Assalamualaikum. Sudah membaca pengalaman saya naik KRL ke Sea World Ancol ? Kalau belum coba di klik dulu. Biar nambah views juga gitu khaan. Biar ku disayang sama Mbak Gugel dan nongol di pejwan juga khaan.  Biar kamu tahu gimana rasanya naik KRL ke Stasiun Ancol khaaaan. Dan, netijen pun murka membaca prolog tulisan ini.

Sesuai judul di atas, tulisan saya ini memang berisi pengalaman ke Sea World Ancol menggunakan promo Kids Free Ticket. Tiap tahun, Ancol rajin ngasih promo buat calon pengunjung. Misalnya, promo KTP, promo bikers, promo valentine dan sebagainya. Anda sudah pernah mencoba yang mana ? Saya sih belum pernah mencoba dan pastinya kepingin juga dong. 

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Per tanggal 1 Oktober s/d 30 November 2018, Sea World Ancol memberlakukan promo Kids Free Ticket, yaitu beli 2 tiket GRATIS 1 tiket anak usia 0-12 tahun. Pembelian tiketnya juga kena diskon. Untuk weekday Rp. 85.000/tiket dan weekend Rp. 105.000/tiket.

Promo itu COCOK banget buat saya, Pak Gondrong dan Mada. Mumpung kami masih bertiga, belum nambah anak. Mumpung, Mada sudah ngerti minta jalan-jalan. Mumpung ada rezeki plus waktunya juga.

Harga tiket masuk Ancol yaitu Rp. 25.000 per orang. Setelah membayar, kami menunggu di shelter Bus Wara-Wiri. Selain kami bertiga, ada juga rombongan ABG yang seangkot. Mada sudah enggak sabar kepingin melihat ikan.

Saat Bus Wara-Wiri tiba, saya enggak langsung naik karena enggak ada tulisan Bus Wara-Wiri dan busnya kok mevvah ya. Seingat saya, tahun 2016 itu bus wara-wirinya biasa aja. Jendelanya dibuka. Kursinya mirip kursi Transjakarta. Bus di depan mata saya ini big bird biru dengan kursi empuk nyaman dan ada AC-nya.

“Pak, kalau ke Sea World naik bus yang mana ya ?” tanya saya.

“Ini busnya lewat Sea World kok Bu,”

Saya bersama Pak Gondrong dan Mada duduk di kursi paling belakang. AC berhembus menyejukkan penumpang bus. Rombongan ABG turun di shelter Dufan Ancol. Entah ada promo apa di Dufan, pengunjungnya warbiyasak ramai dan antre. Nanti kalau Mada sudah SD, boleh lah nyoba ke situ juga.

Big bird yang kami tumpangi berhenti di shelter depan kios cendera mata. Kami turun dan melihat sekeliling area shelter. Jam menunjukkan pukul 12 siang. Akhirnya, kami memutuskan untuk berpisah. Pak Gondrong sholat Jumat di Masjid yang letaknya di seberang Sea World Ancol. Sementara, saya dan Mada menunggu di depan ruang tunggu yang ada ikan hiunya.

Bertualang di Sea World Ancol

Jam 1 siang, kami bertiga masuk ke Sea World Ancol. Tak lupa, menitipkan barang bawaan di loket penyimpanan yang berada di dekat pintu masuk. Saya memberitahu soal promo Kids Free Ticket ke Mbak Kasir. Ia meminta saya untuk ke Customer Service dulu. Enggak sulit menggunakan promo ini. Tinggal menunjukkan IG Seaworld Ancol lengkap dengan promonya ke Customer Services. Lalu, saya diminta mengisi data. Tangan Mada dicap.

Selanjutnya, saya membayar 2 tiket dewasa dengan total Rp. 170.000. Saking enggak sabarnya, begitu saya menerima bukti pembayaran, Mada langsung ngibrit mau masuk melalui gate yang ada di sebelah kiri Customer Services. Salah nak. Gate-nya ada di sebelah kanan. Saya memanggil Mada dan meminta dia untuk foto dulu. Nasip jadi anak blogger. Wkwkwkkwk.

Lagi-lagi Mada ngibrit. Dia enggak seanteng tahun 2016 waktu umurnya masih 2 tahun dan menikmati satu-persatu pemandangan di dalam Seaworld Ancol. Mada berlari menuju suatu tempat. Dan, ternyata … dia mau ke terowongan Sea World. Ibuk give up ngejar Mada. Ibuk serahkan urusan menjaga Mada sama Pak Gondrong.

Ibuk mau pepotoan aja. Biarlah Bapak-Anak saling ngobrol soal sea animals. Walaupun, tetap aja Mada lebih senang bertanya pada saya. Karena, menurut Mada, Ibuk lebih banyak tahu soal sea animals daripada Bapak.

Karena, fokus saya dan Pak Gondrong adalah Mada, kami enggak banyak meng-explore area-area yang ada di dalam Sea World. Kami mengikuti kemana Mada jalan. Diantaranya :

Terowongan Sea World

Kami bertiga 3x masuk ke terowongan Sea World. Meskipun, terowongannya berasa lebih pendek (mungkin karena banyak yang berhenti buat foto-foto) dan eskalatornya juga mati.

