Bagaimana Menjaga Hati Di Era Serba Digital ?

herbadrink

“Jagalah hati jangan kau kotori, Jagalah hati lentera hidup ini, Jagalah hati jangan kau nodai, Jagalah hati cahaya Illahi” lantunan lagu religi itu berkumandang dari sebuah gadget ketika saya sedang mengantri di antara pengunjung coffee shop yang baru saja buka. Saya menoleh pada si empunya ringtone religius itu. Seorang laki-laki brewokan dengan panjang rambut sebahu yang jemari kanannya tak lepas memegang tasbih digital.

Lagu tentang menjaga hati itu sempat populer pada tahun 2000an. Dan, liriknya tetap makjleb sampai sekarang. Apalagi di era serba digital ini katanya justru bikin orang gampang baper. Ada orang posting foto makanan di sosial media, langsung baper dan ngedumel di status. Ada pasangan keluarga muda yang hobi selfie tiap kali jalan-jalan, kadar baper Anda pun langsung meningkat berlipat ganda. Orang yang pertama Anda jadikan sasaran kebaperan yaitu Pak Suami. Karena, sekarang eranya serba digital, lebih mudah berkirim pesan ke Pak Suami via whatsapp komplit dengan emoticonnya. Enggak kudu kirim surat lewat burung merpati.

“Papih ini gimana sih, tiap hari pergi pagi pulang pagi, kapan dong kita ke travelling ? Orang-orang udah pada ke Perancis, kita masih aja liburan ke Ciamis lagi, ke Ciamis lagi”

Belum selesai Pak Suami membalas karena dia sedang rapat, Anda pun langsung menghujani dengan ke-baper-an versi lainnya.

“Please ya Pih, next time kita pepotoan muka papih tuh jangan kaku. Sekali-kali aku dirangkul kek atau digandeng kek kayak orang-orang. Papih gak romantis, payah !”

Kalau Pak Suami tipe penyabar, palingan hanya kasih respon berupa pesan singkat “Sabar ya Mih, doakan aku rezekinya lebih baik” atau mungkin hanya kasih emoticon jempol. Sesekali sih enggak apa, lain cerita kalau dalam seminggu Anda sering ngomel gara-gara hati Anda sering bergemuruh setelah online.

Menjaga hati itu penting pake banget, jangan sampai gara-gara sering baper di sosial media, hubungan Anda dan pasangan menjadi renggang. Atau, parahnya teman-teman menjauhi Anda gara-gara kadar baper Anda terlalu tinggi. Supaya hubungan dengan pasangan tetap awet dan Anda tetap dikelilingi teman-teman yang baik, ini lho 3 kiat mudah menjaga hati di era serba digital :

1. Gali potensi diri

https://i2.wp.com/www.fabulistas.com/wp-content/gallery/gender-reveal-party/women-crafting-evening-pinatas-bloggers.jpg

Photo Credit : Fabulistas

Cara mudah untuk mengurangi sirik yaitu berusaha mengetahui potensi diri. Apa hubungannya ? Ada dong. Seringkali orang yang sirik dan baper, karena dia enggak tahu potensi dirinya. Padahal, kenal sama potensi diri memiliki banyak manfaat.

Misalnya, ketika kita punya minat menulis, bisa menyalurkan kegiatan menulis dengan mengikuti komunitas. Syukur-syukur dari kegiatan menulis itu teman Anda bertambah, wawasan terbuka dan bisa mendulang prestasi dan uang. Kalau sudah begitu, boro-boro sempet baper ya, karena otak sudah fokus tugasnya : gali potensi diri.

2. Bersyukur

https://i1.wp.com/www.virtuesforlife.com/wp-content/uploads/2009/11/Grateful-Woman.jpg

Photo Credit : Ciertueslife

Kunci hati yang bahagia adalah banyak bersyukur. Menurut Quraish Shihab, ada 3 cara bersyukur yaitu bersyukur dengan hati, lidah dan perbuatan. Semakin sering kita bersyukur, Tuhan akan menambah nikmat kita.

Orang tua saya sering bilang, ketika hati sedang sedih, galau dan tak menentu coba deh samperin kotak amal yang ada di depan mata Anda. Ucapkan bismillah dan sisihkan beberapa lembaran uang yang ada di dalam dompet. Insya allah, ada perasaan lega. Dan, rasa syukur pun muncul.

