Assalamualaikum. Sudah menyiapkan masakan apa untuk nanti malam ? Apakah beli atau masak sendiri ? ?

Dulu saat anak umur 2 sampai 3 tahun, saya prefer masak sendiri. Setiap hari memasak 3 menu. Begitu anak sudah usia 4 tahun, sudah bisa dikondisikan. Masak cukup yang gampil-gampil aja misalnya sayur bening bayam, tumis kangkung atau segala macam tumisan.

Kalau saya lagi super ribet biasanya untuk lauk pendamping beli via go food atau restoran Padang. Ehhh tapi hampir tiap hari saya ribet sih wkwkkwkwk. Maklum, saya Ibu bekerja di rumah dan ngantor seminggu sekali. Di rumah juga, saya mengerjakan urusan domestik sendiri termasuk mengurus anak.

Namun, ada kalanya bosan juga tiap hari beli masakan. Menunya rata-rata sama, harganya aja yang beda. Misalnya, beli fuyunghai di resto Seafood 99 harganya Rp 45.000. Sementara, di resto seafood dekat kampus harganya hanya setengahnya.

Suatu hari di timeline saya nongol akun @miunmiunan yang menampilkan bahan makanan mentah untuk seminggu. Melihat penataannya yang rapi serta tips-tipsnya dalam menyiapkan food preparation atau #foodprep, saya jadi kepingin juga.

Saya mencoba mempraktekkan food prep ala Mbak Miun. Ini yang saya lakukan untuk membuat food prep :

  1. Siapkan wadah penyimpanan yang tepat
  2. Bersihkan bahan-bahan makanan mentah sebelum dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan
  3. Simpan bahan-bahan makanan mentah sesuai penempatannya yang tepat di dalam lemari pendingin

Ini Pilihan Saya Untuk Menyimpan Bahan Makanan

Gara-gara Mbak Miun pula, saya jadi hunting food storage yang cantik-cantik di olshop Instagram. Ada yang harganya mihil, standar dan murce. Rata-rata satu paket food storage terdiri dari 12 buah kotak makanan dengan ukuran yang berbeda-beda. Btw, saya enggak beli di olshop, malah beli di supermarket dekat rumah. Karena sedang ada diskonan awal bulan. Saya pilih harga diskon yaitu Rp 45.000 dari harga normal Rp 60.000.

Selain food storage, saya juga membutuhkan plastik kiloan untuk menyimpan bahan makanan mentah maupun untuk membungkus makanan yang sudah matang. Dari rekomendasi Mamah, sebaiknya pakai plastik kiloan merek PP Wayang. Alasannya, lebih bagus, lebih tebal dan juga sudah mengandung bahan standard food grade.

Untuk membeli plastik PP Wayang, kebetulan nih ada toko plastik dekat rumah. Sekalian aja saya mampir. Penting lho untuk memperhatikan bahan food grade untuk wadah penyimpan makanan. Karena plastik akan bersentuhan langsung dengan makanan yang disimpan. Khusus ini, saya enggak akan pilih plastik diskonan atau yang murah meriah, buat investasi kesehatan di masa depan khaaan.

Plastik PP Wayang Dengan Kemasan Baru

Foto : Plastik PP Wayang Kemasan Lama

Foto : Plastik PP Wayang Kemasan Baru

Saat Mamah menunjukkan screenshot plastik PP Wayang miliknya, saya sempat bertanya pada penjual toko karena plastik PP Wayang yang tersedia kok kemasannya beda. Ternyata, sekarang plastik wayang sudah berganti kemasan.

Menurut saya, plastik PP Wayang kemasan baru ini :

  1. Kemasannya lebih eye catching, ada gambar wayang dan juga hiasan ukiran batik kuning di pinggiran.
  2. Nama perusahaan yaitu PT Panca Budi dicantumkan dengan jelas, sehingga calon konsumen akan merasa aman bahwa plastik kiloan yang dibeli bukan plastik abal-abal.
  3. Ada logo halal MUI, MURI, Best Brand dan Food Grade yang menunjukkan plastik PP Wayang sangat aman digunakan.

Plastik PP Wayang ini lebih bening dan tidak menguning, karena menggunakan bahan biji plastik berkualitas grade A. Dari informasi penjual toko, plastik PP Wayang tersedia dalam berbagai ukuran serta ketebalan sesuai kebutuhan masyarakat.  Misalnya, ada plastik PP Wayang untuk keperluan laundry atau plastik PP Wayang untuk keperluan pembungkus bumbu masak.

Tiap kali menyiapkan food prep, bahan makanan mentah seperti ikan, ayam dan daging saya masukkan ke dalam kotak makanan plastik. Sebagian sayur mayur dimasukkan ke dalam kotak makanan dan ada juga yang dimasukkan ke dalam plastik PP Wayang.

Kadang, bila Mada membawa bekal cemilan seperti kue basah atau kue kering, saya masukkan juga ke dalam plastik PP Wayang agar tidak belepotan.

Oh ya, dalam menggunakan plastik untuk kebutuhan sehari-hari haruslah tetap bijak dan jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya.