Vidafest 2017, Sisi Lain Dari Bantar Gebang Bekasi

vidafest2017bekasi

Siapa bilang Bantar Gebang Bekasi hanya punya gunungan sampah ? Akhir September lalu tepatnya tanggal 30 September, saya hadir di Vidafest 2017 yang berlokasi di Vida Bekasi Jl. Tirta Utama No. 1, Bumiwedari, Bantargebang, Bekasi. Vidafest 2017 merupakan festival tahunan yang menghadirkan kolaborasi antar komunitas. Jika pada tahun sebelumnya, Vidafest mengambil tema Angin serta menghadirkan kolaborasi seni dan hiburan dari komunitas lokal Bekasi, maka tahun ini Vidafest menambahkan kolaborasi untuk hunian perkotaan. Tema yang dipakai untuk tahun ini yaitu Air.

Untuk menuju ke lokasi, saya menggunakan commuterline dari Depok dan transit di Stasiun Manggarai. Lalu, pindah ke jalur 5 menuju Stasiun Bekasi. Agak deg-degan juga ya, saya baru pertama kali naik commuterline ke Bekasi sendirian. Begitu tiba di Stasiun Bekasi -yang merupakan pemberhentian terakhir- banyak petugas berjaga, saya sempat bingung karena ada 2 pintu keluar. Dari mas-mas petugas yang berjaga, saya mendapat info kalau tujuannya ke Bantar Gebang keluar dari pintu sebelah kanan. Di depan Stasiun Bekasi, saya langsung pesan Gojek. Thanks God, saya dapet babang Gojek yang hafal jalan. Jarak dari Stasiun Bekasi ke Vidafest 2017 yaitu 12 kilometer. Sebuah jarak yang memungkinkan saya untuk melihat-lihat seperti apa sih Kota Bekasi yang sering dijuluki “Kota Yang Punya 2 Matahari” saking panasnya.

Sepanjang perjalanan ke lokasi, saya berpapasan dengan truk-truk besar pengangkut sampah yang ditutupi terpal. Memang, tak jauh dari lokasi acara merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang yang menjadi pusat penampungan sampah dari Jakarta dan sekitarnya. Saya sempat membayangkan bagaimana rasanya tinggal di dekat TPA sampah. Begitu tiba di depan gerbang masuk perumahan Vida Bekasi, umbul-umbul Vidafest nampak mencolok seolah menyambut saya.

Vidafest 2017, Kolaborasi Unik Antar Komunitas

vidafest01

Photo credit : Instagram Vida Bekasi

Setelah registrasi, saya pun menuju Little Talk Coffee yang bangunannya bergaya ala industrial. Beberapa tamu undangan tengah makan siang sebelum acara Talkshow dimulai. Saya memilih memesan segelas ice tea lalu berkeliling ke lokasi acara. Anak-anak SD berseragam putih merah duduk berkumpul di depan cafe menunggu acara dimulai. Sebagian ada yang mengenakan busana daerah Jawa Barat. Saya tertarik dengan miniatur kota berukuran kecil buatan tangan. Rupanya, saat pagi hari mereka mengikuti workshop membuat Kota Mandiri bersama kakak-kakak dari Urban Guerilla.

Panggung besar menjadi main area untuk acara outdoor. Tak jauh dari panggung, ada beberapa kegiatan dari berbagai komunitas. Diantaranya, live grafitti dari Artheraphy Movement, komunitas drone, komunitas yoga, komunitas anak-anak skaters dan lain sebagainya. Saya sempat berpapasan dengan para pembalap mini GP yang seliweran. Yang pingin icip-icip kuliner bisa mampir ke booth tenant di sekitar panggung.

Setelah puas berkeliling, saya masuk ke sebuah gedung bergaya (lagi-lagi) ala industrial. Rupanya gedung tersebut menjadi tempat untuk talkshow Vidatalk sekaligus tempat pameran tentang permasalahan pemukiman di kota dan solusinya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Vida Bekasi yang menjadi lokasi Vidafest 2017 ini merupakan kawasan hunian baru di Kota Bekasi. Diluncurkan pertama kali pada Oktober 2013, master plan Vida Bekasi dibangun dalam konsep tropical urbanism yang dirancang oleh arsitek Andra Matin. Dengan kehadiran Vida Bekasi dengan total luas 130 hektar diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat pada kehidupan yang lebih berkualitas. Apalagi Gunas Land selaku pengembang Vida Bekasi memiliki komitmen membangun properti dengan konsep eco living. Saat ini sudah ada lebih dari 9.000 jiwa menghuni Vida Bekasi.

