Assalamualaikum. Minimnya info soal dokter terdekat yang recommended, membuat saya lebih rutin cek kandungan di Puskesmas dekat rumah.

Saat usia kehamilan memasuki 4 bulan, saya terkena tipes. Kondisi saya sangat tidak keruan. Tubuh saya demam tinggi, seluruh persendian kaku, bolak-balik muntah dan sakit kepala. Yang paling menyakitkan, saya mengalami kesulitan dalam bergerak. Untuk bangun dari tempat tidur membutuhkan waktu 5 hingga 10 menit.

Selain menjalani pengobatan berjalan di Puskesmas, ternyata saya juga harus cek USG untuk mengetahui kondisi janin.

“Dokter terdekat sekitar sini … aduh, gak tahu ya … saya waktu hamil selalu ke bidan,” kata seorang tetangga yang datang menjenguk.

“Iya saya sudah googling, nyari dokter terdekat. Gak ketemu,”

Malamnya, adik perempuan saya berkunjung dan bercerita ia baru saja membeli obat untuk kulit alerginya via Halodoc.

“Enak Kak. Jadi gak ribet kudu keluar-keluar dulu ke apotek, apalagi sekarang lagi PSBB,”

Saya manggut-manggut. “Iya enak. Aku lagi ribet nyari dokter terdekat buat cek USG. Badan lagi gemeriyeng gini, gak bisa pergi buat cek satu persatu klinik yang ada fasilitas USG-nya,”

Adik saya nginyem, geleng-geleng kepala. Ia mengambil smartphone lalu menunjukkan aplikasi Halodoc.

“Kakak gak update nih. Di Halodoc bisa juga cari info soal dokter terdekat sesuai lokasi kita. Sekarang kita lagi ada di Karteng. Coba ya,”

Foto : Cara mencari dokter terdekat via Halodoc

Dari hasil penelusuran via Halodoc, rupanya dokter terdekat untuk spesialis kandungan ada di RSIA Hermina Ciputat. Untuk rumah sakit yang satu ini tidak perlu diragukan lagi namanya. Sudah pasti ada fasilitas cek USG.

Saya pun langsung menelpon nomor yang tertera. Alhamdulillah, keesokan harinya jadwal dokter yang dimaksud ada. Saya segera mendaftar untuk cek USG dan konsultasi dokter.

Mudahnya Menggunakan Aplikasi Halodoc

Foto : Tampilan Halodoc | Liputan6.com

Saat adik saya pertama kali menunjukkan aplikasi Halodoc, saya mempelajari cara menggunakan aplikasi yang dirilis tahun 2016.

Aplikasi Halodoc awalnya dikhususkan untuk konsultasi dokter via chat dan video call, layanan apotik antar dan kerjasama laboratorium.

Ada sekitar 16.000 dokter yang sudah bergabung dan memiliki surat izin praktek. Untuk jumlah apotik yang sudah bekerjasama yaitu 1000 apotik di seluruh Indonesia.

Jadi, melalui layanan-layanan yang tersedia di Halodoc, Anda gak perlu pusing kalau tiba-tiba demam tinggi tengah malam. Anda cukup buka aplikasi Halodoc dan konsultasi dengan dokter yang sedang online via chat/video call.

Mudahnya akses kesehatan yang diberikan Halodoc membuat aplikasi ini banyak dilirik keluarga millenial. Apalagi untuk mengunduh Halodoc tidak berbayar alias gratis.

Melalui layanan ApotikAntar, pengguna dapat membeli obat yang sudah diresepkan dokter tanpa harus antri ke apotek. Pemesanan obat di Halodoc hanya membutuhkan waktu 30 detik, dari mulai pemesanan hingga penawaran.

Jarak terjauh yang dilayani untuk ApotikAntar yakni maksimal 25 km dari lokasi pengguna. Layanan ini tentu sangat berguna bagi pengguna yang sedang sakit dan butuh obat seperti adik saya.

Yang bikin saya kasih dua jempol, Halodoc menyediakan artikel soal kesehatan berdasarkan abjad. Ada ribuan informasi yang bikin kita gak tebak-tebak buah manggis lagi. Bahasa yang disajikan pun sangat mudah dimengerti untuk berbagai kalangan.

Berita kesehatan yang akurat ini penting lho. Karena,Ā  seperti yang kita tahu, berita hoax seputar kesehatan ini cukup banyak jumlahnya di Indonesia. Melalui Halodoc, gak ada lagi ceritanya Anda kemakan berita hoax ya.

Saya sudah mencoba Halodoc, bagaimana dengan Anda? Download dulu biar gak penasaran ya šŸ™‚