Mendung menggelayut menjelang petang. Saya dan Mada baru tiba di rumah setelah menghabiskan 1,5 jam perjalanan pulang dari kantor. Tepat saat saya menutup pintu masuk, hujan deras langsung tumpah membasahi rumput dan jalanan di depan rumah. Bersyukur, kami berdua enggak kehujanan.

“Ibu, air hujannya banyak banget” kata Mada. Ia duduk dekat jendela. Matanya terlihat penasaran dengan pemandangan di depannya.  

“Iya, kamu mau main hujan-hujanan ya ?” tanya saya sembari tersenyum simpul. 

“Kok Ibuk tau Mada pengin main hujan. Memangnya Mada boleh main hujan ya,”

“Boleh dong. Nanti kalau hujannya udah enggak deres, Mas Mada boleh main hujan-hujanan. Tapi, abis itu harus langsung mandi sama minum susu hangat ya,” jelas saya.

Saat hujan mulai merintik, Mada langsung keluar rumah. Saya mengawasi Mada bermain hujan. Ia berlari mondar-mandir di jalan menikmati genangan air yang bening dan air hujan. Berkali-kali Mada menengadahkan wajahnya ke atas langit, membiarkan tetesan air hujan mengenai pipinya.

“Hujannya jangan diminum ya Mas”

Sekitar 20 menit Mada bermain hujan. Ia berlari ke dalam rumah. “Aku mau pipis, Buk” ujarnya. Saya mengingatkannya supaya tidak berlarian dengan kaki basah. Di depan pintu masuk, tiba-tiba Mada kepeleset, kepala sebelah kirinya terbentur ujung pojokan pintu masuk. Bunyi benturannya cukup keras. 

Awalnya Mada tidak menangis. Ia menutupi kepalanya yang sakit. Saya memeluknya, mengecek kepalanya yang terbentur, nampak benjolan kecil dengan celah berdarah. Saya panik dan mengusap benjolan tersebut dengan rambut saya. Kemudian, saya langsung membawa Mada ke kamar mandi, memandikannya dengan air hangat. Mada sempat menangis menjerit-jerit kesakitan.

Usai mandi dan berpakaian lengkap, benjolannya semakin besar seukuran telur ayam. Saya mengoleskan minyak tawon di sekitar area benjolan. Ibu mertua pernah memberitahu saya, kalau anak kejedot benjol harus langsung diusapi yang terkena benjol dengan rambut Ibunya, lalu diolesi minyak tawon. Saya mempraktekkannya saat Mada terbentur, karena enggak ada pengalaman pribadi dengan memar benjol segede telur.

Yang udah-udah sih, Mada hanya memar dikit, misalnya karena kakinya kepentok sepeda atau tangannya memar saat bermain bola bersama teman-temannya. Cara penanganannya pun hanya dikompres dengan air dingin atau es batu. Kadang, Mada juga enggak ngeh ada memar setelah berkegiatan fisik. Untuk penanganan memar kali ini tentu berbeda, karena ada benjol dan goresan luka juga. 

Satu jam kemudian, Mada sudah lebih tenang. Perutnya pun kenyang minum segelas susu hangat dan nasi dengan soto ayam. Namun, hati saya tak tenang. Benjol di kepalanya tak juga kempes. Sembari mengompres memar Mada dengan air dingin, saya menelpon Eyangti dan Oom Reza -adik saya. Dari info mereka, saya harus waspada bila Mada menunjukkan tanda-tanda berikut ini :

  • Muntah
  • Nampak bengong
  • Tidak mau minum atau makan
  • Tidak bisa menggerakan anggota badan
  • Merasakan pusing di kepala
  • Tidak sadarkan diri atau pingsan

Saat Mada tertidur lelap, saya bolak-balik mengecek kepalanya. Benjolan di antara sela-sela rambutnya masih berukuran telur ayam. Dan, yang bikin saya dag dig dug di pelipisnya nampak memar. Saya berusaha tenang dan tidak menghubungi Pak Gondrong. Iya, bisa heboh dunia. Bapaknya Mada ini tipe Bapak yang mudah parnoan bila anaknya sakit. Parno yang enggak masuk akal dan kadang dikaitkan dengan segala mitos atau mistis, haha. 

