Pengalaman Pertama Mada Mengikuti Pawai Obor Ramadhan 2018

pawaiobor

Assalamualaikum. Apa kabarnya hari ini ? Sudah menyiapkan apa aja buat Ramadhan yang tinggal menghitung hari ? Yang abis masak buat munggahan, gimana acara masak-masaknya ? Tahun ini, persiapanku masih berkaitan dengan Mada. Karena, aku pengin mengenalkan hal-hal baru seputar Ramadhan ke Mada sebelum dia ikutan puasa.

Sebelum lanjut ke paragraf selanjutnya, mohon maaf lahir bathin dulu, yha. Mungkin, aku pernah lupa bales like saat kamu nge-like foto-fotoku. Mungkin, aku pernah lupa berkunjung balik setelah kamu meluangkan waktu untuk berkunjung dan meninggalkan komentar di blogku. Mungkin, aku … ah, semoga puasa 30 hari di bulan Ramadhan diridhai Allah SWT dan membawa berkat serta kebahagiaan. Aminkan yesss 🙂

Yang udah-udah, tiap Ramadhan aku suka ngajak Mada ke masjid saat tarawih atau buka puasa bareng adik-adikku di rumah Eyangti. Maklum, aku bisa buka puasa bareng Pak Gondrong hanya di hari Jumat saat bengkel tutup. Selain hari Jumat, Pak Gondrong pulangnya selalu di atas jam 10 malam.

Sejak bulan Mei ini, Mada mengikuti kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al Quran) di Tanah Baru Depok. Jaraknya 5 menit naik angkot dari rumah. Jadwal kegiatan TPA itu setiap hari tapi Mada ikut kalau aku lagi nyantai dan enggak diuber-uber deadline pekerjaan. Aku usahain sih Mada bisa hadir 3x dalam seminggu.  Yang penting Mada bersosialisasi dengan teman seumuran, dia belajar agama Islam dan sebagainya.

Seminggu sebelum Mada ikutan pawai obor, aku sempat nanya sama Ibu-ibu yang nganterin anak “Di TPA sini ada pawai ramadhannya enggak Buk ? Kapan ? Ngapain aja ? Blablablabla.”

Alhamdulillah, mushola tempat TPA-nya Mada ini kegiatannya cukup banyak. Dimulai dengan Pawai Obor Ramadhan. Kemudian, tiap sahur bakal ada pasukan kentongan bambu yang siap membangunkan warga untuk sahur. Ada pesantren kilat juga. Ada lomba mewarnai dan buka puasa bersama.

Karena, ini pertama kali Mada ikutan Pawai Obor Ramadhan dan kegiatannya dilakukan malam hari, aku mempersiapkan hal-hal berikut ini :

Bekal

Related image

Foto : iheartcraftythings.com

Aku bawain bekal berupa air mineral, teh hangat dan snack ringan. Jaga-jaga aja siapa tahu kegiatannya lama dan menguras energi.

Lotion Anti Nyamuk Untuk Anak

Image result for mosquito lotion for toddler

Foto : bumpsandbaby.com

Sebelum berangkat pawai, aku sempat olesin lotion anti nyamuk ke seluruh pergelangan tangan dan kaki Mada meskipun Mada pakai baju muslim koko.

Minyak Kayu Putih

Image result for minyak kayu putih manfaatnya

Foto : deherba.com

Yang ini buat jaga-jaga aja, siapa tau ada temannya Mada yang digigit nyamuk atau ndadak sakit di tengah jalan.

Setelah persiapan done, aku dan Mada langsung cuss ke lokasi tempat berkumpul Pawai Obor Ramadhan 2018. Jam 7 malam, beberapa peserta sudah tiba. Eh, tapi kok mukanya sebagian aku enggak kenal. Ada remaja, anak-anak SD juga dan lhoooo kok random gini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Satu jam menunggu, Mada sempat bosan dan mengantuk. Sabtu kemarin, Mada nemenin aku kondangan di 4 tempat yang berbeda. Agak capek juga sih. Apalagi pawai  molor satu jam. Makin malam peserta semakin banyak yang hadir dengan atributnya yang unik-unik. Seluruh peserta dari 4 Rukun Tetangga (RT) akhirnya ngumpul di halaman sekolah Kesuma Bangsa Depok. Catet 4 RT, yha. Belum berangkat aja udah meriah banget.

Awalnya, aku mengajak Mada baris di barisan paling depan. Ndilalah, ternyata yang baris paling depan itu anak-anak SD yang tugasnya bawa spanduk lebar gede bertuliskan ahlan wa sahlan ramadhan. Kami berdua pun melipir dan baris di tempat Ibu-ibu TPA dengan balita.

Oh ya, Mada sempat bolak-balik minta bawa obor. Supaya Mada enggak penasaran, aku pinjam obor yang belum dinyalakan milik kakak-kakak SD.

