Perpustakaan Unsyiah Aceh, Jendela Literasi Masyarakat Lokal Menuju Dunia Global

unsyiahaceh

Rintik hujan mengguyur kota Depok saat saya baru tiba di Warung Mie Aceh Pidie 2000 Margonda. Lokasinya tepat berada di seberang Toko Buku Gramedia Margonda.  Setelah puas hunting buku seorang diri, saya ndadak kepingin makan Mie Aceh. Membayangkan kuahnya yang pedas dan mengepul. Duh, menggoda banget.

Salah satu me time saya sebagai seorang Ibu adalah nongkrong sejam dua jam di Toko Buku. Biarpun sekarang informasi mudah didapat melalui gadget dan juga e-book, saya lebih suka membaca buku atau majalah versi cetaknya. Jadi, dalam sebulan sekali saya selalu meluangkan waktu untuk hunting buku buat dibeli atau mencari referensi untuk bahan tulisan.

“Makan di sini atau dibawa pulang, Kak ?” tanya pelayan.

“Bawa pulang aja. Saya pesan Mie Aceh Rebus Khusus lima bungkus, Jus Timun dua bungkus sama Timpan 5 bungkus”.

Saya memesan cukup banyak untuk Mama dan adik-adik saya. Kami sekeluarga memang doyan banget sama Mie Aceh. Maklum, saya dan adik-adik saya memiliki darah Aceh Takengon dari garis keturunan Mama.

“Adik ini mahasiswa ya ?” tanya seorang Ibu berkulit gelap dengan wajah mirip artis Bollywood. Pandangan matanya mengisyaratkan pada buku-buku yang saya sedang cek di atas meja.

“Bukan, Bu” Saya tersenyum sambil menggeleng.

“Oh kirain mahasiswa. Kalau liat orang bawa buku banyak, saya jadi ingat anak saya yang di Aceh,” tutur Ibu itu sambil menerawang jauh ke jalan. “Anak saya kuliah di Universitas Syiah Kuala Aceh. Itu kampus paling bagus di Aceh. Perpustakaannya modern, anak saya betah kalau sudah datang ke situ.” Saya manggut-manggut, mulai tertarik dengan percakapan dengan Ibu itu.

Lalu, Ibu itu bercerita suatu hari ia membawakan buku-buku perpustakaan pinjaman anaknya yang tertinggal di rumah. Beliau sempat masuk ke dalam Perpustakaan Unsyiah. Beliau terkagum-kagum dengan gedung perpustakaan yang besar dan pengunjung perpustakaan yang penuh. Tak hanya itu, suasana perpustakaan sangat modern.

“Beda banget sama perpustakaan waktu saya sekolah dulu,” katanya, terkekeh.

Setelah pesanan makanan saya selesai, saya pun pamit pulang pada Ibu tadi yang ternyata saudara pemilik Warung Mie Aceh Pidie 2000.  Tiba di rumah, saya enggak sabar ingin menelusuri lebih jauh tentang Perpustakaan Unsyiah Aceh yang lebih dikenal dengan nama Pustaka Unsyiah.

Perpustakaan Unsyiah Aceh, More Than Just A Library

pustakaunsyiah

Perpustakaan Universitas Syiah Kuala Aceh berlokasi di Jl. T. Nyak Arief Kampus Unsyiah Darussalam Banda Aceh. Gedung putih yang terdiri dari 3 lantai itu nampak sangat mencolok. Bagi awam, enggak bakal ada yang menyangka bahwa gedung megah itu merupakan sebuah perpustakaan. Siapapun yang lewat di depannya tentu penasaran seperti apa isi perpustakaan yang dinobatkan sebagai salah satu perpustakaan terbaik di Indonesia.

Pustaka Unsyiah dibangun pada tahun 1970. Awalnya hanya berupa ruangan berukuran 2 x 3 meter, yang berada di salah satu gang kecil Fakultas Ekonomi. Pengunjungnya pun tidak sebanyak sekarang. Lambat laun, Pustaka Unsyiah berbenah diri hingga memiliki gedung perpustakaan sendiri. Tiap-tiap lantai memiliki fungsi yang berbeda. Pada lantai satu, terdapat ruang baca, ruang seminar, ruang internet dengan komputer yang disediakan bagi pengunjung sebanyak 200 buah. Khusus di lantai tiga, buku yang dipinjam hanya diperkenankan dibaca di tempat alias tidak boleh dibawa pulang.

