Tamansari Cyberhome, Hunian Pintar Dukung Era Ekonomi Digital

tamansaricyberhome

Sepuluh tahun yang lalu, ketika masih berstatus sebagai mahasiswi Sistem Informatika di sebuah kampus swasta di kota Depok, saya memutuskan mendirikan usaha jasa pengetikan virtual. Sebuah usaha berlatar belakang saya Si Kakak Sulung yang gemas melihat 4 komputer pentium di rumah yang hanya dipergunakan untuk main games oleh adik-adik saya. Saya kepingin 4 komputer tersebut menghasilkan sesuatu. Berbekal izin dari orang tua, saya pun mendirikan Jasa Pengetikan Virtual dengan nama Alpha Charlie 07, sesuai nomor blok rumah orang tua yaitu AC7.

Tahun 2007, jasa pengetikan virtual masih terbilang asing dan bikin orang-orang bertanya “Apa itu jasa pengetikan virtual”. Pada saat itu orang memang lebih akrab dengan jasa pengetikan yang ada di rental sekitar kampus atau warung internet. Yang mengetik bisa mengetik sendiri dengan hitungan sekian rupiah per jam atau meminta diketikkan oleh penjaga rental/warnet.

Jasa pengetikan virtual yang saya tawarkan yaitu orang mencari jasa saya melalui iklan di dunia maya (google/iklan baris gratisan) dan komunikasi hanya dilakukan melalui virtual (telepon dan e-mail). Saya menyasar pada orang-orang kantoran yang butuh jasa pengetikan tetapi tidak memiliki waktu untuk datang ke rental. Saya membuat iklan di berbagai forum internet, komunitas dan juga iklan baris gratisan semacam olx. Rupanya jasa yang saya tawarkan disambut baik oleh orang-orang yang terbiasa mencari bantuan via Mbah Google. Tiga bulan menjalani jasa pengetikan virtual, saya kelabakan dengan order yang ada. Saya pun merekrut anak-anak kampus yang membutuhkan pemasukan tambahan sebagai Tukang Ketik.

Tahun demi tahun dilalui. Usaha jasa pengetikan virtual yang saya jalani berkembang, tidak hanya melayani jasa pengetikan tetapi jasa penerjemahan, penulisan buku hingga  jasa transkrip audio. Memang, tak sedikit orang yang meremehkan usaha yang saya kelola. Karena, bagi sebagian orang, usaha yang bergengsi ya usaha semacam mengelola restoran, percetakan dan sejenisnya. Yang terlihat di depan mata dan jelas pengunjungnya setiap hari. Sementara, saya bertahan dengan konsep Home Office. Kantornya ya di salah satu ruangan yang ada di rumah orang tua. Anak-anak kampus yang menjadi partner saya sebagai Tukang Ketik pun lebih sering ketemuan via Skype atau kalau diperlukan kami bakal meeting di coffee shop. Saya bersyukur dari usaha rumahan berbasis virtual ternyata bisa bermanfaat bagi orang-orang di sekitar saya. Termasuk, bermanfaat bagi para Tukang Ketik yang bekerja membantu saya. Karena itu, satu bulan sebelum menikah, saya mantap resign dari pekerjaan saya sebagai Personal Assistant dan memilih bekerja dari rumah.

Bekerja Dari Rumah, Why Not ?

office-work-1149087_1920

Di tahun 2016, Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) mencanangkan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang menandai pergerakan baru di dunia digital. Pemerintah memiliki target nilai e-commerce pada tahun 2020 hingga 130 milyar, yang akan berdampak pada GDP Indonesia menjadi 9 %. Era ekonomi digital merupakan era dimana masyarakat lebih banyak bekerja dan bertransaksi menggunakan smartphone. Pekerjaan bisa dilakukan secara mobile. Bahkan, tak sedikit yang melakukannya dari rumah.

Salah satu tantangan bekerja di rumah adalah urusan kecepatan mengakses internet. Apalagi job desk saya lumayan padat sebagai Ibu Bekerja Di Rumah, yakni mengelola Jasa Pengetikan Virtual & Transkrip Audio sembari menekuni hobi menulis sekaligus bekerja profesional saya sebagai Penulis Lepas maupun sebagai Blogger.

Kebayang dong kalau dalam sehari saya harus mendownload file audio rekaman wawancara dari klien berkapasitas besar, kemudian harus mengirimkan naskah editing tulisan saya di majalah dan juga harus posting job review dari klien di blog tetapi internet di rumah sangat lambat. Saya sempat berganti-ganti provider internet demi pekerjaan di rumah saya lancar. Bahkan, suatu kali ketika internet saya bermasalah, saya terpaksa memboyong pekerjaan saya dan Mada -anak saya- ke sebuah coffee shop dan mengandalkan koneksi wifi. Duh, enggak efektif banget. Apalagi saya harus sesekali mengawasi Mada anak saya yang masih batita. Hasilnya ? Pekerjaan memang terselesaikan dengan baik, namun saya tumbang secara fisik.

Saya pun langsung berandai-andai memiliki rumah pintar yang didukung dengan teknologi super yang dapat mendukung pekerjaan saya di rumah. Sehingga, saya tetap lancar bekerja sembari mengawasi Mada yang bermain di sekitar saya. Eh, ada enggak ya ?

