onggyhianata
“Jangan pernah mau jadi orang miskin. Atau kalau orang tua kamu miskin, kamu jangan ikutan jadi miskin juga. Saya pernah mengalami hidup miskin, enggak enak. Pandangan hidup kita ke orang lain bawaannya negatif terus,” kata Bapak Onggy Hianata.
Saya terdiam, lalu teringat pada percakapan dengan seorang pedagang kopi keliling di Grand Indonesia beberapa waktu lalu. Saat itu, saya sedang menunggu ojek online (ojol). Lumrah ya, pesan ojol saat peak time itu agak sulit. Sudah dapat eh tiba-tiba abang ojolnya meng-cancel. Sembari menunggu, daripada gerundel teu pararuguh, mendingan saya memesan segelas kopi susu sachetan.

“Enak jualan di sini ya, Pak. Ramai pasti,” celutuk saya. Pedagang kopi keliling itu tersenyum getir. Lalu, ia menceritakan hidupnya setelah menjadi pedagang kopi malah lebih banyak hutang. Sebelumnya ia memiliki warung makan kecil namun tutup kena gusur. Ia sempat menyebutkan saat ini era-nya orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin nyungsep.
“Mau kerja keras dari pagi sampai ketemu pagi lagi ya hidup saya gini-gini aja,” tutupnya kemudian saat ojol yang saya pesan nongol di depan mata.
Benarkah yang dikatakan pedagang kopi itu ? Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Karena, banyak juga orang miskin yang menjadi orang sukses. Contohnya, Bapak Onggy Hianata seorang Life Coach yang menghabiskan masa kecilnya di Kalimantan dalam kondisi ekonomi yang kurang beruntung.
Lahir pada 6 Maret 1962 di Tarakan Kalimantan, Bapak Onggy merupakan anak ke 8 dari 9 bersaudara. Bapaknya yaitu Ong Tjoi Moi -seorang pegawai toko kelontong. Saking sulitnya kehidupan yang Bapak Onggy jalani saat masih kecil, ia baru bisa bersekolah saat umurnya sudah di atas 7 tahun dan langsung masuk kelas 3 SD. Selanjutnya, ia meneruskan SMP dan SMA di Yayasan Tunas Kasih. Setelah lulus, Bapak Onggy merantau ke Surabaya. Bersekolah sambil berjualan untuk menghidupi dirinya sendiri.
Kerja keras menjadikan Bapak Onggy ada di posisi saat ini yakni sukses secara finansial maupun karir. Ia ingin membalas kebaikan Tuhan dengan membantu orang-orang yang memiliki masalah dalam hidupnya. Tahun 2003, Bapak Onggy mendirikan Edunet GLOBAL. Yakni, sebuah wadah untuk pembinaan mental dan pengelolaan pikiran. Dengan menjadi life coach di Edunet GLOBAL, ia aktif menjadi pembicara di berbagai forum pembinaan mental.
Salah satu program Edunet GLOBAL yaitu “Value Your Life : A Life Changing Bootcamp”. Orang-orang yang pernah bermasalah dalam hidupnya memberikan kesaksian pada Blogger Gathering yang saya ikuti di Ev Hive Dlabs Menteng Jakarta. Berkat mengikuti bootcamp, mereka berhasil keluar dari masalah bahkan mengajak anak-anaknya ikut serta mengikuti bootcamp.
Kesaksian Pertama, Dra. Ary Hellya Kurniati, Apt.
IMG_20180314_153117
Sukses dalam karir membuat Dra. Ary keras terhadap anaknya. Ia berprinsip supaya sukses ya harus belajar keras. Sikapnya itu membuat anaknya menjauh. Bahkan, Ir. Sudarmono Djoko Nugroho -suami Dra. Ary menyebutkan bahwa anaknya lebih sayang pada Asisten Rumah Tangga di rumah daripada dengan Ibunya-.
Karir yang sukses rupanya ikut berpengaruh pada hubungan suami istri di rumah. Dra. Ary menganggap suaminya adalah nothing. Mereka sempat ingin bercerai. Hampir berceria ya, karena seorang teman merekomendasikan Dra. Ary untuk mengikuti bootcamp dan pernikahan mereka terselamatkan. Dra. Ary juga mengajak anaknya mengikuti bootcamp agar sukses dalam hidupnya.
Kesaksian Kedua, Dr.dr.Anggraini Dwi S.Sp.Rad (k).
IMG_20180314_154208
Lagi-lagi kisah sukses seorang wanita dan mengabaikan suaminya terjadi pada Dr.dr. Anggraini. Istri dari Ir. Dr. Erry Gautama ini adalah dokter sekaligus dosen. Sementara, suaminya merupakan Pimpinan Rumah Sakit ternama di Surabaya.
Hubungan suami istri tidak harmonis dan memiliki anak dengan autisme, menjadi ujian berat dalam hidup pasangan dokter itu. Apalagi, Dr. Erry sempat kecanduan pornografi juga. Keluarga Dr. dr. Anggraini dan Dr. Erry Gautama berhasil keluar dari masalah dalam hidupnya melalui program bootcamp.

Onggy Hianata dan Terbang Menembus Langit

Pengalaman hidup Bapak Onggy rupanya menarik sutradara Fajar Nugros untuk dibuatkan versi filmnya dengan judul Terbang Menembus Langit.
Dibintangi oleh Dion Wiyoko dan Laura Basuki, film ini diharapkan mampu menginspirasi banyak orang dalam berjuang dalam hidupnya. Film ini dapat disaksikan di seluruh bioskop Indonesia mulai bulan April.

ttd-marso