millenial
“Ini Kak buat souvenir nikahnya nanti,” kata Reza, adik saya yang sebentar lagi akan menikah dengan pujaan hatinya. Kening saya mengernyit melihat benda dengan lubang berdiameter lebar yang dipegang Reza. “Ini sedotan dari bambu, Kak. Bisa dipakai berulang kali,”
Tak hanya itu, ia juga memperlihatkan beberapa amplop coklat kecil berisi bibit tanaman. Ada bibit kangkung, bibit bayam merah dan bibit pokchoy. Saya berdecak kagum. “Keren banget idenya, Za. Belinya dimana ?” tanya saya.

“Ini semuanya beli online. Yang sedotan dari Bali, kalau yang bibit dari Tebet” kata Reza, lagi. Wajahnya nampak sumringah. Adik saya bersama calon istrinya itu memang pecinta alam dan keduanya memiliki hobi bertanam.
Melihat souvenir pernikahan Reza, saya jadi teringat saat mempersiapkan pernikahan saya di tahun 2012. Berbeda dengan Reza yang membeli online, saya berdua Sarah -adik saya nomor 2- hunting souvenir hingga ke Pasar Jatinegara, pusatnya grosir souvenir pernikahan. Kami memborong 2 kardus souvenir berupa hiasan piring berbentuk ikan. Itu pertama kalinya saya ke Pasar Jatinegara. Capek dan repot tapi berkesan. Kira-kira seperti itu rasanya.

Trend Pernikahan Generasi Millenial

Kompromi Pernikahan ala Generasi Milenial
Karakter generasi millenial yang digital savvy, sangat menghargai waktu serta menyukai kepraktisan bukan hanya terlihat pada dunia kerja. Hal ini terjadi juga pada konsep pernikahan yang dirancang. Jika generasi baby boomers, sangat mengutamakan adat tradisional, beda halnya dengan anak-anak yang tumbuh besar di era 90an. Mereka lebih realistis urusan biaya.
“Kalau pakai adat begitu, biaya nikah lebih mahal sis, yang ada enggak jadi nikah.” celoteh seorang teman. Benar juga sih, karena saya pribadi ngalamin menikah yang enggak memakai full adat tradisional. Dari beberapa narasumber, ini 3 konsep pernikahan yang banyak dipakai oleh generasi millenial dalam kurun waktu 3 tahun terakhir :
Sederhana
Ingat pernikahan Andien Aisyah dengan Ippe di tahun 2015 ? Pernikahan itu nampak sederhana, unik dan terasa intim. Duh, saya melihat versi fotonya aja happy, tentu para tamu undangan yang hadir di acara tersebut lebih happy.
Berbeda dengan generasi terdahulu yang menyukai pernikahan super mewah dan diadakan selama tujuh hari tujuh malam, generasi millenial lebih memilih konsep pernikahan yang sederhana. Banyak yang beralasan ingin pernikahannya terasa intim.
Budget Sharing
Sekarang ini, sangat jarang generasi millenial yang menikah menunggu dipestain oleh orang tua. Kecuali, yang bersangkutan ini saat menikah masih kuliah alias belum memiliki penghasilan.
Saat saya menikah dengan Pak Gondrong (suami) pun menggunakan biaya sendiri. Kami berbagi biaya. Hal ini terjadi juga pada Reza dan calon istrinya. Meskipun pernikahan yang digelar sederhana karena hanya mengandalkan budget sharing bersama calon suami, tetapi terasa istimewa.
Untuk menyiapkan dana pernikahan, bisa dilakukan 12 bulan sebelum hari H alias jauh-jauh hari. Buat rekening bersama. Sisihkan 30 persen dari gaji Anda buat ditabung. Demikian halnya dengan calon suami. Setelah setahun menabung kan bisa terlihat berapa total yang sudah ditabung.
Praktis
Hidup di jaman serba digital ini semuanya serba praktis. Mau beli apa aja bisa melalui online shop di dunia maya. Rasanya sayang kalau teknologi tidak dipergunakan secara maksimal. Contohnya seperti Reza. Jika bisa membeli souvenir yang unik via online, kenapa harus repot bermacet-macet dulu membeli grosiran ke pasar ?
Konsep pernikahan seperti yang saya sebutkan di atas sudah ada di kepala. Selanjutnya, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut :
Menyiapkan pernikahan sendiri atau menggunakan wedding organizer ?
Jika menyiapkan pernikahan sendiri, cari orang yang benar-benar bisa dijadikan sebagai bagian dari Panitia Pernikahan. Yang enggak sungkan membantu untuk persiapan hingga hari H. Lalu, bersiaplah hunting lokasi (venue), catering, baju pengantin dan segala perlengkapan pernikahan melalui dunia maya (instagram, pinterest dan review produk).
Yang lebih efektif sih, sebaiknya Anda datang langsung ke Wedding Exhibition contohnya 4th Bekasi Wedding Exhibition. Di lokasi event tersebut, Anda bisa bertemu dengan berbagai vendor pernikahan bahkan siapa tahu ketemu wedding organizer yang cocok ?
Lokasi Resepsi Pernikahan
Mau pilih indoor atau outdoor ? Kalau indoor, lokasinya di rumah, gedung serbaguna, ballroom hotel atau menyewa rooftop sebuah cafe ? Jika pilihannya resepsi diadakan outdoor, sebaiknya memilih waktu di pagi hari atau malam hari.
Yang terpenting dalam memilih lokasi, sebaiknya pilih yang mudah dijangkau para tamu undangan dan tersedia lahan parkir yang memadai. Dan, jangan booking lokasi resepsi berdekatan dengan tanggal menikah, karena biaya tentu lebih mahal.
Catering
Saya pernah datang ke sebuah resepsi di gedung serbaguna. Di tengah-tengah acara, terdengar beberapa batita menangis lantaran gerobak ice cream sudah habis. Tamu undangan memang membludak. Dan, memang banyak tamu undangan yang tidak kebagian makanan.
Urusan catering, sebaiknya pihak calon pengantin melebihkan jumlah makanan. Misalnya, yang diundang 50 nama ya pesannya ditambah 50 makanan lagi alias untuk 100 orang, syukur-syukur bisa nambah banyak. Karena, kadang undangan membawa serta anak atau siapa tahu baby sitternya juga ikut.
Undangan
Meskipun sekarang sudah era-nya serba digital, sebaiknya tetap memiliki undangan  cetak. Kalaupun budget terbatas, undangan bisa dibagi dua. Untuk mengundang teman-teman dekat bisa melalui undangan elektronik atau via aplikasi digital. Asyiknya mengundang via aplikasi bisa ketahuan siapa saja yang bisa hadir maupun enggak.
Nah, undangan versi cetak dikirimkan untuk orang-orang yang dituakan misalnya pengurus RT dan RW, saudara yang dituakan, bos dan klien. Yang perlu diperhatikan, jangan lupa cek ulang pencantuman nama dan gelar sebelum undangan cetak disebarkan.

