5 Rekomendasi Kartun Korea Ini Ajarkan Budi Pekerti Untuk Anak Usia Dini

rekomendasikartunkorea

Ketika saya hamil anak pertama dan anak kedua, saya bertemu dengan mamah-mamah muda yang enggak punya televisi di rumahnya. Mereka sangat mampu membeli si kotak ajaib bahkan untuk harga yang paling mahal sekalipun, tetapi mereka memilih tidak memiliki televisi dan mengganti hiburan untuk anak dengan kegiatan lainnya. Alasannya, punya televisi lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Yeah, saya sempat punya pemikiran begitu sih … tepatnya sebelum punya anak. Sempat pengin idealis enggak mau mengenalkan televisi ke anak. Catet, sempat pengin.

Begitu saya mbrojol dan di usia kesekian bulan Mada mulai mengenal warna dan suara, eng … ing … eng saya pun mulai butuh ‘bantuan’. Ada saatnya saya harus ke kamar mandi dan meninggalkan Mada sendirian di kasur. Ada saatnya saya harus menjemur baju dan enggak mungkin jemur baju sambil gendong Mada. Ada saatnya saya harus membilas cucian dan enggak mungkin Mada ikut ndeprok di kamar mandi. Iya, saya pernah ada di masa-masa itu.

Siapa yang bisa menolong saya di saat saya butuh bantuan seperti itu ? Thanks to kotak ajaib berukuran 40 inch di kamar. Saya lupa kapan tepatnya mengenalkan si kotak ajaib ke Mada. Yang saya ingat, waktu itu Mada yang masih bayik dan udah bisa duduk nonton kartun sejuta-umat Upin dan Ipin. Memang frekuensinya enggak sering. Seminggu hanya 3x, selebihnya saya bergantung pada aneka baby books yang ucul-ucul untuk menemani Mada di saat saya harus meninggalkannya sekian belas menit.

Idealnya sih, anak di bawah 2 tahun jangan dibiasakan menonton televisi, sesuai saran dari para ahli dari American Academy of Pediatrics. Alasannya, tayangan televisi yang terdiri dari gambar dan warna serta suara yang bergerak cepat tidak mampu diproses oleh otak bayi (Tabloid Nakita/26 Agustus 2014). Yeah, balik lagi ke pilihan orang tua. Kalau saya pribadi termasuk mamah-mamah yang fleksibel aja *ehgimana.

Kemudian, begitu Mada mulai bisa ngomong dan semakin lancar day by day, penting ya mulai mencari kartun yang sesuai untuk Mada. Karena, dari pengalaman tetangga sesama mamah muda, anaknya lebih fasih ngomong dialek Upin Ipin daripada bahasa sehari-hari di rumahnya. Ada lagi seorang teman yang anaknya hanya bisa menirukan suara domba, gara-gara sering menyetel Shaun The Sheep di rumahnya. Nah lho.

Saya pun mulai hunting kartun anak di televisi. Sengaja bukan nyetel di gadget supaya Mada enggak minta setiap saat buat nonton. Lagian gadget maha canggih di rumah cuma punya sebijik alias punya saya seorang XD. Berkat hunting kartun, saya baru ngeh ternyata tiap sore, RTV salah satu channel lokal menayangkan kartun yang cocok untuk anak-anak usia tiga tahun. Jam tayang kartun di RTV itu mulai dari setengah enam sore. Ada juga sih yang jam tayangnya siang pas waktunya tidur. Nah, ini 5 rekomendasi kartun dari Negeri Ginseng yang sangat cocok ditonton anak-anak yang sedang belajar bicara terutama untuk anak usia dini.

Tayo The Little Bus

https://pbs.twimg.com/media/Ci-RXvIUYAAHCCS.jpg

Anak kicik mana coba yang enggak hafal lagu “hey tayo hey tayo dia bus kecil ramah” atau versi enggres-nya “hey tayo hey tayo he’s a friendly little bus” ?

Tayo ini serial kartun yang bercerita tentang kehidupan bis-bis kecil penghuni garasi yang bisa bicara dan Hana Si Mekanik. Tokoh utamanya bernama Tayo (bis berwarna biru) dengan teman-temannya bernama Lani (bis kuning), Rogie (bis hijau yang usil), Gani (bis merah) dan Cito (bis merah besar). Tayo dan teman-temannya memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai jalur rute bis. Saat di jalanan, Tayo banyak berkenalan dengan berbagai jenis kendaraan seperti genks kendaraan berat yang selalu memperbaiki jalan, Rubi Si Mobil Pembersih Jalanan atau Toto truk derek.

Nilai plus : anak belajar mengenal aneka kendaraan di jalan, anak juga belajar memaafkan, berempati pada sesamanya dan terbiasa berbicara sopan.

Cloud Bread

https://i1.wp.com/image.desk7.net/Anime%20Wallpapers/13945_1280x800.jpg

Awalnya saya kurang sreg dengan iklan kartun ini. Moso kartun bentuknya gepeng begitu *yaelahbuk*. Mirip mainan boneka kertas jamannya saya SD. Yang suka Cloud Bread pertama kali itu Mada. Gara-garanya dia ndadak suka sama yang namanya roti. Dia bilang dia mau roti awan. Setelah ditelusuri ternyata roti awan ada di serial Cloud Bread.

