Assalamualaikum. Lima hari untuk minggu perkenalan sudah berlalu. Sekarang Mada sudah SAH jadi anak TK B. Hal yang sudah dinanti-nantikan sedari lama lho. Karena, ‘lulus’ dari PAUD Srikaya Lebak Bulus (2017) dan ‘resign’ dari Thiflun Playgroup dan Daycare (2018) bikin Mada kangen punya teman-teman seumuran. Bermain, ngobrol atau berkegiatan apa aja.

Di lingkungan rumah enggak ada anak-anak seumuran Mada. Teman-temannya ya para bayik dengan rentang usia 2 tahun s/d 3 tahun. Mereka semua rata-rata belum bisa bicara. Ngobrolnya ya pakai bahasa tubuh. Kalau lagi pada ngumpul, Mada dan teman-teman bayiknya main kejar-kejaran atau balapan mobil kecil. Kadang, main bola juga.

Buat saya pribadi, Mada penting banget punya teman seumuran. Yang bisa diajak ngobrol atau diskusi tentang apa aja. Mainnya juga yang ada edukasinya kayak menyusun puzzle, balok atau bermain lego. Kalau Mada main lego sama para bayik, legonya bukan dimainin tapi para bayik menggigit-gigit legonya wkwkwkk atau kalau main hotwheels bukannya dimainin tapi dicemplungin ke got item. Ateuhlah …

Ini Persiapan Saya Sebelum Mada Sekolah TK B

Persiapan Anak Sebelum Masuk TK | Sumber gambar : Unsplash/Caleb

Persiapan sebelum sekolah kali ini lebih ‘mudah’ dibanding saat Mada pertama kali mengikuti kelas PAUD tahun 2017.  Tiga minggu sebelum sekolah, saya pelan-pelan merubah kebiasaan Mada sehari-hari di rumah. Diantaranya:

  1. Sekolah masuk jam 7 teng. Mada latihan bangun tidur jam 5 pagi. Sebelumnya Mada nyantai banget bangun jam 8 atau 9 pagi.
  2. Tidur malam lebih cepat. Yang udah-udah, Mada tidur jam 10. Kadang jam 12 masih melek. Dan, kadang Mada sudah tidur jam 10 trusss jam 2 pagi bangun karena Pak Gondrong main gitar.
  3. Lebih sering melakukan beberapa hal sendiri. Misalnya, makan, pakai baju, pakai sepatu dan menyiapkan kebutuhan sekolah. Kalau lagi makan di rumah, Mada masih suka disuapin. Katanya, biar Ibuk enggak sibuk di dapur sih hehee.
  4. Untuk kebutuhan sekolah seperti tas, lunch box, sepatu, kaos kaki dan pakaian dalam sudah ready semuanya. Perlengkapan alat tulis seperti krayon, pensil warna, pensil, penghapus, penggaris, buku tulis juga sudah ready.
  5. Bermain role-play guru dan murid di rumah. Saya menjadi guru yang menyapa Mada sebagai murid yang baru pertama kali sekolah. Atau, bisa juga saya berpura-pura menjadi teman barunya Mada.

Nah, persiapan di atas bakalan beda lagi kalau anak Anda baru pertama kalinya masuk sekolah. Bila Anda cenderung nyantai, anak akan kaget menjalani hari pertamanya di sekolah. Buntutnya, anak bisa trauma dan mogok ke sekolah.

Anak Pertama Kali Masuk TK ? Ini Yang Anda Harus Persiapkan Sebelum Hari H

Menyiapkan Anak Pertama Kalinya Sebelum Sekolah TK | Sumber gambar : Unsplash/Markus

Tahun 2017, pertama kalinya Mada masuk kelas PAUD. Pada saat itu usianya baru 3 tahun. Agar tidak kaget menjalani hari-harinya di sekolah, berikut hal-hal yang saya persiapkan :

  1. Tiga bulan sebelumnya, saya memberitahu Mada akan punya teman-teman baru di sekolah. Saya menggambarkan keadaan sekolah yang asyik. Ada Bunda guru dan teman-teman yang umurnya sama seperti Mada. Ada permainan perosotan, ayunan, monkey bars dll di luar kelas. Dan, ada lebih banyak mainan di dalam kelas.
  2. Di pagi hari, saya memberikan ‘tugas’ untuk dikerjakan Mada. Misalnya, mewarnai gambar huruf atau menggunting kertas dan menempel. Tugas-tugas yang melatih motorik tangan. Jadi, jari-jari Mada sudah terlatih ketika sekolah nantinya. Setelah tugas dikerjakan, saya memberikan nilai berupa bintang-bintang atau smile dengan tambahan kata-kata ‘Good Job, Mada‘, ‘Mada is Smart” atau kata-kata yang memotivasi.
  3. Mengikutsertakan Mada pada kegiatan playdate berbayar yang diadakan sebuah komunitas. Di Instagram, ada begitu banyak informasi kegiatan playdate di suatu tempat. Untuk biayanya bervariasi, mulai dari Rp 50,000 hingga ratusan ribu. Tujuan mengikuti playdate tentu saja untuk melatih kemampuan sosial anak.
  4. Membiasakan Mada membawa tasnya sendiri tiap kali kami bepergian. Sekalipun hanya pergi ke taman kota, Mada akan menggemblok tas punggungnya. Isi tasnya botol minuman, cemilan dan mainan kecil.
  5. Membacakan buku cerita tentang kegiatan anak-anak di sekolah. Saya juga melakukan tanya jawab setelah membacakan buku. Jadi, Mada punya gambaran visual tentang sekolah. 

Terlihat jelas ya perbedaannya dalam menyiapkan anak pertama kalinya ke sekolah dan bila anak sudah pernah sekolah sebelumnya. Dengan persiapan yang matang, Alhamdulillah Mada dapat menjalani sekolahnya dengan baik dan dia selalu bersemangat tiap kali mau berangkat sekolah.

Nah, bagaimana Anda menyiapkan anak untuk hari pertama sekolah?