Cyberhome, Inilah Solusi Bagi Masyarakat Era Ekonomi Digital

Dari Mbah Google, saya langsung mendapat jawaban bahwa kriteria rumah pintar idaman saya sudah ada di Bogor. Namanya Tamansari Cyber Residence atau Tamansari Cyberhome. Cukup mengandalkan akses internet super cepat hingga 10 Gbps serta fasilitas alamat IP Publik yang didapatkan, para penghuni Cyberhome dapat melakukan 4 kegiatan sekaligus yakni Belajar, Bekerja, Bisnis dan Rekreasi tanpa harus keluar rumah. Siapa yang enggak kepingin coba ?

Dari video Tamansari Cyber di atas, nampak kegiatan para penghuni Cyberhome yang diabadikan dari drone. Ada Ibu-ibu yang sedang senam bersama, melakukan aktivitas yoga, para Ayah yang sedang bersosialisasi dengan tetangga dan anak-anak yang bebas bermain di jalan. Duh, siapa sih yang enggak kepingin tinggal di hunian pintar dan berada satu lingkungan dengan para tetangga generasi digital savvy ? Enggak bakalan lagi deh dinyinyirin tetangga “Betah amat sih dekam di dalam rumah” atau “Bekerja di rumah bisa punya mobil dan jalan-jalan keliling Indonesia, ah pasti miara tuyul ya ?”. Justru, bukan hal mustahil Anda penghuni Cyberhome dan para tetangga yang digital savvy saling support satu sama lain.

Keistimewaan Cyberhome sendiri dapat terlihat dari tabel di bawah ini :

cyberhome

Tamansari Cyber Residence dibangun oleh PT. Wika Realty yang bekerja sama dengan PT Cyber­indo Persada Nusantara sebagai penyedia jasa internet. Ada 300 unit hunian minimalis yang berlokasi di Jl Cyberpark Residence, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor Selatan Jawa Barat. Konsep Cyberhome bukan hanya terdapat pada kecepatan akses internet, tetapi meliputi fasilitas yang tersedia di dalam setiap unit rumah yaitu : sakelar wireless, stop contact wireless, smart gateway serta infrared controller.  Lupa mematikan lampu rumah ketika mudik ? Tinggal kendalikan dari jarak jauh via gadget Anda.

Cyberhome terdiri dari 2 unit yaitu Tipe Bandwidth dan Tipe Homepage dengan spesifikasi sebagai berikut ini :

Tipe Bandwidth 62/105

tipesatu

denahbandwidth

Merupakan bangunan 2 lantai seluas 62 meter persegi yang berdiri di atas lahan seluas 105 meter persegi. Memiliki 2 unit kamar tidur, 2 kamar mandi, 2 ruang tamu/keluarga dengan 1 dapur dan 1 garasi. Pondasi menggunakan batu kali/sloof beton bertulang, dinding berupa bata merah, lantai menggunakan homogenous tile 60 x 60 cm, kusen : alumunium, rangka atap : baja ringan, plafon : gipsum dan kapasitas listrik 2200 watt.

Tipe Homepage 75/120

tipedua

homepagecyberhome

Merupakan bangunan 2 lantai seluas 75 meter persegi di atas lahan seluas 120 meter persegi. Memiliki 3 unit kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 dapur, 2 ruang tamu keluarga  dan 1 garasi.  Pondasi menggunakan batu kali/sloof beton bertulang, dinding berupa bata merah, lantai menggunakan homogenous tile 60 x 60 cm, kusen : alumunium, rangka atap : baja ringan, plafon : gipsum dan kapasitas listrik 2200 watt.

Harga yang ditawarkan per unit mulai dari Rp 1 milliar dengan fasilitas sebagai berikut :

Meskipun terletak jauh dari pusat Ibukota, fasilitas yang terdapat di sekitar Tamansari Cyber cukup komplit. Enggak perlu khawatir bagi yang memiliki anak dan bingung mau menyekolahkan dimana, karena ada pilihan sekolah dari jenjang TK  hingga SMA. Demikian juga untuk urusan transportasi, ada Stasiun Bogor dan Tol Jagorawi.

fasilitascyberhome

 

Yang tak kalah penting, meskipun Tamansari Cyber merupakan kompleks hunian pintar dengan para penghuni yang digital savvy, tetapi nuansa asri tetap terasa. Berlatar belakang Gunung Salak dengan tata landscape yang nyaman di dalam area kompleks Cyberhome. Mewujudkan mimpi masa depan dari rumah, mengapa tidak ?

ttd-marso

Iklan

18 comments

  1. Mba Aya hebat ih jaman kuliah udha bisa menghasilkan uang.

    Eh ada ya rumah kaya gitu. Mupeng banget. Tapi ya harganya meni selangit pisan.

  2. Wuih mantab rumah itu, bisa punya satu pasti betah banget kita di rumah. Tapi sesekali boleh juga kopdar ya sambil yoga hehehe mimpi dulu, bukankah semua berawal dari mimpi.

  3. Kalau buat orang yang punya kegiatan full di rumah, fasilitas perumahan emang penting banget, karena kan kita butuh dukungan juga ya kegiatannya, sehingga ga perlu banyak keluar perumahan… Thanks infonya kak!
    Salut saya. mbak aya buka bisnis sendiri di rumah. Inspiratif banget….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s