Jam 11 malam, Pak Gondrong pulang. Kamar sengaja saya gelapkan. Setelah Pak Gondrong duduk santai dan makan malam. Saya memperhatikan wajahnya yang cukup enak untuk diajak ngobrol. Lalu memberitahu soal kejadian yang dialami Mada. Reaksi Pak Gondrong panik. Ia menyalakan lampu kamar dan mengecek wajah dan kepala Mada.

“GAK MUNGKIN ITU BENJOL GARA-GARA KEJEDOT DOANG, PASTI TADI MADA JATUH DARI MOTOR, KESERET DAN KEBENTUR. KAMU GIMANA SIH JAGAIN ANAK,” kata Pak Gondrong berapi-api. 

Saya tahu reaksi Pak Gondrong akan marah, ini bukan yang pertama kali. Namun saya kaget dengan apa yang diucapkan Pak Gondrong. Kuping saya terasa semakin panas. Saya memilih diam, karena saya sedang tidak ingin berdebat.

“ANAK-ANAK MOTOR YANG PADA BIASA BALAPAN DI SENTUL ITU BIASA JATUH DARI MOTOR. LUKANYA ENGGAK SEPARAH MADA. INI PASTI MADA KESERET JAUH DAN BENTURANNYA KENCENG !”

Saya menelan ludah mendengar ucapan Pak Gondrong. “Oke, kalau menurut kamu begitu. Malam ini kita bawa Mada ke UGD di Hermina. Biar lukanya cepat diobatin. Karena, kamu marah-marah begini bukan solusi,”

“KITA ? MADA BISA BENJOL GITU GARA-GARA SIAPA ? KENAPA HARUS KITA ??”

Saya menatap tajam wajah Pak Gondrong. Ingin rasanya menampar wajah lelaki di hadapan saya agar ia sadar dengan ucapannya. Parnonya kali ini sangat berlebihan. 

“Cukup. Ini tengah malam, saya butuh bantuan tapi kamu tidak membantu malah menyudutkan saya. Itu bukan solusi. Saya mau istirahat,”  kata saya lalu masuk ke dalam kamar Mada.

Dan, Mada Pun Menjalani Pemeriksaan Radiologi

Keesokan pagi, Mada bangun dengan wajah ceria. Tidak rewel apalagi menunjukkan tanda-tanda sakit. Ia sarapan dengan lahap dan bernyanyi riang saat mandi. Ini tentu di luar dugaan saya. 

Benjol di kepala Mada sedikit mengempes, namun matanya menjadi lebam mirip habis dipukulin. Area matanya yang putih berubah menjadi merah darah. Di depan cermin lemari, Mada melihat dirinya yang berubah.

“Ibuk, kalau mata Mada merah seram gini sama jidatnya jadi item gini, nanti Ibuk tetap panggil Mada anak gantengnya Ibuk ?” tanya Mada yang membuat saya tak tahan untuk memeluknya. 

Pagi itu Pak Gondrong berangkat kerja tanpa pamit pada saya dan Mada. Biarlah. Yang terpenting, saya harus segera membawa Mada ke Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Diantar ojol, kami berangkat menuju lokasi. 

Ketika di Puskesmas, banyak mata memandang kami berdua dan mengeluarkan berbagai macam komentar. Ada juga yang menanyakan kondisi Mada. Memang, kulit Mada yang terang membuat memarnya dapat terlihat jelas. Saya pun menjelaskan singkat penyebab memar di kepala Mada.

“Oh, kirain anaknya habis berantem sama temannya,” celutuk seorang Ibu. “Cepet sembuh ya, Dek,” kata Ibu itu sambil mengusap kepala Mada. Saya tersenyum.

