Awal bulan Oktober, saya menemukan luka goresan kecil yang entah-dari-mana dan membuat kulit di sekitar jempol kaki Mada terlihat memerah. Saya sempat kasih Betadine. Lukanya mengering.

Minggu berikutnya, kuku jempol kirinya terlihat rapuh, luka goresannya jadi mirip koreng. Saya bawa Mada ke Puskesmas Jagakarsa dan dikasih salep Betamethason untuk dioleskan ke jempol. Harga salepnya murah dan bisa dibeli bebas di apotik. Seminggu diobati dengan Betamethason, lumayan sembuh tapi kudu rajin diolesin.

Saya balik lagi ke Puskesmas, bertemu dengan dokter yang menangani Mada. Saya diberikan salep Gentamicin Sulphate. Sama seperti Betamethason, efeknya kurang.

Akhirnya, saya ke dokter anak di RS. Bakti Yudha. Sebelum datang, saya cek di google jadwal dokter anaknya.

Foto : RS. Bakti Yudha

Setelah mengecek jadwal, saya datang jam 11 siang. Saya langsung mendaftar dan mendapatkan antrian nomor pertama dengan dr. Syarif Faizal, Sp. A untuk jam 1 siang.

Dok. pribadi

Biaya pendaftaran dan dokter yaitu Rp. 195,000. Cukup terjangkau untuk pasien umum (tanpa asuransi dan BPJS) dan insya allah hasilnya manjur. Karena, dulu pun jamannya saya masih sekolah pernah berobat gara-gara alergi kulit ke RS. Bakti Yudha. Biaya obat yang mahal memang bikin lebih cepat sembuh.

Waktu Mada bayik, leher belakangnya pernah digigit serangga dan kulitnya jadi iritasi. Saya bawa ke dokter anak di RS. Bakti Yudha. Biaya total Rp. 500ribuan. Dokternya jutek sih. Waktu periksa leher Mada hanya dilihat sebentar, enggak nyampe 5 menit saya udahan gitu aja keluar. Gak ada ngobrol atau basa-basi apa. Hahahahaha. Sempet keuheul eh kesel.

Pulangnya saya dikasih salep 2 macam dan … enggak nyampe seminggu iritasi di kulitnya sembuh. Ikhlas deh dijutekin sama dokter anaknya. Enggak dikasihtau soal kenapa itu bisa iritasi. Ikhlas deh. Hahahhaha.

Back to cerita infeksi kuku Mada. Gara-gara pengalaman dapat dokter anak yang jutek, saya sudah mempersiapkan diri dong enggak bakal “cerewet” pas ketemu dokternya. Pokoknya : Tanya. Dengerin. Diam. Udah gitu aja.

Ternyata eh ternyata dr. Syarif Faizal, Sp. A cukup ramah dan care dengan pasiennya. Blio sempat ngobrol sama Mada dan Madanya juga nyaman ditanya-tanya gitu kan. Dari dr. Syarif, saya mendapat info kalau infeksi di kuku jempol kaki Mada akibat bakteri yang masuk saat kulitnya tergores.

Untuk menyembuhkan infeksi kuku dan kulit di jempol Mada, saya mendapat resep berupa puyer yang diracik di apotik RS. Bakti Yudha.

Dok. pribadi

Biaya obat puyer yaitu Rp. 133an ribu. Itu belum termasuk salep Apollar N yang harus dibeli di luar karena stok di apotik RS. Bakti Yuda habis.

Di hari yang sama, saya membeli salep Apollar N di Apotik Aji Waras Ciganjur. Lagi-lagi sebelum membeli obat, saya mencari info soal salep yang dimaksud di google. Rupanya ada 2 pilihan salep yaitu Apolar dan Apolar N. Menurut apoteker di Aji Waras, yang lebih manjur itu Apolar N karena ada antibiotiknya. Harga salep Apollar N Rp. 44.000.

Salep Apolar N

Salep Apolar N

Salep Apolar N

Hasil pemakaian Apolar N selama 7 hari, nampak perubahan pada kuku dan kulit di dekat jempol kaki Mada seperti pada foto berikut :

Dok. pribadi

Setelah pemakaian 2 minggu, kuku dan kulit di sekitar jempol kakinya mulai menunjukkan tanda-tanda pulih. Kuku sudah tidak terlalu rapuh dan bisa digunting pinggiran kukunya.

Dok. pribadi

Insya Allah, sebelum ganti kalender 2019 nanti jempol kakinya sudah bebas infeksi bakteri. Dokter Syarif memberi saran untuk mencegah infeksi pada jempol kaki anak :

  1. Memotong kuku anak tidak terlalu pendek
  2. Menjaga kebersihan kuku anak
  3. Setelah mencuci kaki, biasakan untuk mengeringkan kaki agar tidak lembab
  4. Sebaiknya tidak keluar rumah tanpa alas kaki terutama saat jalanan becek
  5. Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat