idntimes
“Kak, ini CV-ku udah bener belum ya ?” tanya Girah, adik saya nomor tiga yang masih kuliah. Ia menyodorkan laptop biru miliknya. Pada layar terlihat CV kekinian yang dibuat dengan aplikasi desain online Canva. Desainnya enak dilihat. Sebuah gambar bunga dan dedaunan menghiasi pojok atas halaman. Informasi lengkap mengenai adik saya tertera pada halaman tengah.
“Kamu mau apply jadi apa ?” gantian saya bertanya.

“Jadi asisten desainer atau seputar itu,” jawabnya, mantap. Adik saya ini memang memiliki bakat di bidang menggambar. Tangannya pun sangat terampil dalam urusan menjahit. Untuk mendukung bakat dan kemampuannya itu, ia memilih jurusan Tata Busana di sebuah universitas negeri di Jakarta Timur.
“CV-mu bagus dan komplit, tapi sebaiknya latar belakangnya satu warna aja dan gambarnya jangan kebanyakan. Supaya orang HRD fokus sama prestasi dan pengalaman magang kamu,”
Adik saya manggut-manggut mengerti. Lalu, ia berkutat kembali dengan laptopnya. Saya yang sedang asyik ngecek instagram, tiba-tiba tertuju pada sebuah pengumuman menarik yang muncul di timeline.
idntimespoin
“Dek, kamu seberapa update soal perkembangan dunia mode ?” selidik saya.
“Update banget dong, Kak. Aku kan sering dapet undangan event fashion show dari kakak kelas. Tiap ada tugas kampus juga pasti bahasnya soal dunia itu. Kenapa, Kak ?”
Saya menunjukkan laman IDN Times. Wajah adik saya nampak excited.Ā  “Sambil kirim-kirim CV dan nunggu panggilan interview internship, kamu coba deh nulis di IDN Times. Temanya ada yang cocok buat kamu. Women. Dulu waktu SMA, kamu kan pernah magang juga di majalah cewek kan,” kata saya.
Sementara, adik saya membaca artikel yang ada di IDN Times, saya mencari informasi lebih detail mengenai Community Writer di portal komunitas yang dirilis pada Februari 2017 itu.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Demikian informasi yang tertera pada halaman bawah IDN Times. Saya semakin tertarik dengan artikel-artikel yang tayang di halaman depan. Judulnya eye catching dan bikin penasaran buat dibaca. Contohnya, seperti tampilan halaman depan IDN Times di bawah ini.
idntimesportal.jpg
Setelah membaca artikel yang ada di halaman pertama, ini pendapat saya :

  1. Selama ini membuat es krim goreng terlihat sulit. Di Video yang tampil di halaman depan IDN Times, pengunjung dapat melihat ternyata bikin es krim goreng enggak serumit cinta Milea dan Dilan.
  2. Adik cowok saya paling gede setelah menikah bulan ini kudu LDR dengan istrinya. Antara Padang dan Papua. Iya, adik saya mengikuti diklat calon hakim di Padang selama 6 bulan. Sementara, istrinya yang bekerja sebagai Peneliti muda di sebuah NGO kudu dinas luar kota di Fak Fak Papua. Buat pengantin baru, tentu berat tapi ya kudu dijalani. Artikel soal LDR di atas cocok banget dibaca mereka berdua nih. Eh, cocok juga lho buat pasangan LDR lainnya.
  3. Millenials mana coba yang rela ketinggalan sesuatu yang lagi nge-trend saat ini ? Enggak ada, termasuk saya. Daripada cari informasi di sumber berita yang kurang jelas, mending baca IDN Times aja ya.

Informasi yang muncul di halaman depan ini selalu berganti setiap harinya. Dijamin akan mengundang pengunjung untuk kembali datang. Apalagi tampilan website IDN Times ini enggak bikin sakit mata. Dan, akses pun cepat.
Selanjutnya, saya kembali mencari informasi untuk menjadi Community Writer di IDN Times. Ternyata, caranya sangat mudah. Catet ya, MUDAH. Begini nih, caranya :

Pertama,

idntimeslogin
Kunjungi idntimes.com lalu daftar (register) melalui akun facebook atau mengisi data singkat.

Kedua,

idntimesnuliss
Setelah berhasil login, selanjutnya klik Create post. Ada dua pilihan jenis tulisan, yaitu listicle dan naration. Bagi yang suka menulis artikel non fiksi, klik listicle. Buat yang hobi menulis puisi atau cerpen, langsung saja klik naration.

Ketiga,

idntimesnulisss
Tentukan judul yang menarik. Jangan lupa buat kalimat pembuka untuk membuat pengunjung semakin penasaran. Gimana urusan foto ? Setiap gambar yang diunggah harus mencantumkan Sumber gambar dan link lengkap sumber gambarnya, seperti contoh berikut ini :
idntimesfoto.jpg
Dengan mencantumkan sumber gambar, Anda akan terbebas dari tuntutan orang lain atas gambar yang diposting. Hmm, langkah IDN Times patut dicontoh nih untuk pencantuman foto atau gambar. Secara tidak langsung, IDN Times juga mengajarkan para penulisnya untuk selalu bersikap jujur. Karena, beberapa kali saya menemukan kasus pencantuman foto tanpa izin dari pemilik aslinya.

Keempat,

idntimesfirst
Setelah Anda menulis, klik Save draft (kalau masih mau diedit) atau Submit to Editor. Jika tulisan kamu menarik, dalam waktu 24 jam akan tayang di IDN Times seperti tulisan pertama saya di atas. Rasanya bangga bisa menulis di IDN Times. Oh ya, jika tulisan Anda lebih dari seminggu belum tayang juga, sebaiknya tanya ke Admin. IDN Times memiliki kriteria khusus dalam menampilkan tulisan-tulisan di websitenya. Bukan sekedar tulisan copy paste.

Menulis Di IDN Times Dapat Penghasilan, Mau ?

idntimestop
Asyiknya menulis di IDN Times, setiap tulisan yang sudah dimuat berpeluang untuk mendapatkan penghasilan sesuai poin yang ada. Semakin banyak yang membaca tulisan Anda, semakin banyak poin yang didapat. Apalagi kalau Anda masuk daftar TOP WRITER di atas.
Untuk menghitung poin, mudah kok. Setiap 100 views pada satu tulisan akan mendapat 1 poin. Jumlah poin yang ada bisa dikonversikan menjadi uang atau barang. Syaratnya, tulisan Anda memiliki minimal 2500 poin. Cek saja daftar poin berikut ini, yakin enggak pengin ?

  • 2500 poin = Rp 250.000
  • 3000 poin = Rp 300.000
  • 4000 poin = Rp 400.000
  • 5000 poin = Rp 500.000
  • 10.000 poin = Rp 1.000.000

Pada waktu tertentu, IDN Times memiliki program promo bagi penulisnya. Jadi, dengan menulis beberapa topik otomatis bisa langsung mendapat ratusan poin. Cara lengkapnya bisa di cek di sini.
Saat ini, tulisan saya yang tayang tanggal 26 Februari 2017 di IDN Times baru mencapai 1500an poin. Kudu lebih banyak share, nih. IDN Times memiliki tombol klik otomatis yang terhubung ke berbagai sosial media seperti facebook, messenger, twitter, aplikasi line dan melalui e-mail.
Yuk, nulis di IDN Times. Berkarya dan bekerja di usia muda ? Why not.
ttd-marso