Dear Ibu Millenials, Lakukan 3 Tips Ini Agar Terhindar Dari Middle Income Trap

kebsinarmas

Saat Lebaran 2017, timeline saya mendadak penuh dengan para Ibu yang posting foto Outfit Of The Day (OOTD) dengan nuansa pastel bunga-bunga dari sebuah brand muslim yang sedang naik daun. Ada yang hanya menggunakan produk scarf dari brand tersebut. Ada juga yang from head to toes. They were so gorgeous in that modest wear. Apalagi mengingat harga satu produk scarf yang dipakai itu paling murah Rp 300 ribu. Dan, harga rata-rata untuk koleksi busana brand yaitu di atas Rp 700 ribuan. Sungguh, saya dibuat berdecak kagum.

Satu bulan berikutnya, lagi-lagi timeline saya ramai dengan produk brand tersebut. Bedanya, hashtag yang dipakai bukan #stylewithbrandxxx tetapi #prelovedxxx alias barang yang dipakai saat Lebaran itu dijual sebagai barang second. Tak sedikit yang menjual barang preloved branded tersebut dengan harga sangat murah. Entah alasannya apa, yang jelas fenomena tersebut menjadi perbincangan hangat para netizen.

Sekarang ini, teknologi bukan hanya memudahkan manusia tetapi menjadi wadah kaum muda untuk unjuk diri di sosial media. Lagi ngopi di kafe yang sedang nge-heits, langsung upload foto. Lagi antri hunting sepatu branded yang diskon 80 persen, langsung cekrek upload. Lagi staycation bersama anak dan suami, langsung cuss cekrek upload. Pokoknya people trying hard to impress their follower in social media. Memang enggak semuanya posting foto buat pamer di sosial media, but half of us, errrr right ?

aaa

Berkaitan dengan urusan keuangan, Kumpulan Emak Blogger (KEB) bersama Sinarmas MSIG Life mengadakan Talkshow “Smart Mom, Protect Your Family SMiLe” pada tanggal 9 September 2017. Sebanyak 50 peserta yang semuanya adalah perempuan hadir memenuhi ruang meeting di JSC Hive Coworking Space Kuningan Jakarta. Mengapa harus perempuan ? Karena, dari data survei Otoritas Jasa Keuangan banyak perempuan di Indonesia belum melek literasi keuangan. Padahal, perempuan memiliki peranan penting sebagai pengatur neraca keuangan di rumah.

Talkshow tersebut menghadirkan 2 narasumber ahli yaitu Mas Aakar Abyasa Fidzuno (CEO/Founder of Jouska Financial) dan Ibu Vera Itabiliana, S.Psi (Pakar Psikolog Anak & Remaja). Turut hadir pula Bapak Suwandi Sitorus selaku Section Head of Training Insurance Sinarmas MSIG Life yang sempat memberikan kata sambutan di awal acara.

Sesi selanjutnya dibuka dengan pertanyaan dari Mas Aakar Abyasa. “Ibu- ibu siapa yang di rumah punya prinsip uangku uangku, uangmu uangku ?” Satu dua tiga dan hampir setengah dari jumlah peserta mengacungkan tangan. Mas Aakar tersenyum simpul. Ia sempat bertanya pada Mak Irma Senja mengenai alasannya memiliki prinsip seperti itu.”Hati-hati lho Ibu-ibu. Kalau punya prinsip keuangan begitu, nanti siap-siap dicerai dan dapet limpahan hutang dari suaminya”. Seketika ruangan pun senyap.

kebsinarmasmsiglife

1

Menurut Mas Aakar,  dalam berumah tangga sebaiknya suami istri saling terbuka. Berapa jumlah uang yang masuk dan yang keluar.  Urusan membuat asuransi, seorang Ibu pun harus cerdas. Jangan sampai Ibu salah pilih asuransi bahkan enggak tahu nama tertanggung yang tercantum. Akibatnya fatal. Saat tiba waktunya klaim asuransi, malah enggak bisa dipakai kan. Apa yang disebut Mas Aakar memang benar nih. Pekerjaannya sebagai Financial Adviser di -Jouska Financial- perusahaan yang ia dirikan ini banyak bersinggungan dengan dunia keuangan masyarakat urban Jakarta.

