tahurambutan
“Buuuk, hari ini bikin crispy crispy enggaak ?” tanya Mada sambil membuka tudung saji di atas meja. Pertanyaan itu selalu terlontar dari mulut Mada setiap hari sebelum makan. Jika ia menemukan sepiring penganan yang garing, selanjutnya akan terlontar pujian (agak gombal), “Wow, Ibu sudah membuatkan crispy crispy hari ini buat Mada. Terima kasih Ibu. Ibu Mada memang cantik,” Saya nyengir lebar.
Lupakan sejenak darimana Mada belajar memuji seperti itu. Karena, kali ini saya ingin membahas makanan kesukaan Mada. Ia doyan banget dengan segala makanan yang garing dan kriuk saat digigit. Mada menyebutnya crispy crispy. Misalnya, tempe stick goreng tepung, aneka tempura sayur, jamur dan segala jenis makanan yang bisa digoreng kering. Makanan crispy bukan hanya bisa dijadikan cemilan, tetapi bisa dijadikan teman makan untuk menu piring gizi seimbang.

Di usianya Mada menjelang empat tahun, alhamdulillah ia lahap dengan segala jenis sayuran. Semakin usianya nambah, ia sudah bisa mengajukan request kepingin makan apa. Bukan request yang sulit ya, karena makanan kesukaannya enggak jauh-jauh dari makanan crispy atau sayuran yang ditumis atau berkuah.
“Kalau ngasih makan anak, jangan nasinya setumpuk banyak. Lauk proteinnya dibanyakkin. Sekarang tahun 2016, bukan tahun kuda gigit besi yang mengharuskan anak makan nasi dua centong,” kata Mamah saat Mada mulai mengenal MPASI (Makanan Pendamping ASI).
Urusan gizi Mada, saya memang banyak berdiskusi sama Mamah. Maklum, beliau punya 6 anak dari generasi yang berbeda-beda dan always up to date dengan dunia gizi melalui tabloid atau talkshow di televisi. Dukungan Mamah ini yang membuat saya strong dengan segala nyinyiran orang lain soal urusan MPASI Mada pada saat itu.
“Kok, makanannya disaring-saring gitu sih. Ribet banget,”
“Hati-hati lho Mbak Ayya, kalau anaknya cuma makanan tanpa penyedap nanti buta rasa sampai tua. Udah gedenya nanti juga lemot,”
“Anak kecil kalau makanannya bikin sendiri dan disaring-saring begitu nanti badannya lembek. Kesian anak laki masa badannya lembek,”
Itu terjadi saat Mada menjalani MPASI hingga usia 2,5 tahun. Kuping dan hati boleh panas tapi senyum harus tetap mengembang. Setelah masa MPASI lewat, saya baru merasakan manfaat memberikan MPASI mengikuti anjuran Mamah dan sesuai juga dengan standar WHO. Contohnya, Mada pemakan segala buah dan sayuran. Ia bisa dengan mudah memakan dua buah apel tanpa harus dibikin jus terlebih dahulu.

Piring Gizi Seimbang Untuk Keluarga Millenials

FA-Piring-protein-10-03

Piring Gizi Seimbang | Foto : Website So Good

PR seorang Ibu setelah anaknya melewati masa MPASI adalah Ibu harus tahu makanan apa saja yang sebaiknya masuk ke perut anaknya. Makanan yang baik bukan yang mengenyangkan, tetapi harus bergizi baik. Saat saya masih kecil pedoman makan itu mengacu pada 4 Sehat 5 Sempurna. Kini, pedoman yang dipakai adalah Piring Gizi Seimbang, yang merupakan penyempurnaan dari pedoman gizi sebelumnya.
Dari instagram So Good, yang dimaksud Piring Gizi Seimbang yaitu pedoman makan yang terdiri dari :
35 % Karbohidrat (nasi, jagung, ubi, tepung, dll)
35 % Sayur-sayuran (bayam, kangkung, buncis, dll)
15 % Buah-buahan (pisang, jeruk, apel dll)
15 % Lauk pauk protein (ayam, daging, tahu, tempe dll)
Pusing ngitungnya ? Bisa kok pakai ukuran tangan Ibu. Seperti pada gambar berikut :
pgssogood

Piring Gizi Seimbang | Foto : instagram So Good

Dengan mengikuti pedoman Piring Gizi Seimbang, dapat membantu anak dalam menjalani masa-masa pertumbuhan. Enggak bakal ada lagi deh yang namanya anak kecil sudah terkena diabetes karena kebanyakan mengkonsumsi gula. Atau, anak-anak stunting.Ā  Karena, Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak-anak dan orang dewasa berbeda. Semakin matang usianya, membutuhkan protein yang banyak.

So Good, Solusi Makanan Berprotein

sogoodind

Foto : Website So Good

Agar anak dan suami senantiasa sehat, Ibu harus selalu menyediakan makanan sarat gizi di meja makan. Makanya, Ibu harus selalu bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan, bekal sekolah atau bekal Ayah. Apa yang terjadi jika Ibu bangun kesiangan ? Orang serumah bakal sarapan dengan menu seadanya atau malah enggak sarapan. Duh, padahal sarapan itu kan penting banget untuk kebutuhan energi di pagi hari ya.
Ibu cerdas pasti enggak pengin dong keluarganya sakit apalagi kelaparan di pagi hari. Jika tidak sempat nguplek berlama-lama di dapur, Ibu bisa langsung buka freezer kulkas nih, comot produk stok So Good yang ingin dimasak, diamkan sejenak hingga suhu produknya turun (adem) lalu kreasikan dengan menu yang Ibu ingin buat.
Untuk varian menu So Good, bisa dicek melalui websitenya di www.sogood.id atau sosmednya : @sogoodid (instagram),Ā  @SoGoodIndonesia (facebook) dan @sogoodid (twitter).

Resep Tahu Rambutan So Good Bakso Kuah

Setiap kali belanja mingguan di Fortuna Jagakarsa, saya selalu membeli varian So Good untuk stok makanan atau bekal Mada ke PAUD. Kali ini saya membuat Tahu Rambutan yang bahan-bahannya mudah didapat, murah dan pastinya sarat gizi.
Bahan :
1 bungkus So Good Bakso Kuah
1 butir Telur
1 buah tahu cina
1 bungkus mie instan
Tepung bumbu
Kaldu bubuk (optional)
Garam
Lada bubuk secukupnya
Cara Membuat :

  1. Hancurkan tahu cina menggunakan tangan atau ulekan.
  2. Rebus So Good Bakso Kuah di dalam panci mendidih lalu dinginkan
  3. Campur tahu yang sudah hancur dengan lada bubuk, kaldu bubuk dan garam.
  4. Masukkan telur, aduk rata dan tambahkan tepung terigu.
  5. Ambil satu sendok adonan, isi dengan So Good Bakso Kuah, bentuk bulat lalu tutup lagi dengan adonan tahu.
  6. Celupkan tahu ke dalam telur kemudian gulingkan di atas mie instan yang sudah diremukkan.
  7. Goreng dalam minyak banyak menggunakan api sedang.
  8. Tahu rambutan So Good Bakso Kuah siap disajikan. Bisa dicocol pakai mayonaisse atau sambal. Dan, bisa juga pakai cabe rawit.

Sederhana dan mudah ya resep Tahu Rambutan So Good Bakso Kuah di atas ? Asyiknya makan Tahu Rambutan, bisa dijadikan teman cemil-cemil tjantik atau bisa juga buat lauk makan. Praktikkan yuk.
ttd-marso