Tethy Ezokanzo : Mengajarkan Islam Kepada Anak Melalui Cerita Keseharian

tethyezo

Ibnu Al-Qayyim menyebutkan, mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Saya mengamini kalimat itu. Masih ingat dong ya, sama ulah AK yang bikin para orang tua se-jagat dunia maya pada elus-elus dada. Setelah AK reda gara-gara dipanggil KPAI, lalu nongol AK-AK yang lain. Duh, eneng …

Saya bersyukur, tumbuh dengan segala perhatian dan limpahan kasih sayang orang tua. Setelah 7 tahun menjadi anak tunggal, Mama memberikan 5 adik untuk saya. Alasannya, supaya rumah ramai dan saya enggak kesepian. Alhamdulillah, setelah adik-adik lahir, Mama tetap adil membagi perhatiannya. Jadi, enggak pernah ada ceritanya kami bertengkar hanya gara-gara iri urusan kurang kasih sayang. Kami 6 bersaudara terbiasa saling ber-empati dan saling berbagi. Saya pun sering mendapat pertanyaan dari orang lain : “Kok bisa akur ?” Jawabannya, banyak sih. Saya bahas di lain waktu ya. Yang jelas, salah satu alasan kenapa kami bisa akur, karena Mama selalu meluangkan waktu untuk mendongeng untuk anak-anaknya sebelum tidur. Jadi, kegiatan mendongeng sebelum tidur bukan hanya menguatkan bonding antara Ibu Anak, tetapi juga bisa mengenalkan agama pada anak. Insya allah, anak enggak bakal kekurangan perhatian deh ya.

Penulis buku anak yang banyak menelurkan buku-buku bertemakan Islam yaitu Tethy Ezokanzo. Beliau sering berduet nulis bersama Kak Dian Kristiani, lho. Hampir semua bukunya baik itu yang ditulis sendiri atau kolaborasi selalu best sellers. Beberapa bahkan dibuat komik. Dijamin mudah dipahami, anti ngantuk dan ilustrasinya kece-kece. Saya rekomendasikan buku-buku Kak Tethy buat jadi salah satu koleksi perpustakaan tseuss 🙂

Buku-buku Tethy Ezokanzo Tahun 2016

tethyez

Judul-judul buku di atas bisa ditemui di Toko Buku. Cocok buat mengenalkan agama Islam pada anak sejak dini. Biar makin dekat *ciehh, yuk simak wawancara ala ala saya sama Kak Tethy Ezokanzo.

1. Assamualaikum, Kak Tethy. Lagi sibuk ngerjain buku apa untuk tahun ini ?

Waalaikumussalam. Tahun ini saya lagi banyak off dari kegiatan menulis. karena pergi-pergi terus dan hardisk rusak. Semua file hilang, jadilah start over semua, hehe.
tapi kegiatan kepenulisan masih sih dikit-dikit, diantaranya :
– mengawal proses pembuatan buku pengenalan budaya di kemendikbud. para penulisnya beken-beken loh, seperti Kang Ali Muakhir, Mbak Watiek Ideo, Mbak Dydie.
– nge-proof beberapa naskah yang lagi proses terbit juga mengasistensi ilustrator.
– revisi beberapa naskah, bahkan ada yang menulis ulang.
– promosi dan jualan buku (ini bagian dari kegiatan kepenulisan juga gak ya? hihi)
jadi untuk naskah baru, kayaknya tahun ini gak begitu banyak. Tapi kegiatan kepenulisan itu gak selalu menulis kan ? apalagi buku anak, prosesnya banyak dan panjang.

2. Ceritain dong Kak, kisah awal nyemplung di dunia menulis sampai akhirnya punya karya yang jumlahnya warbiyasak.

Sekitar 12-13 tahun lalu, waktu punya bayi Hasan (anakku no 2), anaknya kan endut tuh. Dia sukanya dipangku, waduh berat kalau sambil jalan sana sini. Ya, udah mangku sambil duduk aja. Daripada dipangku, saya bengong aja, ya udah saya sambil ngetik. Ternyata anaknya suka tuh dengan bunyi keyboard. Anteng. Akhirnya saya menulis cerita sambil ngomong cerita ke dia dan kakaknya (umur 2 tahun, yang suka nimbrung duduk dan dengerin, hehe). Ternyata kegiatan ini membuahkan beberapa tulisan. Akhirnya nyemplung deh jadi penulis. Saya tambah semangat ketika bertemu teman-teman FLP Jepang. Kemudian kami membuat antalogi-antalogi. Lalu bersamaan dengan itu terbit buku-buku solo saya.
Saya mulai serius ke buku anak sih sekitar tahun 2007, ketika punya bayi Sahira. Kejadian terulang kembali, mangku sambil ngetik. Ah, rupanya saya produktif tuh pas punya bayi. Karena mereka jadi paku yang membuat emaknya enggak bisa bergerak dari depan komputer, hihi.

3. Buku yang paling berkesan buat Kak Tethy ?

Semua berkesan. Karena karya-karya saya baik yang sudah diterbitkan atau yang belum adalah anak-anakku. Semua istimewa di mata saya. Sekalipun karya tersebut ditolak sana-sini, hehe.

4. Sepuluh tahun ke depan, di dunia menulis Kak Tethy ingin seperti apa ?

Wah 10 tahun lagi ? Saya udah tua banget dong itu. Entah masih kuat nulis gak, hihi.
Pengennya sih seperti sekarang aja. Menulis dengan santai dan senang. Saya sih gak muluk-muluk pengen begini begitu. Seperti sekarang ini sudah membahagiakan.

5. Kak Tethy banyak menulis buku anak bernuansa religi, apakah karena dulunya Kakak punya pendidikan berbasis agama atau gimana ?

Enggak juga. Saya dari ITB. Enggak ada hubungannya dengan agama ataupun kepenulisan. Tapi banyak nulis religi mungkin karena lingkungan saya yang dikelilingi orang-orang alim, lalu banyak baca buku agama. Saya sempat sih ikut pesantren 5 tahun lalu. Niatnya sih pengen tamat pesantren, eh ternyata cuma tahan 6 bulan. Susaaah pelajarannya, hihi.

6. Selama menulis buku, Kak Tethy pernah diplagiat ?

Pernah sih. Alhamdulillah penerbit saya sangat membantu. Mereka mengatasi semuanya.

Bagi teman-teman yang ingin tahu karya terbaru Kak Tethy Ezokanzo, bisa mengunjungi :
Facebook : http://facebook.com/tethy
Blog : http://ezokanzo.blogdetik.com

xoxo,

Maria Soraya

Iklan

4 comments

  1. bener banget mba.. cara paling gampang mengajarkan islam itu ya dengan keseharian ya..Sekarang Bintang sudah mulai besar sudah 3 tahun, jadi makin peer buat bisa mengawal tumbuh kembangnya. Mau ah koleksi buku2nya ini. lihat dari sampulnya sepertinya pas///

  2. Iyesss, setuju dengan mengenalkan ajaran Islam pada anak-anak tuh lewat buku-buku yang sesuai untuk usianya. Teh Tethy mah idolaku. Meski anak-anakku nggak pernah baca bukunya, tapi bisa buat ponakan. Anak2ku dulu aku bikinin cerita sendiri, hihiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s