Bagaimana Mempersiapkan Pernikahan Melalui Bekasi Wedding Exhibition ?

Beda orang beda selera. Yang bikin calon pengantin mumet dalam menyiapkan pernikahan adalah mau pesan lokasi dimana, beli baju atau sewa baju pengantin, menu catering tradisional atau internasional dan lain sebagainya. Makin mumet ketika mendapat berbagai rekomendasi dari teman atau saudara.
“Aku dulu make-upnya sama dia, cocok,”
“Saya mah sewa baju aja. Lebih hemat,”
Dan seterusnya.
Nah, daripada mumet dan malah uring-uringan, mendingan luangin waktu deh buat datang ke 4th Bekasi Wedding Exhibition pada tanggal 26 – 28 Januari 2018 pukul 10.00 – 21.00. yang berlokasi di :
Grand Galaxy Convention Hall
Grand Galaxy Park Mall lantai 2
Jl. Grand Galaxy Boulevard No.1 Bekasi 13450
Tel. +62 21 82425638
Ph. 0819 1554 4186
4th Bekasi Wedding Exhibition tahun ini merupakan Pameran Pernikahan Terbesar dan Terlengkap ke 4 yang diadakan oleh Jakarta Event Enterprise (JEE). Acara ini menyasar target para calon pengantin dan para pelaku industri pernikahan dalam mempersiapkan pesta pernikahan.
Enggak hanya menyuguhkan pameran, 4th Bekasi Wedding Exhibition juga memberikan berbagai doorprize bagi pengunjung yang melakukan transaksi selama acara berlangsung. Ada doorprize harian seperti kamera mirrorless, wedding ring seharga jutaan rupiah. Eitss, ada grand prize juga lho berupa 1 set tempat tidur dan 2 buah liontin bagi pengunjung yang posting di sosial media.
Selain menyajikan pameran terbesar di Bekasi komplit dengan berbagai doorprize, rupanya ada aksi sosial juga lho pada 4th Bekasi Wedding Exhibition yaitu #JEEMovement. Nantinya JEE akan mendonasikan dananya untuk bantuan pengiriman Kapal Kemanusiaan bagi korban perang serta untuk program Tepian Negeri yang membantu meningkatkan pendidikan serta kehidupan anak-anak Indonesia.
Yang masih bingung mau pilih vendor buat persiapan pernikahan, yuuuk ah datang ke 4th Bekasi Wedding Exhibition. Harga Tiket Masuk (HTM) cukup murah, hanya Rp 10,000 dan bisa dibeli di sini lho.
Blog comp 1080x1080_2
 
ttd-marso