Assalamualaikum. Apa kabarnya kamu di sana ? Semoga sehat dan urusannya selalu lancar. Siang ini saya lagi nyekrol-nyekrol timeline. Rupanya, beberapa teman saya sedang harap-harap cemas mempersiapkan anaknya memasuki masa MPASI atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu. Wah, selamat berdebar-debar mempersiapkan MPASI untuk si kecil ya 🙂 Been there dan setiap hari rasanya excited membuat MPASI rumahan.

Menurut WHO, setelah anak berusia 5 bulan, ia akan membutuhkan tambahan gizi berupa MPASI untuk mendukung tumbuh kembangnya. Dimulai dari MPASI berupa buah dan sayuran. Selanjutnya, bayi akan mulai berkenalan dengan nasi sebagai sumber karbohidrta. Selain nasi, kamu bisa memberikan variasi sebagai berikut :

Jagung

Foto : momjunction.com

Selain nasi, jagung cukup populer sebagai makanan pengganti nasi. Rasanya yang manis dan mengeluarkan aroma khas bila dikukus membuat makanan ini disukai tua muda hingga anak-anak.

Karbohidrat yang terkandung yaitu sebesar 73,7 gram. Jagung dapat diolah menjadi bubur, puding, kue hingga bahan campuran sayuran. Di Aceh, jagung bahkan dijadikan sebagai minuman jus sehat.

Untuk mengenalkan jagung pertama kali pada si kecil, kamu bisa memarut jagung yang telah direbus atau dikukus, kemudian sari jagungnya diberikan pada si kecil.    

Singkong

Foto : thepioneerwoman.com

Karbohidrat yang terkandung pada singkong yaitu 34 gram. Singkong bukan hanya dapat dijadikan cemilan sore hari, lho. Kamu bisa juga memberikan singkong sebagai MPASI pengganti nasi. Caranya, kukus atau rebus singkong hingga matang. Kemudian, hancurkan singkong hingga lembut, campur dengan ASI dan buah. Puree singkong buah dapat disajikan untuk variasi MPASI si kecil.

Kentang

Foto : tescobaby.com

Di negara barat, kentang lazim dijadikan sebagai MPASI. Biasanya disajikan sebagai puree dengan campuran sayuran lainnya atau dibuat menjadi mashed potato.

Untuk variasi MPASI si kecil yang sudah dapat menggenggam benda, kamu bisa membuat menjadi skotel atau perkedel. Berikan sebagai finger food.

Ubi jalar

Foto : pinterest.co.uk

Seperti jagung, ubi jalar memiliki rasa manis dan dapat diolah menjadi berbagai varian makanan. Terdiri dari ubi putih, ubi kuning/merah dan ubi ungu. Ubi mengandung karbohidrat 27,9 gram.

Kamu dapat mengenalkan ubi saat si kecil berusia 8 atau 9 bulan. Berikan dalam bentuk puree ubi ungu yang dicampur ASI atau bola-bola ubi ungu.

Talas

Foto : cinnybear.wordpress.com

Di Manado, talas dijadikan sebagai campuran bubur dengan lauk suwiran ikan. Rasanya nikmat dan tentu saja menyehatkan. Selain itu, talas diolah menjadi keripik, kolak, cake atau diiris tipis-tipis dan digoreng.

Untuk mengolah talas menjadi makanan bayi, kamu dapat merebusnya selama 20-25 menit. Hancurkan hingga lembut. Bubur talas siap disajikan pada bayi. Di Hawai, bubur talas atau poi biasa disajikan pada bayi yang baru mengenal MPASI.  

Sagu

Foto : argusguide.com

Seperti yang kita tahu, sagu merupakan makanan pokok di Indonesia Timur. Meskipun, jumlahnya semakin berkurang lantaran penduduknya sudah beralih pada beras putih (nasi).

Untuk mengolah sagu menjadi MPASI, kamu dapat mencampur tepung sagu dengan ASI. Sagu bermanfaat untuk melancarkan saluran pencernaan, menjaga suhu tubuh dan menambah berat badan si kecil.

Setelah membaca tulisan di atas, gimana kamu tertarik mencoba sumber karbohidrat pengganti nasi ?

Note : Tulisan ini pertama kali ditulis di www.ayahbunda.com.