Prajawangsa City, Hunian Berkonsep Hijau Untuk Kaum Urban Peduli Lingkungan

prajawangsa

Tahun ini tahun kelima, saya dan keluarga kecil saya menempati rumah kontrakan 1 kamar di Depok. Kami belum pindah layaknya keluarga ‘kontraktor’ pada umumnya. Betah amat sik jeung ? Lokasi tempat tinggal kami yang berada di pinggir jalan dan dilewati angkutan umum, menjadi pertimbangan untuk bertahan di tempat yang sama sedari awal kami menikah. Faktor lain, karena 8 tetangga kami sama-sama punya anak batita. Setidaknya, Mada punya teman bermain kalau lagi di rumah.

Mada si bayik piyik yang tadinya cuma bisa owek-owek gegoleran di kasur, sekarang sudah tumbuh menjadi Mada Si Batita yang hobi main di luar dan bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya. Ketika Mada harus bermain di dalam rumah, dia pun mulai butuh ruang privasi. Ruang dimana dia bisa berimajinasi dengan mainannya dan saya dilarang mendekat. Saat ini, zona main Mada masih menyatu dengan ruang tamu. Kebayang dong ya kalau tetiba Ibu Mertua datang kepingin ketemu cucu dan blio mendapati ruang tamu penuh dengan aneka mainan Mada yang berserakan di lantai. Whuahh bisa 7 hari 7 malam saya mendapat ceramah soal PENTINGNYA PUNYA RUMAH RAPIH JALIH BERSIH. Ah, jadi PR banget bagi kami orang tuanya untuk mencari hunian yang memenuhi kebutuhan kami bertiga sebagai penghuni rumah. Enggak mudah ya mencari hunian dengan harga terjangkau tapi lokasinya di Jakarta.

Alhamdulillah, beberapa waktu lalu saya terpilih sebagai salah satu peserta “Ngobrol Cantik  Eco & Compact Living Prajawangsa City” bersama Blogger Perempuan. Bertempat di marketing office Prajawangsa City, acara yang digelar pada Sabtu 19 November 2016 ini membahas soal bagaimana merancang hunian terbatas dengan desain kekinian tetapi memenuhi kebutuhan penghuninya. Siapa coba yang enggak mau punya hunian alaala pinterest ? SAYA MAUUU  *tunjuktanganpalingtinggi.

Dari Depok, saya naik angkutan umum 112 jurusan Depok-Kampung Rambutan. Awalnya saya kepengin naik ojek online, biar enggak nyasar. Karena, saya berangkat dari rumah jam setengah 8 pagi dan jalanan pun masih sepi akhirnya milih naik angkot saja. Petunjuk jalan dari teman-teman sesama blogger sempat bikin saya pusing tujuh keliling. Patokan jalannya ada 3  yaitu setelah pabrik biskuit + dekat pool blue bird + sebelum Mall Cijantung. Saya buka GPS di smartphone, muncul deh gambar pool blue bird. Saya yang duduk di kursi depan, sempat bertanya ke Pak Supir “Dimana Jalan Pedati”. Si Pak Supir justru menyuruh saya bertanya pada Mbah Gugel *tepokjidat. Saya pun langsung pasang mata tengok kanan-kiri setelah angkot melewati Cimanggis Square. Pak Supir ikutan sibuk mikir, mencoba mengingat dimana tepatnya alamat itu.

“Pak, saya turun sebelum pool blue bird aja deh. Nanti biar lanjut ojek online,” ujar saya sambil menyerahkan ongkos sebesar Rp. 6000. Pak Supir mengiyakan dan mencarikan halte tempat menunggu ojek online. Saya tetap pasang mata tengok kanan kiri. Dan …

“Pak … Pak … saya berhenti di depan situ. Enggak usah di halte. Saya mau ke tempat itu,” kata saya sumringah.

Si Pak Supir ikut senang, “Oh, Si Mbaknya mau ke Prajawangsa. Bilang dong dari tadi. Ini sih rute angkot saya setiap hari”. Jadi, catet ya, lokasi Prajawangsa City sangat STRATEGIS. Semua angkutan ke arah Kampung Rambutan pasti lewat di depannya. Jangan melulu berpatokan pada GPS. Gedung marketing office Prajawangsa City sangat mencolok dari jalan. Dan, dijamin anti nyasar kalau kamu mengikuti mata dan hati kamu. Iya, kamu.

Acara dibuka oleh Host Kartika Putri Mentari yang nge-heits dengan panggilan Putri KPM. Penampilan band pembuka dengan lagu-lagunya yang mengalun bikin saya gatel kepingin bergoyang. Untung narasumber pertama yaitu Rabani Kusuma Putra (Iron), founder dari Nimara Architect segera nongol di hadapan para peserta blogger. Seluruh mata pun langsung fokus saat Mas Iron menjelaskan soal konsep  Eco & Compact Living.