“Ini obor dari bambu. Mada boleh pegang sebentar, nanti dikembalikan ke Kakak SD. Karena pas pawai, obornya dinyalain. Yang boleh bawa obor itu kakak-kakak SD. Kalau Mada dan teman-teman TPA bolehnya bawa bendera permen aja. Harus digandeng juga ya,”

Mada mengangguk mengerti.

Dan, Pawai Obor Ramadhan 2018 Pun Dimulai ….

Jam 8an, koordinator acara mengumumkan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum berangkat pawai. Setelah semuanya ready, obor dinyalakan, kembang api diluncurkan ke langit-langit malam, pawai pun dimulai. Dari Sekolah Kesuma Bangsa, peserta pawai menyeberang dengan penjagaan dari Kakak-kakak remaja masjid dan pengurus masjid. Seluruh kendaraan berhenti menyaksikan pawai. Sebagian pengemudi ada yang langsung mengabadikan dengan handphone. Mada terkesima.

Dari pinggiran jalan, peserta sembari bershalawat kembali menyeberang menuju sebuah perkampungan padat. Uniknya, lampu-lampu di halaman depan rumah sengaja dimatikan dan penghuninya menunggu di depan rumah. Bunda Sari -guru TPAnya Mada- sempat membagikan bendera permen untuk anak-anak yang menonton.

“Itu Bunda Sari kenapa bagi-bagi bendera, Buk ?” tanya Mada.

“Iya, kita kan harus berbagi. Teman-teman yang pada menonton pawai kan enggak ikut pawai, jadi enggak punya bendera permen.”

“Oh, seperti tadi Ibu ngasih bendera permennya Mada ke kakak-kakak besar ya Buk ?”

“Itu mah karena Mada tadi minta digendong. Gembolan Ibu banyak.”

“Iya, tadi ngantuk. Sekarang kekuatan Mada sudah banyak, enggak ngantuk lagi.”

Dari perkampungan padat, kami berjalan beriringan menuju jalan setapak yang bersebelahan dengan kebon yang penuh dengan semak-semak tinggi dan agak gelap. Di sebelah kanan ada tembok tinggi entah pembatas apa.

“Itu kok pohonnya seram-seram ya Buk ?”

“Enggak apa-apa, itu namanya kebon, banyak tanaman sama pohon-pohon. Kalau malam ya kebonnya gelap kayak sekarang,”

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat pawai nih :

  1. Kalau kamu ada di barisan depan atau tengah, jangan berhenti tiba-tiba (entah karena sandal ndadak copot atau kamu kaget dalam kondisi jalanan gelap menginjak polisi tidur). Karena, rombongan yang di belakang bakal spontan berhenti atau malah bertubrukan. Kalau kamu mau berhenti, sebaiknya bergeser dulu atau minta tolong kakak-kakak panitia acara.
  2. Sebaiknya enggak ngobrol. Aku sempet meratiin Ibu-ibu yang ngobrol saat mendampingi anak balitanya pawai. Ealah, anaknya ketinggalan di belakang, Ibunya sudah jauh di depan. Untungnya, kakak-kakak panitia acara cukup sigap.
  3. It’s okay untuk selfie, wefie atau apapun itu namanya. Boleh pepotoan tapi sebaiknya sebelum pawai dimulai. Karena, kalau kamu tiba-tiba berhenti cuma buat pepotoan bakal menganggu peserta lain. Apalagi, kalau peserta pawai itu puluhan atau ratusan.

Pawai begini benar-benar hiburan buat anak-anak kecil terutama balita seumuran Mada. Berjalan menyusuri perkampungan padat, menyapa warga sekitar, kemudian melewati kebon dan berakhir di jembatan yang langsung menuju ke jalan raya Tanah Baru.

Peserta kembali menyeberang jalan menuju Jl. Umarullah Tanah Baru. Kali ini bukan jalan setapak. Shalawat terus dilantunkan. Obor-obor tetap menyala. Rute kami berhenti di sebuah masjid. Panitia acara meminta peserta masuk ke dalam masjid dengan tertib. Alunan hadrah menyambut peserta pawai.

Jam setengah 10 malam, seluruh peserta pawai sudah duduk manis di dalam masjid. Panitia acara berkeliling membagikan air mineral dan snack. Mada mulai ngantuk nih. Dia enggak tertarik membuka snack-nya. Aku pun pamit pulang duluan ke Ibu-ibu TPA.

Kegiatan Pawai Obor Ramadhan 2018 belum selesai. Bapak Ustadz yang baru datang siap memberikan ceramah menyambut bulan suci. Ah, next time ya Pak Ustadz 🙂

IMG_20180512_204746

Dok. pribadi

Foto header di atas sebelum diedit berasal dari coventrytelegraph.net.

ttd-marso

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s