Cheria Travel Wujudkan Impian Jelajah Pulau Eksotis Bersama Pasangan Halal

cheria

Tiga bulan sebelum menikah, Juli 2012. “Bunn, kalau kita udah jadi pasangan halal, aku mau ajak kamu ke kilometer 0 di Sabang,” ujar Pak Gondrong dengan mimik muka serius. Mata saya berbinar. Saya menggangguk mendengar ucapan calon suami saya. Selama kami pacaran memang enggak pernah pergi-pergi jauh layaknya pasangan lain, palingan ya muter-muter Jakarta thok. Orang tua saya memang sangat strict urusan pacaran. Jadi, biarpun calon suami saya ini Ketua komunitas motor ya selama 3 tahun kami pacaran lebih banyak di rumah.

Hati saya berdesir-desir membayangkan calon suami akan mengajak jalan-jalan yang tujuannya enggak tanggung-tanggung, Kilometer 0 di Sabang Aceh. Antara senang dan entah bisa apa enggak. Wong, kondangan naik motor ke Bekasi aja saya mabok di jalan. Keliyengan gara-gara kepanasan lah. Atau, yang pegel duduk di atas jok motor tua jepang. Gimana kalau touring motor ke Aceh ?

“Hunn, kita ke kilometer 0 touring sama anak-anak motor ?” tanya saya, kemudian.

Calon suami saya tertawa geli. “Ya enggaklah, mana mungkin aku ngebiarin istriku merana naik motor sepanjang jalan demi touring sampai ke kilometer 0. Kita naik pesawat, oke ? Doain aku rezekinya banyak,” ujarnya. Saya meng-amin-kan impiannya.

1924031_1103229749406_212723_n

5115_1076779248160_7889760_n5115_1076779208159_3459220_n

Waktu pun berlalu. Setelah kami menikah, impian itu terpendam karena bengkel motor Pak Gondrong selalu ramai pengunjung. Hari liburnya hanya hari Jumat. Itupun kadang dipergunakan untuk istirahat di rumah demi mengumpulkan tenaga untuk bekerja saat weekend. Ketika uang sudah terkumpul untuk mewujudkan impian kami, ah saya rupanya positif hamil muda dan mengalami flek. Selama 3 bulan kehamilan pertama saya harus bedrest.  Hal yang sama terulang ketika saya hamil anak kedua, yaitu satu bulan pasca kehilangan anak pertama.

Alhamdulillah, Mada anak saya yang kedua Juni besok genap 3 tahun. Saya ingin mewujudkan liburan lebaran pergi ke Kilometer 0 dan jelajah destinasi Pulau Weh bersama Pak Gondrong dan Mada.

Mengapa Harus Ke Pulau Weh ?

pulauweh

Foto milik sudutpandangprod.blogspot.com

  1. Buat seorang bikers atau anak motor, pergi ke tempat-tempat bersejarah dan unik di Indonesia wajib hukumnya untuk menumbuhkan cinta tanah air. Setelah Pak Gondrong berkeluarga, rasanya enggak afdol kalau saya dan Mada hanya mengenal Pulau Jawa.
  2. Pulau Weh merupakan titik paling barat di Indonesia. Bagi wisatawan yang datang ke Monumen Kilometer 0 yang terletak di Sabang Pulau Weh, akan mendapatkan sertifikat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang. Tentu hal ini akan menjadi pengalaman menarik.
  3. Sebelum Perang Dunia II, Pelabuhan Sabang merupakan pelabuhan sangat penting bagi saudagar dan bangsa Belanda. Bahkan, mengalahkan Pelabuhan Singapura.
  4. Terdapat banyak tempat bersejarah pada zaman dahulu dan menjadi cikal bakalnya Asrama Haji pada masa kolonial, yaitu di Pulau Rubiah yang terletak Desa Iboih. Saya sempat menonton tayangan Pulau Rubiah di televisi. Di lokasi, nampak sisa bangunan asrama haji pada zaman Belanda. Jamaah haji Indonesia yang mau berangkat dan pulang wajib dikarantina di Pulau Rubiah.
  5. Di Pulau Weh, banyak pantai eksotis dengan airnya yang biru jernih lengkap dengan biota laut. Ada Pantai Iboih yang memiliki gunung berapi di bawah permukaan laut, lalu Pantai Anoi Item yang memiliki pasir berwarna hitam, ada juga Pantai Sumur Tiga yang memiliki tiga sumur air tawar. Kemudian, ada Pantai Gapang yang disebut-sebut sebagai tempat wisata paling sempurna di Pulau Weh. Selain pantai, Pulau Weh juga memiliki  Danau Aneuk Laot yang menjadi sumber PLTA di Pulau Weh dan Air Terjun Pria Laot dimana kita bisa berenang sambil merasakan “fish spa”.
  6. Ingin merasakan sensasi kulineran Aceh langsung di tempat asalnya. Selama ini kan, tiap kali saya makan Mie Aceh atau nyemilin Kue Timpan kudu ke Warung Mie Aceh Pidie 2000 yang ada di Margonda Depok. Atau, kepingin Rujak Aceh yang enak ada di Ground Terminal Blok M Jakarta Selatan. Di Pulau Weh pasti lebih mudah menemukan 3 makanan tersebut dengan cita rasa yang lebih otentik. Bonusnya, ketemu kuliner yang hanya ada di Pulau Weh seperti Sate Gurita atau Ungkot Keumamah (semacam suwiran ikan tuna pedas).
Nah, untuk bisa mewujudkan impian kami, tentu tidak bisa sembarang memilih biro travel. Apalagi tujuan destinasi liburan lebaran kami adalah Serambi Mekah. Tentu harus pilih biro travel yang mengedepankan unsur halal dari segi apapun. Dari teman-teman yang rajin travelling, saya baru tahu ada istilah wisata halal dan saya direkomendasikan menggunakan Cheria Halal Holiday dari Cheria Travel.
Cheria Halal Holiday tidak hanya menyediakan perjalanan wisata halal di Pulau Weh dan tempat-tempat eksotis di Indonesia. Untuk persiapan liburan akhir tahun, bisa dong ya melirik paket tour wisata lainnya ke Negara-negara di berbagai belahan dunia. Contohnya,  Paket Tour Wisata Halal Bangkok atau Paket Tour Wisata Halal Beijing. Di dua negara yang saya sebutkan barusan, agak sulit ya menemukan makanan halal kecuali bersedia repot hunting sendiri. Dengan Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia, wisata halal kemanapun destinasi Anda dapat terwujud sempurna.

Saya sempat penasaran dengan konsep wisata halal yang diusung Cheria Halal Holiday dari Cheria Travel.  Apakah wisata halal adalah wisata yang benar-benar syar’i atau konsep halal itu hanya ada di makanan dan minuman yang disediakan ? Di website Cheria Travel, disebutkan Cheria Halal Holiday Dukung Fatwa MUI Terkait Wisata Syariah. Saya tuliskan beberapa poin penting dari Fatwa MUI NOMOR 108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah berikut ini :

jjj

1. (Poin pertama) Destinasi Wisata Syariah adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas ibadah dan umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan yang sesuai dengan  prinsip syariah.

jj

2. (Poin lima) Hotel syariah tidak boleh menyediakan fasilitas hiburan yang mengarah pada kemusyrikan, maksiat, pornografi dan/atau tindak asusila;

jjj
3.(Poin enam) Ketentuan terkait wisatawan menjaga kewajiban ibadah selama berwisata

jjj

4. (Poin tujuh) Destinasi wisata wajib memiliki :

