anak
Dalam suatu perjalanan menggunakan commuter line menuju Tanah Abang, saya sempat memperhatikan penumpang yang berdiri di sekitar saya. Hampir semuanya pegang gadget. Ada yang memasang earphone di kupingnya. Ada juga yang hanya menggeser-geser layar androidnya. Bagi penumpang yang kebagian duduk, lebih memilih membaca buku, entah novel atau komik.
Ehmm, tiap kali naik transportasi umum saya memang lebih suka memperhatikan ‘pemandangan’ di sekitar atau di luar jendela. Jarang banget saya pegang gadget kecuali ada urusan penting. Iya, urusan penting itu semacam kudu membalas e-mail dari klien transkrip atau harus merevisi tulisan saya untuk sebuah portal.

Tiba-tiba sebuah pesan whatsapp dari adik saya muncul.
Kak titip beli komik dong, aku butuh buat tugas di sekolah.
Saya membalas. Kalau sempat nanti mampir ke Gramedia.
Beli online aja sih, Kak. Balas adik saya. Ia menyebutkan judul komik serta dimana belinya.  Lalu, saya pun menjawab : Ok.
Berbeda dengan jaman saya masih SD, dulu membaca komik identik dengan kegiatan buang-buang waktu. Padahal ada beberapa manfaat membaca komik yang saya rasakan lho. Misalnya, mengasah daya imajinasi dan kreatifitas. Hobi menulis yang saya lakukan ini pun berawal dari kegiatan saya yang senang membaca komik di masa kecil. Siapa coba generasi 90an yang enggak kenal sama Pansy, Candy-candy atau Si Cantik Mari-Chan ?
Bagi teman-teman yang tangannya terampil menggambar pun inspirasinya kebanyakan datang dari komik yang dibaca. Banyak teman saya yang kini berprofesi sebagai ilustrator itu dulunya hobi baca komik. Nah, membaca komik itu enggak selalu negatif ya. Daripada melarang anak membaca komik, kenali dulu yuk jenis-jenis komik ini :
Komik Strip
Image result for komik strip peanuts
Yaitu komik yang terdiri dari 3 hingga 6 panel yang ada di halaman media cetak. Komik strip muncul dalam cerita bersambung atau cerita pendek. Contohnya, seri komik yang ada di majalah anak-anak atau sisipan koran untuk anak.
Komik Online

Image result for komik anak

Foto milik Wajibbaca.com

Pernah melihat iklan tentang membaca komik bisa melalui aplikasi ? Iya, di era digital ini membaca komik tak hanya melalui koran atau majalah, tetapi bisa mendownload melalui aplikasi. Contohnya, aplikasi line yang memiliki webtoon atau komik-komik yang bertebaran di sosial media. Sayangnya, komik online kebanyakan untuk remaja dan dewasa. Jadi, orang tua perlu memilah-milah ya.
Buku Komik
Image result for buku komik

Foto milik Fitrian.net

Berdasarkan alur cerita, buku komik dibagi menjadi tiga, yaitu buku komik anak-anak, remaja dan dewasa. Seringnya orang tua salah kaprah, menganggap bahwa semua komik boleh dibaca anak padahal orang tua pun tetap perlu memilah.
Di toko buku besar, komik untuk anak lokasinya dipisahkan dari komik untuk remaja dan dewasa. Jangan sampai salah ya, Mas Mbak.
Ketika commuter line tiba di Stasiun Tanah Abang, rupanya seorang Ibu tidak sabar ingin turun duluan. Ia menyerobot kasar. Ketika Ibu itu sudah turun pun sempat menabrak seorang Mas-mas. Sepertinya Ibu-ibu itu sedang terburu-buru. Sebuah benda jatuh tergeletak di dekat saya. Agar tidak rusak, saya segera mengambil benda tersebut, lalu memandangi kacamata yang bentuknya lebih lebar. Kata Pak Suami namanya kacamata goggle. Biasanya dipakai untuk naik motor trail atau bermain airsoft-gun.
Fitur-fitur yang terdapat pada kacamata google, membuat harga kacamata google lebih mahal daripada kacamata biasa. Makin bagus kualitas dan fiturnya makin mahal. Saya langsung teringat kacamata itu kudu dikembalikan ke pemiliknya. Saya mengejar Mas-mas yang baru saja tapping kartu di pintu keluar.
“Maaaas, kacamatanya jatuh nih,” seru saya, ngos-ngosan. Untungnya, Si Mas sempat menoleh dan mengecek benda yang dimaksud di pinggiran tasnya. Lalu, ia menghampiri saya yang hendak tapping kartu.
“Terima kasih, Mbak.” ujarnya.

Keterangan : Header Photo credit before editing by Lena Orwig on Unsplash.

ttd-marso