sehatjiiwa
Tahukah Anda setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia ? Tahun ini tema yang diusung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah tentang kesehatan jiwa di tempat kerja. Berkaitan dengan hal tersebut, pada Rabu 4 Oktober lalu saya menghadiri Temu Blogger yang berlokasi di Gedung Dr. Adhyatama Blok C, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Ruang Kaca Lantai 2).
Dari sekian acara bertema kesehatan yang diadakan Kemenkes RI, inilah jenis ‘penyakit’ yang sulit terdeteksi kecuali jujur pada diri sendiri. Masih banyak orang yang gengsi ngaku ‘saya lagi stres nih’ atau ‘saya depresi’ atau ‘saya tertekan’. Orang lebih memilih membiarkan atau kalaupun curhat pada orang terdekat justru diabaikan. Coba cek deh tanda-tanda di bawah ini :

  1. Sering cemas tiap bangun tidur di pagi hari. Membayangkan bakal ketemu boss yang jutek, rekan kerja yang julid atau politik kantor yang melelahkan.
  2. Kinerja menurun. Semangat kerja perlahan menghilang bahkan sering memikirkan kepingin resign.
  3. Kesehatan menurun ditandai dengan seringnya terkena penyakit ringan seperti batuk pilek, demam, masuk angin hingga migren.
  4. Sering lupa mengingat sesuatu dan tidak fokus
  5. Malas bersosialisasi dan lebih senang menyendiri.

Jika Anda lebih banyak menjawab “YES” berarti Anda sedang berada di tahap stres. Selama ini orang sering menyamakan keadaan stres dengan “gila”. Padahal, stres merupakan bagian dari hidup.Ā  Spielberg (dalam Imatama, 2006 : 17) menyatakan bahwa stress itu bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan, atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Kemampuan seseorang dalam mengatasi stres berbeda-beda, tergantung dari kepribadian, tingkat pendidikan dan latar belakang keluarga.
Dua narasumber ahli menguraikan seputar masalah stres dan penanganannya. Sesi pertama diisi oleh Dr. dr. Fidiansjah Sp. KJ, MPH – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan. Masalah kesehatan jiwa tengah menjadi isu krusial di dunia kesehatan. Bahkan, 1 dari 7 orang mengalami gangguan jiwa di tempat kerja. Wanita yang bekerja penuh waktu lebih rentan 2x menderita masalah kesehatan jiwa dibandingkan dengan pria.
Dokter Fidi menyebutkan bahwa kesehatan kerja penting untuk diperhatikan. Karena kunci keluarga yang bahagia adalah keluarga sehat dan pekerja sehat (pencari nafkah). Jika dalam sebuah anggota keluarga, ada yang sakit maka akan menjadi beban bagi keluarga. Beberapa penyakit di bawah ini ada yang disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa yang terganggu.

keswa

Dok. pribadi

keswa2

Dok. pribadi

Kesehatan Jiwa di Tempat Kerja Terhadap Perilaku dan Produktifitas Pekerja

doktereka
Sesi kedua diisi oleh Dokter Eka Viora -Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa. Menurut pemaparan beliau, bekerja itu baik untuk kesehatan, tapi lingkungan kerja yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik dan jiwa. Setuju ya ? Nah, depresi dan kecemasan memiliki dampak ekonomi yang signifikan, yakni perkiraan biaya ekonomi global sebesar US $ 1 triliun per tahun akibat hilangnya produktivitas.
“Siapa yang enggak pernah STRES ?” tanya Dokter Eka. Para blogger malu-malu mengangkat tangannya termasuk saya sih. Ada seorang teman blogger yang menjawab dirinya enggak pernah stres. Lalu, Dokter Eka melanjutkan, “Orang yang enggak pernah kena stres itu pasti hidupnya monoton, tidak punya motivasi untuk berkembang dan enggak punya gairah hidup.”
Kali ini, seisi ruangan tertawa. Dokter Eka menjelaskan, pada awalnya stres bukan sebuah gangguan kesehatan. Namun, apabila stres tidak dikelola dengan baik akan menjadi virus yang dampaknya melebihi penyakit yang paling berbahaya bahkan bisa menimbulkan kematian.
“Biar enggak gampang stres, biasakan curhat pada teman terdekat,” begitu saran Dokter Eka. Selain itu, ada 5 kiat nih untuk menjaga supaya #SehatJiwaDiTempatKerja dan sehat jiwa di mana saja :

  1. Sediakan waktu untuk diri sendiri
    Generasi millenials menyebutnya me-time. Banyak hal yang bisa dilakukan saat me-time. Kalau versi saya nih, me-time itu tergantung gimana kondisi arus lalu lintas ibukota dan sekitarnya. Di jam-jam sepi saya bakalan nyalon, jalan-jalan di mall, hunting buku ato justru mengikuti acara-acara blogger yang sesuai minat saya. Kalau jam-jam padat dan weekdays pula, saya lebih milih anteng di rumah. Job desk sebagai blogger itu kan banyak. Seringnya blogging itu nunggu Mada bobok malam. Nah, kalau me-time saya pakai buat kegiatan blogging lumayan bisa blogwalking ke beberapa blog.
  2. Gerak badan dan makan yang sehat
    Para ahli berpendapat bahwa gerak badan akan memicu zat kimia di otak yang membuat kita merasa nyaman. Gerak badan bukan hanya olahraga atau nge-gym. Berjalan di taman, berkebun atau mengerjakan pekerjaan domestik dapat membuat Anda aktif. Dianjurkan setiap hari gerak badan selama 30 menit.Jangan lupa perbanyak sayur dan buah. Terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat mempengaruhi emosi Anda, lho.
  3. Menerima siapa diri anda dan menetapkan tujuan yang realistis
    Banyak bersyukur dengan apa yang ada pada diri Anda. Terima kekurangan dengan hal positif. Harga diri yang baik membuat kita lebih mudah menerima kesulitan. Fokus pada kekuatan Anda.
  4. Miliki Hobi dan Bersosialisasi
    Cuma Tarzan yang betah tinggal di hutan dan berteman dengan aneka satwa. Di film terbaru, Tarzan pindah ke kota, dia pun butuh teman manusia meskipun pada akhirnya kembali ke hutan.Bersosialiasi di lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terdekat yaitu tetangga. Jika Anda tinggal di tempat yang terpencil dan enggak punya tetangga, carilah komunitas sesuai hobi. Sekarang ini, mau cari komunitas apa ada komplit di dunia maya. Nah, sesekali ikuti pertemuan langsung atau kopi darat dengan para anggotanya.
  5. Menjaga spiritualitas
    Ini yang terpenting ya, dalam kondisi apapun ingatlah selalu Tuhan Anda. Lagi happy sedih atau down karena stress, bicaralah dengan Tuhan Anda.Versi saya, ketika sedang sangat bete, biasanya perbanyak wudhu. Jika teramat lelah, saya akan berdzikir sebelum tidur dan memperbanyak waktu untuk mengaji. Sesekali, saya menambahkan shalat sunnah dua rakaat.

Karena, Allah SWT tidak akan membebani seseorang melebihi kapasitas kemampuan orang tersebut. Sehat jiwa selalu untukmu yang sedang membaca tulisan saya šŸ™‚
ttd-marso