Membuat Sertifikat Imunisasi Anak Di Puskesmas

sertifikatimunisasianak

Per 21 Mei 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganulir surat edaran Kepala Dinas Pendidikan nomor 37/SE/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Jenjang TK dan SD.

Dalam peraturan tersebut, setiap calon peserta didik yang memasuki jenjang TK dan SD diwajibkan memiliki Sertifikat Imunisasi dan Kartu Identitas Anak. Tujuannya dalam rangka mendukung program Imunisasi. Agar, anak saat sekolah memiliki kekebalan tubuh yang baik dan tidak mudah tertular penyakit.

Berita di atas tentu menjadi angin segar bagi Ibu yang anaknya belum komplit imunisasi. Karena, tiap kali aku dan Mada berkunjung ke Puskesmas Jagakarsa untuk imunisasi, topik sertifikat imunisasi ini biasanya jadi bahan obrolan paling hot diantara para Ibu.

“Mbak, aku mau bikin sertifikat imunisasi tapi imunisasi belum komplit. Bisa nyusul gak ya ?”

“Mbak, emang harus banget ya punya sertifikat, ribet banget deh.”

“Oh sekolah kok kudu ada sertifikat imunisasi ? Enakan sekolah di daerah.”

“Aku udah bikin sertifikat imunisasi nih, tapi nunggu hasilnya lama juga.”

“Mbak, aku mau bikin sertifikat imunisasi, syaratnya apa aja ya ?”

Kira-kira begitu obrolan yang pernah mampir saat aku antri menunggu nama Mada dipanggil di depan ruang Kesehatan Ibu Anak (KIA) Puskesmas.

Meskipun, saat ini sertifikat imunisasi sudah tidak dibutuhkan sebagai syarat masuk TK atau SD, aku pengin menuliskan tata caranya di bawah ini. Sebagai penanda bahwa Mada sudah lengkap imunisasinya 🙂

Dimana membuat sertifikat imunisasi ?

Sebagai pengunjung tetap Puskesmas Jagakarsa, tentunya aku kepingin bikin sertifikatnya di tempat yang sama. Ternyata, TIDAK BISA.

Untuk pembuatan sertifikat imunisasi dilakukan sesuai alamat yang tertera di KTP. Karena, alamatku di Karang Tengah Lebak Bulus ya harus di Puskesmas yang di sekitar itu.

Berkas-berkas yang dibutuhkan :

  1. Buku KIA/KMS dengan fotokopi-nya
  2. Fotokopi akte kelahiran anak
  3. Fotokopi kartu keluarga

Berkas tersebut di klip menjadi satu, diserahkan ke Bidan. Catet, menyerahkan bekasnya ke Bidan, bukan ke petugas yang tidak ada kaitannya dengan penyimpanan berkas. Apalagi menitip ke Dokter yang lagi koas di Puskesmas.

Jangan lupa tanyakan kapan sertifikat bisa diambil. Bidan akan meminta nomor handphone kamu.  Dua minggu setelah berkas ditinggal, Bidan akan menghubungi kamu untuk pengambilan sertifikat. Itu pengalaman tetangga Ibu mertua sih.

Kalau aku pribadi, proses pembuatan 6 bulan. Pada waktu penyerahan berkas, Bidan enggak ada di tempat karena aku datang setelah Dzuhur (harusnya datang pagi nih hehehe). Aku pun menyerahkan berkas plus meninggalkan nomor handphone ke Petugas Koas di Puskesmas kecamatan Cilandak.

Ternyata, berkas nyelip entah dimana. Bete bin gondok dong. Walaupun, akunya juga salah sih. Main percaya begitu aja sama dedek-dedek petugas koas.

Dua bulan kemudian, Kepala Puskesmas kecamatan Cilandak datang untuk mengecek kesehatan anak-anak PAUD Srikaya Lebak Bulus. Hmm kesempatan nih, sekalian aja aku tanyain. Alhamdulillah, langsung ditindaklanjutin sama Kepala Puskesmas. Ihiy !

IMG_20180715_125650

Biaya :

Untuk pembuatan sertifikat imunisasi tidak dikenakan biaya sama sekali alias GRATIS.

Sekilas informasi di Sertifikat Imunisasi :

Sertifikat imunisasi Mada masih ditulis tangan. Di tempat lain, ada yang sudah diketik komputer. Enggak masalah, yang penting informasi tulisannya mudah dibaca.

Pada halaman depan sertifikat imunisasi akan terlihat keterangan nomor sertifikat, data anak dengan NIK, tempat tanggal lahir, nama orang tua dan alamat tinggal.

Kemudian, ada keterangan bahwa anak sudah mendapatkan lima imunisasi dasar lengkap.

Pada halaman belakang, ada catatan pemberian imunisasi seperti nama vaksin, tanggal imunisasi dan tempat pemberian imunisasi.

Vaksin pertama Mada yaitu HBo tepat di hari lahirnya tanggal 14 Juni 2014.

Vaksin terakhir Mada yaitu Campak Booster tanggal 3 Agustus 2016.

Setelah sertifikat imunisasi jadi, aku langsung laminating dan disimpan dalam satu berkas kelahiran Mada. Senang rasanya Mada sudah komplit imunisasi dan punya sertifikat 🙂

Image result for sertifikat imunisasi anak

Contoh sertifikat imunisasi – Dok. Banjarmasin Post

Nah, gimana dengan anakmu, sudah punya sertifikat imunisasi atau belum ?

ttd-marso

 

Iklan

20 comments

  1. Belum punya sertifikat nih mbak untuk Kalki dan Kavin. Tapi imunisasi mereka udah lengkap semua dong. Termasuk imunisasi JE. Sayang buanget program daftar sekolah pakai sertifikat imunisasi dianulir kan itu untuk menciptakan kekebalan komunitas!

    1. bikin mbak bikiiin 🙂 mudah prosesnya

      memang sangat disayangkan programnya dianulir, tapi kasian juga banyak anak2 di jakarta yg agak kesulitan masuk sekolah negeri tanpa sertifikat tsb

  2. Mada seangkatan dengan si K ternyata mbak, anak 2014, hahaha.

    Kalau di Pontianak dulu pernah juga ada hawa-hawa kalau sekolah harus imunisasi lengkap. Tapi cuma perlu buku KIA aja seh, gak perlu dibuat sertifikat lagi

  3. Waktu posyandu diingatkan untuk membuat sertifikat ini. Prosesnya lama amat yak sampai 6 bulan. Boleh ditungguin aja gak saat nulis sertifikatnya :))

  4. Di Depok udah berlaku belum, ya, Mak ayy? Kayaknya belum, ya.. Aku belum bikin sertifikat imunisasi soalnya.. KIA pun aku belum bikin.. Heuheu.. Mesti update nig sama half kayak gini.. Menurutku penting sih ya ada syarat imunisasi gini.. Biar cakupan anak yg diimunisasi jadi lebih banyak sama kesehatan lingkungan jadi lebih baik juga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s