Mengapa Eco & Compact Living ?

img_20161119_101230

Dok.pribadi

“Ruang gerak manusia akan terbatas, karena di masa mendatang manusia akan hidup di dalam ruang terbatas,” kata Mas Iron membuka presentasi. Duh, saya membayangkannya kok agak seram yah. Sekarang ini, Mada saja butuh ruang luas untuk tempat bereksperimen, apalagi saya sebagai orang dewasa yang bekerja full time di rumah. Gimana 20 tahun mendatang ?

Macet dan polusi udara yang kita temui sehari-hari di jalan, menjadi alasan penting bagi setiap kaum urban untuk menciptakan hunian yang eco & compact living. Menurut Mas Iron, konsep eco & compact Living  mengacu pada hunian yang terbatas tetapi memiliki fungsi maksimal dan ramah lingkungan. Ada 6 aspek Green Design yang diperlukan saat membangun rumah tinggal :

  1. Energi
    Mengatur penggunaan energi listrik di rumah. Semakin besar energi listrik yang dipakai, bumi semakin panas loh. Syukur-syukur sih bisa mendapatkan energi listrik dari menampung sumber matahari.
  2. Tanah
    Pada saat membangun rumah, sisakan ruang sebesar 30 % untuk area hijau misalnya untuk mini playground anak, ruang bercocok tanam semacam vertical garden atau kolam ikan.
  3. Air
    Sebaiknya menerapkan zero water run off alias membuat sumur/lubang resapan di rumah. Contohnya, lubang resapan biopori (LRB). Dengan adanya lubang resapan air, maka bisa mengurangi genangan air pada saat musim penghujan. Penting juga untuk memakai grass block alias material beton yang mirip konblok tetapi terdapat rongga di dalamnya supaya rumput tumbuh.
  4. Pencahayaan dan sirkulasi udara
    Jangan membangun rumah serba tertutup dan boros energi cahaya (lampu). Usahakan rumah memakai jendela-jendela besar agar pencahayaan didapat langsung dari sinar matahari. Di belakang rumah, sebaiknya ada bolongan untuk sirkulasi udara alami.
  5. Eco Material
    Sebaiknya menggunakan material yang masih bisa diolah dan tidak merusak lingkungan sekitar. Seperti pada beberapa Alila Uluwatu di Bali, memakai kayu ulin supaya bisa di recycle.
  6. Smart design
    Yaitu memaksimalkan fungsi ruang. Mas Iron sempat mencontohkan gambar sebuah ruangan yang berisi tempat tidur lalu digubah menjadi ruangan dengan sebuah sofa. Tempat tidur tersebut memakai sistem hidrolizer, bisa diangkat menyatu pada tembok pada saat tidak digunakan.

Mas Iron menutup presentasi dengan kalimat quote yang jleb banget. “Kualitas hidup seseorang bukan ditentukan oleh besar kecilnya ruangan, tetapi bagaimana interaksi antara penghuni rumah dapat terjalin baik”.

Hunian Terbatas dan Rapi, Why Not ?

img_20161119_105811

Dok. pribadi

Narasumber berikutnya, yaitu Mbak Bayu Fristanty dari RapiRapi Profesional Organizer. “Kami ini sering disangka sebagai event organizer atau jasa bebersih rumah kayak yang disediakan oleh perusahaan ojek online terbesar di Ibukota, loh” tutur Mbak Bayu.

RapiRapi didirikan karena banyaknya orang yang membutuhkan jasa meng-organize rumahnya menjadi lebih rapi. Pernah dong ya, kamu mengalami ubek-ubek seisian lemari pakaian 4 pintu demi mencari sepasang kaos kaki kerj Pak Suami ? Atau, lain waktu Si Mbak Asisten Rumah Tangga ndadak kudu pulang kampung dan kamu kudu tahu ya dimana letak all items yang biasanya menjadi tugas Si Mbak ART. Tanpa disadari waktu yang dihabiskan untuk mengubek-ubek itu sekitar 20 menit. Coba kalau hal itu terjadi tiap hari. Dikalikan 365 hari, hasilnya wow selamat anda sudah banyak membuang waktu.

Melalui acara Ngobrol Cantik, peserta mendapat tips dan trik dari Mbak Bayu dalam mengatur dan mengelola barang-barang milik kita sebagai penghuni rumah :

  • Review and Assess, yaitu memahami kebiasaan dan perilaku kita dalam mengelola barang.
  • Act Now! Group & Sort, yaitu mengklasifikasi barang sesuai kelompoknya dan sortir masing-masing barang.
  • Place it, yaitu semua barang harus memiliki wadahnya masing-masing.
  • I Maintain, yaitu menciptakan sistem untuk perawatan barang-barang yang sudah terorganizir.