Setiap harinya Pustaka Unsyiah dikunjungi sekitar 2500 sampai 3000 pengunjung, yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan masyarakat umum. Pustaka Unsyiah yang meraih International Standart Organization (ISO) 9001:2008 pada 12 Juli 2015, memiliki koleksi cetak sebanyak 75.114 judul atau 136.925 eksemplar. Untuk menunjang kegiatan membaca para pengunjung, Pustaka Unsyiah menyediakan referensi dalam bentuk jurnal yang terbit rutin secara berkala, majalah, laporan penelitian bahkan ada versi e-booknya.

Yang lebih asyik, fasilitas wifi yang disediakan Pustaka Unsyiah berkecepatan tinggi dengan jaringan fiber optic Indihome dan @wifi.id. Dijamin bakal betah banget ya berlama-lama di Pustaka Unsyiah.

Lantas, mengapa Pustaka Unsyiah disebut-sebut sebagai perpustakaan yang more than just a library ?

Pustaka Unsyiah didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten. Coba bayangkan apa jadinya sebuah perpustakaan besar tanpa adanya para pustawakan yang kompeten ? Tentu bakalan amburadul. Jangan bayangkan tugas pustakawan hanya menjaga dan menyortir buku yang keluar masuk. Tugas pustakawan diantaranya mengurusi pengadaan buku, pengolahan data sampai urusan inventaris buku. Selain itu, seorang pustakawan harus siap meladeni pengunjung yang kesulitan mencari buku atau sekedar menjelaskan cara pemakaian perangkat digital di perpustakaan.

unsyiahacehpustakawan

Mengingat tugas seorang pustakawan yang berat, Pustaka Unsyiah mengapresiasi dengan award untuk pustakawan terbaik. Dengan adanya award ini, tentu dapat menjadi penyemangat para pustakawan dalam bekerja.

Adanya tempat-tempat untuk mengasah kreativitas seperti  ruang kreativas seni serta ruang diskusi. Hal ini tentu saja memungkinkan kalangan civitas akademis atau masyarakat umum dapat menambah ilmu melalui acara-acara yang digelar di ruang tersebut.

unsyiahacehevent

Setiap hari Rabu menjelang sore diadakan Relax and Easy, yang menampung hobi kreativitas mahasiswa Universitas Syiah Kuala Aceh. Di luar hari itu pun, banyak kegiatan mahasiswa yang positif dan pastinya kreatif.

Melalui Libricafe yang berada di lantai 1, Pustaka Unsyiah ciptakan ekonomi kreatif berbasis perpustakaan. Lazimnya, dana pengelolaan sebuah perpustakaan disokong oleh SPP Mahasiswa. Pustaka Unsyiah mencoba terobosan baru, dengan melakukan kerjasama dengan Coffe Cho. Dengan adanya kegiatan-kegiatan dan kerjasama dengaan pihak luar, tentu menambah pendapatan Pustaka Unsyiah.

unsyiahacehlibricafe

Desain Libricafe yang kekinian dan instagramable pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Pustaka Unsyiah. Gerai kopi mini yang dibuka sejak 2016 merupakan milik Ilham Maulana, lulusan Fakultas Ekonomi dari Unsyiah. Beberapa mahasiswa ada yang menyambi bekerja sebagai karyawan Coffee Cho. Jadi, sambil menyelam minum air. Sambil kuliah belajar mengenal dunia bisnis. Karena, perpustakaan bukan lagi sekedar tempat edukasi, melainkan sebagai tempat rekreasi.

