Bawa Anak Ke Big Bad Wolf, YAY or NAY ?

bbw2017

Datang. Enggak. Datang. Enggak. Datang. Engg, saya berulangkali bertanya pada diri sendiri saat terpilih sebagai undangan VVIP untuk event buku terbesar se-Asia Tenggara, Big Bad Wolf 2017 (BBW). Yang bikin galau itu soal waktu, karena undangan VVIP hanya berlangsung sehari yaitu pada hari Kamis (20/04). Pas banget sama jadwal Mada ke PAUD. Sempat tergoda, saya kepingin yang menunggui Mada di PAUD itu neneknya (mertua), biar neneknya tahu dunia PAUD cucunya. Jadi, Rabu malam saya sudah boyongan bawa tas 3 biji buat perlengkapan menginap kami bertiga. Iya, saya + Mada dan Pak Suami menginap di rumah Nenek.

Eh, menjelang tengah malam saya kembali galau. Dasar saya ini mamak-mamak ‘korban’ ilmu parenting yang maunya tahu detail urusan pendidikan anak, saya keukeuh kepingin nungguin Mada di sekolah. Toh, cuma sejam. Setelah itu baru deh cuss ke BBW. Alhamdulillah, dibolehin. Sebelum pergi, saya sempat galau juga, kepingin banget bawa Mada tapi saya nyadar diri banget, karena Mada itu :

  1. Kalau udah ketemu buku, pasti keukeuh mau buku ini mau buku itu dan mau bukunya bukan cuma satu, tapi banyaaaak
  2. Udah enggak bisa diakalin misal “Buku yang ini lebih bagus lho, Mas Mada”. Karena, bocahnya tipe yang keukeuh semacam emaknya dan ingatan dia kuat banget. Kalau dia pilih barang dan nyampe rumah barangnya enggak ada atau beda, pasti ditagih terus. Berabe kan kalau di lokasi dia pegang buku yang harganya mihil bingit tapi dompet emaknya tipis.
  3. Tipe bocah yang maunya bergerak terus. Satu-satunya yang bisa bikin Mada anteng itu cuma video baby fingers + 5 little monkey dll di yutup. Duh, rasanya egois ya, demi berburu buku trus anaknya dikasih gadget aja selama berjam-jam. Kasian ah.

Jadi, dengan 3 alasan di atas plus saya juga belum tahu lokasi pasti ICE BSD, akhirnya saya FIX enggak bawa anak dan datang seorang diri ke BBW 2017. Tiket VVIP yang saya punya berlaku untuk 2 orang dewasa. Saya sempat menawarkan ke beberapa teman, sayangnya karena unsur lokasi jauh, banyak yang enggak bisa ikut menemani. Sekalinya ada teman yang biasa PP Cinere-BSD, eh dia sudah punya acara bareng anak plus sepupunya ke Disney On Ice, yang lokasinya di ICE juga tapi bentrok jamnya dengan BBW.

Dari Cinere ke ICE BSD, saya menggunakan ojek online dengan tarif enggak nyampe Rp 50k. Rutenya, dari Cinere melewati Pamulang langsung BSD. Untungnya, saya dapet driver orang Pamulang jadi enggak ada acara nyasar. Saya berangkat setengah 11 pagi dan setengah 12, saya sudah tiba di lokasi.

Lokasi BBW 2017 di hall 8, bersebelahan dengan event Disney On Ice. Agak nyesel ya, sebelum berangkat harusnya tarik tunai BCA soalnya di ICE BSD enggak ada ATM BCA. Seluruh tenant F & B yang ada di lobby pun bayarnya kudu pakai Debit Mandiri atau Credit Card semua bank. Meskipun hanya beli air mineral. Proses registrasi mudah dan alhamdulillah saya dapat voucher belanja BBW. Lumayan kan ya.

Niat sebelum masuk ke acara, saya cuma mau belanja buku 100 ribu rupiah plus voucher 50 ribu rupiah. Total belanja 150 ribu lah ya. Dari pintu masuk, saya langsung cusss ke bagian buku sebelah kanan. Buku-buku berbahasa Indonesia. Satu setengah jam saya hunting buku di bagian Buku Anak Indonesia, eng ing eng … ada 30 buku anak seharga 2000 rupiah sampai 8000 rupiah ada di dalam keranjang saya. Buat apa buku sebanyak itu ? Ndadak, saya kepingin hunting buku buat goodies bag ultah Mada di bulan Juni. Kalau koleksi buku Mada mah sudah cukup banyak di lemari. Beli buku buat bacaan baru Mada enggak kudu banyak-banyak.

Oke, done. Kaki saya melangkah ke buku bagian lainnya. Saya tertarik sama buku Impor, bagian buku anak pastinya. Ada soft book, hard book, paket buku di dalam tas kaleng, sleep book (buku dari kain buat teman bobok) dan sebagainya. Saya berulangkali ngomong dalam hati “Ah, untung Mada udah gede, jadi enggak kudu beli buku bath time book dll”. Tapi, habis ngomong gitu saya ambil satu dua tiga empat … buku bayi impor. Yeah, buku impor yang diambil hanya empat buku tapi semuanya serba triple alias satu judul ada 3 buku. HADEH, MAU NGAPAIN SIK JEUNG ? Ndadak, saya kepingin belajar jualan buku. Toh, harga bukunya murah-murah.

