Assalamualaikum. Pergantian tahun tinggal menghitung jam. Aneka cemilan, makanan berat, minuman dan kegiatan menyambut tahun baru sudah dipersiapkan. Mau liburan di luar rumah atau hanya di rumah aja, yang penting kebersamaannya bersama keluarga ya Buk.

Setelah tiup terompet nanti malam, ada lagikah yang kamu persiapkan untuk tahun depan ? Bagi orang tua yang memiliki anak usia balita dan usia wajib belajar 12 tahun, maka tahun depan adalah tahun ajaran baru. Adik saya nomor lima naik kelas 3 SMA dan adik bungsu lulus SMP.

Saya pribadi juga akan memasukkan Mada ke TK B. Sebagian ada yang menyarankan agar Mada langsung masuk SD swasta aja, karena ia sudah lancar membaca dan menulis dasar. Saya belum kepingin. Juni 2019, Mada baru ‘genap’ 5 tahun, masih kemudaan buat jadi anak SD. Saya khawatir nantinya bakal rentan bully.

Untuk pilihan sekolah adik dan anak, alhamdulillah saya dan Ibu enggak pusing. Adik bungsu akan melanjutkan ke SMA Negeri dekat rumah. Sementara, Mada akan bersekolah di TK almamater adik saya. Urusan pendidikan, saya banyak belajar pada Ibu yang sudah berpengalaman dalam menyekolahkan 6 anaknya termasuk saya.

Namun, rupanya beberapa teman ada yang sudah dipusingkan jauh-jauh hari dengan biaya pendidikan anak. Seperti Shinta dan Tasya (sebut saja namanya demikian) yang nyetatus di sosmed awal September 2018 :

“Anak gue masuk SD bulan Juli 2019, pendaftaran sudah dibuka dari September 2018. Mamak poning” tulis Shinta.

“Hubby gue penginnya Nadia masuk TK Internasional. Gue prefer TK Islam almamater gue. Pilihan berbeda, biayanya sama. Sama-sama MIHIL bok” tulis Tasya.

Pilih Sekolah Negeri atau Sekolah Swasta ?

Foto : Saya, Ibu dan Adik-adik

Dari pengalaman Ibu, biaya sekolah swasta bisa berkali-lipat dari sekolah negeri. Adik-adik saya merupakan produk anak Sekolah Islam Terpadu alias swasta. Dari TK pilih yang TKIT, lanjut SDIT dan SMPIT. Setelah SMA, baru pilih sekolah negeri dengan pertimbangan ingin masuk Universitas Negeri. Kalau saya jebolan sekolah negeri, karena pada saat itu belum ada sekolah terpadu dan Ayah saya juga masih merintis usaha sebagai Event Organizer saat itu. 

Perbedaan sekolah negeri dan sekolah swasta tentu dari segi harga. Bila pilihannya sekolah negeri, tentu tidak akan dipusingkan dengan berbagai biaya. Saat ini pemerintah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun, dari usia SD hingga SMA. Nantinya yang perlu dipersiapkan adalah biaya pendidikan di perguruan tinggi. Namun, untuk sekolah negeri yang gratis pun hanya ada di beberapa daerah.

Kalau pilihan kamu ingin menyekolahkan anak di sekolah swasta, maka perlu mempersiapkan biaya jauh-jauh hari alias tidak dadakan seperti yang disebutkan pada artikel Moneysmart ini. Sebaiknya sih dilakukan saat kamu atau istrimu dinyatakan positif hamil. Tujuannya tentu saja agar meringankan beban keuanganmu kelak. Semakin dini semakin baik, tho.  Jangan menunggu anak lahir dulu apalagi memberlakukan prinsip kumaha engke (bahasa sunda yang artinya gimana tar aja deh). Kasian banget anaknya kalau orang tuanya sama sekali enggak prepare biaya pendidikan.

Bagaimana Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak ?

Foto : pixabay.com

Dari informasi website Moneysmart  di sini, biaya pendidikan anak terdiri dari : uang pangkal, SPP bulanan, uang seragam, kegiatan selama 1 tahun, ekstrakulikuler dan biaya-biaya lainnya. Setelah kamu menentukan sekolah, selanjutnya perlu mengetahui besaran uang pangkal terlebih dahulu. Karena, biasanya uang pangkal cukup besar.

