Belajar Bangkit Ala 5 Penulis Muda Blue Valley Series

bluevalleyseries

“Mbak mau casting ya ? Kantor Falconnya ada di seberang tuh,” jelas seorang polisi saat saya menanyakan nama kantor tempat launching buku pada sore itu. Polisi itu berjaga di gerbang sebuah kantor yang berlokasi di Jl. Duren Tiga Raya. Kening saya mengernyit.

Seingat saya nama Falcon memang sih lebih dikenal sebagai Production House (PH) yang banyak mengeluarkan film-film box office. Film Sabtu Bersama Bapak atau Warkop DKI Reborn : Jangkrik Bos adalah film-film produksi Falcon Pictures yang pernah saya tonton. Gara-gara ditanyai Pak Polisi soal casting, ndadak saya kepingin ngerasain gimana sih casting itu *ehgimanalahitu. Pertanyaan saya, kemudian (dalam hati) “Jadi Penerbit Falcon yang saya datangi ini sama ya dengan Falcon Pictures ? ”

Belum sempat saya bertanya lagi, satpam yang berjaga di kantor seberang sigap melambai pada saya. “Di sini lokasinya, Bu”. Saya menyeberang menghampiri satpam itu. “Ini launching buku novel ?” tanya saya. Satpam tadi mengangguk, lalu menunjukkan saya ke meja registrasi. Setelah mengisi daftar hadir, panitia memberikan sekaligus 5 buku Novel Blue Valley Series dalam balutan pita biru pada saya. Nuansa romantis klasik terasa saat saya memasuki area launching 5 novel Blue Valley Series. Payung-payung putih digantung terbalik dengan bunga yang menjuntai. Penyanyi Wizzy menghibur para tamu undangan yang hadir.

wizzy

Wizzy and the band

Pak Deden Ridwan (Editor In Chief Falcon Publising) memberikan sambutan hangat di awal acara. Beliau sempat menjelaskan novel Blue Valley Series merupakan novel perdana yang diterbitkan Falcon Publishing. Sebelumnya, Falcon memang berfokus pada dunia perfilm-an nasional. Proses pencarian 5 penulis sampai produksi novel dengan tema kehilangan terbilang lancar. Bahkan, para penulis berusaha saling menemukan chemistry antar penulis.

Acara berikutnya yaitu diskusi buku bersama penulis. Meskipun, 5 novel Blue Valley Series memiliki benang merah yang sama tetapi membacanya bisa random. Enggak harus urut  mau baca buku yang mana duluan. Karena, setiap tokoh dan cerita memiliki kisah yang berbeda.

“Sekali cewek tetap cewek. Ngomongnya sok enggak butuh seseorang, tapi ujung-ujungnya tetap aja lari ke orang yang bisa ngasih kepastian. …”

Jleb. Kalimat itu terasa menohok saya. Ujung mata saya hampir basah ketika Bernard Batubara mendapat giliran membaca satu halaman dari buku Elegi Rinaldo yang ditulisnya. Duh, belum juga saya baca bukunya. Eh, ini sudah baper mode on. Untunglah suasana sangat ramai, kalau enggak yang ada saya pulang dari acara dengan mata bengkak.

About the book …

img_20161215_164007

Ke-baper-an saya berlanjut setelah membaca satu persatu buku dari 5 penulis yang dimaksud antara lain :

  1. Senandika Prisma.
    Rumah nomor 6 merupakan salah satu yang paling awal berdiri di kompleks Blue Valley. Disitulah Prisma tinggal. Gadis manis yang gagal menikah dan harus menanggung luka untuk menemukan kembali yang telah hilang. Membaca halaman demi halaman novel setebal 202 halaman ini seolah merasakan arti kehilangan seorang Prisma.
  2. Elegi Rinaldo
    Bernard Batubara, penulis buku yang dikenal dengan panggilan Bara ini menuliskan kisah Rinaldo yang pernah kehilangan Ibu dan kekasihnya di masa lalu. Bayangan itu terus menghantuinya sehingga Aldo sulit menjalin cinta yang baru. Termasuk, saat ia bertemu Jenny -seorang Chef Pastry di kafe Uno – yang merupakan klien Aldo.Bahasa yang dituturkan Bara untuk bukunya terasa jleb. Saya butuh beberapa kali untuk mengulang buku sedari awal lantaran hanyut pada isi cerita.
  3. Lara Miya
    Kali ini buku yang ditulis Erlin Natawiria bercerita tentang sosok Miya yang pernah kehilangan orang tuanya dalam sebuah tragedi kebakaran. Miya yang sebatang kara harus tinggal bersama Amaya, tantenya seorang wanita karier.Perbedaan karakter dari keduanya yang membuat Miya merasa seolah tinggal bersama Ibu tiri yang galak.
  4. Asa Ayuni
    Ayuni, pemilik toko kue Gulaloka berusaha tegar setelah kematian Satria. Suaminya yang meninggal akibat serangan jantung. Pun, di hadapan Aldi, anaknya yang menderita Asperger’s Syndrome.Duka itu menjadi luka saat Ayuni mengetahui bahwa Laras -guru terapi Aldi- merupakan teman kuliah Satria. Bukan sekedar teman biasa, karena Ayuni menemukan puisi yang menyiratkan bahwa Laras dan Satria memiliki hubungan rahasia.
  5. Melankolia Ninna
    Ninna baru saja melakukan histerektomi. Yaitu, operasi pengangkatan rahim dikarenakan kanker yang diidap Ninna. Dan, ia pun merasa bersalah pada Gamal. Suaminya yang disebut project my fantasy perfectly.
    Novel yang ditulis Robin Wijaya ini menuturkan hubungan manis antara Ninna dan Gamal setelah rahim Ninna diangkat. Kisah ini tentu terasa dekat di sebagian pembaca yang pernah mengalami hal serupa seperti Ninna.

5 novel karya penulis muda di atas patut menjadi koleksi lemari buku Anda, terutama Anda yang baru saja belajar bangkit setelah kehilangan.

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

8 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s