Roti awan buatan Ibu selalu ditunggu Hongshi dan Hongbi -kakak beradik kucing- yang menjadi tokoh utama serial kartun ini. Jangan bayangin roti awan itu roti yang bentuknya kayak awan. Roti ajaib ini berupa adonan kue yang dicampur dengan awan yang diambil dari pohon di rumah Hongshi dan Hongbi. Siapapun yang memakan roti awan bisa terbang. Hongshi dan Hongbi selalu menggunakan roti awan untuk menolong orang-orang. Misalnya, ketika mereka bertemu dengan anak monyet yang tidak bisa berjalan akibat kecelakaan. Hongshi dan Hongbi mengajak anak monyet itu terbang dan belajar berjalan.

Nilai plus : yang saya paling SYUKAK dari serial ini adalah dialog dengan nada yang khas. Iya ada nadanya gitu. Selain itu, setiap episode menyajikan alur cerita yang sederhana yang mengandung nilai-nilai budi pekerti. Yang bikin saya ENYESS MELELEH trus KRAI ketika ada dialog “tangan Ibu tidak pernah berhenti bekerja, kita (hongshi dan hongbi) harus berterima kasih pada tangan ibu dan membiarkan tangan Ibu istirahat”. Trus, Mada NIRU dengan versinya sendiri. ENYESSS pokoknya.

Pororo The Little Penguin

https://ayiekpunya.files.wordpress.com/2012/01/pororo-the-little-penguin-wallpaper-6.jpg?w=874&h=656

“Hello friends, hello my best friends
lets play together with playful pororo
hello friends, hello my best friends
lets jump together pong pong pororong
pong pong porororong”

Buat yang sering mendampingi anaknya menonton Pororo -si penguin yang selalu memakai helm dan kacamata penerbang- pasti tahu lagu bernada ceria di atas ya. Dibanding 4 kartun korea yang ada di list ini, Pororo lebih duluan nge-heits di negara asalnya. Bahkan, para Oppa pun menyukai Pororo and friends. Pertama kali diproduksi pada tahun 2002 dan serial kartun ini pun langsung menuai sukses. Ada versi bioskopnya pulak.

Pororo bersama 7 temannya tinggal di Porong-porong Forest yang dingin. Setiap season menampilkan tokoh-tokoh baru sehingga Pororo memiliki banyak teman selain 7 temannya itu. Alur ceritanya sederhana dengan tokoh-tokoh kartun berwarna cerah. Dan, lagu-lagunya pun mudah diingat. Hingga saat ini, sudah ada 10 season kartun Pororo.

Nilai plus : Pororo mengajarkan makna persahabatan, seperti harus saling berbagi, menjaga perasaan teman dan berempati pada sesama.

Robocar Poli

Serial kartun ini sama-sama tentang kendaraan seperti halnya Tayo, yang membedakan Robocar Poli adalah mobil yang bisa berubah bentuk menjadi robot. Lirik lagu pembukanya sangat heroik “penyelamat pemberani Robocar Poli … panggil saja dan mereka akan datang”. Kalau Mada nyanyi bagian lirik itu, dia tiba-tiba berasa kayak jadi hero ya.

Robocar Poli bercerita tentang para mobil penyelamat yaitu Poli si mobil polisi berwarna biru, Amber si mobil ambulans berwarna pink, Roy si mobil pemadam kebakaran dan Heli satu-satunya helikopter.

Nilai plus : anak belajar tentang keselamatan di jalan dan tertib berlalu lintas sedari dini.  Misalnya, kalau naik sepeda harus pakai helm atau menyeberang jalan itu ya harus di zebra cross (episode Jaywalking Is Dangerous). Serial ini cocok banget buat orang Indonesia yang kebanyakan kurang peduli pada tertib berlalu lintas. Kira-kira kalau ada versi Indonesianya, bakalan ada episode motor naik ke trotoar enggak ya ? *ehh.

Super Wings

Pic : sproutonline

Berbeda dengan dua kartun yang saya sebutkan di atas, Super Wings ini bercerita tentang kendaraan udara yaitu :

  1. Jett (pesawat jet berwarna merah)
  2. Dizzy (pesawat ambulan berwarna pink)
  3. Donnie (pesawat berwarna kuning)
  4. Jerome (pesawat jet supersonik yang suka berakrobatik berwarna biru)
  5. Paul (pesawat patroli udara/polisi)
  6. Mira (pesawat berwarna hijau yang bisa berenang ke dalam air)
  7. Grand Albert (pesawat tua berwarna kuning)
  8. Bello (pesawat bercorak seperti kuda zebra)

Tokoh utamanya adalah Jett, Dizzy, Donnie dan Jerome. Yang lain merupakan tokoh tambahan yang muncul sesekali. Jett bertugas untuk mengantarkan paket untuk anak-anak di seluruh dunia. Ketika mengirim paket, ada saja rintangan dan tantangan yang harus dihadapi Jett. Saat butuh bantuan, Jett akan menghubungi Jimbo -operator yang berjaga di markas Super Wings- supaya mengirimkan teman-temannya. Yang muncul disesuaikan dengan bantuan yang dibutuhkan Jett. Jadi, enggak semuanya tumplek blek nongol membantu Jett.

