Assalamualaikum. Beberapa waktu lalu, saya dan Mada mengikuti sebuah event anak-anak di kota Bekasi. Lokasinya terbilang jauh dari tempat tinggal kami di Depok. Kami berdua juga belum pernah ‘main’ sejauh itu.

Tetapi, kami berdua terutama saya sangat bersemangat. Jarang-jarang kan berkesempatan main jauh sama Mada. Dan, Mada juga semangat banget melihat tempat main yang bakal dikunjunginya.

Persiapan pertama yang saya lakukan adalah menyiapkan bekal selama perjalanan dan bekal untuk di lokasi. Maklum, Mada lagi doyan makan. Jadi, laperan banget bawaannya hehee. Saya membawa bekal nasi lengkap dengan sayur mayur, cemilan roti coklat dan susu, dua potong brownies dan permen.

Turun dari Stasiun Bekasi, terlihat pedagang aneka makanan berjejer di pintu luar. Ada yang berjualan mie ayam, snack basah, batagor, siomay, bakwan Malang hingga ketoprak. Mata Mada langsung berbinar.

“Ibuk, aku mau batagor! Ibuuuk aku mau batagor,” seru Mada sambil menunjuk ke tukang batagor. Saya menggeleng lalu mengamit tangan Mada menuju sebuah minimarket. 

Di depan minimarket rupanya kami bertemu dengan tukang batagor lagi. Kali ini Mada meminta dibelikan batagor dengan alasan “Kasian Buk, yang jual sudah banyak ubannya. Kita beli ya Buk”. Saya pun membeli dua bungkus batagor yang diikat, jadi enggak langsung dimakan. Karena, saya membawa bekal makanan yang cukup banyak. 

Kegiatan di event yang kami ikuti sangat seru dan padat sehingga kami berdua lupa dengan bungkusan batagor yang dibeli di stasiun. Tiba di rumah, Mada teringat pada bungkusan batagor yang belum dimakan. Ia membuka plastiknya, memindahkan ke piring dan memakannya dengan lahap. 

Keesokan pagi, Mada bangun tidur dengan suhu badan yang sangat tinggi dan muntah-muntah. Saya memberikan parasetamol dan mengompres Mada. Saya menganggap Mada demam karena kelelahan. Di hari kedua, saya membawa Mada ke dokter.

Dari hasil cek lab dan konsultasi dokter, Mada terkena infeksi saluran pencernaan. Penyebabnya dari makanan yang dimakan sehari sebelumnya. Mada istirahat selama seminggu di rumah. Ia juga tidak boleh makan sembarangan.

Bebas Makan Dimana Aja Tanpa Cemas Dengan Aplikasi GERMAS PAS

Foto : Sosialisasi Aplikasi GERMAS PAS | Dok. pri

Tanggal 17 September 2019, saya berkesempatan mengikuti Sosialisasi Aplikasi GERMAS PAS yang berlokasi di Holiday Inn & Suites Gajah Mada. Kegiatan ini dihadiri oleh blogger, vlogger, para pemilik usaha boga dan institusi.

Aplikasi GERMAS  PAS ini sudah di launching oleh Menteri Kesehatan pada Rakerkesnas tanggal 11 Februari 2019. Agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas, perlu dilakukan sosialisasi. Apalagi sekarang ini semuanya serba “tahu info” dan “pesan apa aja” dari aplikasi, misalnya delivery makanan, bayar tagihan hingga pesan ojol.

GERMAS PAS yang dijadikan nama aplikasi ini merupakan singkatan dari Gerakan Masyarakat Pangan Aman Sehat. Aplikasi GERMAS PAS hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengakses informasi restoran/rumah makan, pusat jajanan, katering dan depot air minum yang sudah memiliki sertifikat laik higiene sanitasi.

Jadi, saat Anda sedang mudik atau lagi jalan-jalan ke suatu tempat enggak perlu cemas mau makan dimana. Anda hanya perlu membuka GERMAS PAS dan melihat Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) di sekitar Anda.  Dalam radius 5 km, daftar TPM akan muncul di smartphone Anda.

Aplikasi GERMAS PAS hanya bisa diunduh melalui android. Bila Anda sudah mengunduh selanjutnya dapat menggunakan fitur-fitur GERMAS PAS, diantaranya :

1. Informasi TPM

2. Pencarian TPM

3. Peta lokasi

4. Rating & review

5. Papan informasi

6. Sharing sosmed

Saya sudah mencoba menggunakan fitur pencarian TPM saat acara berlangsung. Hasilnya, saya menemukan banyak restoran di sekitar area Holiday Inn & Suites Gajah Mada. Tak hanya itu, saya bisa juga memberikan rating, review bahkan share di sosmed. Berasa jadi food blogger nih.

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Untuk Siapa dan Bagaimana Prosesnya ?

Foto : Ibu Tutut Indra Wahyuni, SKM, M.KES | Dok.pri

Banyaknya kejadian keracunan massal di Indonesia membuat kita harus sadar betapa pentingnya mengkonsumsi makanan yang higienis. Dari data WHO, terdapat lebih dari 200 penyakit yang mengintai melalui makanan. Contoh penyakit ringan adalah diare dan yang terberat yaitu kanker.

Untuk menyajikan makanan yang aman, penting diperhatikan antara lain :

1. Jagalah kebersihan

2. Pisahkan pangan mentah dari pangan matang

3. Masaklah dengan benar

4. Jagalah pangan pada suhu aman

5. Gunakan air dan bahan baku yang aman

Lima hal di atas ini kadang salah satunya bahkan mungkin semuanya luput, terutama ketika yang masak ini minim pengetahuan soal kebersihan makanan. Contoh sederhananya, penyajian makanan bersantan untuk hajatan pagi hari. Bila penyedia makanan lalai soal kebersihan, maka bisa dipastikan makanan akan cepat basi.

Karena itu setiap Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Untuk TPP yang WAJIB memiliki sertifikat laik higiene sanitasi ada 4, diantaranya :

1. Rumah makan/restoran

2. Jasa boga

3. Sentra makanan jajanan

4. Depot air minum

Khusus pedagang kaki lima CUKUP menggunakan stiker laik higiene yang ditempel di gerobak.

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi diterbitkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota/PTSP. Sementara, bagi TPP yang berada di wilayah pelabuhan, bandar udara dan pos pemeriksaan lintas batas diterbitkan oleh Kepala KKP.

Proses pembuatannya yaitu selama 30 hari. Dimulai dengan permohonan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, selanjutnya masuk ke KKP/PTSP dan tim pemeriksa uji kelayakan akan datang untuk berkunjung dan pemeriksaan. Bila memenuhi syarat akan mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi yang berlaku 3 tahun.

Bagi TPP/TPM yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi otomatis akan terdata di aplikasi GERMAS PAS.

Semoga dengan adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan aplikasi GERMAS PAS ini kasus-kasus keracunan massal akan berkurang jumlahnya. Dan, saya atau Anda para pecinta kuliner bisa bebas cemas saat kulineran di suatu tempat.

Foto utama : Pexels.com