Di hadapan Bidan, saya ditanyai secara detail penyebab dan kronologis luka di kepala Mada. Dari hasil pemeriksaan bidan, Mada harus di rontgen akibat memar di kepala dan matanya yang memerah. 

“Ini darah yang di kepala turun ke mata, nanti akan hilang. Insya Allah, anak Ibu enggak apa-apa. Di Puskesmas ini enggak ada radiologi. Ibu bisa ke RS Prikasih di Pondok Labu atau RS Aulia yang terdekat,”

Saya memilih RS Prikasih karena pernah beberapa kali berobat di tempat tersebut. Dari Puskesmas Kecamatan Jagakarsa, kami berdua naik ojol menuju RS Prikasih. Dari bagian pendaftaran, saya langsung menuju ruang Radiologi yang terletak di lantai dasar. 

Jujur, ini pengalaman pertama kalinya berurusan dengan radiologi dan memar. Karena, sedari bayik Mada jarang banget jatuh hingga berdarah apalagi kejedot yang menimbulkan benjol dan memar. 

Di depan Mada yang asyik bernyanyi sepanjang selasar rumah sakit,  saya berusaha tidak panik dan tetap cool. Saya sempat bercerita ia akan difoto di dalam ruang berpintu merah di depan kami.

“Jadi, nanti Mada difotonya pakai gaya gimana Buk ? Gaya kayak Ibuk yang kepalanya suka miring-miring kalau difoto atau senyum lebar kayak Engki Papih ?” tanya Mada, polos. Duh, air mata saya hampir meleleh. 

“Nanti Mada tanya ke petugasnya, bolehnya gaya kayak gimana ya,”

Ketika kami berdua sedang mengantri dipanggil, seorang Bapak yang duduk di kursi tunggu menyapa Mada. Ia juga menanyakan penyebab memar di mata dan pelipis Mada. Saya menjelaskan penyebab memar dengan runut.

Si Bapak tersenyum. “Anaknya hebat, masih bisa senyum dan lari-larian. Insya Allah sembuhnya cepat. Sebulan dua bulan deh. Soalnya dulu saya juga pernah ngalamin kayak anak Ibu, tapi lebih parah. Saya dulu itu setengah tahun penyembuhannya,”

Dari informasi si Bapak, ia sempat menyebutkan obat ampuh atasi memar yaitu Thromboflash. Si Bapak menjelaskan panjang lebar sambil memperlihatkan gambar salep yang dimaksud dari google, “Ini Thromboflash ampuh atasi memar dan lebam. Cukup oles tipis di sekitar memar, jangan kena yang luka ya Buk. Saya selalu sedia Thromboflash di rumah. Jadi gak takut lebam lagi,”

Saya manggut-manggut. 

Thromboflash ini ibarat kata ya jadi sahabat keluarga saya. Namanya ada anak laki 2 orang di rumah, pada pecicilan mah biasa itu kejedot apalagi memar. Yang penting orang tua selalu sedia Thromboflash di kotak P3K di rumah. Istri saya juga nyimpen di tas. Ukurannya kan kecil. Halal juga ini udah ada logonya di kemasan,”

Saya menarik napas mendengar penjelasan si Bapak. Berasa diguyur es di tengah padang pasir. Saya pun berterima kasih pada Si Bapak itu, lalu mengantarkan Mada ke ruang Radiologi. Alhamdulillah, petugas Radiologinya sangat baik. Ia dengan ramah menjelaskan akan mengecek kepala Mada dan membolehkan Mada membawa mainan dinonya sebelum dicek. 

Dari hasil pemeriksaan Radiologi, Alhamdulillah tulang tengkorak Mada baik-baik saja. Tidak retak. Hanya luka dalam. Saya sempat mendapat penjelasan dari dokter mengenai luka dalam dan memar. 

Luka dalam atau memar (lebam) adalah pecahnya pembuluh darah di bawah kulit akibat terbentur dengan benda tumpul. Pembuluh darah yang pecah akan menyebar di jaringan kulit yang menyebabkan rasa nyeri serta perubahan warna pada kulit.