4 tips diatas jika diperhatikan kata depannya, akan tersusun kata RAPI, sesuai dengan nama RapiRapi ya ? Selain, tips dan trik dalam mengatur barang, Mbak Bayu juga memberikan langkah-langkah untuk mensortir barang :

  • Keep
  • Sell
  • Donate
  • Toss

Beberapa orang memiliki kebiasaan menyimpan atau lebih tepatnya menimbun barang di suatu ruangan (keep). That’s not a good habit ya. Apalagi kalau barang yang sudah saatnya disingkirkan memiliki kenangan di masa lalu. Duh, makin susah itu ya buat melepas. Biar enggak galau, Mbak Bayu menyarankan supaya setiap barang memiliki wadah khusus. Nantinya kita kasih jangka waktu, misalnya 1 atau 3 bulan untuk memutuskan apakah barang yang sudah disortir masih diperlukan atau hanya memakan tempat. Kalau sudah yakin, tinggal sell, donate atau toss. Jadi, kalau kamu nemuin pigura foto dari mantan di masa lalu, sudah tahu kan kudu diapain ?

Tips terakhir dari Mbak Bayu untuk mengatur dan mengelola barang-barang di dalam rumah, yaitu :

  • Assign a home for every objects. Setiap barang yang ada di rumah sebaiknya memiliki ‘rumah’ sendiri.
  • Always keep your countertop clear. Jangan membiarkan meja kita penuh dengan aneka barang yang seharusnya punya ‘rumah’nya masing-masing.
  • Do not buy organizing product/storage first. Sering dong ya, lagi jalan ke mall tiba-tiba nemu storage dengan warna atau bentuk lucu. Tahan iman dulu deh, jeung. Better kamu mengecek dulu barang-barang apa saja yang bakal disimpan. Daripada kamu sudah beli storage kayu model animals yang lagi nge-heits, ternyata enggak cocok buat menyimpan aneka bentuk pigura foto hadiah dari mantan.
  • Group similar items together. Kelompokkan setiap barang di tempat yang sama, supaya memudahkan saat akan sell, donate atau toss.
  • The in/out rule. Biasakan ketika kamu membeli barang baru, maka barang-barang simpanan di lemari kudu ada yang keluar. Misalnya, kamu beli kemeja model terbaru, keluarin deh tuh kemeja atau kaos yang sepertinya sudah jarang dipakai.

Nah, saya dan peserta acara sudah tahu bagaimana mendesain hunian yang eco & compact living. Plus, ada berderet tips pulak dari Mbak Bayu soal how to organize your items di rumah. Tinggal dipraktekkin di rumah ya jeung dan mas.

Prajawangsa City, Hunian Modern Eco & Compact Living dengan Harga Terjangkau

Sesi terakhir, empunya lokasi acara yakni Pak Edi –Sales and Marketing Manager dari Synthesis Development ikut memberikan presentasi tentang Prajawangsa City. Oh ya, beberapa project garapan Synthesis Development pasti sudah sering kita dengar, diantaranya :

  • Plaza Semanggi
  • Casablanca Mansion
  • Kalibata Square
  • Kalibata City
  • dsb

Prajawangsa City, menjadi salah satu project terbaru di wilayah Jakarta Timur. Terletak strategis di Jl. Pedati Selatan No. 8 Cijantung. Hunian superblok seluas 7 hektar ini terdiri dari 8 tower yang diberi nama indonesia banget yaitu Aksa, Bargawa, Cemeti, Diwangkara, Ekanta, Fulmala, Ganitri dan Hima. Jumlah unit yang tersedia yaitu 4.000 unit dengan konsep mixed use development, yaitu menyatukan hunian dan area komersial.  Patut diacungi jempol, dari total luas yang ada, 50 %nya diperuntukkan untuk lahan hijau. Fasiilitasnya terbagi 2 yaitu Unique Thematic Park dan Unique Amenities.  Dari keterangann Pak Edi, Unique Thematic Park terdiri dari area spice garden, herbal garden, tropical garden, area barbeque, 1 km jogging track, kids pool, thematic pool, fountain plaza. Sementara, Unique Amenities terdiri dari restoran, coffee shop, fitness center, sauna, access control, ATM Center.  Oh ya, sistem keamanan 24 jam yang ada pasti bikin penghuni apartemen berasa aman ya. Apalagi, nantinya Prajawangsa City akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan terbesar dan modern.

Soal harga yang ditawarkan worth it dengan fasilitas yang ada. Start from 300-an juta dan angsuran sebesar Rp. 3,8 juta/bulan (2 bedroom). Synthesis Development mengandeng Bank BTN untuk memudahkan konsumen memiliki apartemen dengan uang muka yang tidak memberatkan.

Untuk tipe unit Prajawangsa terdiri dari :

  • Studio A
  • Studio B
  • Studio C
  • Studio D
  • 2 Bedroom A
  • 2 Bedroom B
  • 3 Bedroom A

Banyak pilihan dong yah sesuai kebutuhan konsumen. Yang kepingin tahu lebih lanjut, cusss ateuh datang ke marketing office-nya di : Jl. Pedati Selatan No. 8, Cijantung, Jakarta Timur atau telfon dulu ke 021 2287 8800.

Iklan

8 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s