Asah Kreatifitas Anak Usia Dini Dengan Faber Castell Colour to Life

fabercastell

Topik paling hot yang sering dibahas saat saya berkumpul dengan Mamah-mamah muda yaitu soal kebiasaan anak bermain gadget yang sudah kelewat batas. Entah itu anaknya masih bayik yang harusnya sih belum boleh pegang gadget. Atau, anak-anak seumuran Mada yang lagi senang meng-explore permainan baru di gadget.

Mada sendiri jarang banget mainan gadget, karena di rumah hanya ada 2 handphone, milik saya dan milik Bapaknya. Mada sudah tahu kalau handphone saya dipakai untuk bekerja. Sementara, handphone Bapaknya kurang canggih alias tiap dipakai nyetel Youtube pasti loadingnya lama.

Alhamdulillah, di lingkungan rumah juga anak-anak tetangga enggak mainan gadget. Bermain itu ya lari-larian, kejar-kejaran, petak umpet atau permainan kekinian seperti bermain pasir ajaib bareng-bareng.

Nah, beberapa waktu lalu Ibu Mertua menghadiahi Tablet geser-geser untuk Mada. Alasannya, karena teman-teman Mada di rumah Nenek punya gadget pribadi semua. Cuma Mada yang belum. Beuh, rasanya pengin tepok nyamuk. Eh, tepok jidat.

Hari pertama Mada bermain tablet, dia sempat nangis gegerungan saat saya menjemputnya di rumah Nenek. Butuh 30 menit untuk membujuk Mada enggak membawa benda persegi itu pulang ke Depok.

Hari kedua Mada bermain tablet. Pak Gondrong (suami) keceplosan hari itu Mada enggak mau tidur siang dan bermain tablet selama 3 jam nonstop di rumah tetangga. Memang sih Mada bermain ngumpul sama teman-teman seumuran. Tapi, mereka pegang gadget masing-masing dan bermain asyik sama gadgetnya.

Hari ketiga Mada mulai petak-umpet bermain gadget. Jadi, tiap saya datang menjemput di rumah Nenek, Mada langsung menyembunyikan tablet-nya dan dia ikut sembunyi. Alasannya, “Nanti kalau ketahuan Ibu, Mada dilarang main tablet”.

Saya elus-elus dada dan membicarakan hal ini pada suami.

“Bunn, coba deh kamu cari aplikasi yang sesuai dengan usia Mada dan bisa menambah kreatifitas dia,” kata Pak Gondrong. “Kita kan enggak bisa terus menerus melarang Mada pegang gadget. Kita arahin Madanya aja,”

Dari penelusuran di playstore, rupanya saat ini ada aplikasi Colour to Life dari Faber Castell. Pertama-tama beli paket Colour to Life-nya dulu di Tokopedia, Gramedia atau toko buku besar. Dalam satu paket terdiri dari 20 buah Connector Colouring Pens, Buku mewarnai yang kertasnya cukup tebal dan panduan mewarnai.

Pada setiap gambar memiliki frame yang tidak boleh diwarnai. Karena, nantinya untuk scanning gambar menggunakan kamera handphone.

Ini video penampakan unboxing Faber Castell Colour to Life :

 

Setelah unboxing, saya enggak langsung mengajak Mada untuk mencoba Colour to Life. Ibunya kudu belajar dulu nih. Apalagi kan aplikasinya harus men-scanning gambar supaya bisa berubah menjadi animasi Augmented Reality (AR). Alhamdulillah, penggunaannya sangat mudah.

Kemudian, saya juga mencoba mewarnai dengan teknik yang ada pada brosur Faber Castell. Ternyata, mewarnai enggak sekedar gosrek-gosrek spidol. Ada tekniknya lho.

Pointing
Mewarnai dengan membuat titik-titik gambar dengan warna yang sama.

IMG_20180804_151433

Patterning
Mewarnai dengan membuat pola yang sama.

IMG_20180804_151554

Contouring
Mewarnai dengan membuat pola garis yang sama.

IMG_20180804_153742

Shading
Mewarnai seperti pada umumnya yang tinggal menggores bidang yang akan diwarnai.

IMG_20180804_154505

Dan, setelah gambarnya diwarnai, saya dan Mada bisa pepotoan nih.

 

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah saya sudah menguasai aplikasinya, saya langsung mengajak Mada mencoba satu-persatu inovasi terbaru dari Faber Castell ini. Anaknya girang banget karena dia nemu ada gambar bisa keluar dari dalam kertas dan bergerak-gerak kayak animasi.