IMG_20170420_151415

Absen buku sebelum … hunting lagi XD

IMG_20170420_125712

Pamer sampul buku ke Pak Gondrong

Jam setengah 4 sore, saya masih hunting buku impor tema transportasi dan musik (trus covernya difoto trus dipamerin ke Pak Gondrong biar blio kepingin). Lalu, pergi ke ATM center di Hall 5/6 buat tarik tunai. Begitu kembali masuk dan melewati buku-buku Indonesia, ternyata antrian sudah panjang, hampir mencapai pintu masuk !

“Antrian apa ini Mas ?” tanya saya sama Mas Bodas plus modis dengan piercing dimana-mana.

“Ini Mbak, antri menuju kasir, saya juga baru mau ngantri,” kata Mas Bodas sambil geleng-geleng kepala melihat antrian panjang.

Jam 4 sore teng, saya pun langsung berhenti hunting buku, ikut antri bersama pengunjung BBW 2017. Enggak puas sih, tapi daripada pulang kemaleman dan Mada juga rewel nyariin emaknya ini. Yaweslah, antri. Saya berdiri antri dari jam 4 sore dan baru nyampe di depan kasir jam setengah 8 malam. Lumayan ya menahan haus plus lapar pulak. Hahaha. Untungnya, di tas ada snack bekal Mada yang ketinggalan. Urusan pegal ? Yeah, dinikmatin aja lah ya. Meskipun, saya datang seorang diri enggak berasa sendirian. Karena pengunjung di depan saya maupun di belakang saya saling melempar senyum, celutukan, ngobrol juga, bertukar info bahkan saling membantu saat ada pengunjung yang keranjangnya macet.

IMG_20170420_175510

Saat antri menuju kasir semakin dekat, rupanya ada pengunjung yang belanja sebanyak 12 trolley. Beberapa pengunjung ada yang protes, harusnya yang belanja 12 trolley enggak antri di barisan pengunjung yang belanjaannya dikit. Eh, rupanya menurut info dari Mas-Mas petugas, bagi yang memborong buku kayak jasa titipan ada barisan khusus yang kasirnya hanya satu. Saat saya melongok ke barisan khusus itu, memang sih belanjaan mereka berjubel tumpeh-tumpeh, istilahnya ya. Di barisan khusus itu, bisa menitipkan buku juga.

Dari 950an kata cerita saya tentang my first time tanpa persiapan apa-apa ke BBW 2017 di atas, membawa anak ke BBW itu mau YAY or NAY, sebaiknya :

  1. Sponsor utama BBW adalah Bank Mandiri. Enggak punya Debit Mandiri atau Kartu Kredit kayak saya ? Siapin uang tunai yang banyak sebelum datang ke BBW. Di ICE BSD ada ATM Center sih, tapi enggak ada ATM BCA.
  2. Tentukan, buku apa yang Anda mau beli. Jangan hunting dulu ke semua tempat baru ngambil bukunya satu-satu. Karena, buku cepat banget habis dalam hitungan menit. Jadi, begitu Anda nemu buku A, langsung masukkin keranjang. Toh, kalaupun enggak jadi beli, bisa dikembalikan di kasir. Banyak yang cancel juga, kok.
  3. Kalau Anda memilih jadi #TeamYay mau bawa anak, cari support system yang mau diajak ke BBW. Syukur-syukur ada Simbok. Enggak punya Simbok, bisa sama orang tua, teman, tetangga atau saudara. Fungsi mereka berasa banget kalau (1) Anda lagi sibuk pilah-pilih judul buku tetiba anak lelarian ke sana kemari. (2) Anda lagi antri tetiba kebelet pipis. (3) Anda pegel berdiri antri tetiba keliyengan gara-gara haus dan kepingin melipir ke tenant makanan.
  4. Pemandangan anak pegang gadget memang bukan hal aneh, tetapi membiarkan mereka mantengin gadget selama 2 sampai 3 jam saat mereka harus ikut mengantri bersama Anda ? Please, a big no. Memang sih, mereka bakalan anteng diam. Tapi, efeknya enggak bagus. Saya sempat memerhatikan seorang balita yang 2,5jam anteng mantengin gadget sambil tiduran di atas stroller. Begitu dia bangun berdiri, matanya merah kelihatan banget lelah 😦
  5. Sehari setelah preview hari Kamis, dari cerita yang beredar, sudah enggak ada antrian panjang lagi di BBW. Ada antrian panjang atau enggak, sebaiknya bawa cemilan ringan. Jaga-jaga tetiba Anda keliyengan lagi asyik hunting buku.

Setelah antri 3 jam menuju kasir, saya masih kepingin lagi ke BBW tahun depan, enggak kapok. Asyik dan seru soalnya. Terima kasih, KEB. Terima kasih, Bank Mandiri 🙂

ttd-marso

Iklan

8 comments

  1. dari baca beberapa cerita tentang BBW ini kayaknya saya mending nggak bawa anak deh, mbak. ngantri sendiri aja udah capek gimana bawa anak. heu. tapi itu buku-bukunya murah banget yaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s