Kemudahan peminjaman dan pengembalian buku melalui mesin peminjaman mandiri (self service) berbasis RFID (Radio Frequency Identification) dan SLiMS (Library Management System) yang disediakan Pustaka Unsyiah. Kalau dibayangkan, mesin ini mirip mesin ATM. Bedanya, kalau mesin ATM bisa mengeluarkan uang, mesin peminjaman mandiri buku milik Pustaka Unsyiah fungsinya untuk mencatat data mahasiswa dan buku yang akan dipinjam atau dikembalikan. Cara kerjanya mudah. Mahasiswa yang ingin meminjam buku, bisa menempelkan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) pada mesin tersebut untuk di scanning. Lalu, setelah data mahasiswa muncul, mahasiswa men-scanning buku-buku yang akan dipinjam atau dikembalikan.

unsyiahacehbuku

Nantinya, mesin peminjaman mandiri akan mengeluarkan kertas struk yang berisi informasi buku dan data mahasiswa yang diserahkan pada bagian Pustakawan. Seluruh informasi buku dan data mahasiswa dapat di cek dengan login melalui UILIS. Cara ini tentu mengurangi antrian panjang mahasiswa yang ingin meminjam dan mengembalikan buku perpustakaan.

Pustaka Unsyiah mengikuti perkembangan teknologi, yang diterapkan melalui aplikasi UILIS. Yakni, aplikasi yang merekam jejak peminjaman dan perpanjangan buku secara online. UILIS juga memiliki fitur untuk pencarian koleksi cetak Pustaka Unsyiah. Jadi, pengunjung enggak perlu repot mencari pada database di perpustakaan. Cukup cari via aplikasi ini yang dapat diunduh gratis di playstore. Ingin perpanjang tanggal peminjaman buku ? Enggak usah antri di perpustakaan, karena bisa dilakukan di rumah via UILIS.

UILIS

Mengadakan Duta Baca Pustaka Unsyiah yang bertujuan meningkatkan minat baca bagi masyarakat umum. Kegiatan para Duta Baca ini bukan hanya tentang dunia perbukuan, lho. Sabtu (08/04), diadakan kelas pelatihan table manner di Pustaka Unsyiah. Kegiatan ini tentu penting bagi seorang Duta Baca yang nantinya akan menjadi panutan bagi teman-temannya.

unsyiahacehpustakaduta

Inovasi layanan yang dilakukan Pustaka Unsyiah yaitu dengan memperpanjang jam buka. Untuk Senin s/d Jumat, perpustakaan buka hingga pukul 11 malam. Hari Sabtu, buka dari pukul setengah 9 pagi sampai setengah 7 malam. Dan, Hari Minggu buka dari pukul 2 siang sampai setengah 7 malam.

Per 1 April 2017, Pustaka Unsyiah menambah jumlah peminjaman buku untuk dibawa pulang. Awalnya pengunjung hanya diperkenankan meminjam maksimal 3 eksemplar buku. Kini, pengunjung bisa meminjam hingga 7 eksemplar buku.

Duh, asyik banget ya 7 eksemplar bisa buat 7 hari. Koleksi buku yang dipinjam enggak melulu buku teks atau literatur, banyak juga buku-buku novel bermutu untuk dibaca di rumah.

unsyiahacehpustaka

Terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Pustaka Unsyiah, tentu akan membawa angin segar bagi dunia literasi masyarakat Aceh. Bahkan, para pengunjung yang berasal dari luar Aceh. Bukan tak mungkin, Pustaka Unsyiah menjadi salah satu tujuan destinasi wisata edukasi di Aceh. Mengutip ucapan Ketua UPT Perpustakaan Universitas Syiah Kuala Aceh, “Perpustakaan bukan sekedar tempat untuk edukasi, tetapi tempat untuk rekreasi,”

Sumber foto dan referensi :

http://www.instagram.com/upt_perpustakaan_unsyiah
http://www.instagram.com/libricafe
http://www.instagram.com/dutabacaunsyiah
http://library.unsyiah.ac.id/majalah-librisyiana-edisi-i-oktober-2015/
http://library.unsyiah.ac.id/mudahnya-meminjam-buku-dengan-mesin-peminjaman-mandiri
http://library.unsyiah.ac.id/tim-pelayanan-prima-tetapkan-tiga-pustakawan-terbaik

ttd-marso

Iklan

10 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s