Bagaimana Faber Castell Colour to Life Asah Kreatifitas Anak Usia Dini ?

Tiga hari bersentuhan dengan Colour to Life-nya Faber Castell, saya pun jadi yakin kalau gadget enggak melulu negatif efeknya buat anak. Yang penting orang tua selalu mendampingi anak, supaya tetap terjadi komunikasi 2 arah saat anak sedang bermain gadget.

Yang saya lakukan untuk mengasah kreatifitas Mada saat bermain Colour to Life, antara lain :

Mewarnai

“Buk, kalau pohon itu warnanya hijau ya ?” tanya Mada sebelum ia mewarnai gambar pohon di buku Colour to Life.

“Bebas. Mada boleh mewarnai pohonnya jadi merah, berarti pohon cabe. Atau, pohonnya warna ungu berarti pohon anggur,” jelas saya. Mada manggut-manggut.

Dengan membebaskan anak mewarnai sesuai imajinasinya dapat menambah kreatifitasnya. Apalagi setelah gambarnya diwarnai bisa langsung di scan dan voila … gambarnya keluar dari dalam kertas. Asyiknya gambarnya itu bisa bergerak seperti animasi 3D.

Bermain game

Setelah gambarnya menjadi animasi, Bunda bisa pilih nih mau main game atau langsung pepotoan selfie. Saya sih nyoba main game dulu. Apalagi Mada kan memang senang main game di gadget setelah dibeliin Tablet sama Neneknya.

Bedanya main game di Colour to Life dengan game lainnya, tokoh utama game itu karakter yang tadi sudah diwarnai. Asyik kan ?

Ada 5 game yang tersedia di aplikasi Colour to life, diantaranya Giddy Up ! (Ksatria Berkuda), Pogo Boy (Anak Bermain Enggrang), Dress-Up Challenge (Mencocokkan Pakaian Untuk Putri), Balance Your Brain (Bermain Bersama Kucing) dan Safe Flight (Menerbangkan Pesawat).

Berimajinasi Dengan Selfie

Saat Mada selfie biasanya meniru gaya saya yang tiap selfie dengan bibir monyong-monyong atau ditarik biar wajah kelihatan kuyus πŸ˜‰

Nah, selfie menggunakan Colour to Life ini bisa bikin anak berimajinasi, lho. Karena, selfie-nya bareng gambar yang sudah diwarnai. Gambarnya itu bisa di zoom in jadi gede. Misalnya pesawat terbang di zoom in dan selfie bareng Mada. Seola-olah Mada mau naik pesawat.

Foto header : theedadvocate.org

ttd-marso

Iklan

10 comments

  1. Emaaang anak jaman sekarang susah banget deh dibikin gadget free karena lingkungannya juga sekarang udah gadget mania.. Raya kalau sama aku ngga main gadget sama sekali, tapi kalau sama Abah adeeeeh sepanjang hari kali main gadget, bikin pengen nangis..
    kalau faber castell colour to life mainin gadget tapi interaktif bikin anak ga lbh kreatif menurut aku, harus lbh banyak nih aplikasi dan inovasi yg kayak gini πŸ˜€

  2. Menarik nih win win solution untuk anak dan ortunya dapet, jadi dapat tambahan sudut pandang sebagai ortu jangan cuma melarang tapi ngarahin juga biar anaknya juga tetep terbuka sama kita ya Mba πŸ™‚

  3. Sejauh ini buku mewarnai β€œColour To Life” from faber Castell ini jadi favorit anak-anak dirumah, karena selain mewarnai, mereka juga dapat berimajinasi dan bermain dengan gambar yang telah mereka warnai.. kreatif dan inovatif banget deh faber Castell

  4. Jadi cakep2 gini hasil pewarnannya ya pakai Faber Castell 😊 Bisa dijadiin permainan anak2. Eh kayak 3D juga. Betah d rmh kalau gini. Orang dewasa pasti seneng juga biar pikiran ga mumet hahah.

  5. Lucu bangeeet, bisa di 3D-in yaa, Alfath pasti suka juga nih. Konsep gambar seperti ini bsa lebih mengasah ide kreatif dan membangkitkan imajinasi anak, kereeen.

  6. Canggih banget ya faber castle ini. Bisa “menghidupkan” gambar yang kita warnai. Bukan anak2 aja yang seneng tapi emaknya juga seneng mainan ini hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s