Assalamualaikum. Selamat hari Senin pasca Lebaran 2019 🙂 Minal aidin wal walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin ya teman-teman pembaca mariasoraya.com. Mohon dimaafkan bila ada salah tulis maupun saya selaku pemilik blog ini lupa berkunjung balik ke blognya teman-teman. 

Gimana kemarin cerita Lebarannya ? Apakah Anda mudik ke kampung halaman atau jagain ibukota tercinta juga seperti saya ?? Terakhir saya mudik itu sebelum menikah. Kenangan mudik selalu menyenangkan, karena saya pergi bersama orang tua serta 5  adik saya. Lima hari Lebaran pertama di Garut -kampung halaman Papah. Dan, lima hari berikutnya di Pekalongan -kampung halaman Mamah.

Tiap mudik, Papah selalu menyetir sendiri dari Jakarta – Garut – Pekalongan. Senangnya mudik sekeluarga gitu ya berasa banget ramainya sepanjang jalan. Ada aja yang kami lakukan di dalam mobil agar perjalanan terasa enggak membosankan. Misalnya, ngobrol tentang tempat yang kami lewati atau nyanyi-nyanyi bersama. 

Dalam perjalanan, Papah hanya berhenti di satu rest area atau berhenti di masjid. Biasanya buat sholat, tidur sekian menit atau makan. Saat Papah tidur di dalam mobil, Mamah akan mengajak anak-anaknya keliling sekitar area. Sayangnya dulu belum musimnya nge-blog, jadi setiap cerita mudik hanya tertulis dalam ingatan dan lembar halaman buku diary *eaaa. 

Ngabuburit Sehat : Mudik Aman, Selamat dan Sehat Sampai Tujuan

Ngabuburit Sehat Bersama Ibu Menkes Nila F. Moeloek

Berkaitan dengan mudik, saya ingin berbagi tips mudik aman, selamat dan sehat dari acara Ngabuburit Sehat bersama Kemenkes dan Kemenhub di Stasiun Gambir pada tanggal 28 Mei 2019. 

  1. Seminggu sebelum mudik, mulai persiapkan fisik. Hindari begadang apalagi makan-minum yang tidak sehat. Jika sempat, olahraga ringan agar tidak mudah lelah. 
  2. Periksa kondisi kendaraan. Jangan cek in the last minute saat mau berangkat. 
  3. Hindari minuman beralkohol serta obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk.
  4. Istirahat tiap 4 jam dalam perjalanan.
  5. Saat Anda mulai mengantuk jangan memaksakan diri untuk tetap on menyetir. Istirahatlah sejenak di rest area, masjid atau di bahu jalan. 
  6. Patuhi rambu lalu lintas.
  7. Perhatikan kondisi jalanan yang Anda lewati. Jaga kecepatan kendaraan bila kondisi jalan rusak atau bergelombang terutama pada saat hujan dan cuaca buruk.
  8. Sebaiknya tidak membawa kendaraan melebihi muatan. 
  9. Gunakan masker bila Anda mudik dengan motor.
  10. Bagi yang mudik menggunakan transportasi umum, sebaiknya tidak menerima makanan atau minuman dari orang tidak dikenal. 
  11. Bawa bekal yang tidak cepat basi. Hindari makanan bersantan yang dapat membuat Anda merasa kenyang banget dan mengantuk. 
  12. Jika Anda ingin jajan, pastikan tanggal kadaluarsa makanan dan minuman. Jangan tergiur dengan harga murah.
  13. Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Jika cukup sulit mendapatkan air, bawalah tissue basah. 
  14. Agar Anda tetap sehat selama perjalanan PP mudik, konsumsilah makanan atau minuman yang bersih. 
  15. Buang sampah pada tempatnya. Kalaupun Anda tidak menemukan tempat sampah, simpan dulu sampah dalam kantong plastik dan segera buang di tempatnya.
  16. Manfaatkan rest area dengan baik. Contohnya untuk buang air besar atau buang air kecil. Menahan pipis dalam jangka waktu lama dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. 
  17. Tidak menggunakan gadget saat berkendara.
  18. Jika dalam perjalanan Anda merasa kurang sehat (pusing, sakit perut, mual dan sebagainya) segera datangi pos kesehatan terdekat.  

Mas Fitra -influencer otomotif yang hadir dalam kegiatan Ngabuburit Sehat sempat menjelaskan “Penyebab kecelakaan terbesar bukan dari kondisi kendaraan, tetapi dari pengemudi yang mengantuk. Karena, Anda meleng sedikit ketika berkendara itu akibatnya sangat fatal. Jadi, sebaiknya jika Anda mengantuk segera minggir ke bahu jalan. Usahakan juga ketika menyetir itu ada teman ngobrol di sebelah Anda agar tidak mudah mengantuk.”

Setelah mendengar penjelasan tips mudik dari Ibu Kemenkes, perwakilan Kemenhub maupun Mas Fitra ini saya jadi ingat kenangan mudik bersama Ortu dan adik-adik. Mamah selalu ngobrol apa aja dengan Papah dan anak-anaknya. Jika Mamah ngantuk, gantian saya atau adik-adik yang ngobrol dengan Papah.

Jadi, gimana cerita mudik Anda ? Apakah sudah aman dan sehat sampai tujuan ??