

Dua bulan sebelum wedding, saya emang niat banget pengen bikin something different untuk momen sekali-seumur-hidup itu. Waktu di list, kira-kira ada 12 DIY yang mau saya kerjakan. But, in the last minute … cuma sanggup bikin 3 DIY. Hehe, maklum persiapan wedding dari awal sampai akhir saya prepare sendiri dibantu keluarga. Gak ada susunan panitia berbelas orang layaknya mengadakan wedding pada umumnya.

DIY Pinata Monogram

Behind the story :

Pinata itu boneka yang digantung + dipukul-pukul sama anak-anak bule latin yang ikut dalam games pada birthday party. Boneka dipukul sampai hancur, supaya isinya kayak permen ato hadiah-hadiah lainnya berukuran kecil pada keluar. Pemainnya dikasih tongkat + badannya diputer-puter 3x + matanya ditutup. Agak sadis sih klo liat boneka dipukul-pukul gitu. Kesannya mengajarkan anak kekerasan pada usia dini *halah*

Awalnya saya pingin bikin pinata yang digantung kayak gitu. Tapi, ngeri deh ngeliat para tamu saya entah mas-mas ato mbak-mbak yang tenaganya lebih besar dari anak usia 6 tahun mukulin pinata.

So, saya prefer bikin pinata yang buat dipajang aja. Ide saya cucok juga nge-gantiin ice craving monogram yang selalu ada di tiap meja prasmanan wedding. Tutorial saya dapet dari blog Oh Happy Day. Tutorial versi simpelnya, saya tulis ulang di bawah ini.

Bahan :

1. Karton paling tebal, Rp. 5000/pcs (lupa size tebelnya berapa, minta aja yang paling tebel, beli di toko kertas)

2. Kertas crepe, Rp. 1000/pcs (warna crepe bebas)

3. Gunting, lem, double-tape

How To :

1. Buat pola di atas karton. Saya pakai 2 lembar karton tebal. 1 untuk bagian depan dan 1 lagi untuk bagian belakang.

2. Susun, tempelkan menggunakan double-tape masing-masing pola hingga membentuk rangka nama. Inisial yang saya pakai itu A dan E. A untuk Ayya (saya) dan E untuk Eko (suami).

3. Begitu monogram pinata udah bisa berdiri, silakan bersiap-siap untuk membuat hiasan crepe.

4. Proses bikin crepe ini 2x lebih nguras tenaga + waktu, karena dibutuhkan ketelatenan + kesabaran + bantuan orang lain. Setiap crepe harus dipotong panjang, dilipat-lipat, digunting suwir-suwir trus baru deh ditempel. Setelah jadi, ya tarik napas ngos-ngosan sambil nyengir-nyengir happy.

xoxo,

Bojone Gondrong