Menurut pembagian penghasilan, kelas sosial di Indonesia dibagi menjadi tiga. Pada urutan paling bawah yaitu kelas berpenghasilan rendah, lalu ada kelas menengah yang dibagi lagi menjadi kelas menengah bawah dan kelas menengah atas dan kelas atas. Dari data Boston Consulting Group, yang disebut kelas menengah yakni orang-orang yang berpenghasilan di atas 6 juta. Fenomena Middle Income Trap ini ada di kelas menengah. “Duit naiknya cuma seberapa, gaya hidup ikutan naik. Yang penting bensin, nongkrong dan ngopi aman semua. Tetapi kelompok ini rendah edukasi keuangan” kata Mas Aakar.

Ciri-ciri lainnya dari Middle Income Trap ini, “Usia 20 tahun giat bekerja, di usia 30 tahun mulai nyicil rumah atau mobil, tapi saat usia 50 tahun malah nyari menantu kaya” seloroh Mas Aakar, disambut cengiran peserta Talkshow. Hal tersebut dilakukan lantaran ketika usia 50 dan sudah waktunya pensiun, justru dibuat cemas pada masa depan keuangan anaknya.

Nah, trus gimana solusinya biar enggak masuk ke kelompok Middle Income Trap ? Susah-susah gampang sih, apalagi kalau sudah jadi kebiasaan. Tetapi, Ibu cerdas pastinya wajib dong melindungi keluarganya dari fenomena ini. Mas Aakar Abyasa memberikan solusi :

IMG_20170909_110840

Dok. pribadi/ Mas Aakar Abyasa

1. Current Financial Statement

Pada tahap ini, cek neraca pemasukan dan pengeluaran termasuk cicilan hutang. Mas Aakar sempat menjelaskan untuk mengetahui jumlah pemasukan pasti suami, dapat dilihat dari rekening koran. Istri pun harus tahu status rumah yang dimiliki, apakah sudah memiliki surat atau justru hanya memiliki girik seperti kasus klien Mas Aakar. Rumahnya mewah seharga 6 milyar tetapi tidak memiliki surat Tanah.

2. Risk Profile

Cek juga investasi apa saja yang dimiliki suami. Para suami penganut paham konservatif hidupnya go with the flow alias mengandalkan kondisi ekonomi yang ada. Padahal, investasi itu penting untuk mempersiapkan masa depan keluarga.

3. Goals

Tentukan goals Anda di masa depan mau seperti bagaimana. Apakah bertahan dengan status Middle Income atau naik kelas menjadi kelompok Wealthy People alias horang kaya. Mas Aakar menyebutkan, kelompok Middle Income bisa banget menjadi Wealthy People. Kuncinya, menggunakan uang sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Wealthy people ini kelompok orang-orang yang sudah terbebas dari masalah keuangan. Besok mereka mau liburan ke Lombok ya tinggal packing, enggak perlu nyari tiket kereta api diskonan apalagi berburu tiket pesawat murah.” Siapa yang mau jadi wealthy people ? Saya mau ngacung tangan duluan ah.

“Kalau Ibu-ibu ini sanggup menjadi member gym, harusnya sanggup punya asuransi lebih dari satu. Yang terpenting itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi dana pensiun dan asuransi pendidikan buat anak. Pokoknya, pemasukan naik, bukan naikin gaya hidup tetapi perbanyak investasi keuangan,” tutup Mas Aakar.

kebsinarmas

Pentingnya Memiliki Asuransi

Nah, kalau urusan asuransi, Ibu Millenials dapat melirik Asuransi Sinarmas MSIG Life yang memiliki pilihan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga masa kini. Siapa sih yang enggak tahu Sinarmas MSIG Life ? Asuransi yang memiliki ciri khas warna merah ini sudah ada sejak 14 April 1985, dengan nama PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia (PII). Sempat beberapa kali berganti nama, hingga akhirnya menjadi PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (juga dikenal sebagai Sinarmas MSIG Life SMiLe).

Tahun 2013, untuk meningkatkan brand awareness, Sinarmas MSIG Life memperkenalkan brand SMiLe pada masyarakat. Di tahun berikutnya, SMiLe diganjar berbagai penghargaan dan dinobatkan sebagai Digital Brand of the Year 2015 Terbaik Ke-3 oleh Info Bank. SMiLe terus berinovasi melalui produk-produknya termasuk menjadi bagian dari kegiatan Pemerintah dalam mengedukasi kaum perempuan tentang literasi keuangan, salah satunya melalui acara “Smart Mom, Protect Your Family SMiLe”.

