Assalamualaikum. Memasuki minggu terakhir puasa, hal yang selalu disiapkan Pak Gondrong adalah membayar zakat fitrah dan maal. Dulu awal menikah, Pak Gondrong sempat bingung menghitung berapa yang harus kami keluarkan untuk zakat dan dimana harus bayar zakat. Apakah di masjid dekat rumah atau masjid dekat bengkel hehe. 

Sehari-hari Pak Gondrong bekerja mengelola bengkel motor milik Bapaknya. Bikin motor custom, servis motor hingga menyetel motor supaya lebih kencang buat balapan. Seperti itulah kerjaannya sehari-hari. Jadi, Pak Gondrong termasuk wirausaha mandiri. 

Seiring waktu berjalan, kami tahu berapa yang harus dikeluarkan untuk zakat setiap tahunnya. Tiap kali selesai bayar zakat, wajah Pak Gondrong berseri-seri. 

“Rasanya plong, Bunn” ujarnya. 

“Yaiya. Zakat kan memang tujuannya membersihkan harta yang kita punya. Dengan berzakat, berarti kita ikut memberdayakan orang lain juga lembaga-lembaga yang membutuhkan dukungan dana. Seperti layanan kesehatan cuma-cuma (LKC),  beasiswa anak tidak mampu sampai membantu korban bencana”

Pak Gondrong manggut-manggut. “Kok kamu tahu banyak ya soal zakat”

Saya nyengir. “Bukan tahu banyak, Hunn. Aku tahu sedikit karena dulu kan juga suka nemenin Bapakku buat bayar zakat. Tengah malam aku, ortuku dan adik-adikku naik mobil nyari masjid. Keluargaku enggak zakat di masjid komplek, nyari di luar, masjid yang enggak terlalu ramai.”

Sekali lagi Pak Gondrong manggut-manggut. “Iya ya. Besok aku mau bayar zakat dekat rumah aja deh. Kita ajak Mada ya biar dia tahu juga,”

Hal-hal Yang Perlu Diketahui Seputar Zakat 

Dokumentasi pribadi

Zakat yang dikeluarkan di bulan Ramadan dikenal juga dengan zakat fitrah. Ini wajib hukumnya bagi yang mampu. Zakat fitrah nantinya akan disalurkan pada 8 golongan penerima zakat sesuai yang tercantum pada QS. At Taubah ayat 60 :

  1.  Al Fuqara atau fakir yakni orang yang tidak memiliki harta dan tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
  2. Al Masakin atau miskin yakni orang yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
  3. Amil yakni orang yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
  4. Muallaf yakni orang yang baru masuk Islam.
  5. Dzur Riqab atau hamba sahaya.
  6. Gharimin atau seseorang yang memiliki hutang untuk kebutuhan hidup.
  7. Fisabilillah yakni orang yang berdakwah atau berjihad di jalan Allah.
  8. Ibnu sabil atau musafir yakni orang yang sedang melakukan perjalanan jauh. 

Sebelum membayar zakat fitrah, ada baiknya Anda sudah tahu berapa yang harus dibayarkan untuk berzakat. Besarannya yaitu 2,5 kg beras. Anda dapat menggunakan kalkulator zakat dari Dompet Dhuafa, lho. 

Selain bayar zakat fitrah, ada lagi zakat yang harus dikeluarkan yakni zakat harta atau zakat maal. Yang dimaksud dengan zakat maal yakni zakat yang dikenakan pada harta seseorang dengan syarat dan ketentuan tertentu. Besarannya sama seperti zakat fitrah yaitu 2,5 %. 

Mudahnya Berzakat Di Era Digital Melalui Dompet Dhuafa

Dulu ketika saya masih kecil, untuk berzakat harus mendatangi masjid atau lembaga penyalur zakat. Kini, di jaman serba digital dapat berzakat melalui online. Untuk saat ini, Dompet Dhuafa menjadi lembaga penyalur zakat terpercaya yang sudah ada sejak tahun 1993. Sebagai lembaga filantropi Islam yang dananya bersumber dari Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF).

Untuk berzakat melalui online, yang pertama kali Anda harus lakukan adalah membuka https://donasi.dompetdhuafa.org/zakat/. Selanjutnya, Anda akan menemukan Kalkulator Zakat untuk menghitung besaran zakat yang harus dikeluarkan.

Kemudian, untuk pembayaran cukup transfer ke norek atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Alternatif lainnya, Anda bisa menggunakan pembayaran cashless melalui DANA, Go Pay, OVO dan LINKAJA.

Jadi, #JanganTakutBerzakat. Yuk segera tunaikan sebelum terlambat.