Gadget Holic Treatment, Terapi Bagi Si Pecandu Gadget

gadgetholic

“Anak saya Rafa, sejak umur 2 tahun kenal gadget karena saya ingin anak saya update. Sayangnya, ada dampak buruk di balik gadget yang dirasakan pada Rafa setelah dia  berumur 10 tahun” tutur Ibu Endah Wulansari, Direktur Mom N Jo saat membuka press conference “Launching Treatment Gadget Holic” di Mom n Jo Training Center yang beralamat di Jl. Sawo, Cinere Gandul – Depok. Para undangan yang terdiri dari blogger dan media nampak antusias mendengarkan penuturan perempuan berhijab yang modis itu.

Setuju yah dengan penuturan Ibu Wulan di atas ? Yeah, sekarang ini  gadget bukan benda asing apalagi sesuatu yang ‘wah’ bagi kebanyakan orang Indonesia. Gadget is about our life. Dari orang dewasa sampai bayik piyik, punya gadget. Mau beli cash atau nyicil, setiap orang bisa punya gadget. Untuk pesan ojek online, makanan, bayar tagihan sampai untuk live tweet competition bagi mereka yang bekerja di dunia sosial media. Dengan segala kemudahan yang ditawarkan gadget, terdapat dampak buruk yang secara tidak langsung mungkin Anda sudah rasakan.

Press conference Mom n Jo yang berlangsung pada tanggal 9 Desember 2016 memperkenalkan treatment baru untuk si pecandu gadget. Sesuai temanya, Mom n Jo menghadirkan narasumber yang cukup mumpuni di bidangnya. Yaitu, dr. Anggia Hapsari, SpKJ (K) yang dipanggil Dokter Bona dan Marybetts Sinclair, LMT  trainer Mom n Jo yang sengaja didatangkan dari California, USA.

Sesi pertama dibuka oleh Dokter Bona. Ia menjelaskan ciri-ciri orang dewasa dan anak-anak yang termasuk gadget holic, diantaranya :

  • Gadget all the time alias enggak bisa lepas dari gadget.
  • Mengabaikan orang-orang di sekitar.
  • Mulai malas dan sering menunda pekerjaan kantor atau rumah.
  • Sering update status enggak penting.
  • Gelisah kalau enggak bawa gadget.
  • Selalu mengecek notifikasi.
  • Merasa gelisah jika tidak ada jaringan. Jika pergi ke suatu tempat yang dicari jaringan WiFi.

Dari 7 ciri-ciri di atas, yang 3 terbawah itu saya kok berasa jleb yah. Hal ini ternyata juga dirasakan sesama rekan blogger yang langsung tersipu-sipu. “Eh, tapi kalau blogger mah penting kudu dekat-dekat sama gadget. Pekerjaannya kan berurusan sama sosial media dan dunia maya,” ujar Dokter Bona, disambut senyuman lega para blogger.

“Dulu saya juga suka gelisah kalau gadget saya mati. Langsung heboh cari colokan atau powerbank. Sekarang mah kalau gadget mati, dibiarin aja.”kata Dokter Bona, lagi.

Sekarang ini, kebanyakan orang tua sudah mengenalkan gadget pada anaknya sejak dini. Menurut Dokter Bona, sebagian orang tua bahkan ada yang sudah mengenalkan gadget saat anaknya baru berumur 9 bulan. Memang sih, tujuannya supaya bayi-bayi itu belajar mengenal sesuatu, misalnya warna. Namun, rasanya kurang bijak jika mengenalkan gadget pada bayi sedari dini. Idealnya, usia bayi sampai kanak-kanak adalah usia beraktivitas – usia bergerak. Membiarkan anak bersama gadget akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi pasif, introvert dan tidak peduli lingkungan sekitar.

Menurut Dokter Bona, efek kecanduan gadget sama seperti halnya kecanduan narkoba loh. Jika siklus tidur anak mulai terganggu, prestasi menurun, pertumbuhan fisik tidak optimal maka itulah tanda anak sudah mulai kecanduan gadget. Nah, penglihatan pun akan terganggu karena  mata terbiasa fokus pada layar gadget dalam waktu yang lama. Postur tubuh pelan-pelan akan berubah karena keseringan membungkuk. Ngeri ya ?

