Sering Kesemutan dan Kebas? Yuk, Lakukan 3 Cara Mudah #LawanNeuropati

neurobionheader

Suatu siang, dalam perjalanan menuju pernikahan seorang teman, motor tiger yang saya naiki tiba-tiba berhenti menepi di pinggiran Jl. Pancoran Jakarta Selatan. “Kamu ngapain sih ? Kakinya jangan gerak-gerak gitu. Bahaya tau !” tegur Pak Suami. Rupanya beliau merasakan telapak kaki kanan saya yang sedang digerakkan berulangkali. “Makanya jangan sering minum yang manis-manis, jadinya sering kesemutan kan,” lanjutnya lagi, lalu menyalakan motor kembali.

Saya langsung merengut. Sepanjang perjalanan pun saya memilih diam. Bukan sekali dua kali, saya mengalami kesemutan dalam perjalanan menuju suatu tempat saat dibonceng naik motor. Kalau kesemutannya masih wajar, saya akan menahan rasa sakitnya sampai tiba di lokasi tujuan. Kalau kesemutan muncul disertai rasa pusing di kepala, saya akan minta Pak Suami atau ojek online untuk menepi berhenti sejenak sampai telapak kaki saya bisa digerakkan. Nah, yang paling enggak enak itu kalau lagi dibonceng Pak Suami. Karena, Pak Suami bukan tipe orang yang sabaran, jadi tiap saya kesemutan di tengah jalan pasti diomelin. Gara-gara itu, saya lebih sering menggunakan jasa ojek online untuk bepergian.

Duh, kesemutan ternyata bisa bikin hubungan dengan pasangan jadi renggang !

Saat malam hari tiba, Pak Suami pulang lebih awal. Tidak lembur seperti biasanya. Ia menghampiri saya yang sedang menulis naskah buku. “Bunn, maafin aku suka enggak sabaran sama kamu kayak tadi siang.” Saya terdiam. Tidak menoleh. Mata saya masih menatap lurus pada layar laptop.

“Aku udah nanya ke temanku yang Dokter soal kesemutan, katanya kamu harus cek ke Dokter Syaraf. Kita ini kan ada keturunan diabetes. Salah satu ciri orang yang diabetes itu sering kesemutan. Gula darahmu berapa, Bunn ?” tanya Pak Suami.

Penuturan Pak Suami cukup membuat saya ketar-ketir. Saya segera membuka folder foto di smartphone. Foto hasil cek gula darah pada acara kampanye GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) bulan Januari 2017 di Ged. Kemenkes masih tersimpan rapi.  “Normal kok, Hunn” jawab saya, pendek.

img_20170113_083009

Hasil cek gula darah dan kolesterol

“Trus kalau bukan karena diabetes, kenapa kamu sering kesemutan ?” tanya Pak Suami, wajahnya nampak cemas. Saya mengendikkan bahu. “Besok cek ke dokter yuk” kata Pak Suami.

neuropati

Dari informasi Pak Dokter yang saya dapatkan, gejala kesemutan dan kebas yang sering saya alami tiap kali naik motor merupakan salah satu gejala Neuropati.  Dibandingkan istilah-istilah penyakit lainnya, neuropati memang masih terbilang asing di telinga saya. Padahal, neuropati ada banyak jenisnya, antara lain :

  1. Neuropati perifer adalah neuropati yang terjadi dimana gangguan saraf mempengaruhi saraf tulang belakang dan juga saraf diluar otak. Kedua saraf tersebut adalah saraf peripheral atau susunan saraf tepi yang umumnya didominasi oleh tulang anggota gerak.
  2. Neuropati otonom, yang muncul akibat adanya gangguan atau kerusakan pada sistem saraf involunter. Sistem saraf ini adalah pengontrol detak jantung, sistem pencernaan, respon seksual, keringat, sirkulasi darah dan juga fungsi kandung kemih. Ini berarti neuropati otonom berhubungan dengan kinerja otomatis organ dalam tubuh dalam menjalankan fungsinya.
  3. Neuropati kranial, yaitu kondisi karena adanya gangguan atau kerusakan pada saraf cranial atau saraf tulang belakang bagian atas.

