Novartis Indonesia Keluarkan Inovasi Baru Dalam Pengobatan Untuk Pasien Gagal Jantung

novartis

Hal pertama yang terlintas di kepala saya ketika mendengar gagal jantung yaitu alm. Adjie Massaid. Aktor yang nge-heits di era 90an itu meninggal akibat serangan jantung usai bermain sepak bola. Tidak ada gejala khusus yang menunjukkan Adjie menderita penyakit tertentu. Karena, almarhum dikenal aktif di dunia olahraga.

Memang, kematian adalah rahasia dari Yang Maha Pencipta. Setiap manusia yang hidup pada waktunya akan mati. Tetapi, manusia pun memiliki kewajiban untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Termasuk menjaga kesehatan jantung yang menjadi pusat organ seluruh tubuh.

Pada konferensi pers bertajuk “Set Your Life Back In Motion” di hotel Borobudur Jakarta (29/07), saya mendapat pencerahan mengenai penyakit gagal jantung. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kenali dulu apa itu gagal jantung. Karena, masih banyak orang salah kaprah soal penyakit silent killer ini.

Gagal jantung yaitu kondisi kronis yang serius ketika jantung tidak dapat lagi memompa cukup darah demi memenuhi kebutuhan oksigen tubuh akibat melemahnya otot jantung seiring berjalannya waktu. Hal Ini bisa mempengaruhi tiap individu berapapun usianya.

Meskipun, terlihat tidak berbahaya dan tidak menular, penyakit jantung ini termasuk penyakit mahal. “Biaya berobat murah, biaya perawatan yang tinggi,” ujar Prof. Dr. Bambang Budi Siswanto dari Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita.

IMG_20170729_122655

Dok. pribadi

“Penyakit jantung bisa diibaratkan seperti gunung es. Enggak terdeteksi, tahu-tahu jumlah pasien meledak. Untuk sembuh, jangan percaya pengobatan instan. Karena, gagal jantung sulit disembuhkan. Pasien harus disiplin minum obat. Lupa minum obat, harus rawat ulang di rumah sakit. Karena, pasien gagal jantung berpotensi terkena stroke dan gagal ginjal” jelas Prof. Bambang di hadapan para narasumber dan undangan konferensi pers.

Gagal jantung pada pasien Asia Tenggara banyak dialami oleh usia yang lebih muda dengan kondisi klinis yang lebih parah. Dari sebuah penelitian, pasien gagal jantug di Asia terbukti lebih muda dari pasien di Eropa. Artinya, gaya hidup penduduk di benua Asia Tenggara cenderung bergeser pada gaya hidup tidak sehat.

Novartis sebagai perusahaan farmasi terbesar, memiliki inovasi baru dengan pengobatan LCZ696 dengan nama molekul sacubitril valsartan sodium hydrate di kelas perawatan ARNi (Angiotensin Receptor-Neprilysin inhibitor) di Indonesia, sejak pertama kali diluncurkan di Eropa dan Amerika Serikat 18 bulan lalu.

“Komitmen kami tetap teguh di semua negara di mana kami beroperasi. Kami selalu siap untuk mendukung pemerintah Indonesia dan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk membantu pasien Indonesia yang menderita penyakit kardio-metabolik, seperti diabetes, hipertensi dan gagal jantung, baik melalui JKN maupun pasar komersial. Dengan ini, kami juga berharap dapat membantu meringankan beban sosial maupun ekonomi sebagai akibat penyakit ini. Adalah sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan pemangku kepentingan lainnya untuk dapat mencapai lebih banyak pasien di Indonesia.” jelas Presiden Direktur Novartis Indonesia, Milan Paleja.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk cegah gagal jantung, biasakan selalu olahraga, makan makanan sehat, tidak merokok, menjaga berat badan dan kurangi penggunaan garam dalam masakan.

ttd-marso

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s