Touch Pool

Mada sempat menyentuh penyu raksasa. Ia girang banget mengikuti penyu berenang mondar-mandir di dalam touch pool.

Akuarium ikan Arapaima

Kami sempat melihat pemberian makan ikan Arapaima yang raksasa dan lele seukuran Mada. Btw, itu lele kayaknya bikin napsu makan jadi berkurang. Bayangin aja, biasa makan lele ukuran seciprit dan di depan mata ada ikan lele yang ukurannya berkali-kali lipat.

Akuarium Ikan Hiu

Ada 10 ekor ikan hiu yang berenang agresif meliuk-liuk mengelilingi akuarium. Ndadak jadi keingetan film Meg yang dibintangi Jason Statham.

Akuarium yang dibuat dari tempat telpon

Ternyata akuarium uniknya nambah satu, nih. Ada akuarium yang isinya kayak pertandingan bola gitu. Trus, ada ondel-ondel juga.

Ruang interaktif

Kami masuk ke hall interaktif. Terdiri dari 3 area, yaitu area ubur-ubur, area kolam interaktif dan ruang misteri kehidupan laut dalam. Saya dan Mada sempat mencoba mencemplungkan tangan kami untuk digigiti ikan-ikan kecil di akuarium interaktif.

Kemudian, di ruang Misteri Kehidupan Laut Dalam kami melihat berbagai hewan laut yang sudah diawetkan. Ada gurita raksasa serta aneka ikan aneh seperti yang ada di SpongeBob.

Di depan ruang ubur-ubur terdapat akuarium besar berisi ikan pari raksasa yang diawetkan. Namanya Parmi. Ia penghuni Sea World sedari bayi hingga usianya menua.

Memasuki ruang ubur-ubur yang gelap gulita, nampak aneka ubur-ubur yang menari dengan warna-warni yang berasal dari lampu sorot. Sekali lagi, berasa lagi menonton SpongeBob.

Puas memandangi ubur-ubur, kami bertiga kembali ke touch pool. Mada sempat menyentuh ikan hiu, penyu dan bintang laut.

“Mas, kekuatan kita sudah berkurang nih. Isi kekuatan dulu yuk sebelum liat lumba-lumba” ajak saya. Untungnya sih dia mau. Kami bertiga keluar melewati area merchandise yang gemas dan lutju.

Mada naksir sama boneka ikan hiu ala-ala Pink Fong, boneka belut, boneka ikan pari, boneka lumba-lumba yang semuanya menyerupai aslinya dengan versi yang lebih gemassss.

Ibuk naksir sama kaos sea animals, topi, mainan … ehhh kok Ibuk yang paling banyak pengin borong ? Hahahaha.

Akhirnya diputuskan kami membeli benda yang paling sering dipakai buat Mada. Apa coba ? Topi berbentuk ikan hiu. Mada kan suka banget pakai topi. Kalau kaos, skip deh. Warna dasar kaosnya putih semua. Ibuk bisa krai kalau kaosnya baru sekali pakai sudah kena berbagai noda. Beli boneka juga skip. Di rumah ada 5 boneka goodiebag yang berfungsi jadi bantal leher atau bantal tidur tiap malam. 5 boneka buat Ibuk udah berasa banyak bangeeet.

Harga topi ikan hiunya cukup murah, Rp. 90.000 aja. Ibuk ngarep lho nanti kalau ke Sea World lagi, bakalan ada topi berbentuk sea animals lainnya. Kuda laut gitu atau lumba-lumba.

Makan Enak dan Hemat Di Blue Marlin Resto

Urusan makan, pilihan saya jatuh pada Blue Marlin Resto yang letaknya paling pojok di foodcourt. Tahun 2016, saya sudah pernah mencoba dan cukup puas dengan harga plus menu yang disajikan.

Dulu, enggak banyak menu yang kami pilih. Pada kunjungan kedua, saya memilih Ebifurai, Paket Chicken Katsu dan Paket Nasi Ayam Kremes dengan total harga (inc. Tax) Rp. 90.000. Paket makannya sudah termasuk minum berupa es teh manis. Ini mursida banget. Karena kalau saya lagi nge-mall itu urusan makan bisa 150 ewu berdua Mada. 

Ukuran ayam kremes yang cukup gede bikin Pak Gondrong minta nambah porsi nasi. Sekalian deh, saya nambah lagi Ebi Furai dan Shrimp Roll. Ditotal harganya Rp. 67.000. Masih murah khaaaan. Setelah perut kenyang, kami melanjutkan ke tempat berikutnya yaitu Ocean Dream’s Samudra yang akan ditulis secara terpisah.

Biar pembaca mariasoraya.com bisa ikut merasakan berbagai promo dari Sea World, rajin-rajin aja cek promo di instagramnya Seaworld Ancol. Dan, bersiaplah ajak si kecil bertualang di dalam lautan Sea World.