Dengan gejala-gejala yang sering saya alami, saya didiagnosa terkena Neuropati Perifer. Belum terlalu parah, tetapi jika diabaikan dapat menyebabkan kelumpuhan. Selama ini, memang sih tiap kali kesemutan, saya hanya mendiamkan kaki saya atau memutar-mutar pergelangan kaki sampai rasa sakitnya hilang.

“Dulu yang terkena neuropati itu orang-orang usia lanjut, sekarang banyak anak muda usia produktif juga terkena neuropati.” jelas Pak Dokter.

“Kok bisa Dok ? Sebelum saya menikah dan punya anak, saya jarang bahkan enggak pernah kesemutan atau mengalami gejala-gejala neuropati,”

“Sekarang ini anak-anak muda usia produktif kebanyakan menganut gaya hidup sedentary. Kurang banyak bergerak. Tetapi sibuknya luar biasa, enggak sempat olahraga, yang dimakan makanan junk food. Klop deh. Oh, faktor usia juga pengaruh tuh, karena 1 dari 2 orang usia di atas 30 tahun mengalami gejala awal neuropati

Saya manggut-manggut. Benar juga kata Pak Dokter.

“Satu hal lagi, kurang vitamin neurotropik. Itu vitamin penting buat tubuh, tugasnya menjaga sistem syaraf pada tubuh, memperlancar metabolisme sel dan mengatasi kelelahan. Vitamin neurotropik ada di makanan seperti kacang-kacangan, gandum, susu, kuning telur, hati, daging dan keju.” jelas Pak Dokter, sekali lagi. Saya mencatat di kepala.

Dari obrolan dengan Pak Dokter, saya pun mendapat 3 cara mudah #LawanNeuropati.

Di akhir konsultasi, Pak Dokter sempat meresepkan saya Neurobion, kombinasi vitamin neurotropik yang aman dikonsumsi setiap hari. Karena, gejala neuropati saya masih tergolong ringan, Pak Dokter meresepkan Neurobion putih. Kandungan yang terdapat pada Neurobion putih yaitu vitamin B6 & B12-nya sebesar 200 mcg. Sementara, Neurobion Forte (pink) memiliki kandungan vitamin B6 100mg dan vitamin B12-nya sebesar 5000 mcg (5 mg).

Alhamdulillah, setelah rutin mengkonsumsi Neurobion, kesemutan dan kebas saat naik motor sudah jauh berkurang. Saya sudah jarang pesan ojek online, kecuali sedang urgent. Hubungan saya dengan Pak Suami pun membaik. Oh ya, saat liburan tiba, kami suka mempraktekkan senam Neuromove di rumah. Seperti di video berikut.

Nah, jika Anda juga mengalami gejala-gejala awal neuropati, segera datang ke klinik terdekat atau kunjungi Neurobion di :

Facebook : InspirasiNeurobion
Twitter : @neurobion_indo
Instagram : @neurobion_indo

Jika Anda tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan, bisa juga mampir ke Website Sarafsehat.com. Disediakan kolom berupa form online untuk bertanya pada ahlinya. Saya sudah mencoba dan responnya cepat kurang dari 24 jam. Yuk, cegah dan #LawanNeuropati untuk hidup yang berkualitas.

asktheexpert

Tulisan yang sebagian berisi pengalaman pribadi saya ini diikutsertakan dalam Lomba #LawanNeuropati Bersama Neurobion.

Iklan

11 comments

  1. Hmmm aku sering nih kesemutan, & sering banget gerak2in kaki ngga bisa diem hahahaha #tos! Gejalanya rada sering aku alami nih, kesemutan & lutut berasa kesetrum, dan emang lagi jarang olah raga huhuhu.. harus semangat hidup sehat niih!

  2. Neuropati emang kadang di sepelekan. Saya juga begitu. Dulu saya pernah kesemutan saat di tengah mengendarai motor, bisa jadi juga itu gejala neuroati. Namun karena sekarang ada neurobion, saya jadi aman deh, mencegah lebih baik daripada mengobati, setuju nggak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s