Saya pribadi sudah memiliki asuransi untuk Mada sejak saya hamil. Ketika Mada harus dirawat di rumah sakit selama seminggu, saya tinggal membubuhkan tanda tangan di meja kasir dan bebas memilih kamar. Kini, asuransi yang sudah ada menjadi investasi kami sekeluarga. Jika dinominalkan, lumayan bisa menambah suatu saat ada keperluan mendadak. Jadi, kerasa banget manfaatnya memiliki asuransi. Ke depan, saya kepingin nambah produk asuransi lagi nih. Bagaimana denganmu, Bu ? Yuk, Atur Uangmu. Jangan tunggu sampai Negeri Api menyerang pundi-pundi keuanganmu. Do it soon.

ttd-marso

 

Iklan

52 comments

  1. Mantab informasi tentang keuangannya lengkap sekali, aku malah ga fokus waktu bahas keuangan ini. Hehhehe jadi yang masuk cuma dikit. Tapi asik sih cara Aakar menyampaikan sebenarnya pas, penuh semangat dan sedikit ada humornya.

  2. middle income trap hmmm namanya keren hehehe. . . sudah banyak model2 kaya gini di medsos. Memang kalau aku lihat fotonya bagus2. Jadi ingin ikut2an juga beli barang2 yang wow cuma untuk properti foto wkwkwk. semoga aku gak kena jebakan ini deh.

  3. middle income trap hmmm namanya keren. sudah banyak bermunculan di medsos. sekilas aku lihat fotonya bagus banget sih. jadi ingin ikut2an beli barang yang wow hanya untuk dijadikan properti foto aja sih hehe tapi jangan sampai aku kena jebakan ini juga. . .

  4. Wah…masuk ke middle income trap ini aerem juga ya. Makanya jgn terlena kalau kita merasa sudah ada di posisi enak hehehe. Mesti sedia payung sebelum hujan nih dengan asuransi Sinar Mas. Makasih infonya mb Maria.

  5. Bener tuh harus punya dana kesehatan, pendidikan dan pensiun. Kalau kita mau sejahtaera secara financial di masa tua nanti ya. Ayo ah, bebenah keuangan kita ^_^

  6. Whaha pingiiin punya baju brand itu tuuuh, tapi begitu liat harganya, eman-eman.. 😀 Kadang pingin sama butuh memang gak sejalan.. hihi.. Aku gak mau kena middle income trap juga Maak, duh semoga enggak deh.. Terus kepikiran pingin punya asuransi atau Reksadana lagi..

  7. Alhamdulillah semakin bertambahnya usia semakin puyeng mikirin dana pendidikan anak hahahaha, jdnya kagak kepikiran lagi deh untuk beli jam tangan jutaan bahkan puluhan juta apalagi cm utk sebuah gengsi dan gaya hidup. Sekarang mah yg dipikirin adalah gmn caranya ngatur uang yg ada cukup nntnya untuk masa tua dan sekolah anak. Pas bgt ini baca tulisan ini. Makasih yak.

  8. Duh, umur 50 ku blm bisa nyari mantu hahahaha.. Raya masih kicik gimana dooong 😀 investasi emang penting jaman sekarang, apalagi kl mikirin mahalnya punya anak, jadi bener2 harus dipikirin & diperhitungkan dgn matang.. salah satunya ikutan asuransi dana pensiun

  9. Kalau saya yang ngatur uang malah suami mba. Saya cuma pegang uang nafkah dan uang belanja aja. Soalnya, saya pusing megang uang dengan banyak pengeluarannya hahaha. Maklum kami juga perlu menyisihkan pendapatan kami untuk keluarga besar kami seperti untuk ortu kami, sekolah adik2 kmi dll. Krn banyak dana post untuk ini itulah yg bkin saya pusing hee. Jdi suami yg pegang, kebtulan aja saya bersyukur suami orang ekonomi jd bisa ngehandle semuanya

  10. negara api sedang nyerang kondisi keuangan bu ayya baca ini jadi sedikit malu hahaha aku terjebak trap susahnya atur keuangan keluarga :/

  11. wakakaka.. bener banget pernyataan ini “Duit naiknya cuma seberapa, gaya hidup ikutan naik. Yang penting bensin, nongkrong dan ngopi aman semua. Tetapi kelompok ini rendah edukasi keuangan”

    ini terjadiiii kak di kehidupan sehari2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s