Tepat pukul setengah 2 siang, Bapak Teten Masduki -Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia- hadir membuka acara Vidatalk. Selanjutnya, Prof. Imam B. Prasodjo menjadi moderator acara tersebut. Narasumber yang hadir antara lain :

  1. Florian Heinzelmann dan Daliana Suryawinata (SHAU Architect)
  2. Arvi Argyantoro (Kementerian PUPR)
  3. Angga Sinaga (Urban Plus)

“Kami dari Vida Bekasi ingin mengubah stigma Bantar Gebang yang terlanjur melekat di masyarakat sebagai pusatnya sampah menjadi #bantargerbangkeren. Jangan lupa yang posting di sosial media, tambahin hashtag itu ya,” pesan Bapak Edward Kusuma selaku Direktur Vida Bekasi.

“Anak-anak perlu diperkenalkan tata ruang yang baik sejak dini. Supaya saat mereka dewasa, mereka tahu cara mengelola kota dengan baik. Contoh kecilnya, dimulai dari memilah sampah organik dan anorganik. Hal sepele tapi sangat bermanfaat,” kata salah satu narasumber. Tiba-tiba saya teringat pada anak-anak SD yang membawa miniatur kota. Oh, tujuannya itu, mbatin saya.

Diskusi seputar tata ruang kota yang baik berlangsung sangat hidup dan semua peserta Vidatalk antuasias mengikuti talkshow hingga akhir acara. Dalam acara yang sama, diadakan juga peluncuran Apartemen bersubsidi, Teras Alun-alun yang didesain oleh SHAU Architect. Dalam merancang Teras Alun-alun, SHAU Architect menuangkan prinsip arsitektur urban untuk hunian kolektif yang memanusiakan manusia.

infoshau

“Orang Indonesia itu kan komunal, senang ngobrol antar tetangga. Di apartemen ini, para penghuninya tetap bisa berinteraksi dengan tetangga,” kata Daliana Suryawinata, dari SHAU Architect.

Berbeda dengan apartemen kebanyakan yang membutuhkan Down Payment (DP) dengan nilai yang lumayan besar, Anda bisa membeli unit di Teras Alun-Alun dengan DP  dimulai dari Rp 3 juta-an dan cicilan mulai dari Rp 2 juta-an. “Apartemen ini ditujukan untuk yang berpenghasilan rendah, sekitar Rp 4 juta-an per bulan. Jadi, yang belum punya rumah bisa langsung kasih DP” cetus Prof. Imam B. Prasodjo.

Anda tertarik ?

ttd-marso

 

Iklan

12 comments

  1. Wah kalau kita mau beli di Teras Alun2 bisa DP min 3 jt dan cicilannya minimal 2 juta ya, mbak Maria… cukup meringankan 😊 Bantar Gebang sekang memang sudah berubah wajahnya. Makin tertata..bukan imej buruk sampah2 yang ga karuan lagi ya.

  2. Aku pernah ke Bekasi, sekali juga naik commline. Asli panas dan ketemu macet juga. Haha. Adanya vidavest dg pembangunan apartemen minimal jd membuat image bantar gebang yg seolah cuma buat sampah. Keren

  3. Bantar Gebang itu yang tempat pembuangan sampah ya? Sering dengar namanya tp blm pernah kesana. Smoga masalah pemukiman untuk masyarakat menengah kebawah selalu ada solusinya ya. Cakep tuh dpnya kecil. Jd lebih bnyk org yg punya kesempatan punya hunian nyaman.

  4. Weleh ke bantar gebang mah mendingan turun di stasiun cakung, mba. Lebih deket.

    Xixixi kota yg punya 2 matahari, tapi akan dibangun perumahan dgn arsitektur menarik yaa? Pastinya kenyamanan yg mereka jual. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s