Nilai plus : melalui Super Wings, penonton diajak berpetualang ke 52 kota di 42 negara  di dunia. Tak hanya itu, penonton belajar budaya negara lain misalnya ketika Jett harus mengirim paket ke Papua, ia ketemu burung surga (tapi enggak disebut nama burungnya, padahal penampakannya jelas yaitu burung cenderawasih). Jett juga melihat bentuk rumah khas atau kebiasaan-kebiasaan dari negara yang dikunjunginya.

Nah, menonton kartun enggak melulu negatif tho ? Apalagi kartun-kartun di atas enggak ada namanya adegan bullying, kekerasan apalagi segala macam umpatan atau kalimat negatif yang belum patut didengar anak. Yang terpenting pada saat anak menonton kartun, sebaiknya sih tetap didampingi supaya ada interaksi antara orang tua dan anak. Jangan membiarkan anak tumbuh sendiri bersama televisi.

ttd-marso

 

 

Iklan

52 comments

  1. Aku aja masih suka sama kartun-kartun di atas di RTV emang bagus-bagus, kartun korea dalam bahasa Indonesia dan ada edukasinya. Huum itu yang kartun gepeng kaya boneka kertas itu kucing ya pan 😀

  2. Lucu-lucu semua kartun itu, aku suka ikut nimbrung saat anakku nonton. Terus suka gemes aja sama-sama yang kalau lihat gambar tokoh kartun hapal namanya siapa aja. Justru saya malah kadang jadi tahu dari mereka. Baguslah ya, daripada nonton film yang ga jelas mending nonton kartun .

  3. pororo! saya dulu juga suka ngikutin petualangan si penguin biru ini melalui televisi. Padahal dulu cuma sekedar iseng sambil nemenin ponakan hehe.
    Saya baru tahu nih, animasi ini produk korea. Ternyata Korea juga memiliki produk animasi yang populer juga ya,nggak kalah sama jepang dan amerika.

  4. Memang segala sesuatunya ada plus minusnya ya bun 😃. Selama orangtua seleksi kasih tontonannnya ke anak, di dampingi, ada batasannya serta ada pengawasan dari ortunya. InsyaAllah aman ya, bun. Termasuk perlu berhati2 juga dengan iklan di TV nya ya bun kita, karena nggak semua cocok untuk anak2 T_T

    1. betul mbak, jangan biarkan anak tumbuh bersama gadget/televisi, tetap kudu didampingi 🙂 untuk acara kartun di RTV yg saya perhatikan iklannya aman semua sih, karena jam tayangnya sore

  5. Keponakannya masih nonton Tayo, dan robocar. ini tayang jam berapa aja ya Mba. Perlu nih buat nemenin Shanum dirumah. Btw i feel you mba tentang bagaimana anak duduk dikamar mandi sementara kita mandi, huhuhu.

  6. salut ya sama keluarga yang memutuskan untuk ga punya televisi. Seperti tetanggaku bisa gitu, tv nya disimpen dan di rumah no tv. Makanya anaknya seneng banget main ke rumah sama mas Gav dan adek Jo buat mantengin youtube di weekend wkwkkwkw. Nah sama kan kartun fav nya Mada dengan kartun fav nya adek Jo. sampai hapal pula lagu nya haha

  7. Favorit akuuuuuu Tayo sama Pororo! Mereka tuh gemesin bangeeeet! Lagu openingnya mereka itu ear catching banget, jadi selalu terngiang-ngiang gitu. To be honest anak-anak di rumah emang nggak nonton TV mbak, mereka cuma aku kasih nonton TV pas hari minggu aja dan itupun dibatasin cuma sekitar 2 jam.

  8. Tayo, pororo, poly, super wings semua tontonan anak-anakku mba.. tau karena sekarang sudah ada di salah satu stasiun tv. Ini bener no bullying! penggunaan bahasanya juga EYD, “Hey, lihat itu ada yang kesulitan, mari kita bantu” hehe

  9. Tayo, Pororo, Robocar Poli, anak pertamaku nonton juga mba aya. Eh btw aku baru tahu kalau serial kartun-kartuun tersebut berasal dari Korea. Pokoke makasii buat yg udah bikin tontonan bernilai buat anak-anak, jadi emak gak khawatir 😀

  10. Ya ampun ada Pororo idolakuuu, sungguh aku gemasshhh banget lah sama dia. Sampai-sampai keponakanku aku ‘racunin’ nonton Pororo. Kalo mereka ultah pun aku kadoin all about Pororo.

  11. anak2 ponakan sekarang banyak yang suka Tayo,…
    aku udah nggak ngerti kan ya, sekarang jadi ngeh deh film kesukaan anaka2
    jadi bisa becandaan dengan menyebut tokoh kesayangan mereka
    makasih mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s