Assalamualaikum. Pengumuman hasil PEMILU 2019 tinggal menghitung hari. Pengamanan ekstra diterapkan di beberapa tempat untuk mencegah berbagai aksi yang tidak diharapkan, misalnya demo massa atau serangan teror.

Di dunia sosmed ramai pula membahas soal persiapan jelang PEMILU 2019. Seminggu yang lalu, saya sempat mendapat info dari beberapa WAG yang saya ikuti agar menyiapkan sembako dan makanan-makanan yang tahan lama di rumah. 

“Jaga-jaga nanti kejadian tahun 1998 terulang lagi”

Saya pun masygul. Di tahun 1998, saya masih SMP dan tinggal jauh dari lokasi kerusuhan Mei 1998. Namun, lingkungan tempat saya terkena dampaknya. Seluruh warga komplek ikut berjaga bahkan mendirikan barikade kawat berduri di gerbang masuk komplek. Para bapak-bapak bersama satpam dan TNI secara bergantian berjaga di depan gerbang masuk. 

Mamah juga sudah menyetock bahan makanan selama kami tidak keluar komplek. Rasanya sungguh mencekam. Pada hari itu kami cemas dengan penjarahan yang terjadi diberbagai wilayah di Indonesia. Kami cemas menjadi sasaran penjarahan dan tindakan anarkis dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab. 

Saya tidak bisa membayangkan bila hal serupa terjadi lagi pasca pengumuman hasil PEMILU 2019. Duh, jujur saya cemas. Ketika saya membicarakan hal ini pada suami, respon beliau santai “Ah, itu hanya hoax buat nakut-nakutin orang. Enggak bakal kejadian lagi yang tahun 98 itu”.

Workshop Produksi dan Inseminasi : Bagaimana Membuat Konten dan Diseminasi Di Era Digital ?

Bila mendeskripsikan tugas seorang blogger profesional, maka jawabnya : BANYAK. Misalnya, menulis blog sesuai tema blog yang kita pakai, menyebarkan tulisan blog di sosmed pribadi, blogwalking hingga melakukan penulisan SEO agar tulisan kita selalu disukai Mbah Gugel. 

Selain itu, seorang blogger memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pembacanya tentang suatu isu atau trend. Apa yang ditulis blogger bukan sekedar tulisan, lho. Karena itu penting seorang blogger untuk selalu meng-upgrade ilmu yang dimiliki.

Berkaitan dengan upgrade ilmu, hari ini saya bersama teman-teman blogger mengikuti Workshop Produksi dan Diseminasi Konten Kreatif yang berlokasi di Ruang Apung Perpustakaan UI Depok Jawa Barat. Narasumber yang hadir antara lain :

Ibu Dewi Rahmarini – Kepala Seksi Produksi Konten dan Diseminasi Informasi Polhukam Kominfo

Kol. Beben Nurpadilah – Kabid Media Massa Deputi 7 Kemenkopolhukam

Wicaksono “Ndoro Kakung” – Pegiat sosial media

Dikdik Sadaka – Kepala Sub Direktorat Pertahanan Keamanan Dir. Infokom Polhukam IKP Kominfo

Yan Kurniawan – Drone Emprit

Mungkin pembaca blog mariasoraya.com bingung, apa kaitannya Kemenpolhukam dengan kegiatan produksi konten dan diseminasi ? Ada dong. Sekarang ini kan banyak banget hoax dari mulai isu kesehatan sampai politik dan keamanan. Contohnya, seperti saya nih yang kemakan hoax kudu prepare sembako sebelum pengumuman PEMILU 2019. 

Dari pemaparan narasumber juga disebutkan di masa depan perang yang terjadi bukan lagi perang fisik, namun konten-konten hoax dan konten yang bersifat radikal yang mudah ditemukan di dunia maya. Ini efeknya lebih dahsyat daripada perang fisik lho. Dan, kemungkinan terburuknya dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Ngeri ya 🙁 

Nah, Kemenpolhukam bersama Cybercrime Kepolisian Republik Indonesia tugasnya adalah menutup konten-konten yang berbau radikal serta hoax. Siapapun yang menemukan konten hoax baik itu di sosmed maupun blog dapat melaporkan ke Kemenpolhukam dan Kemeninfo. 

Di workshop yang berlangsung setengah hari ini, saya dan teman-teman blogger belajar memproduksi konten kreatif serta diseminasi (menyebarkan) informasi di sosial media. Narasumber Ndoro Kakung yang giat menyuarakan konten positif di dunia maya sempat membeberkan ilmu seputar kepenulisan.

Seperti judul tulisan blog di atas, saya akan membeberkan 3 hal yang harus dipersiapkan seorang blogger dalam memproduksi konten berupa tulisan dengan baik dari Ndoro Kakung :

  1. Amunisi (banyak membaca, research, wawancara dan pengamatan)
  2. Spesial (harus memiliki sudut pandang spesial)
  3. Latihan (harus selalu latihan menulis termasuk mengikuti kegiatan workshop seputar kepenulisan)

Yang tak kalah pentingnya, seorang blogger harus mengenali profil pembaca blog, menguasai topik yang ditulis, menulis seperti bercerita (story telling), no jargon atau basa-basi, menulis singkat dan padat (maksimal setiap paragraf terdiri dari 3 s/d 5 kalimat atau 3 baris), menulis dengan gaya bahasa seperti biasa (tidak latah mengikuti gaya bahasa yang bukan gue banget), memberikan judul tulisan yang menggoda serta melengkapi dengan unsur visual. 

Dalam menulis blog, seorang blogger juga harus menghindari hal-hal berikut :

  1. Pornografi
  2. Berita bohong
  3. Fitnah
  4. Pencemaran nama baik
  5. Ujaran kebencian
  6. Doxing (menyebarkan data asli seseorang, misalnya alamat rumah, ktp dsb)
  7. Radikalisme
  8. Menyinggung SARA

Wahhh ini jadi PR saya ke depan dalam membuat konten di blog pribadi saya. Ilmu dari #workshopkominfo #kontenkreatifhankam bakal saya terapkan sepulang dari workshop ini. Dan, bagi teman-teman pembaca blog mariasoraya.com jadilah blogger dan netizen cerdas di era digital ini. 

Jangan percaya hoax lagi yessss !