Workshop Doodle Bersama Stabilo : Asah Kreatifitas Tanpa Batas

doodlestabilo

Foto milik Kriya Indonesia

Doodle atau doodling beberapa tahun belakangan ini menjadi trend masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Trend tersebut muncul karena masyarakat di kota besar lebih rentan stres. Kemacetan yang dihadapi setiap hari dan segala problematika hidup tentunya butuh pelampiasan energi yang baik. Doodle, yang berarti kegiatan mencorat-coret secara spontan dapat menjadi salah satu cara terapi bagi orang dewasa untuk mengatasi stres. Selain itu, doodling dapat juga membantu meningkatkan konsentrasi dan tentunya mengisi waktu.

Kegiatan menggambar spontan pernah menjadi sesuatu yang tak terpisahkan ketika saya masih bersekolah STM Grafika Lebak Bulus. Maklum, sebagai anak grafika yang banyak bersentuhan dengan pelajaran dasar menggambar, wajib hukumnya punya drawing pen segala ukuran. Saat suasana hati senang, saya menggambar perempuan dengan senyuman lebar yang menenteng tote bag dan segala printilannya. Di saat hati saya bete atau sedih, saya gambar deh cowok yang saya taksir. Ups.

Setelah puluhan purnama saya lewati dan Mas Rangga akhirnya tetap berpaling ke Neneng Cinta, akhirnya hari Minggu lalu saya kembali lagi menggambar spontan. Kali ini enggak menggambar sendirian sembari berkhayal di pojokan. Tetapi doodling rame-rame bersama blogger pada acara Doodle Bersama Stabilo dan Kriya Indonesia. Oh iya, saya mengajak adik saya yang bungsu, Ross Roudhotul Jannah (12 thn) onti kesayangan Mada. Jarak usia kami memang sangat jauh, makanya waktu Ross masih batita sering disangka anak saya. Hihihi.

Acara Doodle bersama Stabilo dipandu oleh Mak Neng Tanti Amelia. Siapa sih yang enggak kenal Mak Tanti ? Yang follow akun instagramnya @nengtantidoodle pasti sering lihat hasil karyanya dipajang dong ya. Yang agak nyentrik, lokasi acaranya diadakan di Stasiun Bogor. Tiba di lokasi, peserta yang sudah registrasi dipersilakan mengudap donat manis dan kopi/teh yang ada di toko donat sebelah. Duh, asik nih buat yang belum ngopi pagi 🙂

Bapak John Berto, selaku Kepala DAOPS I Stasiun Bogor memberikan kata sambutan pada peserta acara yang sudah duduk manis di ruangan tempat workshop. Beliau sempat memaparkan tentang Kereta Api di Indonesia yang terus berbenah. Dulu, kita dengan mudah menemui pedagang asongan atau pengemis hilir mudik di dalam kereta api. Banyak juga yang naik di atas kereta api, yang tentu saja sangat membahayakan penumpang. Kini, keadaan kereta api atau lebih kerennya commuter line lebih baik.

Selanjutnya, Mak Neng Tanti sempat memberikan sedikit clue untuk tugas doodle yang akan dikerjakan para peserta. Eh, ternyata kami sebagai peserta mendapat tugas untuk menggambar Stasiun Bogor versi masa depan. Ya ampun, masa depan aku aja masih jauh di awang-awang, trus aku harus menggambar Stasiun Bogor yang jarang aku kunjungi ?

“Sebelum doodling, kita jalan-jalan dulu ke lantai atas. Buat inspirasi gambar nanti ya” kata Mak Neng Tanti. Wah, pucuk dicinta ulam tiba ini mah, ujar saya dalam hati. Saya dan para peserta workshop diajak ke Ruang VIP Stasiun Bogor yang berada di lantai atas. Setelah itu, kami kembali ke ruangan untuk corat-coret di atas kertas putih. Neng Tanti memulai gambar dengan membuat 4 kepala monster yang disulap menjadi Stasiun Bogor di masa depan. Wow, keren !!!

Asyiknya, kegiatan doodling sangat lancar karena menggunakan Stabilo Pen 68. Masing-masing peserta diberikan 3 Stabilo. Saya mendapat warna coklat tua, kuning dan hitam. Merk asal Jerman yang satu ini favorit saya sedari masih sekolah. Sampai sekarang, saya masih pakai Stabilo Boss yang gendut itu. Melalui acara workshop, saya jadi kenalan lebih dekat sama Stabilo Pen yang warnanya komplit banget.Saat ditorehkan ke kertas, warna Stabilo Pen jelas banget.

marsodoodle

Hasil doodle alaala saya

Tak cukup dengan 3 warna, saya sempat pinjam warna lainnya milik Mak Neng Tanti. Memang sih, hasil doodle saya kurang meriah dibanding peserta lainnya. Mak Neng Tanti yang berkeliling melihat peserta yang asyik doodling, sempat bilang :

“Karakter dan suasana hati orang itu bisa terbaca dari garis yang dia tarik dan gambar yang dibuat,” lalu ia membacakan hasil doodling salah satu peserta workshop.

Di akhir acara, peserta berpose bersama hasil doodle-nya yang sudah dipasang dibingkai dan tim Kriya Indonesia. Acara doodle di Stasiun Bogor bukan yang pertama kali diadakan oleh Kriya Indonesia. Sebelumnya sudah diadakan di beberapa kota. Nah, yang kepingin ikutan acara doodle, follow cuss ke instagramnya di @kriyaindonesia.

Maria Soraya

Iklan

7 comments

    1. dari 100 anak grafika yg bakat gambar hanya 10 persen dan aku gak termasuk ituhhh hehehehe

      aku gak bakat gambar manual, aku bisanya gambar di hati aja

      lhaaa aku masukkin hasil doodle dari link ig-ku gak nongol, wait wait

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s