Kenali Malaria dan Cegah Dengan ABC

malaria

Apa sih yang terbayang mendengar kata malaria ? Bagi saya yang tinggal di kota besar, yang terbayang tentang malaria adalah penyakit yang disebabkan nyamuk Anopheles, dan hanya ada di daerah endemis. Gitu aja. Selebihnya, tentang ciri-ciri orang yang terkena malaria hingga cara menangani malaria, saya enggak mudeng. Kan sehari-hari saya berkegiatan antar Depok-Jakarta. Tidak sedang bekerja di luar kota apalagi tinggal di daerah endemis, kilah saya.

Lalu, tiba-tiba ada yang protes dari dalam kepala saya. “Lho, memangnya sampeyan ndak kepingin travelling manja ke Raja Ampat atau jelajah daerah-daerah indah di Pulau Sumatra. Memangnya, sampeyan sampe ubanan hanya mau di Depok-Jakarta aja ? Ih, mirip trayek angkot yang warnanya biru itu lho,”

Saya pun meralat ucapan saya di awal paragraf. Oke, sehari-hari saya hanya berkegiatan antar Depok-Jakarta, tapi suatu hari kudu banget traveling manja ke luar Pulau Jawa, syukur-syukur kaki saya bisa nyampe ke Raja Ampat. Aminkan, yesss.

Biarpun, judulnya traveling manja tapi bukan berarti tanpa persiapan. Apalagi jika daerah yang dikunjungi merupakan daerah endemis malaria, penting mengetahui penyakit menular ini yang berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia dan menimbulkan berbagai masalah sosial ekonomi.

Banyak jalan menuju Ke Roma, banyak cara untuk mengetahui informasi seputar malaria. Pada 24 April 2018, saya menghadiri blogger gathering yang diadakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam rangka Hari Malaria Sedunia yang jatuh pada tanggal 25 April 2018. Tema yang diusung yakni “Bebas Malaria Prestasi Bangsa”. Narasumber yang hadir yaitu Ibu Elizabeth Jane -Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dari Kemenkes RI dan perwakilan Biro Humas¬† Kemenkes RI.

Malaria di Indonesia

Cikal bakal pengendalian malaria di Indonesia sudah ada sejak tahun 1959 – jaman Presiden RI pertama Soekarno. Pada waktu itu Presiden Soekarno melakukan penyemprotan DDT di Yogyakarta. Dulu, daerah-daerah di Indonesia termasuk Yogyakarta menjadi sarang nyamuk Anopheles, penyebab penyakit malaria.

Kemudian, pada era kepemimpian Presiden SBY, program pencegahan dan pengendalian malaria dinamakan Program Eliminasi Malaria. Selanjutnya, Presiden Jokowi bersama Kepala Negara kawasan Asia Pasifik berkomitmen mencapai Eliminasi Malaria pada 9th East Asia Summit tahun 2030.

malaria3

Dok. Kemenkes RI

malaria2

Dok. Kemenkes RI 2018

Malaria, Gejala dan Cara Penanganannya

Dari informasi Kemenkes RI, malaria adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh parasit yang hidup dan berkembang biak di dalam sel darah merah manusia. Ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina dan menyerang manusia berbagai usia. Nyamuk Anopheles menggigit dari jam 6 sore hingga jam 6 pagi. Dan, yang perlu diperhatikan nyamuk ini saat sedang menggigit manusia dalam posisi tubuh menungging.

nyamukanopheles

Dok. Kemenkes RI 2018

Yang perlu diketahui pertama kali tentang malaria adalah gejala yang terdapat pada orang yang digigit nyamuk Anopheles, yaitu : demam, menggigil berkeringat, sakit kepala, mual dan muntah, diare hingga nyeri otot atau pegal-pegal.

Setelah mengetahui gejalanya, segeralah berobat ke layanan kesehatan terdekat atau puskesmas. Petugas kesehatan akan memberikan pengobatan sesuai gejala yang muncul.

Cegah Malaria Dengan ABC

Hal lainnya yang perlu diketahui tentang malaria yaitu cara pencegahan. Apakah cukup hanya dengan mengoleskan lotion anti nyamuk atau menggunakan obat nyamuk semprot ? Ternyata, cara-cara pencegahan malaria lebih kompleks dan disebut dengan ABC.

malaria4

Dok. Kemenkes RI 2018Sa

Di rumah, sebaiknya Anda memiliki salah satu tanaman pengusir nyamuk misalnya tanaman kecombrang, zodia, marigold, lavender dan sereh. Langkah lain dalam pencegahan malaria yaitu membiasakan diri membersihkan lingkungan secara gotong royong bersama tetangga. Selokan yang mampet atau air-air yang tergenang pada sampah kaleng atau plastik yang ditemukan di lingkungan merupakan tempat favorit nyamuk.

Setelah mengetahui cara pencegahan malaria, perlu diketahui juga nyamuk Anopheles, selain ada di daerah endemis, juga mudah ditemukan pada tempat-tempat sebagai berikut :

  1. Tambak ikan yang terbengkalai
  2. Laguna
  3. Rawa-rawa
  4. Parit
  5. Sungai
  6. Sawah
  7. Saluran irigasi
  8. Sumur
  9. Kubangan
  10. Bak air

Jadi, meskipun Anda tidak tinggal di daerah endemis, kudu waspada juga kalau terdapat kubangan air di dekat rumah. Jangan sampai tau-tau salah satu warga di lingkungan Anda ada yang terkena malaria.

Kemenkes RI dan Penyebaran Gratis Kelambu Malaria

Di Papua Barat, terdapat 12 kabupaten/kota yang dikategorikan sebagai daerah endemis tinggi. Ibu Jane menyebutkan, pihak Kemenkes RI sudah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan malaria diantaranya pembagian 425 kelambu gratis untuk warga Papua Barat pada Oktober 2017.

“Kami memang memiliki program pemakaian kelambu, disediakan di puskesmas-puskesmas setempat dan gratis,” jelas Ibu Jane.

Ibu Jane juga sempat berpesan bagi para traveller yang akan berkunjung ke daerah endemis sebaiknya 2 hari sebelum berangkat minum obat doksisiklin 1 x 1 kapsul/hari. Lakukan ini sampai 4 minggu setelah keluar dari lokasi tersebut.

ttd-marso

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s