Saya ambil contoh biaya SD swasta di Jakarta Selatan. Uang pangkalnya sebesar Rp 21 juta, SPP bulanan sebesar Rp 1 juta. Bila dihitung secara keseluruhan selama 6 tahun masa anak belajar :

Uang pangkal + SPP bulanan x 12 bulan x 6 tahun

Rp 21 juta  + Rp 1 juta x 12 bulan x 6 tahun = Rp 158,4 juta

Biaya pendidikan di atas baru mencakup saat anak bersekolah dasar. Belum termasuk biaya SMP, SMA bahkan perguruan tinggi. Bila ditotal 16 tahun, maka biaya pendidikan anak bisa di atas setengah milyar rupiah

Mungkin, kalau kamu bagian dari keluarga Crazy Rich Asians tajir melintir 7 turunan Nick Young enggak pusing kudu prepare biaya pendidikan anak. Beda cerita kalau kamu merintis karier dari nol. Kudu banget menyiapkan ya Buk Pak šŸ™‚ 

Untuk menyiapkan biaya pendidikan anak, bisa melalui :

  1. Cara konvensional yaitu menabung di bank. Cara ini kurang dianjurkan, karena kenaikan biaya pendidikan setiap tahunnya setara dengan bunga bank atau angka inflasi. 
  2. Memilih salah satu dari 5 produk keuangan seperti yang dijelaskan dalam artikel ini.   

Nah, sekarang kamu sudah tahu dong kisaran biaya pendidikan anak termasuk cara menyiapkannya. Selanjutnya saya akan membahas tentang 5 produk keuangan yang ada di website Moneysmart.

Tabungan Pendidikan

Foto : winchester.co.uk

Merupakan tabungan berjangka dengan bunga yang dapat dicairkan dalam kurun waktu tertentu. Cocok untuk kamu yang membutuhkan biaya pendidikan kurang dari 5 tahun. Produk keuangan yang satu ini tersedia hampir di seluruh bank di Indonesia. 

Untuk mengajukan tabungan pendidikan, di beberapa bank mengharuskan kamu memiliki rekening dahulu di bank tersebut. Agar nantinya, setiap bulan dilakukan debit otomatis dari rekening utama. 

Plus :  profit pasti karena suku bunga flat dan dengan jumlah setoran yang sama tiap bulan, dana pendidikan dari tabungan cenderung lebih besar dibanding asuransi, karena seluruh alokasi dana digunakan untuk pendidikan.

Minus : manfaat proteksi yang didapat hanya proteksi jiwa, tetapi tidak ada proteksi untuk kesehatan.

Asuransi Pendidikan

Foto : timeshighereducation.com

Berbeda dengan tabungan pendidikan, tenggat waktu pencairan dana pendidikan yaitu di atas 5 tahun atau pada periode waktu tertentu. Untuk pembayaran dapat dilakukan melalui debit tabungan atau dari kartu kredit.

Plus : selain mempersiapkan biaya pendidikan, asuransi ini juga memberikan manfaat berupa asuransi kesehatan dan penyakit-penyakit kritis baik untuk anak tertanggung maupun bagi tulang punggung. Suku bunga lebih tinggi dibanding tabungan pendidikan yaitu berkisar antara 15 persen hingga 23 persen per tahunnya.

Minus : klaim yang tidak fleksibel atau tidak bisa diambil sewaktu-waktu kecuali saat anak memasuki usia sekolah.

Reksadana Pendapatan Tetap

Foto : moneycontrol.com

Reksadana identik dengan cara berinvestasi ala kaum berduit. Padahal, dengan modal Rp 100 ribu kamu bisa lho berinvestasi melalui reksadana. 

Ada beberapa jenis reksadana, untuk menyiapkan dana pendidikan anak kamu bisa memilih reksadana pendapatan tetap. Dana yang ada akan dialokasikan ke obligasi pemerintah, swasta dan sisanya ke pasar uang. 

Plus : cocok untuk investasi jangka menengah (1-3 tahun), dapat membeli reksadana melalui e-commerce dan uang bisa ditarik kapan saja.

Minus : pilihlah manajer investasi dari bank yang namanya cukup besar dan memiliki portfolio yang baik.