Untuk perubahan warna memarnya mengalami beberapa tahapan :

  • Merah. Saat pertama kali terbentur, kulit akan berwarna merah, sedikit bengkak dan nyeri bila disentuh.
  • Kebiruan hingga ungu gelap. Setelah 24 jam, warna merah berganti menjadi kebiruan hingga ungu gelap.
  • Hijau pucat. Hari ke enam, warna memar menjadi hijau pucat.
  • Kuning kecoklatan. Setelah seminggu, memar akan berubah warnanya menjadi lebih terang yaitu kuning kecoklatan. 

Hati dan pikiran saya tenang mendapat penjelasan komplit dari Pak Dokter. Saya pun mengambil beberapa obat untuk pemulihan Mada. Tak lupa, saya membeli Thromboflash di apotik terdekat. 

Mengapa Saya Pilih Thromboflash ?

Dari obrolan dengan Si Bapak di RS Prikasih, saya jadi tahu tentang Thromboflash, yaitu obat salep gel yang diproduksi Fahreinheit PT. Pratapa Nirmala. 

Saya pun sempat menggali informasi dari Embah Gugel serta bertanya pada dokter dan suster mengenai produk yang sudah mendapat label halal ini. 

  • Thromboflash termasuk produk dengan kategori anti thrombosis/anti coagulant yaitu obat yang fungsinya mencegah penggumpalan darah.

    Karena, menangani memar ringan/parah dengan cara tadisional dengan menggosok/mengusapi area memar dengan rambut Ibunya kurang efektif.
  • Komposisi yang terkandung yaitu Heparin Sodium 200 IU. Heparin berasal dari 2 sumber (diekstrak dari mucosa hewan) yaitu porcine (mucosa babi) dan bovine (mucosa sapi). Thromboflash mengandung heparin yang berasal dari mucosa sapi.
  • Sudah mendapat sertifikat halal dari MUI, karena heparin yang digunakan berasal dari mucosa sapi, bukan babi

 

.

Tiga alasan di atas membuat saya memilih Thromboflash untuk mengatasi memar dan lebam di pelipis Mada. Apalagi harga jualnya cukup terjangkau, yaitu antara Rp 28,000 untuk kemasan tube 10 g dan Rp 40,000 untuk kemasan tube 20 g.

Thromboflash dapat dibeli secara online melalui e-commerce maupun offline atau sudah tersedia di apotik, diantaranya : seluruh cabang apotik Aji Waras, Guardian, Watson dan K24. 

Selama masa pengobatan, dalam sehari saya mengoleskan Thromboflash 2-3 kali di area yang memar. Saran dokter, jangan sampai salep gelnya mengenai luka yang terbuka.

Satu Bulan Kemudian …

Foto : Mada bersama Onti Sarsof

Benjol di kepala Mada sudah hilang. Darah yang ada di dalam matanya pun sudah tidak ada. Hanya tersisa lebam di area sekitar mata dan pelipis. Dari kejadian itu ada banyak hikmah yang saya dapatkan. Termasuk, tidak lagi mengusap memar dan lebam dengan rambut seperti anjuran Ibu Mertua. 

Pak Gondrong juga meminta maaf karena sikap parnonya yang berlebihan tempo hari. Sejak saat itu, kemanapun saya pergi, tak lupa membawa Thromboflash ukuran 10 g di dalam tas saya dan Thromboflash ukuran 20 g di kotak P3K di rumah. Karena, punya anak aktif dan senang bergerak itu tandanya anak tumbuh sehat, senang mencari tahu hal-hal baru di sekitarnya dan  butuh menyalurkan energi kinestetiknya yang berlebih pada kegiatan-kegiatan positif. 

Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui informasi komplit mengenai Thromboflash dapat dilihat melalui Facebook : Thromboflash.id dan Instagram :  Thromboflash.id.