  • Fasilitas ibadah yang layak pakai, mudah dijangkau dan memenuhi persyaratan syariah;
  • Makanan dan minuman halal yang terjamin kehalalannya dengan Sertifikat Halal MUI
  • Menyediakan fasilitas, peralatan dan sarana yang memadai untuk pelaksanaan ibadah, termasuk fasilitas bersuci
5. (Poin delapan) Ketentuan Spa, Sauna dan Massage :
Terapis laki-laki hanya boleh melakukan spa, sauna, dan massage kepada wisatawan laki-laki; dan terapis wanita hanya boleh melakukan spa, sauna, dan massage kepada wisatawan wanita;

jjj

Dengan membaca poin-poin dari Fatwa MUI, perjalanan wisata kemanapun bersama Cheria Halal Holiday dijamin aman dan nyaman. Jadi, enggak perlu waswas ya jadwal sholat wajib bakal libur gara-gara menyusuri Tembok China yang sangat panjang. Begitu juga saat mengikuti wisata 5 hari 4 malam di Pattaya Bangkok. Enggak bakal deh ketika lapar melanda trus nyasar ke kafe atau bar yang banyak terlihat di Pattaya. Untuk membedakan makanan halal atau tidak di Bangkok, cukup lihat tanda di papan restoran atau gerobak. Kalau ada lambang bulan sabit dan bintang dijamin halal. Tour guide Cheria Halal Holiday pastinya sudah tahu betul tempat makan enak dan halal.

Siapa mau coba ?


Lomba Menulis Artikel Cheria Wisata

Iklan

37 comments

  1. Dulu sy pernah PP Jkt Bdg pk motor aja udh bangga. Eh ternyata temen sy mudik ke Surabaya pk motor juga. Klo inget usia sih udh ndak kuat hehe

  2. Kalau gin asik nih, gak cuma wisatanya yang halal, tapi bersama pasangan halal juga ya. Aku jadi pengen, tapi nunggu ada pasangan halalnya juga..hhehe

  3. Pak Gondrong bikers sejati y mba tapi aku ga bisa klo diajak nek motor jauh hahaha. pengen banget aku juga ke Aceh semoga kita bisa kesana y mba dikabulkan sama Cheria hahaha

  4. WaaHhhh…ternyata suami mbak Maria adalah ketua komunitas motor…asik dong diajak jalan2 terus. Btw selain mie Aceh, ada juga sate gurita ya iiihh serem ga tuh makannyahihihi sambil merem kali ya…seru nih ke nol km 😊

    1. benar mbak ev, apalagi ini touringnya bukan yg nginep2 di hotel/motel … klo udah waktunya tidur pas malem ya tidur aja di pom bensin rame2 ato klo di lokasi ada rumah kenalan ya tidur di situ … bismillah semoga terwujud ya mbak

  5. Wah, keren euy Pak Gondrong. Level touring saya cuma Jogja-Tasikmalaya-Subang. Pulangnya motor dipaketin, karena badan keburu pegel he he….. Salam buat beliau. Kalian keren 🙂

    1. ahahaha touring romantis 😄 pak gondrong jabatan ketua komunitas tapi istrinya dilarang bawa2 motor jauh apalagi touring, blio bilang “udah kamu naik sepeda aja biar aman” lol

  6. Baca ini langsung terbayang kelezatan mie Aceh yang ada kepitingnya. Ha-ha-ha dasar doyan makan aku mah.Oh ya kalau ajakin Mada naik motor jaketnya yang super tebel yabiar ga masuk angin.

  7. Yess mba. Pulau weh itu eksotisme luar biasa dan rute di sana enak banget dijelajah pakai motor. Eee cie, asyik nih mah. Pacalan sama ketua komunitas motor.

  8. aku nyeseeeel banget… masa 18 thn tinggal di aceh dulu, ga sekalipun aku sempet datangin pulau Weh -__- .. skr aja udh merantau di jakarta gini, makin jauh dan mahal deh biaya kesana :D.. padahl pulau weh itu memang bagus bgt dr yg aku baca mba… kulinernya ada ygwajib banget tuh,, mie kepiting… aku pgn bgt ke Weh ya krn itu sbnrnya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s