vitapudding
Periode paling challenging menjadi Ibu baru yaitu saat masa pemberian Makanan Pendamping ASI atau MPASI. Dimulai dari anak usia 6 bulan hingga 2 tahun. Tujuan pemberian MPASI untuk memenuhi gizi anak selain dari ASI. Supaya gizi anak terpenuhi dengan baik, orang tua penting banget memiliki pengetahuan mengenai MPASI.
Masih ingat dong Bu gimana hebohnya menyiapkan perkakas buat bikin MPASI atau menyiapkan menu pilihan Ibu untuk Si Kecil ? Aku pernah mengalami masa-masa gini, nih. Semakin anaknya gede, pilihan MPASI semakin beragam dan agak nyantai. Contohnya, saat Mada umurnya sudah di atas 1,5 tahun dan mulai menggemari puding. Aku pun selalu membuat homemade pudding dengan berbagai bentuk untuk Mada.

Namun, ada kalanya aku enggak bisa turun ke dapur buat menyiapkan homemade pudding. Atau, aku sudah bikin puding buat cemilan saat mudik ehhhh di tengah perjalanan puding buatanku jadi benyek atau berair. Tahu sendiri cairan yang keluar dari puding itu lengketnya bikin elus-elus dada. Itu belum termasuk kalau tiba-tiba ada gerombolan semut nongol di depan mata.
Gara-gara itu, aku pun mulai hunting puding yang sudah jadi di minimarket dekat rumah. Dari beberapa pilihan merek puding, aku tertarik dengan Vita Pudding ukuran 110 gram.

Image result for vita pudding

Vita Puding kemasan lama | Foto : bedrockasia.com

Alasanku memilih Vita Pudding, yaitu :

  1. Tidak terlalu manis sehingga aman buat pendamping MPASI
  2. Praktis
  3. Ada varian rasa buah (strawberry, mangga dan coklat)
  4. Puding yang ada rasa susunya juga
  5. Harga terjangkau

Dalam seminggu aku nye-tock Vita Puding di kulkas untuk cemilan saat aku dan Mada sedang bepergian. Mada itu doyan banget sama Vita Puding apalagi kalau dimakan dalam keadaan dingin. Tiap kami berdua belanja ke minimarket pun dia sudah hafal lokasi chiller tempat cemilan favoritnya ini.
Setelah Mada lulus MPASI, ia tetap menyukai Vita Puding meskipun mulai jarang juga belinya nih. Karena, suatu hari Vita Puding yang kami beli di minimarket itu pudingnya sudah tidak menyatu padahal kemasan masih utuh tertutup rapat. Aku enggak sempat nanya ke minimarketnya karena lokasinya terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Pada saat beli itu aku dan Mada memang lagi singgah neduh di minimarket.

Kini, Vita Puding Hadir Dengan Kemasan Baru dan Teknologi Baru

Pada tanggal 1 Juni 2018, aku bersama teman-teman blogger hadir di acara Share The Goodness with Vita Puding yang berlokasi di Main Stage Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta. Narasumber yang hadir yaitu Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2004) dan Bapak Harianus Zebua (Head of Corporate and Marketng Communication OT Group).
Sebelum acara dimulai, aku sempat berkeliling di sekitar lokasi yang digelar bersamaan dengan Pameran Mommy n Me. Di Rest Area, aku sempat melihat booth Vita Puding dengan kemasan yang berbeda dari yang biasa aku beli selama ini.

IMG_20180601_161834

Dok. pribadi

“Mbak ini Vita Pudingnya kok beda ? Jadi lebih berat ya ?” tanyaku pada Mbak SPG yang berjaga.
Mbak SPG mengiyakan lalu menawarkan paket Vita Puding seharga Rp. 15000 untuk 4 buah. Setelah ngobrol-ngobrol dengan Mbak SPG, aku sekalian minta izin untuk mendokumentasikan booth Vita Pudding, nih. Kemudian, aku kembali lagi ke Main Stage JCC.
Saat talkshow Share The Goodness with Vita Puding dimulai, Artika Sari Devi memaparkan kesehariannya sebagai Ibu dua putri dan selalu memberikan cemilan sehat untuk anak-anaknya.
IMG_20180601_153003

Dok. pribadi

“Saya cukup ketat dalam memilih makanan yang berkualitas untuk anak. Dengan kehadiran Vita Pudding ini, saya punya pilihan snacking time yang praktis, enak, sehat dan aman untuk anak-anak,” kata Artika Sari Devi.
Bapak Harianus Zebua juga menyebutkan bahwa Vita Pudding kini hadir dengan kemasan baru dan teknologi baru. “Vita Pudding sekarang ini sudah diolah dengan teknologi aseptik, sehingga tidak harus dimasukkan ke kulkas, tahan lama pada suhu ruangan dan dapat bertahan hingga satu tahun atau sesuai dengan masa kadaluarsa yang tercantum,”
Vita Pudding kemasan baru ini juga bukan hanya mengandung Vitamin D, tetapi ada kalsiumnya. “Makanan yang mengandung vitamin D sebaiknya harus ada kalsiumnya, supaya dapat menyerap dengan baik,” tambah Bapak Harianus.
Oh ya, di rest area pada pameran Mommy n Me, Vita Puding bersama beberapa produk Orang Tua Group (wafer tango, permen mint Mojiz, crackers Oops dan teh Gelas) dibagikan gratis lho sebagai takjil. Banyak yang antusias banget lho. Aku pulang sebelum jam lima sore.
Setelah tiba di rumah, aku dan Mada langsung mencoba Vita Pudding kemasan baru. Ada tiga varian rasa yaitu ; coklat, strawberry dan mangga. Nah, perbedaan Vita Pudding kemasan 110 gram (yang lama) dengan kemasan 120 gram (baru) diantaranya :

  1. Diolah menggunakan teknologi aseptik. Aku pun mencoba Vita Pudding enggak langsung dimasukkin ke kulkas dan hanya dibiarkan selama 24 jam pada suhu ruangan. Hasilnya, tekstur dan rasa tidak berubah, tetap enak.
  2. Dari segi tekstur, Vita Pudding kemasan baru enggak mudah benyek, sementara yang kemasan lama mudah benyek. Bahkan, aku sempat membeli Vita Pudding yang pudingnya sudah tidak menyatu dan mirip santan yang pecah saat dimasak.
  3. Vita Pudding kemasan baru sangat berasa susunya.

Dengan kemasan baru dan teknologi baru yang sekarang ini, aku bakalan nyetock lagi nih Vita Pudding di rumah. Satu cup 120 gram itu cukup ngenyangin, lho. Bagi orang tua yang anaknya dalam pemberian MPASI,  aku merekomendasikan nih Vita Pudding boleh dikonsumsi oleh anak dengan usia di atas 1 tahun, dengan catatan bukan diberikan sebagai makanan utama alias hanya sebagai cemilan.
ttd-marso