Perempuan #MemesonaItu Katakan Tidak Pada KDRT, Selingkuh dan Berita Hoax

avitalis

Saya tertegun menyaksikan tayangan infotainment di televisi menjelang sore hari. Kegiatan menonton televisi jarang banget saya lakukan saat langit masih terang, karena saya jarang ada di rumah sepanjang hari. Status saya di KTP memang Ibu Rumah Tangga, tetapi kegiatan saya di luar urusan domestik cukup padat. Sebagai seorang blogger profesional, saya harus rajin mengupdate ‘rumah maya’ saya. Sebagai seorang Transkriptor, saya harus siap sedia ketika klien saya membutuhkan diri saya untuk membantu tugas-tugas notulensi.

Balik ke tayangan infotainment di atas. Sebut saja namanya Mbak ES, seorang komedian sukses yang baru saja berpisah dengan suaminya. Iya, pisah. Dalam sebuah tanya jawab berbeda lokasi, host tayangan infotainment sempat bertanya bagaimana perilaku mantan suami si komedian. Sembari matanya menerawang, ia menjawab : “Suami saya itu orangnya gampang ngambek, pernah waktu itu saya belikan makanan, dan gara-gara suatu hal dia lempar itu makanan.”

Lalu, si host mengkonfirmasi pada suaminya di tempat terpisah. Si suami mengakui memang memiliki sifat mudah marah, sensitif dan maunya diperhatikan pasangan. Dan, yang lebih bikin dada saya enyessss ketika dia dengan enteng bilang “Saya memang melempar makanan yang dikasih sama ES. Harusnya dia tahu hal-hal yang bisa bikin saya marah dan tersinggung. Harusnya dia enggak ngomong begitu.”

Terlepas dari gosip rekayasa atau memang benar, tetapi kenyataanya memang kekerasan terhadap perempuan masih saja sering terjadi di Indonesia. Konsep pola asuh patriarki -dimana seorang laki-laki adalah penguasa- turut menyumbang pada tingginya tingkat kekerasan di Indonesia.

Dua tahun terakhir ini rasanya mudah sekali menemukan berita-berita seputar KDRT, perselingkuhan atau berita hoax yang terlihat nyata tapi ternyata ya bohong belaka. Perempuan yang #MemesonaItu Katakan Tidak Pada :

Kekerasan Dalam Rumah Tangga

atau biasa disingkat KDRT adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (wikipedia).

KDRT telah menjadi momok menakutkan bagi setiap perempuan terutama perempuan dewasa yang belum menikah atau sudah menikah. KDRT enggak melulu menyangkut perbuatan yang melukai fisik, tetapi setiap bentakan atau ancaman yang keluar dari mulut pasangan pun berkategori abuse.

new-piktochart_22591605_0824594a156c49d58e1e88958f425aec4997243f

Tindakan KDRT tidak pernah dibenarkan dalam agama apa pun, termasuk Islam.

“Maka, disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya, kamu  bersikap keras lagi kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu …” (Ali Imran 3 : 159).

Negara dalam hal ini melalui Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini, wanita memiliki kekuatan untuk melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan pasangannya. Jadi, jangan takut laporkan!

Selingkuh

Image result for selingkuh

Photo credit : Madjongke

Setiap perbuatan selalu ada resikonya, apalagi di era digital seperti sekarang ini. Orang bisa dengan mudah menggunggah apapun ke dalam media sosial. Kadang ada hal positif yang bisa diambil, kadang berita yang melintas cukup dijadikan bacaan ringan di saat senggang.

Beberapa waktu lalu, viral berita tentang curhat seorang istri yang sedang hamil dan  memposting tentang suaminya yang selingkuh dengan teman kantornya. Hubungan selingkuh itu dilakukan terang-terangan dengan memposting foto kebersamaan duo pasangan selingkuh di sosial media. Netizen langsung mengecap perempuan yang tega merebut suami orang itu dengan sebutan pelakor (perebut laki orang). Apes ya.

Jauh-jauh deh dari selingkuh.

Berita Hoax

Image result for berita hoax

Acung ayo siapa yang rajin nge-share berita dari timeline tanpa disaring dulu ? Era serba digital, informasi begitu mudah didapat. Banyak beredar video-video yang kadang kurang etis muncul di timeline. Contohnya, video atau gambar tentang kejadian kecelakaan di suatu tempat. Banyak juga berita-berita hoax yang terlihat fakta, tapi nyatanya hanya rekaan.

Jadi, think twice sebelum menekan tombol ‘bagikan ke public’. Menjadi netizen yang cerdas teramat sangat diperlukan di era digital ini.

Perempuan #MemesonaItu enggak selalu sempurna, tetapi dia tahu kapan waktunya berkata TIDAK dan kapan waktunya katakan IYA. Dan, pastinya perempuan #MemesonaItu tahu mana wewangian yang cocok untuk karakter dirinya.

Aku dan Si Hijau Vitalis Body Scent Belle

Sebagai perempuan yang bekerja di rumah, bukan berarti berpenampilan ala kadarnya dan kucel ya. Ritual saya setiap pagi setelah bangun tidur adalah langsung mandi, memakai baju yang rapi dan enggak lupa mengoleskan bedak dan lipstik tipis. Yang paling penting dari seluruh ritual pagi itu saya kudu menyemprotkan wewangian yang enak buat penunjang mood juga.

Untuk wewangian, saya pilih Vitalis Body Scent Belle yang botolnya berwarna hijau. Saat saya membeli di hypermarket, Mbak SPG-nya bilang : “Ini yang terbaru dari Vitalis,” dan ketika saya mencoba testernya saya langsung suka sama aroma citrusnya. Lembut tapi segar. Perpaduan wangi citrus dengan floral, fruity, green, woody dan musky sudah cukup untuk menambah rasa percaya diri saya dan nyium wanginya aja nambah level happy saya lho. Dan, yang terpenting adalah Vitalis Body Scent Belle aromanya nempel sepanjang hari. Jadi, enggak perlu semprot berkali-kali biar tubuh wangi.

Kalau saya sudah cling gitu, saya lanjut mengerjakan pekerjaan domestik sembari mengurus Mada. Kegiatan seperti menyuapi Mada atau menemaninya makan, memandikan Mada hingga menemaninya main saya lakukan setiap hari sebelum mengerjakan orderan transkrip atau meng-update laman blog pribadi saya.

Kalau kamu pilih mana, Mak ?

 

#MemesonaItu

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s