Enggak nemu kotak amal ? Ah, bisa nyoba sedekah online via transfer, sis.

3. Membiasakan diri minum minuman herbal

Setelah menjaga hati dengan cara menggali potensi diri dan banyak bersyukur, selanjutnya menjaga hati dengan membiasakan diri minum minuman herbal. Hari gini ya mudah banget menemukan berbagai minuman soda atau minuman-minuman yang terlihat enak tetapi akan berdampak pada kesehatan hati kita.

Mamah saya paling rajin mengingatkan 6 anaknya termasuk saya untuk senantiasa banyak minum air putih minimal 8 gelas sehari dan mengasup minuman sehat. Tiap kali mampir ke rumah Mamah, beliau selalu membuatkan saya minuman sehat entah berupa jus buah atau teh yang dicampur bahan-bahan alami seperti sereh, jahe atau seledri. Kebiasaan Mama ini tentu menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu tiap kali kami berkumpul sekeluarga.

Suatu hari ketika saya sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah event, handphone saya berbunyi. “Kak, nanti titip beliin temulawak ya, Mama mau bikin ramuan temulawak” kata Mama. Di seberang handphone terdengar suara Mada memanggil-manggil nama saya.

“Temulawak ? Untuk apa ya Mah ?” tanya saya, balik.

“Semalam Onti pulang dari kantor katanya enggak enak badan. Mama kerokkin badannya merah-merah. Masuk angin. Dia kan seminggu ini begadang terus, pulang pun larut malam,” kata Mama.

Saya manggut-manggut ber-ohhh. “Yowes nanti mampir ke Carrefour sekalian belanja keperluan Mada,”

Di Carrefour, setelah saya memilih-milih barang keperluan Mada seperti baby powder, sabun dan pasta gigi, selanjutnya saya menuju ke Groceries. Ketika saya melewati rak minuman, seorang SPG menawarkan satu kotak kuning Herbadrink Sari Temulawak.

“Silakan dicoba Bu, Herbadrink-nya” kata SPG itu menghampiri saya. Ada beberapa gelas kecil minuman dengan warna yang berbeda. “Ini Herbadrink ada berbagai rasa, ada Sari Jahe, Kunyit, Kunyit Asam Sirih, Chrysanthemum, Beras Kencur, dan Sari Temulawak.”

Saya tertarik mengambil gelas berwarna kuning yang berisi Sari Temulawak dan langsung meneguk tandas. Segar. Wah, Sarah dijamin bakalan doyan kalau rasa minuman herbalnya enak gini, batin saya.

“Untuk yang Sari Temulawak ada 2 pilihan rasa, yang satu dengan gula dan satu lagi Sugar Free. Yang Ibu tadi cobain itu yang dengan gula,” jelas Mbak SPG.

“Saya pilih Sari Temulawak, yang pakai gula dan bebas gula,”

Mbak SPG menunjukkan rak minuman yang ada Herbadrink. Saya cukup terkejut melihat harganya yang cukup murah untuk sebuah minuman herbal. Satu kotak Herbadrink Sari Temulawak dibandrol dengan harga Rp 9750. Untuk varian rasa yang lain paling mahal ya tetap murah, di bawah Rp 12,000. Dalam satu kotak Herbadrink, ada 5 sachet yang disertai dengan informasi di setiap sachet-nya.

IMG_20170519_170159

Tiba di rumah, Mama sempat kaget mendapati titipannya bukan dalam bentuk temulawak yang buat digerus-gerus, tetapi minuman herbal serbuk.

“Ini lebih praktis daripada Mama kudu gerus-gerus dulu temulawak. Tinggal seduh air panas atau air dingin. Tangan Mama juga enggak kuning pekat. Manfaatnya sama seperti temulawak yang biasa Mama gerus itu,”

Saya membuatkan Sari Temulawak dingin untuk Mama dan Sari Temulawak hangat untuk Sarah dan saya sendiri. Saya yang rajin begadang mengerjakan orderan pun wajib menjaga kesehatan hati nih.

Jadi, sekarang udah tau dong ya cara menjaga kesehatan hati di era serba digital ?

 

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Iklan

3 comments

  1. Lihat vidionya jadi pengen nyobain Herbal Drink, jadi sekarang selain piknik kudu jaga hati ya biar g baperan. Fokus sama yang menyenangkan saja, yang bikin baper abaikan supaya sehat lahir dan batinšŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s