KIN Fresh Milk, Cara Baru Menikmati Susu Sapi Tanpa Mual dan Mulas

Tiga gelas minuman dan sepiring cemilan tersaji di meja makan. Ada segelas teh jahe hangat, air mineral dan susu putih hangat. Dua buah lontong dan pastel mengisi piring cemilan enamel.

Hari itu hari pertama saya menjalani status sebagai pengantin baru. Yang pertama kali saya lakukan adalah menyiapkan minuman tiga warna dan cemilan untuk suami. Persis seperti yang dilakukan Mamah setiap pagi selama puluhan tahun. Sekalipun Mamah sedang sakit, beliau tetap menunjukkan bakti dan cintanya pada Papah melalui minuman tiga warna.

Minuman pertama yang diminum Papah yaitu air mineral. Fungsinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama tidur. Setelah mandi dan berpakaian rapi, Papah minum teh jahe untuk menghangatkan badan. Selesai sarapan, Papah akan menghabiskan segelas susu putih tawar hingga tandas.

Kebiasaan baik itu membuat Papah selalu sehat, awet muda dan alhamdulillah di usianya yang sudah 60 tahun masih bugar. Saya ingin menularkan kebiasaan Papah pada suami.

“Aku enggak bisa minum susu, Bunn. Alergi dari kecil. Tiap abis minum susu pasti langsung mual sama mules,” jelas suami.

 

“Kamu becanda ya ? Kamu kan biasa makan gorengan pinggir jalan, cilok gerobak dorong atau makanan-makanan aneh pinggir jalan. Masa minum susu bikin mules sih, Hunn ?” tanya saya balik, sembari menahan tawa. Sulit dipercaya lelaki berambut gondrong sepinggang dengan wajah brewok takut sama susu.

Suami mengendikkan bahu. Ia tersipu malu.

Pada waktu itu saya menganggap suami enggak suka minum susu karena di keluarganya memang enggak ada kebiasaan minum susu. Asa kan karena biasa. Rata-rata teman sekolah yang enggak minum susu ya hanya karena kebiasaan saja. Saya enggak mencari tahu penyebab susu bisa membuat orang mules.

Saya juga tidak memaksakan suami harus minum susu. Karena, suatu hari sepulang dari acara motor, suami mules begitu tiba di rumah. Kami berdua memang sempat mampir ke kedai susu ketan milik temannya. Ia mencicipi setengah gelas susu putih manis.

Waktu berlalu cepat …

Tahun ini genap enam tahun pernikahan kami. Empat tahun ke belakang rumah kami senantiasa ramai dengan celotehan Arizqio Mada Leksono. Alhamdulillah, Mada doyan minum susu dan segala produk turunan susu. Tiap saya dan Mada ke minimarket, ia bakalan langsung menuju ke rak minuman yang ada susu favoritnya.

“Pak kenapa Bapak enggak suka minum susu sih ? Eyangti suka. Engki suka. Semua Onti suka. Oom sama Mamang juga suka. Masa Bapak doang yang enggak suka minum susu ?” protes Mada sebelum berangkat sekolah.

Bapaknya nyengir lebar. “Bapak enggak doyan susu, Mas”

“Bapak harus doyan. Eyangti bilang minum susu itu untuk kekuatan tulang, biar pinter juga kayak Mada dan kuman-kuman pada takut nempel,”

“Iya iya Mas. Nanti Bapak minum susu,”

Janji yang sudah terucap di mulut suami rupanya melekat di kepala Mada. Ia terus menagih janji pada Bapaknya. Saya pun mencari susu untuk Pak Gondrong yang tidak bikin eneg dan mules.

Dari data Kementerian Pertanian tahun 2016, konsumsi susu di Indonesia paling rendah dibandingkan negara-negara lainnya di ASEAN. Jumlahnya hanya 16,5 liter per kapita per tahun. Angka ini sangat jauh dari Brunei Darussalam (129,1 liter), Malaysia (50,9), Thailand (33,7 liter), Filipina (22,7) dan Vietnam (20,1).

