Assalamualaikum. Sepanjang bulan Februari ini, beberapa kali saya mendapat pertanyaan seputar fogging atau pengasapan nyamuk dari rekan kerja hingga tukang sayur di pasar. Seperti, “Di tempat gue abis fogging tapi asapnya kok tipis banget yak. Enggak nyampe setengah jam asapnya hilang gitu aja. Di tempat lu gimana beb ?” atau “Mbak Maria, tadi pagi ada fogging di rumah saya. Istri lupa nutupin dispenser pakai kain. Bahaya gak ya Mbak ?”

Menjawab pertanyaan rekan kerja saya di atas, saya hanya menyebutkan tiap kali fogging di komplek tempat tinggal Ibu asapnya pasti ngebul dan baru hilang setelah dua jam. Karena, petugas fogging bukan hanya mengasapi garasi dan teras rumah, tetapi hingga seluruh ruangan bahkan lantai dua bila rumahnya tingkat. 

Di tempat tinggal saya sendiri baru kebagian jatah fogging minggu lalu. Itupun pakai tarik-ulur, karena tetangga kanan kiri saya enggak bersedia daerah kami di fogging lantaran hampir setiap rumah memiliki bayi atau balita. Setelah Pak RT turun tangan in the last minute, barulah tetangga-tetangga saya bersedia rumahnya di fogging dengan catatan tidak masuk ke rumah. Jadi, fogging hanya dilakukan di jalanan dan got-got saja. Ada pula, seorang tetangga yang keukeuh area rumahnya sama sekali tidak mau diasapi. Alasannya, ribet harus bebersih pasca fogging. Duh, jangan ditiru banget ini mah yaaa 🙁

Media Briefing MY BABY Minyak Telon Plus #BebasMainTanpaNyamuk

Dokumentasi pribadi

Dari data Kementerian Kesehatan tahun 2019, tercatat jumlah penderita demam berdarah di Indonesia telah mencapai 16.692 jiwa. Sebanyak 169 orang meninggal dunia akibat demam berdarah. Angka ini cukup besar lho mengingat kita baru memasuki akhir Februari. Mirisnya, 90% kasus DBD menyerang anak-anak berusia di bawah 15 tahun.

Dikutip dari Kompas.com (31/01), empat daerah yang memiliki kasus DBD tertinggi se-Indonesia diantaranya Jawa Timur 47 orang, NTT 14 orang, Sulawesi Utara 13 orang dan Jawa Barat 11 orang. Jumlah ini dapat terus bertambah mengingat masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Berkaitan dengan dunia nyamuk dan penyakit-penyakit yang bermunculan akibat nyamuk, saya berkesempatan hadir pada Media Briefing My Baby Minyak Telon Plus yang bertempat di The Maj Senayan Golf Country Jakarta Selatan (19/02). Acara dimulai pagi hari dan dihadiri narasumber serta tamu undangan yang terdiri dari media dan blogger.

Untuk narasumber yang hadir antara lain :

  1. Shireen Sungkar – selebritis
  2. Prof. Drh. Upik Kesumawati Hadi, MS. PhD – Kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman (UKPHP) IPB 
  3. Dahlia Yolanda – GM Brand Portfolio Strategy & Innovation CCHC PT Barclay Products 

Oh ya, sebelum acara dimulai para tamu undangan diperbolehkan mencoba area relaksasi yang disediakan oleh MY BABY. Saya bersama Mbak Chichie mencoba pijat tangan menggunakan MY BABY Minyak Telon Plus. Penasaran juga nih, apakah MY BABY dapat digunakan oleh orang dewasa seperti kami berdua.

Dokumentasi pribadi

Aroma hangat dan rempah-rempah tercium kuat saat Mbak Pemijat menyemprotkan MY BABY Minyak Telon Plus ke area tangan dan lengan saya. Dengan penuh ketelatenan, Si Mbak memijat tangan saya yang kaku. Bergantian setelah tangan dan lengan kiri, berlanjut ke sebelah kanan. 

MASYA ALLAH, ENAK BANGET DIPIJAT SI MBAKNYA, TANGAN JADI ENTENG DAN HANGAT, BTW BISA SEKALIAN PIJAT LEHER, KEPALA, PUNGGUNG DAN BETIS MBAK ? 

Eits, itu hanya ucapan dalam hati, mirip-mirip adegan di sinetron. Maklum, saking enaknya dipijat sambil menghirup aroma MY BABY Minyak Telon Plus yang menguar dari botol yang dipegang Si Mbaknya.

Media Briefing dibuka oleh MC Tyas Putri yang menyapa ramah penuh canda para tamu undangan. Berikutnya, sesi pelepasan kemasan lama MY BABY yang dilakukan oleh para narasumber di atas panggung. 

