Assalamualaikum. Setahun ini sudah membaca buku apa saja ? Apakah sudah mengenalkan buku pada si kecil ? Kalau belum, segera mulai cari buku sesuai minat si kecil. Better late than never yaps 😉 

Untuk bisa membaca buku, bisa dengan membeli online atau datang langsung ke toko buku dan meminjam ke perpustakaan. Khusus opsi yang terakhir ini, kamu bisa gratis meminjam buku kapan pun dan berapapun asalkan kamu membayar biaya keanggotaan per tahun. 

Di selatan Jakarta, ada lho perpustakaan yang dikelola pribadi yang tempatnya homey banget dan bikin siapapun rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca buku. Tua muda bahkan anak-anak tentu akan betah berada perpustakaan ini. 

Perpustakaan yang saya maksud yaitu Rimba Baca. Sebuah rumah 2 lantai yang disulap menjadi perpustakaan kecil. Lokasinya ada di Jl. RSPP No. 21 B, Cilandak, Jakarta Selatan. Untuk mencapai ke lokasi, patokannya rumah ini ada di pinggir jalan dan di dalam komplek. Hilir mudik kendaraan melintas di depan Rimba Baca. Selain naik kendaraan pribadi atau transportasi online, kamu juga bisa naik angkot merah Ok Otrip Pondok Labu – Blok M.

Karena saya baru pertama kali datang ke Rimba Baca, agak sulit mencari lokasinya. Saya bersama Pak Gondrong menyusuri satu-persatu rumah di Komplek RSPP Cilandak. Kami mencari rumah dengan nomor 21 B. Atau, rumah dengan papan besar bertuliskan Rimba Baca. Di ujung jalan keluar komplek RSPP, kami putar balik menyusuri rumah demi rumah. 

Di depan sebuah residence (iya, di dalam komplek RSPP ini ada residence yang terdiri dari beberapa rumah), motor Pak Gondrong menyeberang dan berhenti di depan sebuah rumah yang gerbangnya terbuka lebar. Tak ada banner atau petunjuk tentang Rimba Baca. Saya pun bertanya pada seorang bapak yang sedang duduk di garasi.

“Permisi Pak, mau nanya kalau Rimba Baca di sini ya ?”

Bapak itu mengangguk dan mempersilakan saya untuk masuk melalui pintu depan. Saya menurunkan Mada dari motor yang sudah tak sabar ingin ke Rimba Baca. Sayangnya, Pak Gondrong enggak ikutan masuk. Doi memilih mampir ke rumah Nenek. Pak Gondrong malu sama Ibu-ibu, ceunah. Yahelah Pak ;p

Di depan pintu masuk, saya dan Mada melepas sepatu. Kami masuk dan disambut oleh petugas perpustakaan. 

“Baru pertama kali datang atau sudah pernah sebelumnya ?” sapa Si Embak Petugas.

“Baru banget Mbak,”

“Untuk membaca, anak-anak dikenakan biaya Rp 30 ribu dan pendamping Rp 5 ribu,” jelas Embak Petugas, ramah. 

Saya menyerahkan selembar uang biru, langsung menerima kembalian dan melipir ke dalam ruangan. Mada melonjak girang melihat rak buku di depan matanya. “Wait boy, jaketnya, topi sama tasnya taruh di kursi dulu ya. Biar bacanya enak,” kata saya, lalu menaruh gembolan di kursi panjang dekat snack corner.

Meskipun rak-rak buku dan seisinya terlihat gemashhh sekali, perhatian Mada justru tertuju ke taman kecil yang ada di luar ruangan. Ia meminta ingin melihat taman dulu. Okelah boy !

Semenit. Dua menit. Sepuluh menit. Lima belas menit.

Dok. pribadi

Kami berdua ngobrol tentang kelinci dan kura-kura yang ada di taman Rimba Baca. Tiga ekor kelinci melompat aktif sambil sesekali minum dari wadah yang sudah disediakan. Seekor kura-kura yang sedang berjemur tiba-tiba mencemplungkan dirinya ke dalam kolam kecil. Mata saya sungguh sejuk. Apalagi tanaman hijau disusun rapi di taman mungil itu. 

Setelah puas melototin dan ngobrol soal kelinci dan kura-kura, saya mengajak Mada masuk ke dalam ruangan. Ibuk sudah enggak sabar pengin baca khaaaan 😉 

Dok. Pribadi

Lagi-lagi, Mada lebih memilih meng-explore ruangan daripada menyentuh buku. Maklum, kebanyakan sampul pinggir buku berbahasa enggres. Mada pun mengeluarkan satu-persatu boneka animals yang ada di keranjang. Kami kembali ngobrol hehe. Jangan heran kenapa Mada kalau sudah ngobrol dengan siapapun susah berhenti, yeah karena Ibuk doyan ngajak Mada ngobrol. 

Puas bermain boneka animals, kami berdua mulai meng-explore rak buku. FYI, bagi kamu yang pertama kali datang ke Rimba Baca dijamin enggak bakal bingung mau milih buku apa buat anaknya. Karena, di setiap rak ada labelnya. Misalnya, rak buku 0 – 3 (berarti buat bayik dan batita), 4 – 8 (buat balita dan anak yang baru bisa membaca) dan 8 – 12 (buat pre teenager). 

Untuk buku di rak 0-3 terdiri dari baby books, hard book, soft book dan buku bercerita anak dengan kalimat yang terdiri sebaris aja. Mostly buku-buku impor. Di rak buku 4 – 8, bukunya lebih beragam. Ada ensiklopedia, buku cerita, buku pengetahuan bergambar dan sebagainya. Ada yang berbahasa Inggris dan Indonesia, seimbang. Untuk rak buku usia +8 yang berada di seberang ruangan terdiri dari buku novel-novel anak impor maupun lokal. 

Di ruangan khusus membaca untuk anak tersedia 3 sofa mini bercorak dan 2 meja yang digunakan untuk membaca lesehan. Aneka karpet bercorak lucu menghiasi hampir seluruh ruangan. 

Satu jam berada di Rimba Baca membuat kami berdua pengin nyemil. Untungnya, ada snack corner di dekat pintu masuk. Cemilan ringan seperti coklat bengbeng, biskuit, permen jelly ditata rapi dalam toples-toples yang dipajang di atas meja. Susu kotak mini, air mineral dan air minuman kemasan ada di dalam display cooler.

Selain membaca, Mada juga bertemu dengan teman barunya di Rimba Baca. Mereka bermain pretend play dengan boneka animals, ngobrol tentang kelinci dan kura-kura, bermain kejar-kejaran dan Mada membaca buku yang disimak oleh teman-temannya. 

Menjelang maghrib, kami berdua pulang. Rasanya puas sekali kegiatan kami di Rimba Baca. Bulan depan dan selanjutnya, kami akan lebih sering datang ke Rimba Baca.

Foto : meja petugas perpustakaan

Foto : buku-buku yang dijual di Rimba Baca

Foto : snack corner

Foto : kursi tunggu

Foto : ruang mewarnai dan crafting

Foto : meja pajang buku-buku yang dijual

Foto : ruang sholat dan nursery room

Foto : toilet dengan pijakan kaki untuk anak

Foto : aneka topi animals dan boneka tangan

Foto : sofa anak

Foto : Mada dan teman baru

Rimba Baca

Jam buka : Senin – Minggu pukul 10 pagi s/d 7 malam

HTM : Rp 30 ribu (anak) dan Rp 5 ribu (pendamping dewasa)

Biaya keanggotaan : Rp 375 ribu (1-2 anak) dan Rp 400 ribu (3-4 anak)