Investasi Properti

Foto : miradorswealth.com.au

Dulu sebelum menikah, saya dan calon suami menyambangi sebuah residences yang baru dibangun di Tangerang Selatan. Kami hendak mencari rumah yang sesuai budget. Di lokasi, rumah-rumah yang sedang dibangun atau sudah selesai dibangun rupanya sudah ditandai dengan nama orang alias sudah terjual. Ada satu nama yang memiliki 3 rumah. Saya bertemu dengan pemiliknya di lokasi. Si empunya masih lajang. Rupanya, ia membeli untuk berinvestasi. Tentu saja saya takjub dengan caranya berinvestasi.

Dalam menyiapkan dana pendidikan anak, berinvestasi melalui properti patut dilakukan bila kamu memiliki dana berlebih. Saat ini, investasi properti bisa berupa menyewakan kamar apartemen, membeli rumah lalu disewakan atau malah membeli tanah. 

Plus : cocok untuk investasi jangka panjang di atas 7 tahun.

Minus : untuk menyewakan apartemen, kamu akan bersaing dengan para marketing profesional dan bila investasi kamu berupa tanah, tidak bisa langsung dicairkan dananya.

Emas

Foto : comproorofirenze.net

Dua puluh tahun yang lalu alias saat saya masih bersekolah SMP, investasi emas itu ya dengan membeli perhiasan, lalu dikumpulkan dan bila dibutuhkan dijual. Itu yang Ibu pernah lakukan. 

Kini, banyak pilihan berinvestasi emas. Diantaranya, menabung emas melalui Pegadaian, membeli langsung logam mulia sekian gram di butik Antam atau Pegadaian dan cara konvesional seperti yang Ibu saya lakukan. Sebaiknya membeli emas saat harga sedang turun dan menjualnya saat selisih harganya cukup tinggi.

Plus : cocok untuk investasi jangka menengah atau panjang, mudah dicairkan dan bebas pajak.

Minus : harga emas fluktuatif dan menyimpan logam mulia di rumah cukup riskan, sebaiknya simpan di safe deposit bank.

Untuk menyiapkan biaya pendidikan anak, kamu bisa mengkombinasikan dari produk-produk keuangan di atas. Misalnya, untuk persiapan TK kamu membuat tabungan pendidikan. Kemudian, untuk menyiapkan biaya perguruan tinggi kamu bisa menggunakan asuransi pendidikan atau investasi emas.

Yuk, Mengenal Moneysmart Indonesia

Di atas, saya sudah menjabarkan tentang menyiapkan dana pendidikan anak. Kini, saya ingin membahas soal Moneysmart Indonesia yang merupakan portal keuangan terbesar dan terpercaya di Indonesia. Meskipun membahas keuangan, namun bahasa yang disajikan sangat mudah dimengerti bagi awam termasuk saya.

Buat saya, Moneysmart ibarat oase di tengah padang pasir yang tandus. Moneysmart hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang sebagian besar belum melek literasi keuangan. Melalui berbagai artikel yang setiap harinya selalu di update, siapapun dapat belajar step by step tentang keuangan melalui konten yang ada di portal Moneysmart.

Kanal favorit saya yaitu Smart Money dan Lifestyle -yang berisi berita seputar selebritis yang inspiratif. Saya bisa betah membaca 2 hingga 5 artikel tiap kali membuka portal Moneysmart , karena :

  1. Tampilan portal yang clean dan bikin mata anti pegal
  2. Penggunaan bahasa populer yang mudah dimengerti dan enggak bakal basi dibaca ulang di kemudian hari. 
  3. Adanya infografis pada beberapa artikel sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami artikel yang sedang dibaca.

Bagi kamu yang ingin mengetahui update seputar dunia keuangan atau ingin belajar literasi keuangan, silakan mengunjungi Moneysmart  di :

Website : www.moneysmart.id 

Facebook : Moneysmart.id

Instagram : moneysmartid

Twitter : @moneysmartid

Setelah mengetahui cara menyiapkan dana pendidikan anak, segera lakukan persiapan yang tepat untuk anak ya šŸ™‚

Sumber tulisan :

– https://www.moneysmart.id/ini-cara-amankan-dana-pendidikan-anak

– https://www.moneysmart.id/siapkan-dana-pendidikan-anak-dengan-5-produk-keuangan-ini