Tips Dokter Bona untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget :

  1. Ubah settingan notifikasi menjadi off
  2. Jadwalkan anak saat menggunakan gadget
  3. Matikan gadget saat tidur
  4. Berikan mainan pengganti yang bisa menstimulasi motorik dan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan, contohnya bermain lego atau messy play.
  5. Beri password panjang pada sosmed.
  6. TEGA adalah kata kunci mengurangi anak bermain gadget.

Sesi kedua diisi oleh Marybetts Sinclair, LMT. Trainer yang murah senyum itu menjelaskan jika berlebihan menggunakan gadget memiliki dampak buruk pada kualitas fisik seseorang.

Coba bayangin ya, saat anda atau anak menggunakan gadget maka posisi kepala akan condong maju ke depan, sehingga otot di bagian leher akan memendek. Mirip gaya kura-kura kalau lagi berdiri dan berjalan. Jika terbiasa berada dalam posisi itu, akan meningkatkan stress pada tulang belakang dan tulang punggung. Duh, pantesan ya saya sering merasakan backpain setelah berlama-lama dengan gadget ternyata gara-gara posisi saya kurang tepat saat mengetik di laptop atau lagi live tweet 😦

Tips dari Marybetts Sinclair, LMT supaya postur tubuh tetap terlindungi saat ber-gadget ria :

  1. Biasakan duduk dengan kepala tegak sejajar dengan tulang punggung
  2. Biarkan lengan bergelantung dari belakang sendi bahu
  3. Kaki menapak lurus pada lantai, bukan menggantung.
  4. Jangan mengetik keyboard terlalu keras.
  5. Istirahatkan mata setiap 20 menit.
  6. Bergeraklah setiap 1 jam, misalnya dengan berjalan 20 langkah.

Selain berdampak buruk pada tulang leher dan punggung, terlalu lama menggunakan gadget juga bisa membuat mata kering dan perih. Itu pertanda mata kurang piknik eh terlalu tegang loh. Supaya mata anda tetap terjaga, Marybetts Sinclair juga memberikan tips jitu nih :

  • Saat anda membaca buku dan tiba di akhir halaman, arahkan mata anda ke atas, lihat ke arah yang jauh, berkediplah beberapa kali dan bernapas dalam-dalam. Lalu, lanjut ke halaman berikutnya.
  • Saat membaca buku, sebaiknya berjarak 30 cm.
  • Setiap 15 menit, istirahat selama 1 menit dengan bergerak !
  • Lakukan computer wiggle.
  • Jika anda merasa mata terasa sangat pegal dan lelah, pejamkan mata beberapa saat.
  • Hindari membaca layar dalam kondisi gelap. Sebaiknya sebelum tidur jangan melihat layar selama 1 jam untuk kualitas tidur yang baik.
  • Atur penerangan pada meja kerja supaya mata tidak tegang saat menatap layar.
  • Langkah terakhir, pijat pelan area sekitar mata.

Marybetts Sinclair, LMT sempat memperagakan treatment terbaru di Mom n Jo, yaitu Gadget Holic untuk  mengatasi kecanduan gadget pada anak. Seorang anak diminta untuk tiduran di atas meja beralas kain. Sebuah boneka diberikan pada si anak supaya tidak takut dengan treatment yang akan dilakukan. Lalu, Marybetts melakukan pemijatan menggunakan minyak khusus untuk treatment tersebut. Wangi minyak organiknya terasa sampai ke hidung saya. Jadi, kepingin di pijat !

Penasaran sama treatment terbaru Mom n Jo ? Toss sama saya ah. Anda bisa mencoba treatment gadget holic mulai Januari 2017. Dapat dilakukan untuk anak usia 2 tahun sampai usia dewasa. Nah, untuk biaya treatment yaitu Rp. 195,000 per 45 menit. Untuk yang ingin tahu lebih detail soal treatment Gadget Holic, bisa mengunjungi outlet Mom n Jo yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s