aniberta
“Kamu harus punya jejak di dunia maya. Bikin website supaya nanti anak cucu bisa membaca sejarah kamu di dunia maya.” demikian ujar Papah di tahun 2005. Papah orang yang sangat concern dengan perkembangan teknologi. Pada waktu itu untuk membuat satu halaman website, kudu paham bahasa dasar pemrograman HTML. Enggak kayak sekarang, bikin website atau blog dengan tampilan yang mudah, tinggal klik sana klik sini. Dan, saya pun membuat website pertama di geocities.com punya Yahoo. Ketika website saya nongol di dunia maya, rasanya bangga banget.
Namanya cah wedok umur 20an yang tiap hari mengerjakan pemrograman website akhirnya bosan juga, meskipun tarif membuat 5 halaman statis website menggiurkan di tahun 2005. Pada saat itu keberadaan website atau blog enggak se-booming sekarang, saya pun pindah jalur menjadi Sekretaris. Ndilalah, tahun 2016 saya bertemu lagi dengan dunia blog yang lebih riuh. Ada begitu banyak kesempatan yang bisa diraih di dunia yang mengandalkan kemampuan menulis dan kemauan untuk belajar teknologi ini (blog). Apalagi hobi saya menulis, cocok ya. And, I really start from zero how to monetize blog.Ā 
Dari sekian workshop blogging yang bertebaran di dunia maya, saya tertarik mengikuti Workshop Blogging : Hobi Jadi Profesi yang berlokasi di Gedung Republika Jakarta Selatan (16/7). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara komunitas RepZoneID dari Harian Republika dengan komunitas Indonesian Social Blogpreneur-nya Ani Berta.Ā  Siapa sih yang enggak tahu Ani Berta ? Blogger senior yang akrab dipanggil Teh Ani ini sudah malang melintang di dunia blog sejak tahun 2008. Gara-gara nge-blog, Teh Ani dipercaya sebuah institusi pemerintah untuk menulis soal isu-isu yang berkaitan dengan perempuan. Berkat ketekunannya dalam menulis blog, Teh Ani pun dilirik menjadi Content Writer sebuah NGO asing. Tugas beliau itu jalan-jalan keliling ke pelosok daerah di Indonesia gratis + bebas pilih tempat penginapan dan dapat uang saku juga. Menggiurkan, ya ?
Workshop diikuti 60 peserta yang terdiri dari berbagai macam profesi, diantaranya Ibu Rumah Tangga, Dokter hingga pelajar SMP yaitu adik saya. Sesi materi dibagi menjadi dua. Sesi pertama yang berlangsung dari jam 10 pagi hingga jam 12 siang diisi dengan materi dasar membuat blog dan e-mail. Lalu, pada sesi kedua diisi dengan materi yang lebih intermediate alias yang sudah berprofesi sebagai blogger. Supaya lebih memudahkan dan menambah page view, saya bagi tulisannya menjadi dua ya.
Oh ya, sebelum workshop dimulai MC kocak Ray Saputro sempat membuat permainan Zena Zeni untuk mencairkan suasana. Semacam permainan tangkap jari teman. Untuk memulai game-nya, peserta mencari pasangan buat tangkap jari. Karena, saya datang berdua Ross adik bungsu saya, jadi saya berpasangan dengan dia. Saya menjadi Zena dan Ross menjadi Zeni. Kalau MC Ray memanggil nama Zena, maka Zena harus cepat-cepat menutup tangannya yang terbuka lebar dan Zeni harus menarik jarinya supaya tidak tertangkap. Beberapa peserta tertawa geli ketika jarinya tertangkap tangan temannya. Kata MC Ray, permainan Zena Zeni bermanfaat untuk melatih konsentrasi. Benar sih, karena peserta butuh fokus yang paripurna supaya jarinya bisa lolos dari jebakan tangan temannya.

Mengenal Blog, Yuk

Blog yaitu sebuah catatan yang ditulis secara online dan dapat dibaca oleh siapapun yang terkoneksi dengan internet ataupun secara offline asalkan disimpan dahulu (bookmark). Blog ini ibarat rumah kedua blogger (si pemilik blog). Blogger bebas men-setting blognya seperti yang dia inginkan, apakah blognya statis alias hanya untuk dibaca dan tidak dikomentarin. Atau blog dinamis yang senantiasa diupdate secara berkala dan ada interaksi antara pembaca dan si pemilik blog.
Menurut Teh Ani, tujuan membuat blog ada berbagai macam, salah satunya untuk menciptakan sejarah sendiri -seperti kalimat Papah saya di awal paragraf-. Benar ya, selama Anda bukan seleb atau seseorang yang berkuasa, maka sejarah hidup Anda ya hanya Anda seorang yang tahu. Kecuali, Anda menulisnya sendiri di blog.
Add To Cart
Untuk memulai terjun di dunia blog, yang pertama kali diperlukan adalah memiliki akun e-mail karena syarat membuat blog ya harus punya e-mail. Langkah selanjutnya yaitu membuat blog sesuai platform yang Anda minati, misalnya di wordpress, blogspot, tumblr atau blog komunitas berbasis media. Teh Ani sempat mencontohkan pembuatan blog menggunakan platform blogspot. Menurut teman-teman blogger, platform blogspot lebih mudah pemakaiannya ketimbang wordpress.
Dari workshop blogging sesi pertama, ada 3 catatan penting bagi setiap blogger pemula dari Teh Ani Berta :

  1. Blog ditulis sesuai minat Si Empunya Blog. Anda yang suka hobi motor bisa membuat blog tentang dunia roda dua. Yang suka menulis cerpen atau puisi bisa membuat blog tentang dunia fiksi. Yang rajin datang ke acara blogger bisa membuat blog reportase. Jadi, jangan banyak pertimbangan ketika membuat blog. Misalnya, apa yang mau ditulis atau siapa yang akan membaca endebrah endebreh. Bikin, tulis, share di sosial media.
  2. Untuk menunjang tulisan blog, jangan sekali-kali mencomot foto orang lain. Sebaiknya gunakan foto pribadi atau kalaupun harus menggunakan foto orang lain tulis sumber secara lengkap. “Jangan tulis sumber dari google. Foto yang Anda pakai itu bukan milik google tapi ada sumbernya”.
  3. Setelah menulis blog dan share di sosial media yang Anda punya, luangkan waktu untuk blogwalking atau berkunjung ke blog orang lain dan meninggalkan komentar. Tujuannya supaya orang lain berkunjung ke blog Anda. Cara ini efektif lho dan saya sudah membuktikannya. Sebelum puasa, Domain Authority (DA) saya enggak nyampe 15. Minggu ini, ada di angka 23. DA ini penting bagi blogger saya. Karena, menjadi tolok ukur kekuatan domain yang terjaring Google. Katanya sih, Mbah Google suka blog yang DA-nya tinggi.

Sebelum sesi pertama ditutup, Pemred Harian Republika Bapak Irfan Junaidi sempat memberikan pemaparan singkat seputar RepZoneId. “RepZone ini merupakan bagian dari Republika dan menjadi wadah bagi orang-orang yang doyan sosmed. Kami berharap komunitas RepZoneID bisa tumbuh bersama media cetaknya. Melalui RepZoneId, siapa saja bisa menulis. Kami punya 4 tim yang mengurusi RepZoneID. Mereka terpilih melalui seleksi ketat. Untuk mengembangkan RepZoneID, kami membutuhkan orang-orang yang lebih banyak lagi dengan minat yang sama.”
Tertarik menjadi blogger dan bergabung dengan RepZoneID ?
ttd-marso