Mengenal Jenis-jenis Nyamuk, Yuk

Foto : theatlantic.com

Dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melaksanakan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), penting untuk melakukan 3 M Plus diantaranya :

  1. Menguras tempat penampungan air
  2. Menutup tempat penampungan air
  3. Mendaur ulang barang bekas yang menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk demam berdarah
  4. Menggunakan produk anti nyamuk yang aman dan terpercaya

Sebaiknya program ini tidak harus menunggu perintah dari Pak RT atau datangnya korban di tempat tinggal kita. Lakukan secara bergotong royong bersama tetangga. Karena, bila di lingkungan tempat tinggal ada yang terkena DBD, maka dengan cepat menular ke rumah-rumah lainnya. 

Professor Upik sempat menjelaskan jenis-jenis nyamuk yang perlu kita ketahui yaitu :

  1. Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Sama-sama memiliki nama depan Aedes dan bentuknya hampir serupa. Yang membedakan, Aedes Aegypti hidup di dalam rumah misalnya baju kotor yang digantung atau dinding toilet, sementara Aedes Albopictus hidup di luar rumah. Dari tampilan juga ada perbedaan pada Aedes Aegypti yang memiliki garis hitam putih pada punggungnya sementara Aedes Albopictus tidak ada.
  2. Culex Quinquefasciatus. Nyamuk yang satu ini muncul setelah maghrib untuk mencari mangsa. Puncaknya hingga jam 12 malam. Senang berada di selokan yang tergenang. Culex menghisap darah manusia/hewan dan yang patut diwaspadai Culex juga menjadi vektor penyakit filariasis. 
  3. Anopheles. Masih ingat sama nyamuk Anopheles ? Iya, nyamuk ini sering disebut-sebut dalam pelajaran IPA di tingkat SD dan SMP. Kepopuleran nyamuk ini muncul karena Anopheles menjadi biang keladi penyakit malaria.
  4. Armigeres Subalbatus. Lidah saya hampir kepeleset saat menyebutkan jenis nyamuk Armigeres Subalbatus. Berasa lagi nonton telenovela yang nama-nama tokohnya latinos semua. Khusus nyamuk jenis ini tinggal di tempat kotor seperti septic tank. Gigitannya enggak menyebabkan penyakit tertentu, namun meninggalkan bekas sakit karena gigitannya dapat menembus pakaian. 
  5. Mansonia Uniformes. Nyamuk jenis ini namanya langka terdengar di kuping. Tetapi, kalau saya menyebutkan penyakit kaki gajah pasti Anda pernah mendengar. Mansonia memang jenis nyamuk penyebab filariasis. Berkembang biak dengan baik di kolam yang memiliki tanaman air. Sering-sering cek kolam aja biar enggak jadi sarang si Mansonia Uniformes.

Selain melakukan program PSN, setiap Ibu juga perlu melindungi buah hati dari gigitan nyamuk dengan MY BABY Minyak Telon Plus. Karena, kini MY BABY bukan hanya tampil dengan kemasan baru, namun formula baru yang terdiri dari citronella (minyak sereh), chamomile dan eucalyptus. Sehingga si kecil #BebasMainTanpaNyamuk hingga delapan jam ! Ajaib ya. Anak main dengan tenang, Ibu pun senang. 

Professor Upik menambahkan, “Saya pribadi bersama tim di IPA melakukan pengujian terhadap formula baru MY BABY Minyak Telon Plus. Hasilnya, ekstrak bahan alami yang diformulasikan pada produk ini dapat melindungi si kecil dari gigitan nyamuk selama delapan jam,”

Selepas acara, saya senang banget dong mendapat banyak tambahan ilmu seputar nyamuk dan DBD. Penting juga nih untuk dibahas di WAG Tetangga soal apa yang saya dapatkan dari Media Briefing MY BABY Minyak Telon Plus. Dan, tentunya bisa langsung dipraktekkan tips-tips dari Professor Upik.

Karena, selama ini untuk menjaga keluarga dari gigitan nyamuk yang saya lakukan baru sebatas rajin bebersih rumah, mengolesi kulit dengan lotion anti nyamuk yang terkadang suka bikin gatal serta menyemprot nyamuk di jam-jam tertentu. 

Dengan kehadiran MY BABY Minyak Telon Plus, saya bisa melindungi keluarga secara alami selama 8 jam nonstop. Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi terbaru seputar MY BABY Minyak Telon Plus, dapat mengunjungi :

Website www.mybaby.co.id

Facebook MyBabyID

Instagram @mybabyid

Twitter @mybabyid

Youtube MyBabyID