1
Brunei Darussalam
1
Malaysia
1
Thailand

Dampak rendahnya konsumsi susu ini meningkatkan jumlah anak stunting di Indonesia. Orang dewasa yang tidak minum susu juga lebih rentan terkena osteoporosis. Karena, dalam segelas susu mengandung nutrisi yang lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin untuk mendukung fungsi tubuh.

Sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati lezat dan segarnya susu. Contohnya, suami saya itu atau siapapun yang emoh minum susu, dewasa maupun anak-anak.

“Gejala mual, kembung, dan/atau diare setelah mengkonsumsi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh, sehingga memicu gejala yang menyerupai intoleransi terhadap laktosa, seperti ketidaknyamanan perut, flatulensi (akumulasi gas berlebih dalam perut dari usus besar), kembung, dan diare yang terjadi setelah mengonsumsi produk susu.” jelas pakar gizi, dr. Rizal Alaydrus, MSc.

Awalnya, seluruh sapi di dunia menghasilkan protein A2 yang nutrisinya sangat baik bagi tubuh. Seiring waktu berjalan dan adanya mutasi genetik, sapi menghasilkan protein A1. Saat ini, sapi-sapi di peternakan menghasilkan protein A1 dan A2 dengan perbandingan rasio 40 % dan 60 %. Inilah penyebab orang merasa eneg, mual bahkan mulas.

Thanks to para ilmuwan. Kini, banyak yang melirik sapi A2 sebagai sumber protein terbaik manusia. Karena, susu yang hanya mengandung protein A2, dipercaya lebih mudah dicerna oleh tubuh dan nutrisinya lebih mudah diserap. Sapi A2 didapat dari proses seleksi alami dengan melalui seleksi tes DNA, tanpa rekayasa genetik.

Di Indonesia, saat ini sudah ada produsen susu sapi A2 yaitu PT. ABC Kogen Dairy. Hadir dengan produk KIN Fresh Milk, susu sapi dalam kemasan botol yang eye catching.

Tiffany Pratiwi Suwandi, Brand Manager KIN menjelaskan :

“KIN Fresh Milk merupakan produk susu segar pertama di Indonesia yang berasal dari sapi A2 dan hadir sebagai pilihan yang lebih baik bagi konsumen, karena tidak menimbulkan rasa eneg atau kembung akibat minum susu. Susu dari sapi A2 ini adalah 100% susu segar, tanpa ada yang ditambahkan atau dikurangi pada kandungannya. KIN Fresh Milk hanya mengandung protein A2 yang lebih bersahabat untuk perut, sehingga lebih mudah dicerna dan diserap dalam tubuh”.

Perbedaan Sapi A1 dan Sapi A2

Saya mencicipi KIN Fresh Milk yang terdiri dari 3 varian rasa, yaitu full cream (botol merah), coklat dan kopi. Tutup botolnya mudah dibuka. Pada badan botol terlihat kalau KIN Fresh Milk ini sudah mendapat label halal dari MUI dan BPOM. Dari info yang saya dapat, KIN Fresh Milk dikemas dengan Uvlight barrier sehingga kualitas susu dapat terjaga meskipun tanpa pengawet.

Saat cairan berwarna putih mengalir ke dalam mulut, saya merasakan susu segar namun tidak encer dan tidak kemanisan. Saya langsung menyodorkan 3 botol KIN Fresh Milk pada suami. Ia memilih rasa coffee karena hari itu ia merasa mengantuk.

Semenit, dua menit, tiga menit dan satu jam kemudian tidak ada reaksi apa-apa setelah suami minum KIN Fresh Milk. Saya bersorak girang dong. Artinya, suami bisa ikutan juga menjaga kesehatan dengan rutin minum KIN Fresh Milk Susu dari sapi A2. Kabar baiknya, susu ini dapat juga dikonsumsi anak mulai umur 2 tahun ke atas.

 

Bagi yang ingin merasakan manfaat lebih dari KIN Fresh Milk, Susu Berkelas Dari Sapi Teratas dapat mengunjungi :

Website www.kindairy.com

Instagram @kindairyid